Bintang

Bintang
menghangat......


__ADS_3

Bintang yang mendengar suara pintu kamar yang di tutup begitu kencang pun langsung terdiam dan sedikit sedih hatinya.


''Segitu marahnya Kak Zie melihat aku memakai handuk, padahal aku kan gak tau kalau Kak Zie pulang lebih awal. ''


gumam Bintang dalam hatinya sambil berjalan keluar dari kamar mandi dan langsung menuju ruang ganti.


Sedangkan Zie yang sudah berada di ruang kerjanya pun masih terdiam mematung, walaupun Bintang masih berusia tujuh belas tahun tapi tubuhnya begitu sangat menggodanya, bentuk tubuh yang padat dan sedikit berisi, apalagi kulit Bintang begitu mulus dan putih.


''Ya ampun.....kenapa aku berfikiran sangat kotor sih, sadar Zie dia masih anak kecil dan gak pantas kamu berfikiran liar seperti itu. ''


gumam Zie dalam hatinya sambil menggelengkan kepalanya.


Bintang ternyata salah Faham dengan sikap Zie barusan, Zie hanya memberi kode pada Bintang kalau dia sudah keluar dari kamar agar Bintang segera keluar dari kamar mandi dan gak kelamaan di kamar mandi, sungguh Bintang tetap menyalah artikan nya dan menganggap dirinya telah menggoda Kenzie.


Sampai jam sembilan malam Bintang maupun Zie tidak ada yang keluar dari ruangan masing masing dan betah dengan kesendiriannya.


Pelayan sampai bulak balik melihat ke arah meja makan namun kedua majikannya tidak ada yang menunggu di meja makan, kepala pelayan memberanikan diri mengetuk ruang kerja Zie karena memang sudah lewat jam makan malam.


''Masuuk.....''


ucap Zie saat pintu terdengar di ketuk.


''Maaf Den Zie.....Bibi hanya mau menanyakan, Aden sama Non Bintang gak akan makan malam?? soalnya sudah lewat jam makan malam biasanya. ''


ucap pelayan dan membuat Zie langsung mengerutkan keningnya.


''Maksud Bibi, Bintang belum keluar makan malam sedari tadi sore?? ''


tanya Zie meyakinkan kembali ucapan pelayan.


''Betul Den sedari sore Non Bintang gak keluar dari kamar dan Bibi takut ganggu kalau menanyakannya, kalau nyonya ada pasti nyonya yang mengajak makannya dan Bibi gak berani. ''


ucap pelayan yang memang masih canggung dengan kehadiran Bintang.


''Ke depannya Bibi jangan canggung, kalau sudah waktunya jam makan, mau itu pagi, siang atau malam pun Bibi datangin ajah kamarnya dan ketuk pintunya, kalau gak ada Bunda, Bintang anak yang baik dan sangat pengertian ko. ''


ucap Zie sambil beranjak keluar dari ruang kerjanya diikuti pelayannya dan sebelumnya menutup pekerjaannya.


Zie langsung meminta di siapkan makan malam sedangkan dia langsung menyusul Bintang ke kamar untuk mengajaknya makan.


Zie masuk kedalam kamar dan ternyata Bintang sedang duduk bersandar di ranjang sambil membaca buku di pangkuannya.


''Bintang.....kamu kenapa belum makan malam?? ini sudah lewat jam makan malam loh, ayo kita makan dulu sekarang. ''


ucap Zie yang mengajak Bintang untuk makam malam.


Bintang langsung terdiam dan tak lama air matanya pun meluncur begitu sajah, Zie mengerutkan keningnya keheranan dengan Bintang.

__ADS_1


''Kamu kenapa nangis Bintang?? ada apa?? ''


ucap Zie yang langsung menghampiri Bintang.


''Kakak gak marah sama aku?? ''


ucap Bintang tiba tiba yang membuat Zie langsung kembali mengerutkan keningnya karena memang tidak mengerti dengan pertanyaan Bintang.


''Kamu kenapa?? siapa yang marah sama kamu Bintang dan Kakak marah untuk apa?? ''


ucap Kenzie dengan nada bingungnya dan Bintang langsung menatap ke arah Kenzie.


''Maaf karena aku gak sopan Kak, aku janji walaupun gak ada Kakak di kamar ini akan menyiapkan pakaian ganti nya sebelum masuk kedalam kamar mandi, jangan marah membanting pintu lagi yah. ''


ucap Bintang dan membuat kenzie langsung tersenyum.


''Kamu nyangka kakak marah karena melihat kamu tanpa pakaian dan kakak menutup pintu dengan kencang?? ''


ucap Kenzie meyakinkan lagi dan Bintang mengangguk.


''Ya ampun Bintang, untuk apa kakak marah dan semua wajar ko, kakak gak membanting pintu cuma menutup agak kencang sajah sebagai tanda kalau kakak udah keluar dari kamar biar kamu gak kedinginan di dalam kamar mandi. ''


ucap Kenzie dan membuat Bintang langsung merona karena malu.


''Maaf karena aku salah sangka sama kakak. ''


''Makanya jangan terlalu menonton sinetron, jadinya kan mudah baper dan ayo kita makan karena saat tadi sedih pasti menguras energi dan kamu jadi lapar. ''


ledek Kenzie dan membuat Bintang langsung memukul lengan Kenzie lalu beranjak menerima uluran tangan kenzie.


Bintang menggandeng lengan Kenzie dan berjalan menuruni tangga menuju meja makan, pelayan baru selesai menata makanannya di meja maka, Bintang dan Kenzie langsung duduk.


Bintang dengan cekatan menyiapkan makanan di piring kenzie dan mereka langsung makan dengan keadaan tenang tanpa obrolan.


''Soal chat Kakak yang meminta aku memutuskan pacar aku, bukan aku gak menghargai kakak sebagai suami tapi aku takut membuat sedih dia di saat ujian nasional kak, aku janji besok akan memutuskan hubungan aku kak. ''


ucap Bintang dan Kenzie hanya mengangguk.


''Terserah kamu ajah Bintang, yang penting kamu mengutamakan pernikahan kamu bukan di luar pernikahan kamu. ''


ucap Kenzie dan Bintang mengangguk.


Setelah makan malam selesai Kenzie langsung menuju kamarnya dan memilih menikmati malam di balkon kamarnya sambil menyesap rokok di tangannya dan Bintang baru mengetahui kalau kenzie meroko.


''Sudah malam kak dan gak baik diam di luar gini, nanti masuk angin karena angin malam gak baik. ''


ucap Bintang saat menghampiri Kenzie dan Kenzie mengangguk.

__ADS_1


Bintang masuk kedalam kamar dan sudah mengganti pakaiannya dengan piyama tidur, lalu menyiapkan pakaian tidur untuk kenzie.


Kenzie langsung mengambil pakaiannya dan masuk kedalam kamar mandi dan Bintang memilih duduk bersandar menunggu Kenzie selesai membersihkan tubuhnya.


Kenzie selesai mengganti pakainnya dan langsung duduk di samping Bintang, Kenzie menyandar di ranjang mengikuti Bintang.


''Gimana ujian kamu nya udah selesai kan Bintang dan apa ada kendala?? ''


ucap Kenzie dan Bintang langsung menatap ke arah Kenzie.


''Semua berjalan lancar Kak dan gak ada masalah ko, kenapa emangnya?? ''


ucap Bintang dan Kenzie hanya menggelengkan kepalanya.


''Cuma nanya ajah. ''


ucap Kenzie dan Bintang hanya tersenyum.


Bintang langsung merebahkan tubuhnya dan memunggungi Kenzie karena merasa canggung kalau berhadapan dengan Kenzie.


Kenzie pun ikut merebahkan tubuhnya dan memandang punggung Bintang.


''Apa kamu sudah ada rasa untuk aku Bintang atau masih menaruh hati sama pacar kamu?? ''


gumam Kenzie dalam hatinya dan tak lama Kenzie terlelap.


Bintang sulit memejamkan matanya dan terus menatap ke arah jendela, Bintang yang penakut merasa ada yang memperhatikan di kaca dan membuat Bintang langsung membalikan tubuhnya lalu merapatkan tubuhnya ke kenzie, kenzie yang baru terlelap pun langsung membuka matanya karena tersentak oleh Bintang yang tiba tiba masuk kedalam dekapannya.


''Ada apa Bintang?? ''


ucap Kenzie sambil menyalakan lampu utama.


''Ada yang memperhatikan di jendela Kak, aku takut banget. ''


jawan Bintang dan membuat Kenzie menghembuskan nafasnya.


''Itu hanya ilusi kamu dan jangan mematikan lampu utama karena Kakak tau sekarang kalau kamu penakut kalau lampu nya mati. ''


ucap Kenzie dan Bingang tidak menggubrisnya dan tetap menyelusup ke dada Kenzie.


''Boleh yaah aku tidur di dadanya kakak, aku takut banget kak. ''


ucap Bintang yang sudah menyusup ke dada kenzie dan baru meminta ijin.


''Iya boleh tapi jangan marah kalau kakak khilaf yah Bintang. ''


jawab asal kenzie dan Bintang hanya mengangguk.

__ADS_1


tbc...


__ADS_2