Bosku Cintaku

Bosku Cintaku
Keluarga Hantu


__ADS_3

Dev mulai memakan makanan yang di berikan Disya.


"Hmmm, enak juga ternyata." ucap Dev.


Disya hanya diam, memperhatikan Dev yang sedang makan.


"Kenapa liat liat kamu mau makan juga??" tanya Dev.


"Ah,, enggak pak saya udah makan di rumah.


"Baiklah, terus kenapa kamu ngeliatin saya kaya gitu??"


"Ya suka suka saya pak, yang punya mata kan saya


kenapa bapak yang kepo."


"Terserah,,,," ucap Dev yang terus makan.


Ternyata si bayi sapi ganteng juga ya kalau nggak marah marah.


haduhh Disya,, mikir apaan sih kok jadi koplak begini


dia kan zombi, manusia yang nggak punya hati


"Pak saya keluar aja ya, bapak lanjutin aja makannya."


"Nggak usah,, kamu di sini aja temenin saya makan!"


ucap Dev


"ihhh,, saya kan bukan pacar bapak, ngapain saya nemenin bapak makan


nanti kalau ada yang curiga gimana,??


bisa hancur reputasi saya pak."


"Sok punya reputasi, yang ada juga reputasi saya yang hancur bukan kamu."


"Ha ha ha maksud saya itu pak, maklum


gigi saya kan nggak rata, jadi kalau ngomong suka kebolak balik." Ucap Disya yang pura pura ****.


"Hemmm, kamu bener juga."


"Apanya yang benar pak?" tanya Disya.


"kenapa kamu nggak jadi pacar saya aja."


Jawab Dev.


"Haaaaa,, nggak mau ah pak,!!


masa saya pacaran sama Zombi si."


"Apa kamu bilang??"


Dev menaikkan nada suaranya


"Eh,, anu, enggak kok pak, saya nggak bilang apa apa


saya cuma bilang kita nggak bisa pacaran."


"kenapa nggak bisa???"


tanya Dev


"Ya nggak bisa lah pak, orang bapak bukan tipe saya, gimana mau pacaran."


ucap Disya.


"Bagus lah, karna kamu juga bukan tipe saya.


maksut saya bagaimana kalo kita pura pura pacaran aja."


"APAAA,, pura pura pacaran."


teriak Disya karna kaget


"Ihhhh berisik tau, kecil kecil tapi suaranya kayak Gledek, waktu kecil di kasih makan apa si??


suaranya bikin kuping sakit.

__ADS_1


iyya maksud sya kita pura pura pacaran di depan orang."


"Tapi kenapa harus saya pak??


kan masih banyak perempuan cantik Di luar sana.


Atau jangan jangan bapak suka beneran ya sama saya


ha ha ha." Disya tertawa dengan begitu pedenya


Dev menyentil jidat Disya


"Awwwww,, sakit tau pak!!!"


"Itu hadiah buat kamu, karna kamu terlalu pede


makanya dengerin dulu, jangan langsung mengambil kesimpulan.


kamu itu bukan tipe saya, dan saya juga bukan tipe kamu


artinya kalo kita pura pura pacaran, nggak ada yang perlu di takutkan seperti halnya saya bisa suka sama kamu , atau kamu suka sama saya


karna saya nggak akan pernah bisa mencintai wanita manapun juga." cerita Dev


"Emang kenapa bapak mau cari pacar boongan??"


tanya disya.


"karna saya mau mama saya berhenti menjodohkan saya,.


Jadi kalau kamu bisa meyakinkan mama saya kalau kita punya hubungan, pasti mama saya berhenti mencarikan saya pasangan."


"Nggak mau ah pak, saya nggak bisa kalo harus membohongi mamanya bapak.


dia itu ibu yang sangat baik, sya nggak bisa membohongi seorang ibu, apa lagi mamanya bapak."


"Udah ah pak saya mau keluar,bapak juga udah selesai makan kan,.


Saya tegasin ya pak pokoknya saya nggak mau terlibat sama ide gilanya bapak.


Permisi,,." Disya pun keluar.


Bagaimana caranya agar wanita itu setuju


"Clara,, gimana makan malamnya sama Dev?"


tanya ibu ranti saat menelfon Clara


Dev marah tante, dia nggak mau di jodohin sama Clara


Clara sedih banget karna Dev nggak pernah mau mencintai Clara."


"Aduhh, jangan sedih ya sayang, tante minta maaf karna Dev sudah membuat kamu bersedih.


Dev begitu karna dia belum bisa melupakan Tiara


seandainya kamu bisa bikin Dev jatuh cinta sama kamu dan melupakan tiara, tante akan sangat bahagia."


"Aku bisa bikin Dev jatuh cinta, tapi tante juga harus bantuin aku." Ucap Clara.


"iyya sayang tante mau, tante pasti sangat bahagia kalau kamu bisa jadi menantu tante."


"Iyya tante aku juga."


"Ya udah siang ini kamu bawain makan siang buat Dev,


siapa tau dengan perhatian begitu, Dev bisa mulai menyukai kamu."


"Iyya tante aku akan coba cara itu,,!!" Clara merasa sangat bahagia


Siang itu Clara pergi ke kantor Dev membawa makan siang, dia berpapasan dengan Disya.


"Hehh, di mana ruangan Dev??"


"Di sana bu, tanya aja sama sekertarisnya."


ucap Disya.


"ibu,, ibu,, saya bukan ibu kamu."


"Saya juga tau kalo mbak ini bukan ibu saya,

__ADS_1


karna nggak mungkin saya lupa sama wajah ibu saya sendiri, tadi saya cuma nggak sengaja."


"Ihh ngejawab lagi, nggak sopan banget


kamu nggak tau saya ini siapa??


saya ini calon istri bos kamu." Tegas Clara


"Nggak tau bu, dan nggak pengen tau juga


oopsss salah, embak ding bukan ibu."


Disya menutup mulutnya.


"Ihhh kamu nggak sopan banget ya, kurang ajar


awas aja kalau saya udah nikah sama bos kamu


saya pastiin kamu jadi orang pertama yang saya pecat. Ucap Clara yang mulai emosi dan berlalu


"Ya ampunnn, cantik cantik serem banget kalau lagi marah, udah kaya vampir cewek yang kaya di film film.


Tunggu,, tunggu,,,


si bayi sapi kaya zombi terus calon istrinya kaya vampir


wahhh cocok banget,


terus nanti kalo punya anak


anaknya jadi drakula, wahhh keluarga hantu dong."


Disya tertawa sendiri.


"kenpa Sya,, kok ketawa ketawa sendiri???"


Tanya Deni.


"Eh pak Deni, nggak papa pak, lagi pengen ketawa aja."


"Ya udah ni, kasih ke pak Dev ya,


saya lagi buru buru, udah di tungguin makan siang sama susan."


"Oke pak!!"


"Ya udah makasih ya Disya"


Deni pun berlalu.


"Tapi kan di sana ada si vampir, males banget ngeliat dia, cukup satu zombi aja yang aku hadepin kalau di tambah vampir, pasti nggak sanggup deh.


Huhhh, lama lama kerja di sini bisa jadi hantu."


Gerutu Disya.


"Oh iyya aku kasi ke sekertarisnya aja kali ya,


nanti biar sekertarisnya aja yang ngasi ke pak Dev.


Kamu memang pintar Disya ha ha ha."


Disya mencari Raka sekertarisnya Dev, tapi tak menemukannya, dengan terpaksa Disya masuk ke ruangan Dev.


Di ruangan Dev


"Dev ini aku masakin makan siang buat kamu, kita makan bareng yuk!" ucap Clara manja.


Cih, sok imut banget


ngapain sih pake kesini segala


"Aku masih kenyang, jadi kamu nggak usah repot repot."


Jawab Dev ketus.


"Jangan gitu dong Dev aku kan udah capek capek masak, masa kamu nggak bisa menghargai."


Clara mulai membuka kotak makannya.


"Siapa yang nyuruh kamu masak, aku kan nggak minta kamu masak."

__ADS_1


Tapi Clara tidak perduli, dia malah ingin menyuapi Dev.


__ADS_2