Bintang

Bintang
Bintang # 41


__ADS_3

Nabila langsung lahap memakan makanannya karena memang makanan kesukaan dan jadwal makan siang, Bintang makan biasa sajah karena dia sambil membuka handphone nya.


Bintang melototkan matanya saat melihat panggilan tak terjawab dari suaminya sampai puluhan kali.


''Waah.....banyak banget panggilan tak terjawabnya, ada perlua apa yah Kak Zie?? ''


gumam Bintang sambil membalas pesan dari Zie yang menanyakan keberadaannya.


Saat Bintang sedang asik dengan makanan ada seorang wanita yang menghampirinya dan membuat Bintang mengerutkan keningnya karena tidak mengenali siap wanita yang ada di hadapannya.


''Kamu Bintang kan?? adiknya Bagas si playboy?? ingat ke kakake gak?? ''


Bintang langsung mengingat wajah wanita di hadapannya.


''Kak Tasya bukan yah?? ''


tebak Bintang dan wanita itu mengangguk.


''Benar sekali, Kakak Tasya dan kamu udah besar yah sekarang dan tambah cantik banget. ''


ucap Tasya yang memang saat ini Bintang begitu cantik.


''Makasih Kak dan aku sekarang udah kuliah. ''


jawab Bintang dan Tasya hanya mengangguk.


''Lanjutkan makannya BIntang, Kakak mau menghampiri teman udah nungguin. ''


ucap Tasya sambil menunjuk meja dimana temannya menunggu dan Bintang mengangguk.


Setelah Tasya pergi Nabila terus memperhatikannya sampai Tasya sampai di meja yang di tuju.


''Lihat kelakuan wanita itu Bintang, pakaian super mini dan ketat terus ciuman di depan umum gitu gak ada malu sekali. ''


ucap Nabila dan Bintang langsung tertawa.


''Itu kecupan bukan ciuman Nabil. ''


jawab Bintang dan Nabila langsung melototkan matanya.


''Pengalaman sekali kamu, pokonya yang namanya sentuhan bibir ke bibir itu namanya berciuman Bintang . ''


ucap Nabila yang tetap ngotot dengan tuduhannya.


''Udah jangan bahas lagi ciuman dan lagian itu urusan dia biarkan sajah, ayo habiskan makanannya aku harus pulang cepat, Kak Zie ngomel terus di pesan. ''

__ADS_1


ucap Bintang dan Nabila kembali melanjutkan makannya.


Setelah selesai dengan makan dan pembayaran tagihannya, Bintang langsung kembali mengemudikan mobilnya menuju pulang karena Nabila di jemput oleh supirnya.


Saat sampai di kediaman Bunda Dewi, Bintang mengerutkan keningnya saat melihat mobil Zie sudah terparkir di garasi.


''Gawat darurat, pantesan ajah dari tadi ngomel terus di chat, ternyata Kak Zie udah pulang. ''


ucap Bintang sambil buru buru keluar dari mobilnya dan langsung menuju ke dalam rumah.


''Sayang......kamu darimana ajah sih, Zie uring uringan tuh dari tadi nanyain kamu. ''


ucap Bunda Dewi saat Bintang mencium tangannya.


''Kak Zie kenapa udah pulang Bunda?? sekarang dimana Kak Zie nya?? ''


jawab Bintang sambil celingukan mencari di sekitar ruang keluarga.


''Barusan ke kamar dan kamu jangan menjawab kalau Zie ngomel yah, biarkan suruh cape sendiri nanti juga berhenti. ''


ucap Bunda Dewi dan Bintang langsung mengangguk lalu pamit menuju kamarnya menyusul Zie.


''Bintang......Bintang, kamu memang selalu ceria di situasi apapun. ''


gumam Bunda Dewi sambil menggelengkan kepalanya melihat Bintang tersenyum semangat.


''Gimana yah aku bicara ke Kak Zie, pasti kena marah dan pelototannya deh. ''


ucap Bintang saat mulai dengan membersihkan tubuhnya.


Zie sebenarnya tidak tidur dan hanya merebahkan tubuhnya sajah, Zie membiarkan BIntang membersihkan tubuhnya baru dia akan menanyakan darimana Bintang.


''Sedang apa Bintang di dalam kamar mandi, udah mau tiga puluh menit tapi belum keluar juga. ''


ucap Zie saat melihat jam di dindingnya.


Zie langsung mengetuk pintu kamar mandinya.


''Bintang.....kamu mandi atau semedi lama sekali sih, ayo keluar kalau gak keluar dalam hitungan ketiga, Kakak dobrak pintu nya. ''


ancam Zie dan sebelum hitungan di mulai Bintang sudah membuka pintunya dan membuat Zie melototkan matamya dengan keadaan Bintang saat ini.


''Kamu mau menggoda ceritanya, heummm....''


ucap Zie sambil tersenyum karena saat ini Bintang tidak memakai handuk dan tanpa busana.

__ADS_1


''Enak ajah menggoda, aku lupa kak gak bawa handuk dan aku taunya kakak sedang tidur makanya bingung harus gimana. ''


ucap Bintang dan Zie langsung menggendong BIntang.


''Lepasin Kak, aku mau keringin tubuh dulu. ''


protes Bintang saat Zie menggendongnya dan merebahkan tubuh Bintang di ranjang.


''Buat apa di keringkan nanti juga basah lagi, kamu harus tanggung jawab karena membangunkan sesuatu yang sedang tidur. ''


ucap Zie yang langsung menium bibir Bintang.


''Menolak pun aku gak akan bisa kalau gini caranya, pasrah ajah deh aku kalau gitu. ''


gumam Bintang dalam hatinya yang pasrah dengan apapun yang di lakukan oleh Zie.


Penyatuan siang hari ini terasa berbeda oleh Bintang, Zie sedikit memperepat permainannya dan keupan Zie terasa begitu dalam seperti membuktikan kalau Bintang adalah miliknya dan Zie adalah milik BIntang.


Setelah dua jam melakukan penyatuannya Zie langsung ambruk dan tak lama langsung terlelap menyusul Bintang yang seperti biasa akan tertidur karena kelelahan harus melayaninya.


Di lantai satu rumah Bunda Dewi saat ini sedang kedatangan Bagas dan Mama Shanum, namun mereka tidak mau mengganggu Zie dan BIntang yang sedang di kamar karena mereka mengetahui kalau sepesang suami istri itu sedang beristirahat.


''Kamu beneran udah yakin Bagas kalau Nabila pelabuhan terakhir kisah kamu, jangan sampai kamu mengecewakan Nabila dengan penghianatan. ''


ucap Bunda Dewi saat Bagas menceritakan niatannya untuk melamar Nabila secara resmi.


''Aku udah kembali ke jalan benar loh Tante dan mau mengikuti jejak Zie yang menikah muda. ''


ucap Bagas dan semua tersenyum.


''Bukan Zie yang menikah muda tapi Bintang, Zie gak muda lah umur segitu. ''


ucap Ayah Anggara dan Bagas hanya diam.


''Udah jangan mojokin Bagas terus kasihan nanti semangat menikahnya anjlok, Bintang sama Zie bener bener lagi pada tidur siang?? jam udah sore gini loh dan kita berangkat jam tujuh. ''


ucap Mama Shanum menengahi obrolan nya karena melihat Bagas sudah cemberut.


''Kamu tau sendiri kalau mereka itu pengantin baru Shanum, biarkan dulu ajah nanti kita dobrak pintunta kalau satu jam lagi mereka gak bangun. ''


ucap Bunda Dewi dan Mama Shanum mengangguk setuju.


Mereka berempat kembali mengobrol dan menanyakan keseriusan Bagas yang ingin menikahi Nabila, entah apa yang membuat Bagas ingin secepatnya menjadikan Nabila miliknya karena dari segi apapun Nabila bukan kriteria wanita yang Bagas sukai.


Wajah Nabila tidak terlalu cantik, bahkan sifatnya sajah pecicilan seperti Bintang dan Nabila sangat tidak hati hati kalau berbicara dan apa adanya.

__ADS_1


tbc......


__ADS_2