
Bintang langsung duduk kembali di samping Zie untuk mendengarkan penjelasan dokter seputar kehamilan awal.
''Sekali lagi selamat Bunda dan Ayah, kehamilan pertama yah?? ''
ucap dokter dan Bintang mengangguk.
''Kehamilan awal emang rentan dengan mual dan muntah tapi kalau sudah memasuki bulan ke empat biasanya akan berkurang mual muntahnya, di usahakan tetap menjaga pola makan, makanan harus sayuran, buah buahan dan yang mengandung protein, kalau tidak alergi susu boleh konsumsi susu kehamilan juga, saya akan memberikan obat untuk mengurangi mual dan muntahnya, di minum teratur yah, satu lagi jangan dulu melakukan kegiatan yang membuat lelah, kalau bisa kurangi dulu, perbanyak istirahat juga karena tadi saat di cek tekanan darah nya rendah, itu sangat berpengaruh untuk janin juga, peran suami sangat di butuhkan untuk saat ini jadi saya meminta kerjasamanya yah. ''
ucap jelasan dokter dan membuat Zie langsung terdiam.
''Ada yang mau di tanyakan lagi?? takutnya kurang jelas yang saya jelaskan barusan. ''
ucap kembali dokter karena Bintang dan Zie sama sama terdiam.
''Kayanya gak ada dokter dan penjelasannya sudah menjawab semua penasaran saya, terimakasih. ''
jawab Bintang dan dokter langsung tersenyum sambil menyerahkan resep obat untuk Bintang konsumsi nantinya.
''Ini buku panduan seputar kehamilan dan harus di bawa saat pemeriksaan berikutnya, obatnya di minum secara teratur sesuai dosisnya harus di habiskan, jadwal pemeriksaannya bulan depan di tanggal yang sama yah. ''
uap dokter dan Bintang mengangguk.
Zie langsung menggandeng Bintang dan langsung keluar ruangan setelah mengucapkan terimakasih kepada dokternya.
''Kak Zie.....apa aku cuti kuliah dulu yah sampai nanti melahirkan?? ''
ucap Bintang tiba tiba saat menunggu obat selesai di siapkan.
''Gak usah sayang nantinya malah kamu bosan kalau di rumah, jalanin ajah dulu kuliah sambil hamil dan kamu harus menjaga kehamilan kamu, kenapa kamu malah berfikir sempit sih?? ''
ucap Zie yang merasa heran dengan keputusan Bintang.
''Takut ajah kecewain keluarga Kak, aku malah mementingkan kuliah daripada anak dalam kandungan aku. ''
''Gak gitu lah, Kakak akan mendukung dan mendamping kamu selama kehamilan dan jangan takut yah semua akan baik baik ajah, gak ada yang membatasi kamu untuk kuliah walaupun kamu hamil, hanya minta jaga kandungan kamu dan jangan terlalu lelah ajah. ''
''Makasih karena kakak suami terbaikku. ''
Zie tersenyum sambil mengelus pipi Bintang dan langsung menuju kasir karena obat Bintang sudah selesai di siapkan.
''Bunda sama Ayah udah di perjalanan pulang dan kita nanti kasih kabarnya saat mereka tiba di rumah, untuk keluarga Mama nanti beri tahunya setelah Bunda yah takutnya mereka bocor lagi memberitahukan sama Bunda dan nanti BUnda heboh. ''
ucap Zie dan Bintang mengangguk.
__ADS_1
Beberapa saat kemudian Bintang dan Zie sudah sampai di rumah dan BIntang langsung menuju meja makan karena perutnya terasa lapar.
Zie pun ikut makan karena memang belum makan sedikitpun karena merasa khawatir pada Bintang yang terlihat pucat tadi pagi.
Setelah selesai makan dan minum obat, Bintang memilih untuk istirahat di sofa di ruang keluarga di temani Zie yang sedang mengerjakan pekerjaannya karena hari ini Zie memilih bekerja di rumah sambil menunggu kedua orang tuanya datang.
''Makasih istriku sayang karena kamu mau mengandung anakku dan pewaris untuk keluarga besarku, aku beruntung karena tuhan begitu cepat mempercayai kita untuk memiliki anak, aku janji akan menjaga kalian berdua dan memprioritaskan kalian berdua. ''
ucap Zie yang sedang mengelus kepala Bintang yang sedang terlelap.
Zie terus mengerjakan pekerjaannya sesekali melihat ke arah Bintang yang sedang terlelap, Zie sesekali tersenyum ke arah Bintang yang tertidur begitu pulas di sofa ruang keluarga.
''Loh....kenapa Bintang tidur di sofa?? ''
ucap Bunda Dewi saat masuk kedalam rumah.
''Bunda.....Zie kira siapa yang datang. ''
jawab Zie sambil menghampiri Bunda nya dan memeluknya.
''Ada apa sama kamu Zie?? aneh dan tidak seperti biasanya. ''
ucap Sang Ayah yang merasa aneh dengan sikap Zie hari ini.
''Jadi beneran Bintang sakit?? ''
ucap Mama Shanum yang langsung masuk dan menghampiri Bintang yang sedang tertidur di sofa.
''Zie.....kamu kenapa gak kasih tau Bunda kalau Bintang sakit. ''
ucap Bunda Dewi sambil menghampiri Bintang yang sedang tertidur.
''Siapa yang bilang kalau Bintang lagi sakit?? sangat sangat fitnah itu. ''
ucap kesal Zie yang di pojokan oleh kedua wanita yang sangat di sayanginya.
''Nabila yang kasih tau Mama, katanya Bintang hari ini gak masuk karena sakit, Nabila sampai bolos dan langsung minta jemput Bagas untuk di bawa kesini Zie, lihat sekarang ternyata benar Bintang sakit. ''
ucap Mama Shanum sambil mengelus pipi Bintang dan Bunda Dewi langsung menatap tajam ke arah sang putra.
''Denger dulu Zie mau jelaskan, apa yang menyebabkan Bintang gak masuk kuliah pagi ini, jangan menyimpulkan dulu sesuatu yang janggal dong kan jadi fitnah. ''
ucap Zie dan semua langsung terdiam.
__ADS_1
''Terus Bintang kenapa Zie?? wajahnya pucat sekali sih dan tidurnya pulas tapi gak demam. ''
ucap Bunda Dewi dan Zie menghembuskan nafasnya kesal.
Bagas hanya tersenyum mengejek melihat sahabatnya di pojokkan saat ini dan membuat Zie mendelik sebal.
''Bintang sedang hamil lima minggu, Bintang lagi istirahat karena dari pagi muntah muntah terus, ini baru pulang dari klinik dan ini hasil USG nya. ''
ucap Zie dan membuat semua keluarga langsung bersyukur bahagia dengan berita kehamilan Bintang.
Bintang perlahan membuka matanya karena merasa terganggu dengan keributan di sekitarnya, Bunda Dewi langsung memeluk dan mencium kening Bintang.
''Makasih sayang......Bunda bahagia sekali karena kamu hamil sekarang. ''
ucap Bunda Dewi sambil membantu Bintang duduk.
Bintang hanya diam karena kesadarannya belum pulih, Zie langsung menghampiri sambil memberikan satu gelas air minum dan Mama Shanum membantu memberikannya.
''Kamu beneran hamil Deek....?? Kakak bangga sama kamu karena secepat ini hamilnya. ''
ucap Bagas dengan nada bahagianya dan membuat Bintang tersenyum.
''Maaf belum kasih tau kehamilannya karena aku juga baru tau pagi tadi pas periksa ke dokternya. ''
ucap Bintang dan semua keluarga langsung tersenyum lalu memberikan selamat.
Nabila langsung memeluk Bintang dan membuat Bintang tersenyum karena sahabatnya benar benar menyayanginya.
''Aku kira kamu sakit parah Bintang, makanya minta Kak Bagas jemput dan langsung kesini, aku juga kasih tau Mama Shanum kalau kamu sakit dan gak masuk kuliah, ternyata kamu hamil Bintang, selamat yah dan aku bahagia banget. ''
ucap Nabila dan Bintang mengangguk.
''Nanti setelah menikah kamu juga akan hamil Nabila, jangan takut yah. ''
ucap Bagas dan membuat Mama Shanum melototkan matanya pada sang putra.
''Awas ajah kalau berani menyentuh Nabila sebelum SAH, Mama akan gantung kamu Bagas. ''
ancam Mama Shanum dan membuat semua langsung tertawa.
''Jahat sekali sih Mama ini dan lagian Nabila galak mau aku cium ajah udah berkibar bendera perang. ''
ucap Bagas dan membuat semua mengacungkan jempolnya pada Nabila.
__ADS_1
tbc.......