
Bagas dan Mama Shanum menolak untuk menginap saat Bunda Dewi memintanya, Bagas lebih senang tidur di kasurnya dan gak mau di kasur yang lain.
Setelah kepulagan Mama Shanum dan Bagas, Bintang dan Xie langsung menuju kamarnya karena tubuh mereka lelah, Bunda Dewi dan suaminya pun memilih untuk beristirahat.
Di dalam kamar Zie saat ini, Bintang dan Zie sudah selesai membersihkan tubuhnya dan sedang tertidur dengan Bintang yang berada di atas dada Zie.
''Besok mulai padat kuliah aku dari pagi sampe siang Kak. ''
ucap Bintang dan Zie hanya mengangguk sambil mengusap kepala Bintang.
''Kakak udah ngantuk yah?? kenapa gak jawab. ''
ucap Bintang kembali karena tidak mendengar Zie berbicara.
''Kakak mengangguk ajah lagian kan kedenger juga pas kamu bicara. ''
ucap Zie saat Bintang menatapnya.
''Yaudah kita tidur ajah deh, besok aku kuliah pagi banget soalnya. ''
uap Bintang sambil tertur kembali di atas dada Zie dan Zie langsung memeluk tubuh Bintang.
Pagi hari menjeleng......
Bintang sudah rapih dengan pakaiannya dan sedang merapihkan beberapa buku yang akan di bawanya ke kampus, sedangkan Zie masih berada di ruang ganti karena masih memilih jam tangan juga dasinya.
''Kak Zie.....cepetan keburu siang loh. ''
teriak Bintang saat melihat jam sudah pukul enam pagi.
''Jangan teriak kaya di hutan ajah, ini juga udah selesai kan nunggu kamu siapin pakaian dulu. ''
ucap Zie dan Bintang langsung menggandeng lengan Zie untuk menuju ruang makan.
SEperti biasa Ayah dan Bunda sudah sarapan duluan dan Zie juga Bintang paling terakhir gabung sarapan.
''Sayang.......nanti siang Bunda mau ke kampus kamu, ada rapat soalnya. ''
ucap Bunda Dewi saat Bintang sedang menyiapkan makanan untuk Zie.
''Aku tunggu yah Bunda di kampus, hari ini jadwal kuliah aku padat sampe siang. ''
ucap Bintang dan Bunda Dewi mengangguk.
''Pasti padat lah karena awal kuliah juga kan, pokonya kamu harus fokus belajar jangan memikirkan yang lain yah. ''
ucap ayah Anggara dan Bintang langsung tersenyum mengiyakannya.
Setelah selesai sarapannya Zie langsung mengantarkan Bintang ke kampus karena nanti pulang Bintang akan bersama Bunda Dewi.
__ADS_1
''Jangan nakal kamu di kampus yah, belajar yang bener dan nilai nya harus terbaik biar ga memalukan suami kamu. ''
ucap Zie dan membuat Bintang mendelik sebal ke arahnya.
Tidak ada obrolan sepanjang perjalanan karena Bintang sibuk membaca bukunya dan perjalanan dua puluh menit pun tak terasa sudah sampai di area kampus Bintang.
''Lihat Kakak kamu anterin calonnya. ''
ucap Zie yang menunjuk mobil Bagas saat memasuki area kampus.
Bintang langsung menatap ke arah mobil Kakak nya yang semakin mendekat ke mobil yang Zie parkirkan.
''Lihat ada adik ipar kamu Jodoh. ''
ucap Bagas saat ikut turun dari mobil.
''Nama aku Nabaila bukan Jodoh ihh....''
protes Nabila sambil memanyunkan bibirnya dan membuat Bintang langsung tertawa.
''Ayo Nabil kita masuk sebelum terlambat kelasnya. ''
ajak Bintang sambil menggandeng lengan Nabila dan Nabila langsung mengangguk.
''Etsss.....gak pamit sama suami dulu. ''
ucap Zie saat Bintang akan berjalan masuk ke dalam area kampusnya.
''Maaf aku lupa Kak Zie......Kakak semangat kerja nya yah. ''
ucap BIntang sambil mencium tangan zie lalu Zie mengelus kepala Bintang dan tersenyum.
Bintang pun menghampiri Bagas dan mencium tangannya, entah kenapa Nabila pun ikut mencium tangan Bagas dan saat akan mencium tangan Zie, Bagas langsung menarik tangan Nabila.
''Gak usah cium tangan ke dia, yang ada kebalik Zie yang ium tangan kamu Nabila. ''
ucap Bagas dan membuat Zie mendelik lalu masuk kedalam mobilnya setelah pamit pada Bintang.
''Ihh.....Kak Bagas gak jelas. ''
uap Nabila sambil menarik tangan BIntang dan membawanya masuk kedalam kampus.
Bagas hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah Nabila yang menurutnya menggemaskan itu.
Sesampainya di kelas, Bintang langsung menyiapkan buku pelajarannya yang akan di pelajarinya di jam pertama, Nabila pun sama langsung menyiapkan Bukunya.
Tak lama menunggu dosen pelajaran pertama pun memasuki kelas dan langsung mulai menjelakan materi pelajaran awalnya.
Bintang begitu serius mendengarkan penjelasannya bahkan mencatat poin poin yang menurutnya penting baginya.
__ADS_1
Siang hari tiba......
Bintang langsung mengajak Nabila ke kantin karena Bunda Dewi menunggynya di kantin dan jadwal kelas selanjutnya pukul dua siang, bisa di manfaatkan untuk makan siang.
Bintang tersenyum saat Bunda Dewi melambaikan tangannya meminta Bintang mendekat, Bintang langsung menarik tangan Nabila untuk mengikutinya menghampiri Bunda Dewi.
''BUnda udah lama nunggunya?? ''
ucap Bintang saat mencium tangan mertuanya diikuti Nabila yang mencium tangan mertua Bintang.
''Gak ko sayang, Bunda udah pesankan makanan untuk kita dan Nabila juga karena bUnda tau kalau kamu pasti ngajak Nabila kesini. ''
jawab Bunda Dewi dan Bintang langsung tersenyum senang.
''Makasih Tante......''
ucap Nabila dan BUnda Dewi tersenyum mengangguk.
''Kamu akan jadi bagian dari keluarga Tante juga jadi jangan sungkan yah, oh iya Ibu kamu bilang mau gaun yang di buatkan di butik yang sama dengan pembuatan gaun Bintang pas pesta resepsi, ini kartu nama pemilik butiknya dan Tante juga udah bilang sama pemiliknya kalau ada teman Tante yang akan memesan gaun pernikahan juga. ''
ucap BUnda Dewi sambil menyerahkan kartu nama pemililk butiknya.
''Makasih banyak Tante nanti Nabila kasih ke ibu kartu nya. ''
ucap Nabila sambil memasukan kartu nama kedalam tasnya.
''Sambil makan yah ngobrolnya biar seru, kalian masih lama kan jadwal kelas nya?? ''
ucap Bunda Dewi saat pelayan membawakan pesanan makannya.
''Masih ada dua jam lagi Bunda kan jam dua jadwal kelanya. ''
jawab Bintang dan Bunda Dewi mengangguk.
Makan siang di kantin kampus pun langsung mulai di temani obrolan seputar pelajaran yang sengaja Bintang tanyakan pada Bunda Dewi karena Bunda Dewi mantan dosen umum di kampus Bintang saat ini.
Bunda Dewi bahkan dengan telaten menjelaskan setiap pertanyaan yang di ajukan Bintang dan Nabila seputar pelajaran yang sedang di pelajari Bintang.
''Bintang dan Nabila memang anak anak cerdas sekali, pasti mereka akan dengan mudah melewati masa perkuliahannya saat ini dan kamu bIntang, kamu memang Bintang kelas dalam pelajaran dan Bunda bangga sama kamu sayang. ''
gumam Bunda Dewi dalam hatinya di sela sela melihat Bntang sibuk menuliskan beberapa poin yang di jelaskan olehnya.
''Gak kerasa udah jam satu lebih Bunda, aku pamit ke kelas lagi yah. ''
ucap Bintang saat melihat jam di tangannya.
''Kalian hati hati dan semangat belajarnya, Bunda pulang jam empat sore nanti bareng pulangnya yah sayang tunggu BUnda. ''
ucap Bunda Dewi dan Bintang mengangguk.
__ADS_1
Bintang dan Nabila langsung meninggalkan kantin dan menuju kelasnya sedangkan Bund Dewi membayar tagihan makannya lalu menuju aula kampus untuk menghadiri rapat bulanan yang biasa di hadirinya.
tbc.......