
Bintang langsung menuju kamarnya dan langsung duduk di sisi ranjang sambil terdiam memikirkan ucapan Bunda Dewi.
''Emang mudah yah kalau kasih cucu, gimana rasanya hamil yah, ahh.....membayangkan nya ajah bikin aku takut deh. ''
ucap Bintang sambil memikirkan tubuhnya hamil dan melahirkan anak.
Bintang langsung melepaskan aksesoris di tubuhnya dan menyiapkan pakaian untuk suaminya karena terdengar suara gemercik air di kamar mandi.
''Kalau aku berani udah aku samperin Kak Zie yang sedang mandi, tapi aku gak berani malu. ''
gumam Bintang dalam hatinya yang memikirkan hal aneh aneh.
''Hadeuuuh.....kenapa aku jadi mesum sih. ''
ucap Bintang sambil keluar dari ruang ganti dan membawa celana juga kaos polos milik Zie.
''Kamu kenapa Bintang?? ''
ucap Zie yang melihat Bintang terlihat aneh.
''Aku gak apa apa Kak, ini pakaian ganti punya Kakak dan sekarang giliran aku yang mandi. ''
ucap Bintang sambil berlari kecil menuju kamar mandi setelah menyimpan pakaian Zie di ranjang.
''Aishh....anak itu kenapa sih, dari tadi aneh terus kelakuannya dan awas ajah aku bikin bergadang malam ini. ''
ucap Zie sambil menggelengkan kepalanya melihat kelakuan Bintang.
Zie memakai pakaian yang di siapkan Bintang dan langsung duduk di ranjang bersandar memainkan handphone nya.
Beberapa saat kemudian Bintang selesai mandi dan memakai piyama tidurnya, Zie meminta Bintang untuk menghampirinya dan Bintang pun menurut lalu duduk di samping Zie.
''Kamu kenapa aneh Bintang??, dari sejak di kantor sampai pulang ke rumah ini, ada apa?? ''
ucap Zie sambil mengelus pipi Bintang.
''Aku gak apa apa kak, jangan berfikiran aneh aneh yah ke aku. ''
jawab Bintang sambil cemberut dan membuat Zie tersenyum.
Zie menyimpan handphone nya lalu menghampiri Bintang sambil tersenyum yang membuat Bintang langsung terdiam karena senyum Zie sama seperti malam kemarin yang membuatnya merasakan keindahan dunia ranjang.
Zie langsung mencium Bintang sambil memainkan beberapa titik sensitif di tubuh Bintang agar Bintang terangsang.
__ADS_1
Malam kedua ini begitu indah bagi Bintang dan tidak menyakitkan seperti malam pertamanya, Zie bahkan sudah tidak melakukannya dengan canggung bahkan Zie terasa lebih menggila dari malam kemarin.
Satu kesukaan Zie saat ini adalah bermain dengan Bintang di ranjang, bahkan Zie melakukannya berkali kali sampai tengah malam baru menyudahinya.
Bintang langsung terlelap setelah membersihkan tubuhnya, Zie pun langsung bergabung terlelap sambil memeluk Bintang dengan erat, niat hati ingin membuat Bintang bergadang pun tidak jadi karena Zie sendiri langsung kelelahan setelah beberapa jam bermain dengan Bintang.
Malam kedua yang begitu indah untuk Zie dan tidak bisa di ungkapkan dengan kata kata sampai Zie terlelap tidur memeluk Bintang.
Pagi hari menjelang......
Pagi hari Bintang sudah membuka matanya dan merasakan tubuhnya pegal, remuk dan bagian intinya sangat sakit.
''Semalam perasaan sangat menikmati terus gak sesakit ini, tapi udah nya sakit dan perih banget sih rasanya. ''
jerit Bintang dalam hatinya sambil beranjak menuruni ranjang menuju kamar mandi.
Bintang langsung merendam tubuhnya agar rileks dan menghilangkan sakit di tubuhnya, Bintang merasakan nyaman dan sangat menentramkan saat merendam tubuhnya di bak rendam.
Di ranjang saat ini Zie menepuk sisi ranjangnya namun tidak ada Bintang di sampingnya pun langsung reflek membuka mata.
''Bintaaang......''
teriak Zie memanggil nama Bintang.
Zie langsung beranjak dan melihat jam masih menunjukan pukul enam pagi dan langsung menuju kamar mandi karena dia menebak kalau Bintang ada di dalam kamar mandi.
Bintang melototkan matanya saat Zie membuka pintu kamar mandi dan menatap ke arahnya, Zie langsung menghampiri dan membuat Bintang waspada.
''Mau apa Kak?? sana keluar nanti giliran mandinya. ''
usir Bintang dan membuat Zie tersenyum.
''Kamu ini kenapa gak nyahut pas Kakak panggil, asik sekali main air nya yah?? jangan lama lama nanti masuk angin. ''
ucap Zie sambil mengelus kepala Bintang dan langsung meninggalkan Bintang yang sedang berendam.
Zie keluar kamar mandi dan membuka handphone nya sambil merapihkan ranjang yang berantakan terus membuka gorden dan jendela nya.
''Udara pagi yang segar dan sejuk sekali. ''
ucap Zie saat membuka jendela kamarnya.
Bintang di dalam kamar mandi langsung mempercepat mandi nya karena Zie sudah bangun dan Bintang takut kalau Zie macam macam.
__ADS_1
Zie bukan tipekal pria yang romantis dan dia tidak akan berbuat aneh aneh kepada Bintang, Zie hanya akan meminta haknya di atas ranjang tidak di tempat yang membuatnya tidak nyaman, namun Bintang berfikir sangat jauh dan sangat takut kalau Zie akan menyerangnya di kamar mandi.
''Sebentar sekali mandinya?? jangan jangan gak bersih yah?? ''
ucap Zie saat Bintang selesai memakai pakaian dan sedang mengeringkan rambutnya.
''Kata Kakak jangan lama lama nanti masuk angin kan, yaudah aku nurut ajah. ''
jawab jutek Bintang dan Zie hanya menggelengkan kepalanya sambil masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.
''Kak Zie sangat membuat aku takut deh, aku kan menghindar dari dia yang suka menyerang dengan buas, makanya mandi di percepat. ''
ucap Bintang sambil merapihkan make up di wajahnya dan segera menyiapkan pakaian untuk Zie.
Sepuluh menit kemudian Zie selesai dengan urusan kamar mandi dan langsung memakai pakaian yang sudah di siapkan oleh Bintang.
''Bintang.....kamu gak pernah menggunakan kartu yang Kakak kasih?? ''
ucap Zie sambil memakai kemeja di tubuhnya dan Bintang langsung membantu mengkancingkan kemeja Zie.
''Mau di gunakan buat apa emangnya, aku kan punya kartu sendiri yang di buat khusus sama Kak Bagas dan tiap bulan selalu di isi, jadi kartu yang Kakak kasih gak aku pakai lah, banyak banget aku pakai kartu kalau yang Kakak di pakai juga. ''
ucap Bintanh dan Zie menghembuskan nafasnya.
''Kasihkan lagi kartunya sama Kakak kamu yah, pakai kartu yang Kakak pakai Bintang. ''
titah Zie dan Bintang menggelengkan kepalanya.
''Gak mau Kak dan lagian Kak Bagas bilang kalau uang yang di kasih kan khusus buat aku, udah jangan di persulit Kak, nanti aku akan pakai deh buat keperluan bulanan aku. ''
ucap Bintang dan Zie mengangguk.
''Pokonya jangan membuat malu suami kamu dengan memakai uang yang di kasih keluarga kamu Bintang, nanti Bunda ajakin kamu belanja dan belanja lah sampai puas pakai kartu yang Kakak kasih. ''
ucap Zie sambil mencium kening Bintang dan Bintang mengangguk.
''Emangnya Bunda mau ngajak belanja kak?? gak bilang semalam ke aku. ''
ucap Bintang yang memang tidak mengetahuinya.
''Iya sepertinya dan Mama Shanum juga akan ikut, tapi jangan nanya biarkan Bunda yang ngajak, ayo kita sarapan dulu biar barengan Bunda sama ayah. ''
ajah Zie sambil menggangeng Bintang keluar dari kamar.
__ADS_1
tbc....