
Saat pagi tiba Disya masih malas untuk bangun
masih sibuk memeluk guling.
"Tunggu tunggu, perasaan semalem nggak ada guling
kok sekarang ada, apa si bayi sapi bawa guling semalam." Gumam Disya pelan.
Lalu Disya membuka matanya sambil sesekali menguceknya.
"Wuaaaaa, kok Bapak ada di sini???"
Disya yang baru saja sadar langsung berteriak
dan membuat Dev kaget dan bangun lalu menutup mulut Disya.
"Ihhh kamu berisik banget sih."
Ucap Dev sambil meregangkan ototnya.
"Bapak ngapain di sini,??
katanya nggak mau tidur di sini
munafik banget, Bapak nggak ngapa ngapain kan semalem??" Disya menyilangkan kedua tangannya di dada.
"Ihh ngarep banget ya diapa apain, nggak usah ngayal deh, yang ada kamu semalem yang nyiksa saya.
cantik cantik tapi tidur kayak kuda, tendang sana tendang situ, nih badan saya sampe berasa kayak di gebukin satu kampung tau."
Mendengar kata cantik, terasa ada rasa hangat yang menjalar di hati Disya.
"Wahhh Bapak udah sadar ya kalau ternyata saya cantik, makanya Bapak tidur di sini."
Disya senyum senyum kege'eran.
"Elahhh PD banget anda nona,
orang semalem itu males masuk kamar jadi saya masuk di sini aja." Kelit Dev.
*
*
*
Semalam
"Pak..??" (Disya)
"Hmmm,,." (Dev)
"Bapak kenapa nggak cari pacar aja sih, emang Bapak nggak kesepian nggak punya pacar." Tanya Disya.
"Kesepian itu pasti, cuma emang belum bisa move on.
Nggak ada yang bisa gantiin Tiara, dia itu selain cantik
juga baik, perhatian, lemah lembut, juga pemikirannya itu loh dewasa, pokoknya semua hal yang bikin saya jatuh cinta dia punya.
Dia nggak akan pernah tergantikan."
kalaupun saya menikah itu hanya akan menyakiti wanita yang saya nikahi, karena saya nggak akan pernah memberinya cinta."
Dev bercerita.
Mendengar cerita Dev, entah kenapa seperti ada jarum kecil yang menusuk hati Disya.
Aduhh kok hati jadi sedikit sakit ya,,
jangan bilang kalu kamu udah tertarik sama
si bayi sapi, aduhhh hatiku kamu nggak boleh
suka sama si bayi sapi ya,,
karena dia itu nggak bisa cinta sama wanita manapun
kalaupun cinta, tetep aja nggak cocok
nggak se level.
jadi pleas dengerin aku ya, jangan jatuh cinta, okee.
"Tapi pak, Si vampir Clara itu juga cantik kok
terus Ibunya Bapak juga suka sama dia,
kenapa Bapak nggak coba buka hati buat dia.
kalau saya liat liat, Bapak cocok kok sama dia."
helehh Disya Disya, lain di mulut lain di hati
bilangnya cocok tapi hati langsung nyesek
__ADS_1
sebenernya kamu juga nggak setuju kan kalau vampir itu sma pak Dev,, hayoo ngaku aja.
aduhhh kok sekarang jadi serba salah sih
mulutnya ngomong apa tapi hati ngomong yang lain
aduhh Disya jangan gila dulu ya, kamu belum punya pacar lo, kasian kan nanti pacar kamu punya kekasih yang nggak waras kayak kamu.Disya batin
"Kamu kenapa manggil dia vampir?? karena kamu nggak suka kan??
Sama seperti saya, saya juga nggak suka sama dia
Clara itu kekanak kanakan, gampang emosi
suka maksain kehendak.
Dari SMA dia udah suka, cuma saya nggak pernah suka sama kelakuan dia." Dev bercerita panjang lebar tapi tak ada sahutan lagi dari Disya.
"Ya ampunnn, nyonya Joko tidur!!
udah capek capek cerita, malah di tinggal tidur,
mana di sini banyak nyamuk, mau ke kamar juga males, masuk ke dalem aja nggak papa kali ya,
nggak ngapa ngapain juga kok."
Akhirnya Dev masuk dan ikut tidur di dekat Disya
Dev yang iseng, mengambil foto Disya yang sedang tertidur pulas.
"Ehh dia lucu juga ya kalau lagi tidur"
setelah itu Dev mendekatkan kepalanya pada Disya, lalu mengambil foto lagi.
"Wahh kaya pasangan kekasih ya!!"
gumam Dev pelan.
oops pasangan kekasih
ya ampun Dev jangan gila deh
jangan bilang kalau kamu udah mulai tertarik
sama dia
kayaknya kamu udah ketularan nggak waras
kaya si nyonya joko.
Seakan akan tak mengerti dengan apa yang di ucapkannya barusan,tak butuh waktu lama dia juga ikut tertidur seperti Disya.
*
*
*
"Udah sana mandi, siap siap pulang
Betah banget kayaknya berdua duaan sama saya."
Ucap Dev.
"Enak aja, Bapak tu yang sukanya di deket saya,
buktinya Bapak yang masuk di sini."
Disya tak mau kalah.
"Bawell ah, sana keluar mandi terus bikin sarapan
udah laper nih!!" Dev memegang perutnya.
"Ke sini niatnya liburan, tapi tetep aja di suruh bikin makanan terus.
Aturan aku nggak usah kerja di kantor, jadi baby sitter dia aja sekalian, kemana mana ngikutin,
makan aja maunya di bikinin, lagi liburan aja masih harus ngurusin dia,!!
nggak sekalian minta di kelonin, dasar bayi sapi geblek."
Disya menggerutu sambil berjalan menuju dapur.
Setelah selesai bantuin yang lain masak, Disya lanjut mandi.
setelah selesai mandi dan ganti baju, Disya berinisiatif untuk makan.
Semua teman temannya sudah berkumpul untuk makan, Disya celingak celinguk seolah sedang mencari seseorang, namun tak melihat orang yang dia cari.
Elahhh Disya Disya, nyariin Dev melulu
tadi aja kesel, sekarang nyariin
kayaknya Dev itu selain ngeselin ngangenin juga ya.
__ADS_1
Okee hatiku, kamu jangan mulai keganjenan ya
ini masih pagi lo, kayanya efek laper bisa bikin hatiku ganjen deh.
Disya mengacak ngacak rambutnya, mencoba berontak dengan hatinya sendiri, tapi tiba tiba Dev datang dan menarik tangannya.
"Makan di luar yukk, terus jalan jalan dulu
sebelum pulang." Dev terus menarik Disya sampai depan vila, di sana sudah ada motor vario yang terparkir.
tuh kan,, selalu aja sukses bikin orang kege'eran
maksutnya apa coba, narik narik gini
kalau hatiku nggak kuat iman terus ketarik jauh ke dalam hatinya gimana coba, eaaaa.
koplak lama lama.
"Ini motor siapa pak,??
perasaan kemaren nggak ada." Ucap Disya.
"Motor sewaan lah, di sini lebih enak keliling keliling pake motor."
"Di Jakarta juga emang Bapak mah pake motor terus.
lagian Bapak bisaan aja dalam sekejap nemu motor buat di sewa.
jangan jangan Bapak abis begal orang ya??"
"Huss sembarangan aja, jangan mulai aneh aneh deh.
udah cepetan naik, ni helmnya pake biar kalau jatuh nggak kenapa kenapa."
Akhirnya mereka berdua sampai di sebuah Cafe.
"kamu mau makan apa???" tanya Dev.
"kayaknya makan bakso ini enak Deh pak."
Disya memperlihatkan menunya ke Dev
BAKSO LIDAH NAGA.
"Yakinnn mau makan bakso itu, nggak takut mulutnya jadi dower??" Dev bertanya untuk memastikan
apa Disya sanggup memakannya, karena melihat gambarnya saja sudah bisa di bayangkan betapa pedasnya Bakso itu.
"Yakinlah pak, soalnya ngeliat gambarnya aja udah bikin ngilerrr.
kayaknya Bakso ini cocok deh buat Natasya, biar mulutnya berenti nyinyir." Disya mengekeh kecil.
Setelah memesan menu akhirnya mereka makan dengan lahap, Disya yang sedari tadi penasaran sama rasa Baksonya, tampak sangat menikmati.
"Wahhh, enak banget!!
Bapak mau nyoba nggak?" Disya menawarkan baksonya kepada Dev.
"Makasihhh, ngeliatnya aja udah bikin mules,
hiiiii," Dev bergidik ngeri.
Disya tertawa melihat Dev, lalu melanjutkan makannya
Setelah selesai makan Dev mengajak Disya berkeliling menikmati pemandangan.
Di jalan Disya hanya terdiam tak berbicara sepatah katapun.
"Nyonya Joko!!!
kok diem aja sih, jangan jangan mulutnya udah dower beneran ya??
atau karena kekenyangan makanya diem,
kayak yang sering orang bilang,
Makan Galak Kenyang ****."
Ucap Dev santai.
"Bodo ah!!"
ucap Disya singkat.
Dev melajukan motornya dengan sangat cepat
karna kaget Disya memeluk Dev.
"Pak pelan pelan dong, kalau kita jatuh gimana coba??
saya nggak mau ya mati konyol di sini.
Bisa masuk Neraka kalau mati belum menjalankan sunah rasul, yaitu menikah." Oceh Disya.
"Pacar aja nggak punya, malah mikirin nikah
__ADS_1
dasar jomblo." Ledek Dev.