
Satu minggu berlalu setelah kepulangan Bintang dan Zie dari bulan madu, Bintang sibuk dengan persiapan kuliahnya di bantu Bunda Dewi.
Zie pun semakin sibuk karena Sang Ayah resmi pensiun dini dan menyerahkan semua urusan perusahaan kepada Zie.
Sungguh besar beban Zie saat ini, namun semua sudah menjadi tugas dan kewajibannya sebagai anak tunggal.
Pagi hari di kediaman Bunda Dewi begitu sibuk dengan persiapan aktifitas keluarga.
''Sayang.....beneran gak mau pake supir?? ''
ucap Zie saat Bintang sedang memasangkan dasi di lehernya.
''Gak usah Kak, lagian aku juga udah dapat SIM mobil juga kan jadi aman. ''
ucap Bintang dan Zie mengangguk.
Setelah Zie rapih Bintang langsung mengambil tas nya dan bersiap untuk sarapan pagi, sampai di meja makan Bintang langsung menyiapkan makanan untuk Zie karena Bunda dan Ayah mertuanya sudah duluan sarapan.
''Sayang.....kenapa gak mau pakai supir ke kampusnya?? Bunda khawatir kamu mengemudikan mobil sendiri soalnya. ''
ucap Bunda Dewi yang khawatir kepada Bintang.
''Bunda pliis.....aku mau nyoba beberapa hari ajah, kalau lancar mau bawa mobil sendiri, kalau gak lancar baru deh pakai supir. ''
tolak Bintang dan Bunda Dewi pun setuju.
Zie selesai memakan sarapannya dan langsung pamit ke kantor, Bintang pun langsung pamit ke kampus kepada Ayah Dan Bunda.
''Jangan jelalatan matanya, ingat udah punya suami kamu itu. ''
peringatan Zie untuk kesekian kalinya dan membuat Bintang cemberut.
''Gak asik deh peringatannya, yang ada aku yang takut Kakak di gaet cewe lain. ''
ucap Bintang dan Zie langsung mengecup bibir Bintang.
''Kamu tau sendiri karakter suami kamu ini gimana, So....apa yang di takutkan heumm....''
ucap Zie dan Bintang mengangguk.
Bintang langsung masuk kedalam mobilnya setelah derama pamit dengan Zie yang cukup membuatnya kesal, Zie terus menahannya bahkan berani mencium nya tanpa malu.
__ADS_1
Bintang langsung mengemudikan mobilnya menuju kampus, Nabila sudah menunggu di area parkir seperti yang di janjikannya kemarin saat belanja kebutuhan kampus nya.
Hanya dua puluh menit perjalanan Bintang sampai di parkiran kampus dan ternyata Nabila sedang duduk menunggunya di kursi dekat parkiran.
''Lama amat sih Bintang, aku nunggu sampai kesemutan tau. ''
omel Nabila saat Bintang menghampirinya.
''Maaf maaf Nabil, tadi ada sedikit derama dengan Kak Zie soalnya, ayo kita masuk ke kelas karena hari ini kelas pertama pengenalan keseluruhan dosen yang akan mengajar di kelas kita. ''
ucap Bintang dan Nabila langsung mengangguk sambil berjalan mengikuti Bintang.
Bintang dan Nabila berjalan di koridor menuju kelasnya, mereka berdua sudah hafal dengan are kampus karena Zie sudah mengajaknya berkeliling dan ternyata kampus ini adalah kampus dahulu Zie dan Bagas belajar, Bintang baru mengetahuinya dan gak menyangkanya.
Di perusahaan Zie saat ini......
Zie berjalan menuju lift yang akan membawanya menuju lantai teratas ruangannya, namun saat berjalan menuju lift ada seseorang yang memanggilnya.
''Zie......''
Zie langsung berbalik dan Zie langsung menghembuskan nafasnya saat melihat siapa yang memanggilnya.
''Zie.....aku sengaja datang kesini pagi pagi buat ketemu kamu sebelum mulai aktifitas kamunya, ehh....malah di cuekin. ''
''Kamu tau kan aku sibuk, lebih baik tinggalkan kantor ini dan jangan ganggu hariku. ''
''Tapi Ziee......''
''Stop Tasya, aku sibuk dan maaf kalau mau bertemu buat janji dengan asisten atau sekertarisku. ''
ucap Zie yang langsung keluar dari lift dan segera menuju ruangannya.
Dia adalah Tasya, seorang wanita yang dulu menjadi teman Zie dan Bagas, namun Tasya sempat membuat Zie kecewa dengan mengumbar kebohongan kalau dia adalah kekasih dan calon istri Zie, Zie yang memang tidak memiliki perasaan apapun hanya sebatas teman menjadi geram dan marah, karena Zie memang anti dengan wanita, Zie berhasil membuat Tasya pergi dan melanjutkan study nya di luar negeri dengan ancaman yang membuat Tasya takut dan entah kenapa dia datang kembali mengganggu Zie dengan berbagai pesan yang di kirim nya melalui pesan singkat.
Bintang memang istri yang sangat baik, dia tidak pernah memeriksa handphone Zie padahal pesan yang di kirim Tasya tidak Zie hapus, sedangkan Zie selalu memeriksa handphone Bintang dan Bintang selalu mempersilahkannya tanpa marah atau menolak.
''Buat apa wanita itu datang lagi, awas ajah kalau berbuat macam macam. ''
ucap kesal Zie saat menduduki kursi kerjanya dan mulai dengan pekerjaannya.
Tak terasa waktu sudah siang hari, Zie pun langsung memesan makanan karena hari ini dia malas kemana mana bahkan sekertarisnya harus menjadwal ulang meeting karena Zie tiba tiba meminta di batalkan semua meeting hari ini.
__ADS_1
''Gara gara wanita itu mood ku jadi kacau, kenapa aku bisa punya teman seperti itu dulu yah. ''
gumam Zie dalam hatinya sambil membuka handphone nya untuk menanyakan keberadaan Bintang.
Zie terus menghubungi Bintang namun Bintang tidak mengangkatnya dan membuat Zie bertambah kesal lalu Zie memilih memakan makanannya karena sudah siap.
Bintang saat ini sedang di sebuah toko buku dengan Nabila karena ada beberapa buku yang harus di beli untuk pelajarannya yang di sarankan oleh dosennya.
''Kamu tau gak Bintang, Kak Bagas ternyata laki laki yang di jodohkan dengan aku, sedih sih tapi harus bagaimana semua perintah kanjeng Ibu sulit di tolak, Ayah ajah sampe gak berani membantah apalagi aku anaknya. ''
ucap Nabila dan Bintang tersenyum.
''Kamu bakalan jadi Kakak ipar aku dong Nabil, ahh....gak seru deh. ''
ledek Bintang dan Nabila langsung mendelik sebal.
''Aku juga mana mau jadi Kakak ipar kamu, noh salahin perjodohannya. ''
ucap Nabila dan Bintang langsung tertawa.
''Udah jangan cemberut, aku mau kasih rahasia buat kamu Nabil tapi sambil makan yah karena perutku sangat lapar. ''
ucap Bintang sambil mengajak Nabila menuju cafe yang tidak jauh dari toko buku.
Nabila pun setuju karena memang perutnya sangat lapar dan meminta di isi saat ini, Bintang memesan makanan yang biasa di samakan dengan Nabila.
Sambil menunggu makanan datang Bintang pun langsung memberikan beberapa rahasia tentang Kakak nya pada Nabila.
''Terimalah perjodohan ini Nabil, Kak Bagas emang seorang playboy yang sangat jauh dari kata setia, tapi Kak Bagas memiliki prinsip di hidupnya kalau dia menginginkan wanita baik baik yang kelak menjadi istrinya dan menemani sisa umurnya, awalnya aku nentang tapi setelah Kak Zie menjelaskannya akupun setuju, memang berat kan buat kamu Nabil menerima Kak Bagas yang buruk kelakuannya tapi kamu harus yakinkan hati kamu kalau Kak Bagas akan berubah apabila bersama kamu, Kak Bagas jatuh cinta sama kamu Nabil, kamu yang periang, urakan, cerewet dan cuek, membuat Kak Bagas tertarik sama kamu, percayalah kalau Kak Bagas tulus sama kamu dan kalau sampai melukai kamu dengan perselingkuhan, aku yang akan jadi orang pertama membela kamu dan memberikan pelajaran pada Kak Bagas walaupun dia adalah Kakak kandungku. ''
ucap Bintang dan Nabila langsung terdiam sambil menatap wajah Bintang yang serius menjelaskannya.
''Aku kira Kak Bagas hanya main main ajah Bintang, makanya aku biarkan ajah dianya tapi udah beberapa hari ini dia gak ada ganggu aku loh, kayanya udah patah semangat memperjuangkan akunya. ''
ucap Nabila dan membuat Bintang tersenyum.
''Samperin ke rumah kalau Kak Bagas gak ada kabar, aku yakin dia akan bahagia loh. ''
ledek Bintang dan Nabila hanya diam lalu memakan makanannya karena sudah datang.
tbc.
__ADS_1