Bosku Cintaku

Bosku Cintaku
Tragedi Malam Pengantin


__ADS_3

"Temenin saya jalan jalan yukk???"


"Nggak mau ah, di sini aja," ucap Disya cemberut.


"Ya elahh, udah jauh jauh ke sini tapi nggak muter muter, sayang lo.


Apa mau ngintilin mereka yang pada punya pacar??


Nggak malu??"


"Seenggaknya jangan jadi jomblo yang menyedihkan


ngeliat temen pada punya pasangan,,,Baper


ngeliat temen rambutnya di elus elus pacar,,mau juga


tapi kenyataannya nggak punya, mau nangis aja ujung ujungnya." Ceramah Dev sok menggurui.


"Nasehatin,, tapi sendirinya nggak punya pacar


berlagak sok nasehatin." Gerutu Disya.


"Eh enak aja, catet ya saya bukannya nggak punya pacar, tapi emang nggak pengen punya pacar.


beda sama jomblo, jomblo itu nggak punya pacar karna nggak laku laku, ha ha ha."


Dev tertawa puas.


"Helehhh,, jomblo mah jomblo aja pak, nggak usah pake penjelasan panjang lebar.


Intinya,,, jomblo ya nggak punya pacar.


Bapak punya pacar nggak??


enggak kan!! artinya ya jomblo juga alias nggak punya pacar.


Nggak perduli alasannya jadi jomblo apa??


intinya ya sama." Ucap Disya tak mau kalah.


"Terserah!!!


jadi,,, mau ikut apa mau jadi jomblo mengenaskan di sini?? Dev menaikkan alisnya.


"Iyya iyya saya ikut, dari pada jadi pengawal mereka di sini!!" Disya pasrah.


"Gitu dong, jangan mentang mentang jomblo, jadi ngapa ngapain nggak bisa."


Mereka akhirnya pergi berdua, Disya yang sangat senang berlari lari kecil sambil melihat lihat kebun teh, lalu main ke sawah.


Dev sibuk selfi, Disya yang melihat Dev sedang selfi menghampirinya.


"Helehhh, dasar cowok alay, sok ganteng banget."


Ucap Disya.


"Sirik aja,!!


Emang udah ganteng dari sebelum di cetak.


mau ngapain aja tetep ganteng, lagi BAB aja ganteng."


"Isssss jorokkk banget sih pak.


Mana ada orang lagi BAB ganteng, dimana mana orang BAB itu ekspresinya ya cuma satu,


bayangin aja sendiri, nggak usah di jelasin juga pasti semua tau."


"Terserah" ucap Dev singkat, karena bingung mau bales apa.


Disya melanjutkan mencari ikan.

__ADS_1


"Pak ayukk sini turunn, kita tangkep ikan??"


Disya yang sudah belepotan lumpur terlihat sangat bahagia.


"Nggak mau ah kotor, mending main yang lain aja."


"Ihhh Bapak nggak seru ah."


lalu Disya menarik tangan Dev, Dev yang kehilangan keseimbangan hampir terjatuh,untung saja di tahan dengan posisi Disya setengah memeluk.


Keduanya terdiam sejenak entah memikirkan apa.


"Lagi nyari nyari kesempatan ya??"


Dev membuyarkan lamunan Disya.


"Idihhh enak aja, harusnya Bapak berterimakasih


karena Bapak saya tolongin biar nggak jatuh.


kalau Bapak jatuh pasti Bapak kotor kayak gini!!!"


Disya memoleskan lumpur ke wajah Dev lalu berlari menjauh. Dev yang tak mau kalah akhirnya mengejar Disya.


"Disya awas ya!!"


mendengar Dev memanggil namanya Disya langsung berhenti, karena terdengar sangat langka mendengar Dev memanggil namanya, raut wajahnya seketika berubah.


lalu Dev menarik tangannya, tak menyia nyiakan kesempatan Dev langsung mengoles lumpur di wajah Disya, tapi Disya hanya mematung.


"Heii, cewek mesum kok diem??"


Hadehhh, baru juga sempet ge'er


udah di sadarin aja, ckck


Disya,, Disya kelamaan jomblo sih jadi hal kecil aja


langsung kege'eran.


huhhh dasar munafik.


Ya udah pulang yuk pak kita harus bersih bersih."


Ajak Disya.


"Kamu mau bersih bersih??


Ayookk ikut saya!!"


"kemana pak??"


"Udahh ayoook ikut."


Dev membawa Disya ke anak sungai untuk bersih bersih.


"Wahhh tempatnya bagus, Bapak tau aja yang saya suka." Disya langsung berlari dan bermain air di tengah tengah air yang mengalir, yang tinggi airnya hanya selutut.


"Muka muka kayak kamu itu gampang di tebak.


Main lumpur aja suka, apa lagi kalau main air.


bener kan??"


"Bapak tau aja,, ya udah sini pak ikutan."


Disya melempar Dev dengan air berkali kali, sampai bajunya setengah basah.


"Heii jangann, basahh tau."


"Ya nggak seru lah pak kalau kesini nggak basah basahan." Disya terus menyiram Dev

__ADS_1


akhirnya Dev turun membalas perbuatan Disya.


jadilah mereka berdua basah sempurna.


Setelah puas main air, mereka berdua duduk di batu besar sembari menikmati pemandangan sore hari.


"Kamu itu sederhana ya, main air aja udah bahagia


gimana kalau ke luar Negri, bisa pingsan mendadak karena bahagia." Ucap Dev.


"Ya iyya lah pak, begini aja sudah sangat menyenangkan, bisa keluar dari kampung dan cari pengalaman di kota aja udah sangat membahagiakan.


Apa lagi kalau jalan jalan begini, seneng banget pokoknya."


"Memang tadinya kamu nggak boleh ke sini??"


"Nggak boleh banget pak, saya bisa kerja di tempat Bapak tuh butuh perjuangan dan Drama yang nggak ada habisnya, Drama korea mah lewatt. Disya mulai curhat


"Ibu saya sakit sakitan, sedangkan Bapak saya cuma kerja serabutan, bisa sekolah sampai tamat SMA aja


udah keajaiban, untung aja di kasih otak pintar sama yang maha kuasa, jadi walaupun nggak punya uang tapi tetep bisa lanjut sekolah karna Beasiswa."


Disya memang dulu hampir tidak boleh keluar dari kampungnya untuk bekerja, alasannya ya bermacam macam, dari yang Bapaknya takut anak gadisnya kenapa kenapa, takut di hamili orang terus nggak mau tanggung jawab, padahal


boro boro hamil, pacar aja nggak dapet dapet.


pengen Bapaknya sih Disya nikah aja dengan tetangga mereka yang namanya Joko, huahh,,namanya aja udah bikin merinding apa lagi kalau liat orangnya, Dijamin pasti trauma seumur hidup.


"Joko itu sudah lama suka sama kamu, mending kamu nikah aja sama dia dari pada kamu harus ke kota, nggak punya saudara di sana, nanti kalau kamu kenapa kenapa di sana gimana coba, siapa yang mau nolong??


kalau kamu nikah sama Joko, hidup kamu nggak bakalan susah, itung itung hidup kamu nggak akan susah kayak ibuk Bapakmu." Itu yang selalu Bapak bilang, kalau lagi ngebahas mau kerja.


"Ya elahh pak jodohin sih jodohin tapi nggak sama Joko juga kali, nggak kebayang kan kalo si Joko jadi suami Disya. kalo dia mau nyium contohnya, dimana mana orang nyium itu yang nempel duluan bibir,,, lah kalau Joko yang nempel duluan ya giginya, terus kalau mau nyium leher, dimana mana orang nyium leher bekasnya merah nah kalo dia yang nyium, yang ada bekasnya kayak gigitan srigala.


ihhhh seremmm banget, malam pertama yang harusnya romantis, malah jadi malam yang mengerikan.


Kalau bisa di kasih judul pasti judulnya


Tragedi Malam Pengantin.


Huaaaaa nggak mau bayangin pokoknya."


Akhirnya dengan berbagai macam alasan alasan dan drama yang masuk akal akhirnya Disya berhasil membujuk orang tuanya untuk merantau ke jakarta.


Disya menceritakan kisahnya pada Dev, awalnya Dev diam menyimak cerita Disya, tapi pas ceritanya sampe si Joko, Dev langsung tertawa terbahak bahak.


"Tertawalah sepuas hati, tapi kenyataannya kan nggak nikah ini sama si joko." Ucap Disya kesal.


"Ehh jangan marah gitu dong nyonya Joko."


Dev meledek Disya yang sedang kesal


"Pak Dev!!!


awas yaa, kalau ketangkep saya pukul pake kayu


bukannya prihatin malah ngetawainn.


jahat banget." Disya mengejar Dev yang berlari menjauh karena berhasil membuat Disya kessal.


*


*


*


*


*


"Untuk yang kebetulan namanya joko, Author minta maaf ya, tidak bermaksud menyinggung

__ADS_1


cuma sebagai bahan lucu lucuan aja.


Jangan marah dan terimakasih 🙏🙏🙏


__ADS_2