
Ketika semua orang sedang sibuk berpesta di pernikahan Bintang dan Zie, Nabila sedang duduk menatap ke arah mantan kekasihnya yang datang dengan pelakor yang di jadikan kekasihnya saat ini.
''Dulu dia begitu manis memperlakukan aku, ternyata buaya. ''
gumam Nabila sambil berjalan keluar area hotel menuju pintu masuk.
Saat Nabila sampai ke pintu utama, kedua orang tua nya dan juga Kakak nya datang untuk menghadiri undangan resepsi pernikahan.
''Kamu mau kemana Nabila?? ''
ucap Sang ibu saat melihat putrinya keluar dari hotel.
''Ibu.....aku kira Ibu sama Ayah gak akan datang, Kakak juga datang ternyata. ''
jawab Nabila dan Ibunya mengangguk.
''Suaminya Bintang itu rekan bisnis Kakak dan ternyata Kakak nya Bintang itu salah satu pemegang saham di perusahaan Kakak saat ini, jadi Kakak wajib datang lah ke acara pernikahan ini, walaupun sibuk tapi menyempatkan juga kan. ''
jawab Kakaknya Nabila dan Nabila hanya menghembuskan nafasnya mendengar keterikatan keluarganya dengan keluarga Bintang.
Ibunya Nabila langsung menggandeng Nabila untuk masuk kedalam acara dan menuju pelaminan memberikan ucapan selamat kepada Bintang.
''Tante.....Om.....makasih udah datang. ''
ucap Bintang saat bersalaman dengan kedua orang tua Nabila.
''Tante malah senang karena di undang di acara resepsi kamu, tinggal Nabila nih yang nyusul menikah mengikuti jejak kamu. ''
ucap Ibunya Nabila dan membuat Nabila langsung cemberut.
''Selamat Tuan Zie.....saya gak nyangka kalau tuan menikah dengan sahabat adik saya. ''
ucap Kakaknya Nabila dan Zie hanya tersenyum menjawabnya.
Setelah mengucapkan selamat kepada kedua pengantin, Nabila dan keluarganya langsung menikmati makanan yang di sediakan, Bagas terlihat asik mengobrol dengan Kakak nya Nabila dan mengundang perhatian Ibunya Nabila.
''Nabila....kamu kenal dengan Tuan Bagas?? ''
ucap Ibunya Nabila dan membuat Nabila mengerutkan keningnya.
''Dia itu Kak Bagas, Kakaknya Bintang loh Buu.....males aku kenal cowok mesum kaya gitu. ''
__ADS_1
jawab Nabila dengan nada kesal dan membuat Ibunya tersenyum.
Beberapa waktu lalu Zie dab Bagas datang ke perusahaan keluarga Nabila, tadinya Zie yang akan menanam saham di perusahaannya namun karena Bagas memiliki niat lain jadinya Zie mundur dan Bagas lah yang memberikan pasokan dananya, Zie hanya bekerja sama sajah dengan perusahaan keluarga Nabila.
Entah apa yang di rencanakan Bagas karena dia mengetahui kalau Ibunya Nabila akan mengajukan perjodohan kepadanya karena, Bagas di ketahui seorang perjaka dan masih lajang.
Zie hanya bisa menggelengkan kepalanya karena Bagas sudah berniat ingin menjadikan Nabila sebagai pelabuhan terakhir kisah cintanya, namun Nabila benar benar tidak menyukai Bagas karena mengetahui kalau Bagas adalah seorang pemain.
Takdir berkata lain karena keluarga Nabila bahkan dengan terang terangan meminta Bagas di jodohkan dengan Nabila, entah apa yang akan di lakukan Nabila kalau dia mengetahui sudah di jodohkan dengan Bagas.
Saat ini orang tua Nabila sedang berbincang dengan Mama Shanum, Mama Shanum sampai syok kalau Bagas menerima perjodohan yang di ajukan oleh Ibunya Nabila.
''Kalau saya terserah Bagas sajah sih, karena kebahagiaan anak itu adalah yang paling utama, saya juga mengenali Nabila sudah lama karena memang Nabila sangat dekat dengan putri saya Bintang. ''
begitulah jawaban Mama Shanum saat ditanyakan setuju tidaknya dengan perjodohan Nabila dan Bagas.
''Saya harap Nabila jangan di kasih tahu dahulu, karena Nabila tau nya saya seorang playboy, saya sendiri yang akan mendekati Nabila dan membuat dia menerima saya sebagai jodohnya. ''
ucap Bagas dan di setujui oleh semuanya.
''Saya hanya berpesan sama Tuan Bagas, adik saya Nabila sedikit pecicilan tapi anaknya baik dan penyayang, dekati dia jangan dengan paksaan dan biarlah mengalir sajah, Nabila itu wanita yang susah di atur dan gak suka di kekang. ''
ucap sang Kakak yang mengkhawatirkan penolakan perjodohan untuk Nabila adiknya.
ucap Bagas dengan senyumnya sambil menatap ke arah Nabila yang sedang menatap ke arah Bintang yang sedang berfose di pelaminan.
Orang tua Nabila sangat bahagia karena Nabila mendapatkan jodoh masa depan yang benar benar mapan, dari materi, segi fisik pun Bagas sangat tampan, walaupun Bagas seorang playboy yang insaf saat ini, semua tidak membuat Ibunya Nabila khawatir karena setiap orang akan berubah apabila mendapatkan pasangan yang pas dan terbaik untuk hidupnya.
Di meja Nabila saat ini, Nabila yang duduk jauh dari keluarga pun hanya diam dan sesekali menatap ke arah Bintang yang sedang melakukan sesi foto dengan Zie.
''Kapan aku akan foto pengantin seperti Bintang?? bahagia kayanya menikah di usia muda seperti Bintang, tapi sekarang yang jadi masalahnya itu adalah gak ada cowok yang mapan juga tulus. ''
gumam Nabila dalam hatinya sambil menatap ke arah Bintang.
''Jangan melamun nanti kesambet loh. ''
ucap Bagas sambil duduk di samping kursi kosong yang Nabila duduki.
''Kak Bagas aneh, aku gak melamun tapi menatap Bintang yang Bahagia dengan suaminya. ''
ucap Nabila dan Bagas tersenyum.
__ADS_1
''Kamu tau gak Jodoh?? kalau kita bisa berfose seperti Bintang dan suaminya kalau kamu mau. ''
ucap Bagas dan membuat Nabila mendelik sebal.
''Nama aku Nabila bukan Jodoh loh Kak, kebiasaan deh rubah nama aku, oh iya....mana pasangan Kakak?? kenapa hanya sendiri?? ''
''Perhatian sekali kamu Jodoh....Kamu kan pasangan saya loh, kenapa kamu nyari nyari pasangan saya?? ''
''Hadeuuuh.....Kak Bagas semalam kejedot pintu yah, jadi aneh deh. ''
''Bukan kejedot pintu lagi tapi pusing semalaman dengar ocehan suami sahabat kamu. ''
''Untung bukan urusan aku, udah ahh aku mau pulang ajah dari pada disini dengerin Kak Bagas ngelantur terus bicaranya. ''
ucap Nabila sambil beranjak dan membuat Bagas reflek mencekal tangan Nabila.
''Katanya mau foto seperti Bintang, ayo kita foto dengan Bintang, kamu kan belum kebagian foto dengan Bintang. ''
ucap Bagas dan Nabila menggelengkan kepalanya.
Bagas langsung menatap Zie untuk meminta bantuan dan Zie langsung meminta Bintang untuk memanggil Nabila dan Bintang menyetujuinya karena memang Nabila belum berfoto dengan nya.
''Lihat itu sahabat kamu manggil kalau gak percaya. ''
ucap Bagas sambil menunjuk ke arah Bintang yang melambai ke arahnya.
Nabila langsung mengangguk saat Bintang memanggil nya dan Bagas langsung menggandeng tangan Nabila lalu membawanya menuju pelaminan untuk menghampiri Bintang.
Nabila yang malas berdebat pun membiarkan Bagas membawanya menuju ke arah Bintang, karena saat ini hati Nabila sedang sedih dengan kebahagiaan mantannya dengan kekasih barunya.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
tbc........