
"Tante Ranti!!!!
tante kenapa,?" Disya sangat panik lalu membantu Dev mengangkat ibu Ranti tiduran di sofa,
lalu ibu Ranti muntah di baju dan rok Disya.
Disya berlari mengambil tisyu basah di tasnya lalu kembali ke ruangan Dev dan membersihkan wajah ibu Ranti, setelah bersih lalu memberikan minyak angin.
Dev kaget melihat Disya yang cekatan menolong dan membersihkan tubuh ibunya.
tak lama dokter datang dan memeriksa bu Ranti.
"Gimana mama saya Dok??" tanya Dev.
"Bapak tak perlu hawatir, hanya lambungnya yang bermasalah, ini resep obatnya nanti tebus di Apotik ya!!"
jawab dokter.
Tak lama Dokter lalu pergi, Dev melihat pakaian Disya yang kotor.
"Disya kamu bersihin pakaian kamu di toilet!"
ucap Dev
"iyya pak." Lalu Disya pergi membersihkan pakaiannya.
"Ayuk ma Dev antar pulang."
"Nggak usah!! mama pulang sama Clara saja."
ucap bu Ranti
"Baiklah." Dev tertunduk lesu
Ibu Ranti lalu pulang bersama Clara.
Clara yang tadi melihat kelakuan Disya sangat marah dan merasa kalau Disya bisa merebut posisinya.
Saat Disya selesai membersihkan bajunya Disya melihat bu Ranti sudah tidak ada, dan hanya Dev yang terlihat bersedih,lalu Disya mendekati Dev.
"Pak ibu sudah pulang,???" tanya Disya
Dev mengangkat wajahnya tapi tak menjawab
lalu dengan cepat dia memeluk Disya.
"Eh pak bapak kenapa???"
"Tolong, lima menit saja." Ucap Dev lirih
Disya hanya mematung, sebenarnya ingin melepaskan tapi merasa tak tega.
Si bayi sapi kenapa??
apa jangan jangan salah minum obat
kok jadi melow begini.
Tak lama Dev melepaskan pelukannya
"Pulanglah, hari ini kamu ijin saja."
Ucap Dev.
"Nggak usah pak, saya nggak papa kok."
"Nggak papa gimana, lihat baju kamu basah,
kamu mau para lelaki di sini nafsu melihat pakaianmu."
Disya melihat pakaiannya, ternyata karena bajunya putih dan karena basah membuat dalamannya transparan.
"Ya udah pak kalau gitu saya pulang aja."
"Tunggu di parkiran, saya akan mengantar kamu pulang."
Tegas Dev.
"Nggak usah pak, saya bisa pulang sendiri."
ucap Disya.
"Nggak usah ngebantah, turuti saja kata kata saya."
ihhh orang ini tadi aja meloww banget
sekarang jadi sangar lagi
udah kaya Bunglon
lalu Disya pergi mengambil tasnya dan menuju parkiran.
Disya bertemu Nabila sebelum sampai parkiran
__ADS_1
"Sya, mau kemana kok bawa tas???"
tanya Nabila.
"Mau pulang, baju aku basah jadi aku ijin pulang."
Disya menunjukkan bajunya yang basah.
"Ya udah hati hati ya sya." Ucap Nabila.
"iyya, Dahhhh." Disya lalu pergi
Tak lama Dev datang dengan motornya.
"Ni helmnya cepat naik,!" ucap Dev.
"iyya pak!!!"
"Pegangan!!" perintah Dev.
"Nggak mau ah pak." Disya menolak
"kamu mau jatuh?? saya nggak mau ya di tuduh nyelakain anak orang." Ucap Dev.
Disya hanya diam, lalu Dev menarik gasnya
membuat Disya langsung pegangan karna kaget.
"Ihh bapak pelan pelan dong, kalau saya jatuh gimana??" ucap Disya kesal.
Tapi Dev hanya diam dan fokus menyetir.
Dasar kampret, bukannya minta maaf malah diem aja
Setelah sampai Disya lalu turun.
"Pak terimakasih ya udahh nganterin saya pulang.
Bapak nggak mampir dulu,??" ucap Disya basa basi.
"iyya, saya mau mampir."
Lalu Dev turun dan memarkir motornya dan berdiri di depan pintu Disya.
"Ehh nggak usah pak, saya cuma bercanda,
Bapak mendingan pulang aja."
Dev tetap memaksa.
issss gara gara nih mulut suka basa basi
jadi mampir beneran kan.
tadi mah langsung usir aja biar nggak maksa
mampir
"Baiklah."
lalu Disya membuka pitu dan masuk
Dev ikut di belakangnya.
"Bapak silahkan duduk nanti saya ambilin minum."
Disya lalu ke dapur dan mengambil air untuk Dev.
"Ini pak minumnya,!!
loh kok dia tidur, cepet banget."
lalu Disya mengambil bantal dan menaruhnya di bawah kepala Dev.
Ternyata si bayi sapi kalau lagi tidur ganteng banget
nggak kaya kalau lagi marah, ihhh ngeselin banget
Disya senyum senyum lalu Disya ganti baju, setelah mengganti baju, Disya baca baca buku tak lama dia pun terlelap.
"Tiara,, tiara,,"
Disya terbangun karena mendengar suara Dev,
lalu melihat ke arahnya.
"Ya ampun nih orang tidur aja mimpiin Tiara doang," ucap Disya pelan.
lalu Disya pegi ke dapur untuk memasak karena perutnya sudah sangat lapar, setelah selesai Disya membangunkan Dev.
"Pak bangun, mau makan nggak??"
Tanya Disya yang mencoba membangunkan Dev,
__ADS_1
tapi Dev tak kunjung bangun, Disya jadi panik.
"Waduhh, kok pak Dev nggak mau bangun, jangan jangan dia mati,.
Aduhh pak jangan mati di sini ya, nanti saya di tangkep polisi." Disya mulai panik
lalu memeriksa kening Dev
"Panas banget, Bapak sakit ya???"
"Hmmm,, Dev menjawab tapi matanya tetap terpejam.
Disya lalu mengambil kompresan, dan mengompres kening Dev.
setelah dua jam di kompres Dev membuka matanya dan melihat Disya di dapur sedang membuat sesuatu.
"Ehh Bapak udah bngun, gimana pak masih panas nggak badannya,???"
tanya Disya dengan wajah cemas
"Sedikit,," jawab Dev.
"Ya udah Bapak makan bubur dulu terus minum obat ya??"
"Saya nggak suka bubur, emangnnya saya bayi."
Dev menolak
"Saya juga tau Bapak bukan bayi, tapi karena Bapak sakit jadi Bapak harus makan bubur kayak bayi.
ni buburnya Bapak makan ya, nggak boleh bandel
mau cepet sembuh kan?? ucap Disya.
"iyya Bawell"
Dev mulai memakan buburnya.
"Buburnya enak, kirain bakal nggak ada rasanya."
"Ya enak lah kan saya yang bikin, Disya tertawa
Ni obatnya Bapak minum, terus pulang ya
kan ini udah malem." Disya mengingatkan.
Mendengar kata kata pulang, Dev langsung pura pura lemas.
"kamu tega nyuruh saya pulang dalam keadaan begini?
orang kalau abis minum obat tuh nggak boleh berkendaraan dulu, nanti kalau saya jatuh terus kenapa kenapa, kamu mau tanggung jawab.??"
"Iyya juga sih,Ya udah deh Bapak boleh nginep di sini, tapi besok pulang loh ya!" ucap Disya lalu pergi ke dapur untuk makan, setelah makan Disya kembali membaca Novel faforitnya.
Di rumah Dev
"Dev kemana si, kok jam segini belum pulang??
pasti dia sangat marah karena kejadian tadi siang.
Di telfon nggak di angkat angkat
di chat juga nggak di bales, aduhh Dev kamu kemana nak, mama sangat hawatir."
"kenapa ma Dev belum pulang juga.??" ucap pak wijaya
"iyya pa, mama hawatir
nggak biasanya dia kaya gini, mungkin dia ngambek gara gara tadi siang mama marahin."
"lagian mama sih terlalu maksa, udah tau anaknya belum mau nikah malah di paksa.
Semua yang di paksakan itu nggak bakalan baik ma."
"Alah papa bawel." Ucap bu Ranti dengan wajah cemberut.
"Drrrrrrt,,drrrrrrrt"
HP bu Ranti berbunyi, dari Dev
"Halo Dev kamu di mana sayang mama hawatir
mama minta maaf ya soal tadi siang.
pulang ya nak mama mohon." Suara bu Ranti terdengar sedih.
"Dev baik baik aja ma, Dev nginep di rumah temen
mama nggak usah hawatir besok juga pasti Dev pulang, udah mama tidur nanti mama sakit."
Ucap Dev.
"Baiklah nak, yang penting mama udah denger kabar kamu." bu Ranti menutup telfonnya.
__ADS_1