
Di kamar Kenzie saat ini.....
Zie sudah terbangun duluan dan langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya karena sebentar lagi akan masuk makan malam.
Zie belum mengetahui kalau di lantai satu rumahnya sedang ramai dengan pembahasan lamaran Bagas untuk Nabila.
Hanya sepuluh menit Zie selesai membersihkan tubuhnya dan langsung keluar dari kamar mandi untuk membangunkan Bintang sebelum dia menggunakan pakaiannya.
''Bangun sayang udah malah loh sekarang. ''
bisik Zie tepat di telinga Bintang dan tak butuh waktu lama Bintang langsung membuka matanya karena merasa geli di telinganya.
''Ekstrim banget bangunin aku nya kak. ''
ucap Bintang sambil duduk bersandar di ranjang karena masih mengumpulkan kesadarannya.
''Jangan protes dan cepat mandi sebelum Kakak melakukannya lagi, kamu mau?? ''
ucap Zie dan membuat Bintang langsung bergegas menuju kamar mandi karena takut dengan ancaman Zie.
''Dasar bocah....''
ucap Zie sambil menggelengkan kepalanya melihat BIntang yang lari menuju kamar mandi karena mendengar ancamannya.
Zie langsung menuju lantai satu setelah selesai menggunakan pakaiannya dan Zie mengerutkan keningnya saat melihat Bagas dan Mama mertuanya.
''Mama kapan sampai?? ''
ucap Zie saat setelah menium tangan Mama Shanum.
''Kita dari jam dua disini Zie, kalian sangat tega membuat aku nunggu. ''
Ucap Bagas dan Zie langsung melototkan matanya mendengar protes Kakak iparnya itu.
''Siapa yang nyuruh nunggu ccoba?? lagian kita gak janjian juga kan?? ''
ucap Zie dan Bagas hanya mendelik sebal ke arah adik iparnya.
''Udah jangan debat kaya anak kecil ajah, emang kamu yang dadakan meminta lamaran kan Bagas jadi Zie kan gak salah juga. ''
ucap Mama Shanum yang menengahi perdebatan Bagas.
''Belain teruus mantu kesayangannya. ''
kesal Bagas dan membuat semua tersenyum.
''Bintang masih tidur emangnya?? ''
__ADS_1
ucap Bunda Dewi dan Zie menggelengkan kepalanya.
''Bintang masih di kamar mandi pas Zie turun, mungkin sedang siap siap sekarang. ''
jawab Zie dan Bunda Dewi mengangguk.
''Mama......''
ucap Bintang saat menuruni tangga dan langsung berlari keil untuk menghampiri Mama Shanum.
''Jangan lari BIntang nanti kamu jatuh. ''
ucap Zie yang melihat istrinya berlari kecil menuruni tangga.
''Mama sengaja datang mau makan malam disini yah dan ada Kak Bagas juga ternyata. ''
ucap Bintang sambil duduk di samping sang Mama.
''Mumpung Bintang udah ada langsung keintinya ajah deh mau membicarakan apa. ''
ucap Bagas dan semua langsung menatap ke arahnya.
''Kakak mau melamar Nabila secara resmi sekarang dan keluarga Nabila sudah menunggu di kediamannya biar sekalian makan malam disana. ''
ucap Bagas kembali dan membuat semua mengangguk.
ucap Bintang dan membuat Zie langsung tersenyum.
''Kamu bukannya dukung kakak malah doain yang jelek deh, sana ajak suami kamu siap siap karena kami sudah siap dari tadi. ''
ucap Bagas dengan nada kesal dan membuat Bintang langsung mengajak suaminya untuk bersiap.
Beberapa saat kemudian....
Saat ini Bintang dan semua keluarga sudah berada di perjalanan menuju kediaman Nabila, Zie saat ini mengendarai mobil dan di sampinya di temani Ayah Anggara dan yang lainnya duduk di kursi belakang karena Zie meminta satu mobil sajah untuk perjalanan dan tanpa supir.
Perjalanan hanya dua puluh menit dan langsung tiba di kediaman Nabila, Bintang langsung tersenyum saat menatap jendela kamar Nabila karena Bintang melihat Nabila sedang ada di depan jendela menatap ke arahnya.
''Semoga kamu sama Kak Bagas berjodoh Nabil dan aku akan senang dengan keputusan kamu dan akan mendukung apapun keputusan kamu. ''
gumam Bintang yang langsung menggandeng suaminya untuk mengikuti keluarga yang sudah masuk menuju pintu karena keluarga Nabila menyambut nya di depan pintu.
Bintang langsung mencium tangan Ibu dan Ayah Nabila karena memang Bintang sudah dekat dengan keluarga Nabila.
Semua langsung masuk kedalam rumah dan duduk di sofa ruang tamu, tak lama Nabila datang dan langsung duduk di tengah tengah orang tuanya.
Nabila terus menatap ke arah Bintang dan Bintang hanya membalasnya dengan senyum manisnya tanda memberikan dukungan untuk sahabatnya.
__ADS_1
Acara lamaran langsung di mulai dan hanya tiga puluh menit sudah mendapatkan kesepakatan kalau pernikahan nya akan di gelar tiga bulan yang akan datang dan Nabila ternyata menerima lamarannya.
Bintang langsung membantu Nabila dan Ibunya untuk menata makan malam keluarganya, Nabila hanya diam dan membuat Bintang bertanya tanya.
Setelah makan malam selesai Bintang langsung menghampiri Nabila yang sedang duduk di kursi dekat taman di rumah belakangnya.
''Lamarannya dadakan sekali Bintang dan aku kan gak bisa ke salon dulu loh tadi. ''
ucap Nabila dan membuat Bintang melototkan matanya.
''Kamu cemberut karena gak sempat ke salon?? dan bukan karena gak senang dengan lamarannya?? ''
ucap Bintang dan Nabila mengangguk.
''Lihat wajah aku kusam tau, ini kan momen sekali seumur hidup Bintang. '
''Nanti kan saat pernikahan kamu bisa sepuasnya ke salon kan biar cantik saat jadi pengantin, kamu beruntung ada acara lamaran, sedangkan aku dulu langsung akad nikah. ''
'Iya sih masih beruntung aku kan. ''
''Yaiyalah Nabila, kamu maa enak adaacara lamaran kalau aku kan gak ada sama sekali. ''
Bintang dan Nabila langsung asik mengobrol hingga Kakak ipar Nabila menghampirinya dan memberitahukan kalau keluarga Bagas akan pamit.
Bintang langsung masuk kedalam rumah dan gabung dengan keluarganya untuk pamit pulang,
''Darimana sih sayang?? bukannya diam disini temani suami kamu. ''
omel Zie sambil mencubit hidung BIntang saat Bintang menghampiri Zie dan Bintang hanya tersenyum membalas ucapan Zie.
Setelah pamit kepada keluarga Nabila, Zie kembali mengemudikan mobilnya menuju pulang, Bagas terus tersenyum dan membuat Bintang langsung menatap wajah Kakaknya.
''Apa sih Dee......lihatin Kakak kaya lihatin buronan ajah deh. ''
protes Bagas saat mengetahui Bintang sedang menatapnya.
''Kakak kenapa senyum senyum mesum gitu?? awas ajah kalau niatan nya jelek setelah menikah sama Nabila, aku orang pertama yang akan mencincang Kakak. ''
ucap Bintang dan membuat Bagas hanya mendelik ke arah adik nya.
''Mama juga akan mencincang Kakak kamu kalau dia menyakiti Nabila. ''
ucap Mama Shanum yang ikut mendukung bIntang.
''Semua nya ajah memojokan aku, buat apa aku mainin Nabila kalau mengajak Nabila menikah, kalian ini aneh aneh ajah. ''
ucap kesal Bagas dan Bintang hanya mengangkat bahunya tanda tidak mau berkomentar.
__ADS_1
tbc......