Bintang

Bintang
Bintang # 44 Bintang Hamil.....


__ADS_3

Satu bulan berlalu......


Saat ini Zie sedang panik karena Bintang terus terusan muntah muntah, sedangkan kedua orang tuanya sedang keluar kota.


''Sayang.....buka pintunya, biar Kakak bantu kamu di dalam. ''


ucap Zie sambil menggedor pintu kamar mandi yang di kunci oleh Bintang.


Tak menunggu waktu lama Bintang membuka pintu kamar mandi dan langsung memeluk Zie karena tubuhnya begitu lemas.


Zie langsung menggendong Bintang dan merebahkan tubuh Bintang di ranjang, Zie langsung meminta pelayan membawakan teh manis hangat untuk Bintang.


''Sayang.....kita periksa ke rumah sakit yah, kamu muntah muntah terus loh padahal belum isi makanan kan pagi ini. ''


ucap Zie sambil memijat kepala Bintang yang sedang terpejam.


''Gak mau Kak nantinya heboh, aku cuma masuk angin kayanya gara gara semalam berendam lama sama kamu. ''


ucap ketus Bintang dan membuat Zie langsung merasa bersalah karena memang semalam dia terus terusan menyerang Bintanh di dalam kamar mandi.


''Maafin Kakak yah sayang, hari ini gak usah ngampus dulu dan Kakak akan hubungi dokter keluarga buat memeriksa keadaan kamu, jangan membantah. ''


ucap Zie dan Bintang hanya diam tanpa mau berdebat saat ini.


Pelayan masuk kedalam kamar setelah Zie menyahutnya dan langsung memberikan minuman pesanan Zie, Zie pun membantu Bintang untuk berdandar lalu membantu memberikan minuman hangat untuk Bintang.


''Nyaman nyaa, makasih Kak ......''


ucap Bintang saat setelah meminum minuman hangatnya.


''Bibi.....tolong telphone dokter keluarga dan minta dokter wanita yang datang nya jangan laki laki, sekarang yah Bibi. ''


ucap Zie dan kepala pelayan langsung mengangguk lalu meninggalkan kamar Zie.


Zie terus menatap Bintang yang sedang menutup matanya sambil bersandar, Bintang membuka matanya dan tersenyum saat melihat raut wajah suaminya yang begitu khawatir padanya.


''Kakak jangan khawatir gitu raut wajahnya, aku gak apa apa kok. ''


ucap Bintang sambil menggenggam tangan Zie.


''Gak apa apa gimana, kamu muntah muntah terus dan sangat membuat khawatir, jangan menolak pemeriksaan dari dokter yah dan kamu hanya perlu diam ajah, Kakak akan menemani kamu. ''


ucap Zie dengan nada seriusnya dan Bintang mengangguk pasrah.


Bintang duduk bersandar pada Zie dan Zie terus mengelus kepala Bintang dengan penuh sayang, Zie begitu khawatir karena selama tinggal bersamanya Bintang gak pernah sakit bahkan sangat ceria.


''Makan dulu yah sayang biar Kakak suapi kamu, pasti laper kan perutnya. ''

__ADS_1


ucap Zie saat Bintang melepaskan pelukannya.


''Gak mau makan nasi Kak, pengen sereal ajah yah makannya, boleh kan?? ''


ucap Bintang dengan mata memelasnya dan membuat Zie tersenyum.


''Boleh.....sebentar yah Kakak minta Bibi nyiapin makanannya. ''


ucap Zie sambil beranjak untuk menelphone ke dapur dan Bintang kembali merebahkan tubuhnya.


''Ada apa dengan aku yah, gak biasanya pagi pagi mual mual sampe muntah dan masa iya aku hamil. ''


gumam Bintang dalam hatinya sambil mengingat ngingat tanggal terakhir datang bulan.


Bintang seketika langsung beranjak dari ranjang dan menuju kalender dekat meja belajarnya, Zie langsung menghampiri karena Bintang terdiam.


''Ada apa?? kenapa kamu diam sambil menatap kalendernya?? ''


ucap Zie yang menghampiri Bintang.


''Kak.....kayanya aku terlambat datang bulan deh, apa aku hamil?? ''


jawab Bintang dan seketika membuat Zie tersenyum.


''Kita tunggu dokter dulu buat periksa dan mastiin yah, mudah mudahan kamu beneran hamil sayang, semua keluarga kita pasti bahagia. ''


''Jangan berharap takut zonk Kak dan nanti kecewa dong jadinya. ''


''Kalau belum hamil kita semaksimal mungkin melakukannya biar kamu cepat hamil, pokonya harus semangat. ''


''Ishh....emang maunya Kakak itu. ''


Bintang langsung duduk di sofa dan Zie langsung membuka pintu karena ada yang mengetuknya, ternyata dokter keluarga yang datang di antar kepala pelayan juga pelayan yang membawakan makanan pesanan untuk Bintang.


''Coba periksa istri saya dokter, saya yakin kalau istri saya hamil tapi periksa dulu biar meyakinkan. ''


ucap Zie saat dokter menghampirinya.


''Bisa berbaring di ranjang biar saya mudah memeriksanya. ''


ucap dokter dan Zie mengangguk lalu membantu merebahkan Bintang di ranjang.


Dokter langsung memeriksa Bintang dan Zie begitu antusias dengan hasilnya, Bintang hanya diam dan mengikuti saat dokter memeriksa tekanan darah dan yang lainnya.


''Kapan terakhir datang bulan?? ''


ucap dokter sambil merapihkan alat alat medis yang di pakai untuk memeriksa Bintang.

__ADS_1


''Pokonya saya udah ada enam minggu gak datang bulan dokter. ''


jawab Bintang dan dokter tersenyum.


''Untuk memastikan nya lebih baik langsung di bawa ke dokter khusus kandungan, kalau hasil pemeriksaan saya istri tuan Kenzie sedang hamil tapi saya gak bisa memberikan kesimpulan pasti karena saya bukan dokter khusus kandungan. ''


jelas dokter dan Zie mengangguk.


''Siang ini saya akan periksakan istri saya dokter, makasih untuk pemeriksaannya. ''


ucap Zie dan dokter mengangguk.


''Saya tidak akan merepekan obat yah dan nanti dokter kandungan yang akan memberikannya, saya permisi kalau begitu. ''


ucap dokter sambil pamit pada Bintang dan Zie.


Kepala pelayan langsung mengantarkan dokter sedangkan Zie langsung menyuapi Bintang makan, Bintang hanya diam dan tidak banyak bercerita.


''Udah makan kamu langsung bersih bersih yah kita ke klinik khusus kandungan. ''


ucap Zie di sela sela suapannya dan Bintang mengangguk.


Beberapa saat kemudian......


Disinilah sekarang, Bintang dan Zie saat ini sudah berada di sebuah klinik khusus kandungan menunggu panggilan pemeriksaan.


Hanya lima menit menunggu akhirnya nama Bintang di panggil dan Bintang langsung di gandeng Zie menuju ruang pemeriksaan.


Seorang dokter cantik langsung menyapa dan suster langsung membantu Bintang menuju berangkar untuk di lakukan USG.


''Sudah berapa hari telatnya?? ''


ucap dokter sambil memulai mengolekan gel di perut Bintang.


''Enam minggu dokter dan pagi tadi mual sampai muntah muntah gak biasanya. ''


jawab Bintang dan dokter tersenyum.


''Kita lihat hasilnya yah, ini ada lingkaran berupa biji dan selamat Bunda hamil yah, usia kandungannya lima minggu. ''


ucap dokter dan membuat Zie langsung bahagia bahkan Bintang langsung menangis.


''Di bantu suster untuk merapihkan lagi yah, saya akan menjelaskan mengenai kehamilan awal dan meresepkan obat nya juga. ''


ucap dokter kembali saat setelah selesai melakukan USG pada Bintang.


tbc.........

__ADS_1


__ADS_2