
Satu Bulan berlalu.......
Bintang benar benar di larang membantu persiapan pernikahan Kakak dan sahabatnya, Zie selalu paling menentang kalau Bintang meminta membantu dan akhirnya hanya pasrah karena Bunda dan Mamanya mendukung semua yang Zie aturkan.
''Mama sama Bunda jadi lebay kaya suami aku deh, besok kan Kak Bagas menikah dan aku hanya diam ajah gak membantu. ''
protes Bintang saat duduk melihat orang sedang mendekor barang barang seserahan untuk pernikahan Bagas.
''Kamu ini sangat ngeyel sekali sih, Bunda sama Mama bukan lebay tapi semua demi kebaikan kamu Bintang, usia kehamilan kamu baru masuk tiga bulan dan masih rentan sekali sayang. ''
ucap Bunda Dewi dan Mama Shanum mendukungnya.
''Lagian suami kamu udah kasih hadiah sangat tepat untuk mengganti kamu yang gak bisa ikut membantu, jangan khawatir yah dan Kakak kamu juga wanti wanti sama Mama jangan sampai kamu ikut campur membantu. ''
ucap Mama Shanum dan Bintang semakin mengerucutkan bibirnya kesal.
''Deek......apa yang di ucapkan Bunda sama Mama itu benar, keselamatan kandungan dan kamu adalah paling penting, nanti saham Zie bisa di cabut kalau terjadi apa apa sama kamu. ''
ucap Bagas sambil menghampiri Bintang dan Bintang reflek memukul lengan Kakaknya.
''Derama sekali sih Kakak ini lagian suami aku profesional gak akan menyangkutkan masalah pribadi juga ke ranah perusahaan. ''
ucap Bintang dan Bagas langsung mengacak rambut Bintang.
''Bagas.....kamu udah bilang ke Zie kan suruh bawakan bantal tidur Bintang di rumah. ''
ucap Bunda Dewi dan Bagas mengangguk.
''Udah dong Tante dan Zie sekarang sedang di perjalanan mau kesini. ''
jawab Bagas dan Bunda Dewi mengangguk.
Bintang yang kesal karena hanya diam pun langsung pamit untuk beristirahat sambil menunggu suaminya datang, Bunda Dewi pun merasa lega karena Bintang tidak menentang perintah Zie karena Zie akan marah kepada semua kalau Bintang membantu persiapan.
Beberapa saat kemudian Zie datang dengan membawa pesanan Bunda nya dan gaun untuk Bintang, Zie langsung menuju kamar karena Bintang sedang istirahat, setelah memberikan pesanan pada Bundanya.
''Istriku patuh sekali yah, di suruh diam dan jangan ikut campur ternyata benar langsung tidur di kamar. ''
ucap Zie yang masuk kedalam kamar lalu membenarkan posisi tidur Bintang.
Bintang langsung membuka matanya saat merasakan sentuhan suaminya pada tubuhnya, Bintang langsung memanyunkan bibirnya pada Zie dan membuat Zie mengerutkan keningnya.
''Ada apalagi?? kenapa bibirnya di manyunkan gitu?? jadi tambah gemes. ''
__ADS_1
ucap Zie sambil mencolek hidung Bintang.
''Kakak kenapa malah larang aku buat bantuin persiapan?? aku kan cuma duduk dan bantu rapihkan bawaan seserahan ajah. ''
protes Bintang dan membuat Zie langsung menghembuskan nafasnya karena istrinya memang tidak mau diam.
''Buat apa suami kamu ini membayar orang buat persiapan pernikahan Kakak kamu, kamu hanya perlu diam dan lihat ajah, ingat saat ini kamu masih hamil muda loh baru masuk sembilan minggu kan?? sekali ajah nurut sama suami kamu, bisa kan?? ''
''Iya iyaa.....emang aku bakalan kalah kalau debat sama suami aku, Kakak udah makan belum?? ''
''Belum kalau makan malam, mau mandi dulu badan Kakak sangat lengket. ''
''Yaudah mandi sana nanti aku siapkan pakaiannya dan handuk udah ada di dalam kamar mandi. ''
Zie langsung menuju kamar mandi dan Bintang menyiapkan pakaian suaminya, Bintang tersenyum saat melihat pesanannya sudah Zie bawa.
Setelah menyiapkan pakaian Zie, Bintang langsung duduk dan memakan makanan yang di bawakan Zie, Bintang begitu lahap memakan makanannya dan Zie sampai menggelengkan kepalanya saat keluar dari kamar mandi.
''Pelan pelan makannya nanti tersendak loh. ''
peringatan Zie dan Bintang hanya mengangguk lalu kembali memakan makannya.
Zie selesai dengan memakai pakaiannya dan langsung duduk di samping Bintang yang sedang lahap dengan makannya.
''Besok kan pernikahan Bagas sama Nabila, kamu cukup diam ajah dan Kakak pastikan kamu gak akan bertingkah disana, bisa janji?? ''
''Kak minta anterin makan malam ke kamar ajah yah, aku males kalau harus keluar maunya bantuin ajah, boleh kan?? ''
ucap Bintang dan Zie mengangguk.
''Yaudah kamu tunggu yah dan Kakak akan ambilkan dulu makannya. ''
Jawab Zie dan Bintang mengacungkan jempolnya.
Hanya lima menit Zie sudah kembali dengan membawa nampan berisi makanan yang lumayah banyak, untuk di makan Bintang dan dirinya.
Dengan telaten Zie menyuapi Bintang dan juga dirinya hingga makanan di piring habis tanpa sisa, Bintang pun sudah kenyang.
Keesokan harinya........
Bintang sedang di rias oleh perias yang sengaja di datangkan oleh Bunda Dewi, Zie dengan setia menunggu nya sesekali menyuapi Bintang makan, karena Bintang dan Zie paling akhir datang ke hotel.
''Perutnya ketekan gak sayang?? nyaman gak?? ''
__ADS_1
ucap Zie saat Bintang sedang memakai kebaya nya.
''Gak Kak, kan tadi di tanya sama Mba periasnya dan nyaman ko. ''
jawab Bintang dan Zie mengangguk.
''Pengantinnya bakal kalah cantik sama kamu mungkin akan mengira kamu pengantinnya. ''
ucap Zie dan Bintang mendelik sebal.
''Gombalnya receh aku gak tertarik, ayo Kak kita ke ballroom sebelum akad nikah nya mulai. ''
ajak Bintang saat selesai dengan riasannya.
Ternyata benar saat Bintang dan Zie memasuki ballroom nya, sepasang calon pengantin sudah siap di depan untuk memulai janji suci yang akan di ucapkan oleh Bagas.
Bintang terus tersenyum dengan kebahagiaan dua orang yang di sayanginya, Kakak dan sahabatnya menjadi pasangan suami istri bahkan Bintang tidak mempercayainya entah apa rencana Kakak nya hingga bisa mendapatkan Nabila sahabatnya yang memang sebelumnya tidak ada perasaan kepada kakak nya.
Semua yang hadir menyaksikan langsung riuh karena Bagas berhasil mengucapkan janji sucinya, Bintang sampai meneteskan air matanya karena bahagia.
''Kamu kenapa nangis?? bukannya bahagia malah jadi sedih gini. ''
ucap Zie saat melirik ke arah Bintang yang tertangkap basah sedang menangis.
''Aku bahagia Kak dan sangat bahagia, semoga Kak Bagas sama Nabila langgeng pernikahannya, menjadi suami istri yang akur. ''
ucap Bintang dan Zie langsung membawa Bintang kedalam dekapannya.
''Sudah jangan nangis lagi kasian dedek bayinya nanti kebawa cengeng juga loh. ''
ucap Zie dan Bintang langsung mencubit punggung suaminya.
''Sakit sayang.....kamu ganas deh sekarang cubitannya loh. ''
protes Zie dan Bintang mendelik.
''Makanya jangan ledekin aku cengeng, udah tau aku lagi sedih bercampur bahagia. ''
jawab Bintang dan Zie hanya tersenyum lalu merangkul bahu Bintang.
Acara inti sudah selesai dan saat ini sepasang pengantin sedang menerima ucapan selamat dari tamu yang hadir.
Zie sedang mengambil beberapa makanan untuk Bintang dan Bintang duduk manis menunggu suaminya selesai dengan makanannya.
__ADS_1
Bintang melototkan matanya saat melihat suaminya di peluk seorang wanita, hati Bintang langsung sakit bahkan air matanya mengalir begitu sajah.
tbc......