Bosku Cintaku

Bosku Cintaku
makan malam


__ADS_3

"Dev,,, mau ya makan malam sama Clara." Mama Dev terlihat memohon.


"mama yakin kamu pasti suka sama Clara."


"Nggak mau ah ma, kan Dev udah bilang


Dev nggak bisa mencintai siapapun.


percuma aja, di kenalin sama siapapun


Dev nggak akan pernah bisa."


"Cinta itu bisa tumbuh setelah menikah Dev


contohnya papa sama mama, kita dijodohin gak saling kenal apa lagi cinta.


tapi sekarang buktinya lahir kalian bertiga."


"Atau nggak, kamu ketemuan aja dulu terus kalau kamu nggak suka, ya udah nggak usah di terusin."


mama Dev terus merayu.


"Pokonya nggak mau!!!"


Dev berdiri dan pergi begitu saja


"Ihhhh anak itu kenapa si,??


hatinya udah kaya batu


susah banget ngeluluhinnya."


"Papa bantuin dong bujuk Dev, memangnya papa mau anaknya jomblo seumur hidup??" Ucap istri pak Wijaya


yang sudah sangat kesal.


"Biarkan lah ma, mungkin belum saatnya dia jatuh cinta lagi, mama nggak usah terburu buru. Pak wijaya menjawab istrinya dengan santai.


"Ihhh papa sama aja sama Dev, sama sama ngeselin


malam ini papa tidur di luar aja!! bu Ranti pun berlalu dengan wajah kesal.


"Mama jangan gitu dong, masa marahnya sama Dev


tapi papa yang kena imbasnya,."


"Di luar dingin ma, papa nggak kuat dingin."


Pak wijaya mengerling nakal.


Susan hanya tertawa melihat kedua orang tuanya


bertengkar.


"Dev pokoknya kalau besok malam kamu nggak ikut mama ketemu Clara, mama mau mogok makan


biarin aja mama mati." Ancam bu Ranti yang sudah berdiri di balik pintu kamar Dev.


"Ceklek,," Dev membuka pintu kamarnya.


"Apaan sihh ma, Dev kan udah bilang nggak mau,


kenapa mama tetep nggak ngerti si,


Dev udah nggak bisa jatuh cinta lagi, karna Tiara gak akan tergantikan."


"Baiklah kalau kamu emang nggak mau, mama mending mati aja!!!


dari pada mama harus melihat kamu hidup sendiri."


mama Dev mulai menangis.


Dev langsung memeluk mamanya.


"Jangan menangis ma, Dev nggak bisa melihat mama menangis.


Baiklah besok Dev akan ikut mama ketemu Clara."


Akhirnya jurus pamungkas berhasil


he he he, batin mama Dev


"Ya sudah tidurlah, maaf mama udah ganggu kamu


tapi besok malam bener ya kita ke cafe jam tujuh malam.


"Iyya mama sayang, Dev pun menutup pintunya lalu merebahkan tubuhnya di atas kasur.


Malam yang di tunggu tunggu bu Ranti akhirnya tiba

__ADS_1


"Dev,, sayang cepetan ini udah jam tujuh loh."


Bu Ranti terlihat sudah tidak sabar.


Dev pun akhirnya turun.


saat di dalam mobil Dev hanya terdiam tanpa sepatah kata yang keluar dari mulutnya.


Sesampainya di cafe, ibu siska dan Clara sudah menunggu.


"Sudah lama jeng,??" tanya ibu Ranti


"Ah enggak kok jeng, baru aja sampai." Jawab ibu siska.


"Clara, makin cantik ya,!!!"


"Makasih tante." Ucap Clara.


"Dev apa kabar?


udah lama nggak ketemu


kamu nggak berubah ya, masih sama kaya dulu."


Clara menyapa dengan mata yang berbinar bahagia.


"Hmmmm." Ucap Dev


"Ya udah kita makan yuk!!" mama Dev mencoba mencairkan suasana.


Setelah memesan dan semua hidangan di sajikan


mama Dev mengedipkan matanya ke ibu siska


ibu siska pun faham maksud dari temannya.


"Dev mama ke toilet dulu ya,." Bu Ranti segera berdiri.


"Nggak usah alesan deh ma." jawab dev tanpa menoleh.


"Benner kok, mama memang mau ke toilet."


lalu bu Ranti pergi.


Dev lanjut makan dan tidak bersuara lagi,


tak berapa lama ibunya Clara jg berdiri dengan alasan yang sama, yaitu mau ke toilet.


tanya Clara tanpa basa basi.


"Aku nggak bisa!!" ucap Dev singkat


"Tapi kenapa Dev??


aku cinta banget sama kamu, dari dulu sampai sekarang, apa kmu nggak bisa ngasih aku sedikit ruang di hati kamu?? Clara mulai menangis.


"Di hati aku cuma ada Tiara, siapapun nggak akan bisa ngegantiin posisi Tiara di hati aku.


Kamu akan tersakiti kalau kamu nikah sama aku."


Tegas Dev


"Aku nggak perduli pokonya aku tetep mau nikah sama kamu." Ucap Clara penuh keyakinan.


Dev berdiri dengan wajah kesal lalu pergi meninggalkan Clara.


"Dev,,, tunggu!!


aku Cinta sama kamu Dev, dan aku juga bakal bikin kamu cinta sama aku." Teriak Clara.


Tapi Dev tak menoleh dan terus pergi.


Sesampainya di rumah, ibu Ranti kaget melihat anaknya yang pulang dalam keadaan marah.


"Loh,, Dev kok udah pulang, kok sebentar banget makan malemnya.?


Gimana makan malemnya??"


ibu ranti terus bertanya, tapi Dev tak perduli dan terus saja naik menuju kamarnya dengan perasaan marah


"BRUKKK"


terdengar suara pintu yang di banting Dev


"Anak itu kenapa sih, perasaan tadi baik baik aja


kenapa sekarang kaya orang kesetanan."


ibu Ranti geleng geleng.

__ADS_1


Keesokan paginya, Dev pergi ke kantor pagi sekali tanpa sarapan.


"Si bayi sapi kemana ya, kok udah seminggu nggak pernah keliatan, nggak pernah minta makan juga


apa dia sakit??"


"Aduhhh kenapa malah mikirin tu orang sih,


harusnya aku bahagia karna dia udah nggak gangguin aku lagi.


karna terbiasa di ganggu sama si bayi sapi


giliran nggak di ganggu kok malah kepikiran


udah kaya orang kangen aja."


"Ehh tunggu, tadi barusan bilang apa?


kangenn,, hahhh masa iyya sih kangen sama si bayi sapi, kan nggak mungkin.


haduhh Disya sadarr sadarr,


kayaknya kamu udah ketularan nggak warasnya si pak zombi deh."


Disya ngacak ngacak rambutnya sambil tertunduk lesu, dan tak menyadari kalau Dev memperhatikannya dari kejauhan sambil menahan senyumnya.


kenapa gadis itu selalu membuatku tersenyum


bahkan saat aku sedang marah, selalu saja ada tingkah konyolnya yang membuatku ingin tertawa


batin Dev.


"Cewek mesum!!!


bawa makan siang nggak?" tanya Dev


Disya mendongak dan melihat wajah Dev


"Wuaaaaa, kok bapak ada di sini??"


"Emang kenapa,,?? ini kan perusahaan papa saya


suka suka saya mau di mana aja,!!"


"Cihh sombong sekali dia"


umpat Disya.


"Nggak usah kebanyakan mikir, bawa makanan nggak???" Dev terlihat tidak sabar


"Iyya ini bawa, tapi kan ini buat makan siang pak!"


"Tapi saya maunya makan sekarang."


Tegas Dev


"Ya udah ni,," Disya menyodorkan makan siangnya.


"Bawa ke ruangan saya!!" perintah Dev


"Kenapa saya harus bawa pak, kan Bapak bisa bawa sendiri!!"


"Jadi nggak mau ya,,,,,??


udah lupa sama perjanjian kita??"


"iyya,,,iyya


inget kok, saya belum tua pak, jadi nggak bakalan lupa." Disya sewot.


Sesampainya di ruangan Dev, Disya terdiam sesaat.


Wahhh ruangannya lebih bagus dari yang kemaren


tapi tetep aja walaupun ruangannya lebih bagus


tapi sifatnya nggak berubah lebih bagus


"Buka makanannya, jangan bengong aja!"


"ihhh bapak, udah tua masih manja


nih saya bukain, silahkan makan pak!!"


ucap Disya dengan wajah sok manis.


"Nggak usah sok manis, kamu gak bakalan manis walau pun di masukin di karung gula."


ledek Dev.

__ADS_1


Disya hanya mendengus kesal.


__ADS_2