
Bintang dan Kenzie memang sudah di jodohkan saat BIntang masih kecil sesuai keinginan Almarhum papanya BIntang dan Ayahnya Kenzie, namun tidak ingin memberitahukan pada Bintang ataupun Kenzie karena takut di tolak.
Berbagai siasat selalu di rencanakan oleh semua keluarga namun tidak ada hasilnya dan selalu gagal, entah keberuntungan atau memang kebetulan karena saat pagi hari Bagas masuk ke kamar Kenzie melihat adiknya sedang memeluk tubuh polos Kenzie dan membuat Bagas senang langsung memotretnya untuk bukti menjerat Kenzie dan Bintang.
Saat ini Bintang dan Kenzie sudah duduk seperti tersangka yang sedang di adili dan di tanyakan berbagai pertanyaan.
''Kenzie mau melakukan Visum dan membuktikan kalau Bintang tidak Kenzie sentuh sedikitpun, Kenzie berani bersumpah Ayah. ''
ucap Kenzie yang mengelak untuk di nikahkan dengan Bintang.
''Kamu kan licik Zie, nanti kamu suap rumah sakitnya untuk membuktikan hasil Visum agar sesuai keinginan kamu, rencana kamu terbaca Zie. ''
ucap Ayah Anggara dan membuat Kenzie semakin kesal.
''Semua salah Bintang Ayah, Kak Zie gak salah dan gak melakukan apapun ke Bintang. ''
ucap Bintang yang ikut membela diri.
''Kita gak tau apa yang kalian lakukan semalaman berdua di kamar, satu ranjang dan satu selimbut, lebih parahnya kamu Deek tidur di dada polos Kenzie dan Kenzie pun memeluk kamu, keputusan kami final dan gak akan bisa di ganggu gugat, kalian berdua harus menikah hari ini karena takut Bintang hamil di luar nikah. ''
ucap Bagas yang tetap teguh dengan keputusannya.
Kenzie yang lelah membela diri pun menjadi pasrah karena setiap Kenzie membela diri pasti selalu di jawab telak oleh Ayahnya ataupun sahabatnya sendiri dan Kenzie pun di beratkan dengan bukti foto saat dirinya memeluk erat tubuh Bintang yang ada di dekapannya.
Bintang yang merasakan semua salahnya pun tidak bisa menyangkal karena salahnya sendiri yang masuk ke kamar Kenzie dan memeluk Kenzie, Bintang pun pasrah dengan keputusan semua keluarganya.
''Sekolah Bintang kan hanya tinggal tiga bulan lagi jadi aman kalau sampai Bintang hamil, jadi masih bisa sekolah seperti biasa, pernikahan kalian hanya di hadiri keluarga terdekat dan tertutup untuk umum, setelah Bintang lulus sekolah baru kita mengadakan pesta resepsi dan mengumumkan pernikahan kalian berdua kepada publik. ''
ucap Ayah Anggara dan Bagas mengiyakannya.
__ADS_1
Bunda Dewi dan Mama Shanum hanya diam tanpa mengucapkan apapun karena mereka takut salah berbicara dan mengakibatkan fatal untuk rencana Bagas dan Ayah Anggara.
''Maafkan kak Bagas Deek, semua demi masa depan kamu dan Kenzie adalah laki laki tepat untuk kamu dan paling tepat menggantikan kakak menjaga kamu. ''
gumam Bagas dalam hatinya saat menatap adik kesayangannya yang terus terdiam dan sesekali menghapus air matanya.
''Bunda.....Shanum.....persiapkan semuanya karena pernikahan akan di langsungkan sore ini dan penghulu pun sedang menyiapkan berkas berkasnya, sebentar lagi pakaian pengantinnya akan datang di bawakan oleh Heru kesini. ''
ucap Ayah Anggara dengan nada tegasnya.
Bunda dan Mama Shanum langsung membawa Bintang ke kamar Mama Shanum untuk mempersiapkan Bintang.
Kenzie hanya diam dan menatap hamparan sawah di hadapannya, Bagas menghampiri Kenzie dan berdiri di samping Kenzie.
''Zie.....aku percaya kalau kamu akan menyayangi Bintang dan menjaga Bintang seperti aku selama ini menjaga dan menyayanginya, aku percayakan Bintang sama kamu Zie dan jangan sakitin dia dengan penghianatan, belajarlah menerima Bintang sebagai istri kamu dan belajarlah mencintai Bintang, Bintang wanita yang baik dan aku yakin dia juga menaruh hati sama kamu Zie. ''
ucap Bagas dan Kenzie hanya diam karena pikirannya saat ini sedang melayang entah kemana.
ucap Bagas kembali sambil menepuk bahu Kenzie dan langsung meninggalkan Kenzie yang terus diam tanpa mau bicara atau menjawab ucapannya.
Sore hari Villa terlihat ramai kedatangan saudara dekat keluarga Kenzie dan Bintang, Bintang pun sudah di rias dan memakai kebaya saat ini, wajah Bintang begitu cantik dan sangat cantik dengan riasan natural dan kebaya pengantin yang pas di tubuhnya.
Kenzie sudah siap di ruang tengah Villa yang di sulap menjadi tempat yang akan di jadikan sebagai saksi dimana Kenzie akan mengucapkan janji suci pernikahannya.
Bintang di himpit Bunda Dewi dan Mama Shanum untuk di bawa ke meja dimana saat ini sudah ada penghulu, saksi dan Bagas sebagai wali nikah menggantikan almarhum papanya BIntang.
Entah apa yang di pikirkan kenzie saat ini dia hanya diam dan hanya sekali menghapal kata kata yang akan di ucapkan nya nanti.
Setelah Bintang duduk sempurna di samping Kenzie, penghulu langsung memulai acara akad nikahnya, Kenzie begitu pasih dan lantang mengucapkan kaliamat sakral yang menjadikannya SAH sebagai suami dari Bintang, semua keluarga mengucap syukur karena acaranya berjalan lancar walaupun tidak ada senyum di wajah Kenzie dan hanya ada air mata di wajah Bintang saat ini.
__ADS_1
Setelah selesai menandatangani berkas berkasnya, Kenzie dan Bintang langsung bertukar cincin, Kenzie langsung terdiam saat melihat wajah cantik BIntang saat ini, Kenzie mencium kening Bintang dan di balas Bintang mencium tangan Kenzie.
Sungkeman langsung di lakukan Bintang dan Kenzie, tak henti hentinya Bintang menangis saat ini, Mama Shanum pun menenangkan putri kesayangannya itu, sedangkan Bunda Dewi sedang menjamu keluarga yang menghadiri pernikahan Kenzie dan Bintang.
''Makan dulu ya sayang, kamu dari pagi belum makan sama sekali loh. ''
ucap Mama Shanum dan Bintang menggelengkan kepalanya.
''Mama keluar ajah dan temani Tante Dewi yang sedang menjamu keluarga, biar Bagas yang menyuapi makannya Bintang. ''
ucap Bagas yang datang dengan membawa sepiring makanan untuk Bintang.
Bagas duduk di samping BIntang sambil memangku piring berisi makanan, Bintang menerima suapan makanan yang di sodorkan oleh kakaknya.
''Kamu tau kan Deek, semua kami lakukan demi kebaikan kamu dan Kenzie, Kenzie laki laki yang tepat untuk menjaga kamu seperti kakak selama ini, kasih sayangnya tulus seperti kasih sayang yang kakak berikan untuk kamu, dulu saat kamu masih kecil kakak dan Kenzie yang menjaga kamu, sekarang Kenzie sudah SAH menjadi suami kamu Deek, terima dia dan sayangi dia sebagai suami kamu, bukalah hati kamu dan mulai lah mencintai Kenzie, kakak yakin kalian akan hidup rukun dan bahagia. ''
ucap Bagas meyakinkan adik kesayangannya sambil menyuapi makanan untuk bintang.
''Bintang hanya menganggap semua ini hanya mimpi Kak tapi ternyata semua nyata, Bintang masih sekolah dan minggu depan Bintang juga ujian nasional di sekolah, Bintang hanya takut gimana masa depan pendidikan Bintang kedepannya kalau Bintang sudah menikah gini, apa masih bisa Bintang mengejar cita cita Bintang dan apa masih bisa Bintang melanjutkan sekolah ke jenjang lebih tinggi nantinya?? ''
jawab Bintang yang mengeluarkan unek uneknya mengenai pendidikannya.
Bagas tersenyum dan membelai kepala bIntang penuh sayang. ''Kenzie bukan laki laki yang egois dan pasti dia akan memprioritaskan pendidikan kamu asal kamu harus tau diri dan batasan kamu Deek, kamu sekarang sudah menjadi seorang istri yang harus mematuhi semua ucapan dan titah suami kamu, belajar dari Mama dan Tante Dewi mengenai istri idaman untuk suami dan batasan kamu nantinya sebagai istri di luar rumah. '' ucap Bagas dan Bintang menganggukan kepalanya.
Kenzie yang tak sengaja mendengar obrolan BIntang dan Bagas menjadi diam dan langsung memikirkan semua yang Bintang ucapkan pada Bagas.
''Semoga aku bisa menerima kamu Bintang dan gak mengecewakan kamu nantinya. ''
gumam Kenzie dalam hatinya dan langsung menuju halaman belakang karena Bagas terlihat akan keluar dari kamar Bintang.
__ADS_1
tbc.