
"Dev nanti abis makan antar Disya pulang ya,
soalnya mama ada urusan mendadak jadi nggak sempet."
"Nggak mau,!!!
orang kesininya bisa sendiri masa pulangnya nggak bisa sendiri." Jawab Dev acuh.
"Dev,,,, jangan gitu ah."
"Ah nggak papa kok tante, saya bisa pulang sendiri."
lagian siapa juga yang mau di anter sama manusia Batu kayak dia, batin Disya.
"Ehh jangan sayang, kamu kan udah nolongin anak tante, jadi ini tanda terimakasih tante
jangan nolak ya, tante maksa nih."
"Ya udah deh tante." Disya pasrah
"Ayukk cepetan, mau di anter nggak.
jangan makan banyak banyak nanti kamu tambah berat, motor sya nggak suka sama cewek gendut."
ucap Dev sambil berlalu.
huhhh sendiriya kalau makan kaya kuli empang
pake ngatain orang
"Dev,,,,, nggak sopan ah.
maafin Dev ya sya dia memang begitu, padahal kuliah di Amerika lama, tapi mulutnya nggak ikut di kuliahin."
"Iyya tante nggak papa."
Setelah berpamitan Disya pun keluar karna Dev sudah menunggunya dengan wajah kesal.
"Lama banget sih, ngpain aja di dalem??
"lagi gali kuburan!!!"
"Ya lagi pamitan lah."
ucap Disya smbil manyun.
"Ya udah ni helm'nya, pake di kepala jangan di kaki."
ucap Dev
"iyya,, iyya,,
Bawel banget udah kayak nenek nenek kehilangan gigi palsu, Rusuhhh."
Keduanya pun pergi, tapi tak ada suara lagi yang keluar,
tiba tiba Dev berhenti mendadak, dan Disya pun spontan mendorong Dev sampai hampir kejedot di stang motor,,.
"
"Woyy,, kasar banget si main dorong dorong aja.
"Emangnya bapak ngarepnya saya ngapain,,??
meluk meluk bapak gitu, Basi pak
waktu itu kan udah pernah, sekarang ganti gaya dong
ha ha ha." Cerocos Disya.
"lagian kalau saya meluk bapak, pasti bapak kira saya cari cari kesempatan."
"Dasar cewek gila!!" gerutu Dev
"Bapak yang lebih gila karena mau bonceng orang gila
wleee,,,."
"Mau diem atau saya turunin di sini," ancam Dev
"iyya,,, iyya
kenapa bapak hobi banget marah marah sih,
dasar tukang marah."
Dev tidak menghiraukan Disya.
"Abis ini lewat mana, belok apa lurus??"
"woiii,,,,,"
"hallooo,,,,,"
"Kok diem sih??"
Karna Disya tak menjawab, akhurnya Dev menghentikan motornya.
__ADS_1
"Denger nggak sih,??" tanya Dev.
"Denger kok." jawab Disya cuek.
"Terusss, kenapa nggak jawab???"
"Kan bapak yang nyuruh saya diem, jadi saya diem aja."
"Ihhhhhh, ngeselin banget sih ni cewek
cepet naik,!! terus kasi tau arahnya."
"iyya iyya, makanya jangan galak galak
susah sendiri kan akhirnya."
"Belok kanan, abis itu lurus aja
nah di depan masjid ada gang, Bapak bisa turunin saya di situ."
Dev tak bersuara, hanya fokus menyetir sesuai instruksi dari Disya, tak lama Dev berhenti, tapi Disya tak kunjung turun.
"Hallowwww, ada orangnya nggak??"
"Ehh iyya pak maaf." Disya turun.
"Terimakasih pak.'
Dev pun berlalu tanpa menjawab Disya
"Hisssss, dassar zombi
mukanya nggak punya ekspresi, ekspresinya cuma satu, gaya mau nerkam orang!!"
"Pas lagi dalam kandungan, mamanya ngidam apa kali.?? Jangan jangan ngidam Bangke!!
pas lahir, yang keluar mayat hidup, hiiii,,, ngeri."
Disya lalu berjalan pulang ke rumahnya
keesokan paginya, Disyapun berangkat ke kantor
sambil berlari lari kecil.
"Bruggg,"
karna kecerobohannya Disya nabrak Dev lagi,
tapi bedanya ini nggak jatuh, tapi langsung di tahan Dev, dengan posisi Dev meluk Disya.
Ya tuhannn, mati aku
Disya, Disya, habislah
pasti ni orang bakalan maki maki aku abis abisan
Disya mikir keras.
"Kenapa liat liat,??" tanya Dev
"Ah,, anu pak hari ini Bapak ganteng."
"Udah dari lahir." Jawab Dev tanpa ekspresi dan berlalu,
Dev melepaskan pegangannya, dan Disya pun terjatuh.
"Awwww,, sakit tau."
"ihhhhh pagi pagi ekpresi udah kaya gitu
pasti sarapannya Bangke."
dengus Disya kesal dan berlalu menuju mejanya.
"Disya,, kemaren pas abis acara kamu ada dimana??
kamu tau nggak ternyata pak Dev itu anaknya pak wijaya, dan sekarang dia yang megang perusahaan ini."
"Udah tau." Disya acuh
"Hahh kok bisa tau, perasaan pas pengumuman kemaren aku nggak liat kamu.
kok kamu bisa tau Sya??" tanya Nabila brtubi tubi.
Disya masih terdiam.
"Disya,,,, jawab, kok bisa tau??"
Nabila menepuk pundak Disya.
"Ya tau lah, orang aku nginep di rumahnya malam itu."
Jawab Disya santai.
"APAAA,,," teriak Nabila
semua yang di kantor melihat ke arah Disya dan Nabila.
__ADS_1
"Sssttt,, berisik banget sih."
ucap Disya
"Ngi,, nginep di rumah pak wijaya." Nabila terkejut bukan main.
"Terus Sya terusss???"
"Nabrakkk,,"
"Disyaaaa,, aku kan serius
ceritain dong, kamu ngapain aja di sana??"
"Cuma nginep terus sarapan, abis itu main sama adiknya yang kecil, abis itu di anter pulang sama
si bayi sapi."
"Siapa bayi sapi???" tanya Nabila.
"Emmmmm," Disya mikir mikir.
"Siapa Sya??" Nabila memaksa.
"Pak Dev,,,," Disya menyebutkan nama pak Dev dengan ekpresi biasa saja.
"APAAAAAA,,," Nabila hampir pingsan.
"Sya,,, panggilin Ambulance kayanya aku kena serangan jantung mendadak deh." Nabila memegang dadanya.
"Isssss nggak usah lebay deh, aku aja yang dianter biasa aja."
"ihh Sya beruntung banget sih bisa dianter sama pak tampan terus kaya lagi." Nabila takjub.
"Apanya yang tampan, muka kayak zombi begitu,
di bilang tampan."
"Ihhh dasar Disya aneh."
Siang itu di sebuan restoran ibu Ranti dan ibu siska makan siang bareng.
"Ehh jeng siska gimana kuliahnya Clara, udah selesai belum??
"Sudah jeng Ranti, sekarang Clara lagi bantuin papanya di perusahaan,
sambil dia juga merintis usaha kecil kecilan."
"Wahhh, hebat banget ya Clara masih muda cantik berbakat lagi."
"Kalau Devano sendiri gimana jeng??" tanya ibu Siska
"Devano sekarang yang memegang perusahaan papanya.
karena sudah tidak muda lagi, jadi Dev di suru belajar menjalankan perusahaan."
"wahh hebat ya!!" seru ibu Siska
"Ehh jeng,, Clara sudah punya pacar belum??"
Bu Ranti basa basi.
"Belum,,,!!" jawab ibu Siska
"Wahhh kebetulan, Devano juga belum punya pacar
bagaimana kalau mereka berdua kita jodohkan saja."
Ucap ibu Ranti penuh harap.
"Baiklah jeng nanti saya ajak Clara buat bertemu dengan Devano, untuk saling mengenal sebelum mereka menikah."
"Iyya jeng Siska saya setuju sekali, nanti saya akan atur makan malam romantis buat mereka makan berdua."
Mereka berdua berpelukan karna merasa sangat bahagia.
Ibu siska adalah teman arisan ibunya Dev
mereka saling kenal sejak Dev dan Clara masih kecil,
sejak SMA Clara sangat menyukai Dev,
tapi Dev tidak pernah memperdulikan perasaan Clara
karna Dev hanya mencintai Tiara.
Clara yang merasa kecewa akhirnya memutuskan untuk kuliah di luar negri.
Malamnya di rumah pak wijaya
"Dev kamu kenal Clara kan?? tanya bu Ranti.
"Clara siapa??" Dev pura pura tidak kenal.
"Itu loh temen SMA kamu dulu, masa lupa sihh
Mama berencana menjodohkan kamu dengan Clara."
__ADS_1
"Nggak mau!!" ucap Dev singkat.