
Bintang langsung mengajak Nabila untuk duduk kembali karena saat ini Nabila malah terlihat sedih kembali.
''Nabil....kamu ini kenapa sih?? jangan sampai kamu di kirim ke luar negeri kuliahnya hanya karena kamu sedang patah hati. ''
ucap Bintang yang kesal dengan sahabatnya.
''Kamu tau darimana kalau aku sedang patah hati?? sakit Bintang hati aku. ''
ucap Nabila dan membuat Bintang menghembuskan nafasnya.
''Makanya jangan pacaran kalau takut patah hati, dengar Nabil.....laki laki itu bukan hanya satu tapi banyak dan kamu jangan menangisi yang gak penting deh, bagaimana kalau hasil nilai mata pelajaran terakhir tadi hancur dan kamu gak lulus?? bukan hanya patah hati mungkin bunuh diri kamu. ''
ucap Bintang dan membuat Nabila memanyunkan bibirnya.
''Kamu ini nyumpahin nya jelek banget sih Bintang, kamu tau darimana aku patah hati?? ''
''Aku ini sahabat kamu Nabil dan tau karakter kamu, kalau lagi ada masalah sama orang tua kamu pasti kamu gak akan sesedih ini, kenapa sama guru TU kamu itu Nabil?? ''
''Tadi pagi aku mergokin dia lagi pelukan sama guru bahasa yang baru, sedih sekali Bintang dan dia sampai pura pura gak kenal sama aku, dia malah cuek dan bilang kalau aku gak sopan masuk ke ruangan guru tanpa mengetuk pintu. ''
''Waah.....pelanggaran itu namanya Nabil, kamu bukannya rekam saat mereka pelukan, bisa kita laporkan ke dewan sekolah dan auto di pecat mereka berdua. ''
''Ihh....kamu ini aneh Bintang, aku disana yang ada sakit hati bukan memikirkan untuk merekam. ''
''Bukan aneh Nabil, harusnya kamu punya pikiran untuk membalas sakit hati karena dia seenaknya mainin perasaan kamu, ahh....coba aku yang mergokin udah aku rekam da di sebar ke satu sekolah. ''
''Aku sedih Bintang, hikss.....hikss......ternyata selama ini aku yang berharap lebih sama dia dan dia hanya kasihan mungkin sama aku. ''
''Itu kamu tau dan kenapa baru menyadarinya. ''
ucap Bintang dan membuat Nabila semakin menangis.
''Hadeuhhhh......ternyata patah hatinya wanita itu sangat merepotkan, bagaimana dengan kisahku dan Abii yah. ''
gumam Bintang dalam hatinya sambil terdiam dan memikirkan hubungannya dengan Abimanyu.
__ADS_1
Nabila berhenti menangis dan memakan cemilan yang di siapkan Bintang karena menangis butuh energi menurut Nabila.
Bintang hanya mengelus lengan Nabila dan memberikannya semangat.
''Bintang.....kapan kamu menikah?? emang boleh sama pihak sekolah pelajar menikah. ''
ucap Nabila saat mengingat kembali foto pernikahan Bintang.
''Kalau ketahuan ya pasti di keluarkan, pernikahannya sembunyi sembunyi dan yang datang juga hanya keluarga dekat saja Nabil, ada sesuatu kejadian yang membuat aku sama Kak Zie menikah. ''
ucap Bintang dengan nada sendunya dan membuat Nabila langsung terdiam karena nasib Bintang lebih parah darinya.
''Kejadian apa Bintang?? jangan katakan kamu sama suami kamu itu kepergok lagi melakukan hubungan ranjang. ''
tebak Nabila dan membuat Bintang langsung menyonor kepala sahabatnya yang ngasal dalam berucap.
''Sakit ih Bintang, gimana kalau aku bodoh gara gara di toyor terus kepalanya. ''
protes Nabila dan membuat Bintang mendelik sebal.
ucap Bintang dengan jujurnya dan membuat Nabila langsung menatap Bintang yang sedang menunduk.
''Terus gimana dengan Abimanyu?? kasihan sekali kekasih pujaannya menikah dengan pria lain, lebih tragis dari patah hati. ''
ucap Nabila dengan derama yang dramatis dan membuat Bintang kembali mendelik sebal ke arah nya.
''Aku sengaja mencari waktu yang tepat untuk memutuskan Abii, Kak Zie meminta pas awal ujian nasional tapi aku gak sejahat itu lah dan takut mengganggu pelajaran Abii, bagaimana pun aku masih sayang sama Abii dan sulit memilihnya Nabil. ''
''Kamu saat ini sudah menikah Bintang jangan serakah, suami mau pacar juga di embat. ''
''Ishhh....bahasanya kamu bikin aku seperti wanita pemain ajah, aku juga pasti milih suami lah karena udah Sah secara hukum dan agama, akan sangat dosa kalau aku memiliki laki laki lain. ''
''Nah....itu kamu tau, putuskan si Abimanyu Bintang, kasihan dia kalau harus mengetahui dari orang lain, sakit hati Bintang di khianatin pasangan tuh. ''
''Awas ajah kalau kamu yang ember, nanti aku akan bicara langsung ke Abii. ''
__ADS_1
''Buat apa aku ngasih tau dia kalau kamu sudah menikah, gak ada untungnya dan saat ini yang aku pikirkan adalah menata hati yang patah hati. ''
''Bahasa kamu bikin aku geli Nabill, jangan gitu ihh menjijikan sekali dan lagian laki laki banyak bukan hanya guru itu. ''
Bintang dan Nabila terus bercerita masalah yang mereka hadapi, tenyata sama sama menjurus ke arah percintaan dan seorang kekasih.
Hingga sore hari Nabila pamit pulang dan Bintang langsung meminta supir keluarga mengantarkan Nabila pulang.
Selepas Nabila pamit Bintang langsung merapihkan meja ruang keluarga yang berantakan karena makanan berserakan, di bantu pelayan di rumah Bintang pun membersihkannya.
Setelah selesai merapihkan Bintang langsung ke kamar nya untuk mengganti pakaiannya dan menyegarkan tubuhnya yang lengket, sedangkan di perusahaan saat ini Kenzie sedang meeting dengan kliennya.
Saat ini Kliennya perempuan dan membuat Kenzie risih karena pakaiannya terbuka dan super ketat, Kenzie sampai uring uringan kepada asistennya dan meminta di gantikan karena malas menghadapi wanita agresif.
''Urus semua sama kamu heru, aku gak sudi melanjutkannya dan lebih baik aku pulang melanjutkan pekerjaan di rumah. ''
ucap kesal Kenzie sambil keluar dari ruang meeting dan langsung menuju mobil untuk segera pulang ke rumah nya.
Di dalam perjalanan Kenzie terus sajah mengomel karena asistennya tidak memberitahukan kliennya adalah wanita dan tidak memberitahukan pakaian nya yang begitu terbuka padahal tadi asiatennya menghampiri terlebih dahulu sebelum meeting di mulai.
Beberapa menit kemudian Kenzie samapi di rumah dan langsung memarkirkan mobilnya, Kenzie langsunh menuju kamar untuk mengganti pakaiannya karena merasa gak nyaman dengan pakaiannya saat ini.
Saat masuk kedalam kamar ternyata ada suara gemercik air dan Kenzie mengetahui kalau Bintang sedang mandi saat ini, Kenzie langsung menuju kamar ganti untuk mengganti pakaiannya sebelum Bintang keluar dari kamar mandi, namun semua tidak sesuai ekspestasinya Bintang keluar dari kamar mandi bersamaan dengan Kenzie yang keluar dari ruang ganti.
Kenzie dan Bintang sama sama mematung karena saat ini Bintang hanya menggunakan handuk sepaha dan rambutnya tergerai masih basah, Bintang yang kaget belum menyadari kalau saat ini dia sedang memakai handuk dan saat sandar Bintang langsung masuk kembali kedalam kamar mandi.
''Ahh.....sial sekali, kenapa Kak Zie sudah pulang sih kan memalukan aku pakai handuk barusan, gimana kalau di sangka menggoda dia. ''
gumam Bintang dalam hatinya sambil terus bergumam karena malu dengan tingkahnya.
Sedangkan Kenzie di luar kamar masih terdiam dan terus sajah kepikiran Bintang yang hanya menggunakan handuk dan mengekspos paha juga dada atasnya yang terbuka dan sedikit basah.
''Bisa gawat kalau terus disini lebih baik aku ke ruang kerja secepatnya. ''
gumam Kenzie dalam hatinya dan langsung berlari kecil keluar dari kamarnya dan sedikit menguatkan menutup pintunya sebagai tanda kalau Kenzie keluar kamar namun tidak dengan Bintang dia langsung sedih dengan yang Kenzie lakukan.
__ADS_1
tbc....