
Mereka berdua akhirnya sampai vila saat magrib tiba.
Setelah mandi dan ganti baju Disya langsung ke dapur untuk membantu para wanita memasak.
Setelah memasak kemudian menatanya lalu semua berkumpul untuk makan malam, tapi Disya tidak melihat Dev, setelah lama menunggu Disya tak kunjung melihat Dev.
Lalu Disya bertanya pada teman temannya dimana kamar pak Dev.
"Di kamar nomor Tiga Sya, coba aja ketok ketok,
emang kenapa Sya??
kayaknya khawatir banget padahal udah stenga hari pergi berduaan aja masih aja pengen berduaan." Cuit Natasya seperti kessal melihat Dev dan Disya dekat.
"Ya elahhh, ya iyya lah prgi berdua masa mau bertiga,
emang kamu mau jadi yang ketiga?? dimana mana orang ketiga itu setan, nggak mau kan jadi setan
jadi jangan kepo kalau saya pergi berdua." Balas Disya.
Natasya lalu diam tak menjawab.
lalu Disya pergi mencari Dev di kamar nomor Tiga.
"Tok,, tok,,tok.
Pak makan dulu, semua udah nungguin."
Dev lalu membuka pintu kamarnya.
"Ada nasi goreng nggak??" tanya Dev.
"Nggak ada pak, ini bukan restoran tempat yang bisa pesan makanan yang Bapak mau.
Jadi selama disini, Bapak makan aja yang kami bikin.
Tapi di jamin kok pak makanan yang tadi saya bikin sama temen temen enak, pasti Bapak syuka." Jawab Disya semangat.
"Nggak mau ah, maunya nasi goreng.
bikinin yaaaa?? pinta Dev, dengan wajah yang di buat semanis mungkin.
"Hadehhh Bapak udah kayak orang ngidam
padahalkan tadi nggak saya apa apain."
Ucap Disya menggoda.
"Idihhh dasar mesum, sekarang udah pinter mesum ya kamu, dasar cewek mesum otaknya mulai kotor kayanya."
"Ya elahh pak ngegodain doang kali, emang nggak boleh???"
"Selain mesum kamu juga mulai belajar jadi cewek penggoda yaaa??"
"Bodo ah pak, Bapak nyebelin." Lalu Disya pergi sambil terus menngerutu.
"Elahhh jomblo mesum ngambek, jangan ngambek ngambek neng cepet tua terus nggak laku laku.
Nanti jadi jomblo seumur hidup lo." Teriak Dev
membuat Disya tambah kesal.
Disya ke dapur membuat nasi goreng untuk Dev
walaupun kesal tapi dia merasa tak tega.
itung itung buat membalas kebaikan Dev hari ini.
setelah selesai Disya bermaksud mengantar makanannya ke kamar Dev, tapi saat melewati meja makan, Natasya membuatnya kesal lagi.
"Kamu sebenarnya di jadiin pacar apa mau di jadiin pembantunya pak Dev sih??" Ucap Natasya.
semua yang sedang makan riuh mendengar ledekan Natasya.
"Kamu mau di jadiin miskin sampe ke anak cucu??
kalau kamu mau, sekarang juga bisa saya lakuin."
Disya tersenyum licik.
Suasana yang tadi riuh menjadi sunyi, semua mengira kalau Disya akan melaporkan kelakuan Natasya pada Dev. Natasya pun langsung diam seribu bahasa, seakan mengerti arah pembicaraan Disya.
"Nah gitu dong, kan lebih manis kalau mulutnya diem."
Dev yang melihat Disya dari atas tersenyum.
Cewek mesum itu ternyata pintar membungkam mulut orang
"Pak ni makanan Bapak!!"
Disya memberikan nasi gorengnya kepada Dev.
__ADS_1
Nasi goreng campur ayam suir, terus di kasih telor ceplok diatasnya, tak lupa ada timun 3 iris dan acar.
Dev mengelus perutnya, tanpa pikir panjang Dev langsung mengambil nasi goreng dari tangan Disya.
"Wahh kayaknya enak nih, tapi nggak kamu kasih racun kan??
Nih coba kamu makan sesuap, buka mulutnya."
Disya menuruti perintah Dev dan memakan nasi gorengnya.
"Enak kok pak, nggak ada rasa racunnya."
Disya menikmati.
"Ya kan nasi goreng, kalau ada racunnya berarti bukan nasi goreng, tapi nasi racun.
lagian saya cuma iseng kok." Timpal Dev
"Ihhh, dasarrr!!"
Disya memonyongkan bibirnya.
"Apa yang kamu lakukan tadi di bawah, kamu bilang mau bikin Natasya miskin sampai anak cucu??
hebat sekali kamu ya, maksudnya apa???"
Tanya Dev
"Ohh,, itu pak
Habis mereka selalu mengganggu, karena mereka mengira kita dekat, jadi saya manfaatin aja situasinya.
Biar mulut mereka jadi manis, nggak pedas kaya mulut Netizen."
"Berani sekali kamu ya??"
"Ya nggak papa sih pak, saya kan cuma bercanda ngga serius.
lagian Bapak juga nggak mau nolongin saya sih kalau mereka pada nyinyir, kaya sapi ompong yang nggak mau buka mulut." Oceh Disya.
"Enak aja kamu ya, berani sekali kamu nyamain saya sama sapi, ompong lagi.
kamu mau saya bikin ompong??
biar mulut kamu itu nggak bekoar koar terus."
Dev melotot ke arah Disya.
gitu aja marah."
"Lagian saya bukannya nggak mau nolongin kamu,
tapi saya males berurusan sama bawahan saya.
masa iyya seorang Devano Putra wijaya bertengkar sama bawahannya,.
Nggak Level banget, bisa hilang karisma saya sebagai
Bos yang tampan."
"Hoeekkk, Pede Gila.
pengen muntah saya dengernya Pak."
"Kamu kurang ajar ya lama lama,
tunggu saya selesai makan, saya kasih pelajaran kamu ya."
"Ampunnn pak, jangan marah dong
nanti Bapak cepet tua, nanti nggak laku laku.
Emangnya Bapak mau nemenin saya jadi jomblo seumur hidup.''Disya tertawa lalu berlari karena Dev sudah bersiap mengejarnya.
"Nyonya joko, awass kamu ya!!!"
teriak Dev.
Tapi Disya tak memperdulikan teriakan Dev,
Dia terus berlari sambir tertawa.
Gadis itu berhasil membuatku selalu bertingkah
seperti orang tidak waras
Dasar nyonya joko
Setelah selesai makan, semua berkumpul di depan vila
ada yang membuat api unggun, dan ada yang membuat tenda untuk mereka tidur, biar terlihat seru
__ADS_1
katanya.
Disya ikut bergabung dengan yang lain,
celingak celinguk mencari seseorang.
tiba tiba matanya tertuju pada seseorang yang sedang memetik gitar.
"Loh si bayi sapi megang gitar memangya dia bisa."
Gumam Disya.
Lalu Disya mendekati Dev yang sedang memainkan gitarnya.
Dengarkanlah wanita pujaanku
malam ini akan kusampaikan
hasrat suci kepadamu dewiku
dengarkanlah kesungguhan ini
aku ingin mempersuntingmu
tuk yang pertama dan terahir
jangan kau tolak dan buatku hancur
ku tak akan mengulang tuk meminta
satu keyakinan hatiku ini
akulah yang terrbaik untukmu
Dengarkanlah wanita impianku
malam ini akan kusampaikan
janji suci satu untuk selamanya
dengarkanlah kesungguhan ini
aku ingin mempersuntingmu
tuk yang pertama dan terahir
Janji suci lagu dari yovie widianto, berhasil menghipnotis Disya.
Disya berjongkok di depan Dev sambil memegang kedua pipinya, menikmati nyanyian Dev dan senyum senyum sendiri.
Dev yang melihat Disya sedang menikmati nyanyiannya, tiba tiba berhenti bernyanyi
dan menyentil kening Disya.
"Awwwww, sakit tau pak.
lagi asik asik menikmati kok malah di sentil sih pak,
lanjut dong, lagunya bagus banget."
Disya memohon sambil masang muka semanis mungkin.
"Wani piro???"
ucap Dev tersenyum.
"Ya elahh Bapak mah nggak seru.
kayaknya Bapak menikmati lagunya banget ya?
Kayanya lagu itu sangat berarti buat Bapak."
ucap Disya penuh selidik.
"Itu lagu faforit Tiara, setiap bertemu pasti minta dinyanyiin."
Tiba tiba wajah Dev bersedih mengingat masa lalunya
bersama Tiara.
"Yahh kok Bapak sedih sih, jangan sedih dong Pak
Bapak nyanyi lagu yang bikin bahagia aja, jangan lagu yang tadi, nati bapak sedih terus nangis.
saya nggak bawa permen buat bikin Bapak berenti nangis." ledek Disya.
"Garinggg tau,!!" Ucap Dev
"Biarin aja, nyanyi lagi dong pak???"
"Lagu apa ya, yang pas buat kamu??"
__ADS_1
Dev berfikir sejenak.