
Bintang langsung di periksa untuk melihat pembukaan pada rahimnya dan ternyata sudah pembukaan lima dan membuat Bintang lega karena dia sudah di rumah sakit yang akan di jadikannya tempat untuk melahirkan.
''Istirahat dulu yah Bunda, soalnya baru pembukaan lima dan kalau bisa sambil makan biar gak lemas nanti pas mau lahiran, saya akan siapkan persiapan untuk lahirannya. ''
ucap dokter setelah memeriksa pembukaan di rahim Bintang.
''Sabar yah sayang, Kakak belikan makanan dulu dan kamu hubungi keluarga sambil nunggu pembukaan nya sempurna. ''
ucap Zie dan Bintang mengangguk.
Bintang langsung menghubungi Bunda Dewi karena peralatan lahiran ada di rumah, dalam dering ketiga bunda Dewi mengangkat panggilannya.
Dalam panggilan......
''Hallo Sayang......kamu beneran mau melahirkan?? ''
''Benar Bunda dan sekarang baru pembukaan lima, Bunda kalau kesini sekalian bawa pakaian buat Kak Zie juga yah dan peralatan lahiran ada di kamar tas warna merah. ''
''Iya sayang Bunda udah tau barusan Bagas kesini ngasih tau dan ini juga Bunda lagi nyiapin pakaian ganti untuk Zie, kamu tenang disana yah Bunda sama Ayah akan ke rumah sakit. ''
''Makasih Bunda cepat kesini yah kasihan Kak Zie seperti panik tapi di pendam. ''
''Baik sayang Bunda berangkat sekarang yah kamu pokonya harus tenang dan fokus dengan lahiran biar nanti Zie sama Bunda di tenangin. ''
Panggilan berakhir......
Di kediaman Mama Shanum pun sama langsung panik saat Bagas memberitahukan Bintang masuk rumah sakit.
''Kamu temani Nabila di rumah ajah, biar Mama kesana di antar supir. ''
ucap Mama Shanum saat setelah selesai bersiap.
''Mama sama Bunda Dewi sama sama panik, Bintang udah di tangani juga. ''
ucap Bagas dan Mama Shanum langsung pamit tanpa menjawab ucapan Bagas.
''Mas Bagas bicaranya enak sekali, nanti kerasa pas aku mau lahiran pasti sama akan panik dan kita buktikan nanti. ''
ucap Nabila sambil berjalan menuju kamarnya.
''Loh kenapa jadi Mas sih yang di salahkan sayang, Mas kan hanya heran ajah. ''
ucap Bagas dan Nabila tetap diam memilih untuk membersihkan tubuhnya.
Mama Shanum membawa beberapa makanan dan buah buahan untuk di bawa ke rumah sakit, Mama Shanum di antar supir keluarga dan hanya dua puluh menit langsung sampai.
Bintang saat ini sedang di suapi makan oleh Zie walaupun terpaksa Bintang tetap memakan makanannya karena tidak ingin membuat suaminya panik.
__ADS_1
Bunda Dewi, Ayah Anggara dan Mama Shanum ternyata datang bersamaan, membuat Zie dan Bintang langsung bertanya.
''Kami ketemu di lobi makanya barengan ajah kesininya, sini Zie biar Bunda yang suapi Bingang dan kamu makan sana udah di bawain makanan tuh. ''
ucap Bunda Dewi saat Zie juga Bintang terlihat ingin bertanya.
''Sabar ya sayang.....pasti sakit yah?? ''
ucap bunda Dewi saat melihat Bintang meringis memegang perutnya.
''Udah yah Bunda makannya, Bintang udah kenyang soalnya. ''
ucap Bintang dan Bunda Dewi mengangguk lalu memberikan minum untuk Bintang.
Mama Shanum meraba perut Bintang dan tersenyum setelahnya membuat Bintang menatapnya heran.
''Sebentar lagi Dedenya launching, udah di bawah banget ini Dedenya. ''
ucap Mama Shanum dan Bintang mengangguk.
Tak berselang lama dokter dan team yang akan membantu persalinan Bintang pun datang, semua keluarga keluar kecuali Zie yang akan menemani persalinan.
''Pasang infus yah biar ada tenaga dan Dede bayinya juga gak lemas di dalam perutnya. ''
ucap Dokter saat suster memasangkan infusnya.
ucap Bintang meringis dan dokter tersenyum.
''Pembukaannya sudah full makanya mulasnya sangat di ujung tanduk, Bunda dengar aba aba dari saya dan ikuti yah biar Dedenya segera lahir. ''
jawab Dokter dan Bintang mengangguk.
Zie terus mengelus kepala Bintang dan memberikan semangat, beberapa menit kemudian terdengar tangisan bayi yang menggema dan membuat Bintang juga Zie tersenyum senang.
''Rasa sakit langsung hilang saat mendengar tangisan anakku Kak. ''
ucap lirih Bintang yang sedang di cium kening oleh Zie.
''Makasih karena kamu sudah melahirkan keturunanku sayang, aku sayang kamu.....''
jawab Zie dan Bintang mengangguk.
''Selamat Bunda......Babby nya jagoan dan tidak ada kekurangan sedikitpun, Sekarang kita kenalkan Babby nya biar dekat dengan Bunda. ''
ucap dokter yang menghampiri Bintang.
Babby nya langsung di tidurkan di dada Bintang dan setelah sampai di puncak tujuannya dokter langsung membawa Babby nya untuk di bersihkan.
__ADS_1
Suster langsung menangani Bintang setelah persalinan karena ada beberapa tindakan, Zie menghampiri Bundanya untuk mengambil tas peralatan lahiran milik Bintang.
Setelah penanganan Bintang selesai, Zie langsung memindahkan Bintang ke ruang rawat yang super mewah dan tak lama kemudian Babby nya di bawa masuk lalu di berikan kepada Bintang.
Babby nya langsung di ambil alih oleh Bunda Dewi dan menjadi rebutan dengan Mama Shanum, Zie hanya bisa menggelengkan kepalanya dengan semua tingkah kedua ibu itu.
''Kalian sudah siapkan nama untuk cucu tampan Bunda belum?? ''
ucap Bunda Dewi dan Zie mengangguk.
''Bunda tau kan kalau Kak Zie sangat mempersiapkan semuanya, nama buat calon anak nya sudah siap sejak usia kandungan delapan bulan, tapi aku gak di kasih tau loh Bunda. ''
jawab Bintang dan Zie mengangguk.
''Makan dulu jangan bahas nama anak kita, emang kamu gak lapar sayang. ''
ucap Zie sambil membawa nampan berisi makanan.
Bintang menurut dan menerima suapan dari suaminya bahkan Zie pun sambil menyuapkan memulutnya karena diapun sama merasakan lapar di perutnya.
''Jadi nama anak kita siapa suamiku sayang?? ''
ucap Bintang saat melihat Zie sudah santai dan tidak terlihat kesal.
''Nama anak kita, Azlan Mikhail Hardian panggilannya Alan, semoga kelak anak kita menjadi seperti seorang raja yang pemberani. ''
jawab Zie dan semua tersenyum mendengar nama yang di sebutkan oleh Zie untuk anaknya.
''Nama yang bagus dan Mama suka. ''
ucap Mama Shanum saat menggendenong cucunya dan Bunda Dewi juga Ayah Anggara pun meyetujuinya.
''Kamu terinspirasi dari seorang raja yah, makanya anak kamu Azlab Mikhail tapi nama yang kamu pilihkan sangat pas untuk jagoan kamu, semoga kelak anak kamu membanggakan dan menjadi anak yang patuh kepada kedua orang tua, jujur juga cerdas. ''
ucap Ayah Anggara dan di aminkan ole semuanya.
Bintang selesai di suapi dan Babby Azlan menangis, Mama Shanum langsung membantu Bintang untuk menyusui Babby nya sedangkan keluarga lain mengobrol di sofa ruangan rawat Bintang.
''Zie.....kamu sekarang sudah menjadi seorang ayah, ingat lah Zie kebahagiaan anak dan istri adalah utama, kurangi kesibukan kamu di kantor dan luangkan waktu untuk anak istri kamu, agar rumah tangga kamu tetap harmonis dan langgeng sampai menua bersama, itu sajah pesan Ayah untuk kamu. ''
ucap Ayah Anggara dab Zie mengiyakannya.
''Makasih Ayah dan Zie akan belajar dari Ayah dan Bunda untuk menjadi orang tua hebat. ''
jawab Zie dan Sang Ayah hanya menepuk bahu putranya.
tbc.......
__ADS_1