
Saat ini Zie dan Bintang sedang berada di mobil yang akan membawanya menuju dermaga dimana kapal sudah meunggunya.
Bintang hanya diam dan mengikuti kemanapun Zie membawanya, perjalanan sepuluh menit dari bandara dan sampailah di dermaga.
Bintang langsung takjub dengan kapal yang ada di hadapannya, kapal yang akan membawanya trip dari Bali ke Labuan Bajo.
''Mewah sekali kapal pesiarnya. ''
ucap takjub Bintang dan Zie langsung tersenyum.
''Ayo kita lihat dalamnya karena kamu baru melihat luarnya sajah. ''
ucap Zie sambil menggandeng Bintang dan Bintang mengangguk lalu berjalan mengikuti Zie.
Begitu Zie memasuki kapal, kapal pun mulai bersiap untuk melaju membelah lautan Bali sampai ke labuan bajo, Bintang terus berkeliling melihat kemewahan kapal saat ini.
Zie hanya mengikuti kemanapun langkah kaki Bintang melangkah, Bintang langsung berbalik dan menghampiri Zie dengan senyum mengembang.
''Kapal pesiar tapi mirip hotel bintang lima yah, sangat bagus sekali pasilitasnya, dimana kamar kita kak?? ''
ucap Bintang dan Zie tersenyum sambil mengelus kepala Bintang.
''Di kira kamu gak nanya dimana kamar, ternyata menanyakan juga yah. ''
ucap Zie dan Bintang langsung memanyunkan bibirnya.
''Masa kita mau istirahat di tengah tengah kapal ini, nanti jadi tontonan umum dong, cepat kak dimana kamarnya?? ''
ucap Bintang kembali menanyakan kamarnya.
''Ayo Kakak akan ajak kamu dimana kamar kita, karena kamar itu spesial dan saksi bisu kita akan bercinta selama perjalanan Bali Labuan Bajo. ''
ucap Zie sambil menggenggam tangan Bintang menuju kamarnya.
Bintang langsung menuju kamar mandi saat Zie membuka pintu kamarnya, karena Bintang seperti biasa ingin buang air kecil.
Zie membuka gorden kamar dan langsung terlihat pemandangan lautan lepas, Zie bahkan tersenyum sambil menatap lautan di hadapannya.
''Langit menuju malam memang sangat indah dan cantik. ''
ucap Zie saat melihat langit sore yang berwarna jingga.
''Waah.....cantik sekali pemandangan langitnya, kita seperti mau menggapai bulan dan meninggalkan matahari yah. ''
ucap Bintang saat menghampiri Zie yang sedang asik memandang pemandangan indah di luar kapal.
Zie langsung menarik Bintang kedalam dekapannya, Wajah Zie sudah memperlihatkan bahwa dia menginginkannya saat ini.
Bintang yang sudah hafal dengan wajah suaminya menginginkan lebih pun langsung mencium bibir Zie yang memang saat ini sedang menatapnya.
''Nakal yah.....''
__ADS_1
ucap Zie saat Bintang melepaskan ciumannya.
''Nakal juga ini semua didikan kamu Kak, makasih untuk kejutan indah ini, pokonya makasih untuk semuanya Kakak. ''
ucap Bintang dan Zie langsung mengangkat Bintang menuju ranjang.
Zie langsung menyerang Bintang dengan ciumannya yang akan membuat Bintang melayang menikmatinya, di kapal pesiar mengarungi lautan dan langit yang berwarna jingga menjadi saksi penyatuan Bintang dan Zie, Zie bahkan tidak memberikan jeda pada Bintang karena menurutnya Bintang sangat agresif saat ini.
Bintang yang kelelahan karena mengimbangi permainan Zie pun akhirnya tertidur pulas, Zie pun langsung ikut tertidur pulas.
Hingga dering ponsel Zie yang menggema pun mengganggu lelah Zie, Zie langsung mengangkat panggilannya tanpa menatap siapa nama pemanggil.
Dalam panggilan......
''Hallo......''
''Zie....kamu sedang tidur yah?? maaf ganggu. ''
''Oke.....''
''Tunggu Zie.....''
''Ada apa lagi sih ganggu deeh. ''
''Aku sudah di tanah air Zie dan aku akan menemui kamu dan aku berharap kamu luangkan waktu. ''
''Terserah.....''
Panggilan berakhir.....
Bintang membuka matanya tepat pukul satu dini hari, Bintang langsung melepaskan pelukan Zie dan langsung menuju kamar mandi karena memang ingin buang air kecil.
''Ternyata baru pukul satu dini hari, lautan gelap sekali yah kalau malam gini. ''
ucap Bintang saat melihat ke arah jendela.
Sebuah tangan kekar membuatnya tersentak karena pelukannya pada tubuh Bintang, Zie begitu erat memeluk Bintang dari belakang.
''Kenapa bangun hemm.....?? ''
ucap Zie sambil mencium puncak kepala Bintang.
''Tadi kebelet pengen pipis dan gak bisa tidur lagi deh, Kakak kenapa malah ikut bangun?? ''
jawab Bintang dan Zie langsung membalikan tubuh Bintang.
''Karena yang di peluknya gak ada makanya kenangun deh, kamu lapar gak sayang?? ''
ucap Zie dan Bintang langsung mengangguk.
''Emang ada makanan kalau malam gini Kak?? kita hanya berdua di kapal ini. ''
__ADS_1
ucap Bintang dan Zie langsung memakaikan jaket ke tubuh Bintang dan langsung membawanya menuju ke area tempat makan.
Zie langsung memesan makanan kepada koki yang sudah siap di dapur, Bintang hanya duduk manis dan membiarkan Zie yang memesan makanannya.
Setelah makanan di sajikan, Bintang dan Zie langsung menyantapnya dan sesekali mereka berdua bercanda sambil makan.
Pagi hari menjelang......
Di kediaman Mama Shanum.....
Bagas saat ini sedang sarapan di temani Mama Shanum, Bagas terlihat pendiam dan membuat Mama Shanum bertanya tanya.
''Kamu kenapa Bagas?? tumbenan pendiam gini. ''
ucap Mama Shanum dan Bagas hanya menghembuskan nafasnya.
''Baru kali ini ada wanita yang menolak aku Mama, biasanya wanita mengantri dan rela memberikan tubuhnya buat aku, tapi satu wanita malah menolakku dan berbagai cara udah di lakukan tetap ajah menolak dan jutek. ''
ucap Bagas dan Mama Shanum tersenyum.
''Berarti kamu itu manusia biasa Bagas, coba kamu rubah kebiasaan buruk kamu itu yang selalu gonta ganti pasangan, kamu yang rugi nantinya dan ingat kamu punya adik perempuan, berfikirlah sampai kesana akibatnya. ''
ucap Mama Shanum dan Bagas hanya mengangguk.
''Bintang sudah ada di tangan laki laki yang tepat Mama, aku percaya pada Zie kalau dia akan menjaga dan mencintai Bintang. ''
''Siapa wanita yang menolak kamu kalau Mama boleh tau?? ''
''Nabila......sahabatnya Bintang, tapi aku sama Zie kan udah merencanakan untuk mendapatkan Nabila, bahkan ibunya langsung meminta di jodohkan dengan aku tapi anaknya malah nolak. ''
''Nabila tipe wanita setia dan penyayang, coba kamu rubah sikap kamu dan belajarlah untuk setia pada satu wanita dan berkomitmen lah untuk hubungan, jangan di jadikan obsesi sajah kamu ingin mendapatkan Nabila, dekati dengan kasih sayang perhatian, kalau gak mempan biarkan Nabila dan cari wanita lain yang bisa menerima kamu. ''
ucap Mama Shanum dan Bagas mengangguk.
Kembali ke kapal pesiar......
Bintang dan Zie saat ini sedang di paling atas kapal, berenang berdua di bawah sinar matahari pagi, Bintang begitu menikmati perjalanan nya saat ini, baru satu malam tapi begitu membahagiakan.
Pemandangan lautan luas dan bahkan beberapa pulau yang di lindungi terlewati oleh kapal trip nya saat ini.
''Bintang.....ayo naik jangan berenang terus nanti kamu masuk angin dan hitam kulitnya. ''
ucap Zie saat menghentikan Bintang yang asik dengan berenang.
''Baru juga dua jam Kak, disini airnya hangat makanya betah. ''
tolak Bintang dan Zie langsung melototkan matanya membuat Bintang langsung patuh dan naik menghampiri Zie yang berada di sisi kolam.
''Jangan melotot gitu matanya bikin takut ajah deh Kakak ini. ''
protes Bintang dan Zie hanya mengangkat bahunya lalu berjalan menuju meja yang sudah tersedia berbagai makanan yang di bakar.
__ADS_1
Bintang langsung senang dan menyantap makanannya karena perutnya lapar kembali setelah berenang.
tbc.....