Bosku Cintaku

Bosku Cintaku
perasaan yang campur aduk


__ADS_3

Disya sangat senang melihat Dev yang tertunduk ketika di marahi oleh pak wijaya karna tadi sempat ketahuan melotot pada Disya.


"Disya"


kamu tunggu di mobil ya, om pinjem pacar kamu yang tidak waras ini sebentar.


Nggak papa kan?? pak wijaya tersenyum manis pada Disya.


"Baik pak"


jawab Disya yang juga di iringi dengan senyum.


Setelah Disya keluar, pak wijaya menghampiri Dev.


"Papa tau Dev, kamu nggak pacaran kan sama Disya??


Dev kaget mendengar perkataan papanya.


Kamu bukan tipe orang yang gampang jatuh cinta.


Tapi papa lihat, saat kamu di dekat Disya kamu terlihat nyaman.


"perubahan kamu akhir akhir ini, papa yakin kalau Disyalah yang membuat kamu berubah.


Benarkan??


Dev hanya terdiam, karna bingung dengan perasaanya.


"Papa lihat Disya itu gadis yang baik, nanti saat kamu sungguh sungguh mencintainya, papalah yang akan mendukung kamu untuk pertama kalinya.


"Dev hanya memanfaatkan Disya pa,"


agar mama tak menjodohkan Dev dengan Clara,


karna Dev tak menyukai Clara.


Dev menarik nafas lalu menghembuskannya pelan.


"Apa kamu mencintai Disya??


tanya pak Wijaya.


Dev menggeleng pelan.


"Enggak pa, Dev hanya mencintai Tiara dan akan selamanya begitu, semua ini hanya pura pura


agar mama tak memaksakan kehendaknya.


Jawab Dev.


"Kamu yakin Dev??


papa lihat mata kamu berkata lain.


papa melihat cinta di mata kamu, cinta yang dulu sempat hilang, tapi sekarang perlahan kembali.


hanya saja kamu tak ingin mengakuinya.


mulut bisa berbohong Dev, tapi tidak dengan hati.


dan semua itu terlihat jelas di matamu.


Dev tak menjawab, hanya terus mencerna semua perkataan papanya.


"Baiklah Dev kalau kamu memang tidak ingin menjawabnya sekarang, tidak papa.


Papa cuma pesan, wanita cantik memang banyak, tapi wanita yang jujur dan yang berani mengatakan kamu tidak waras plus cantik pula, cuma Disya.


Dan di luaran sana banyak pria yang akan memperjuangkan wanita seperti Disya.


jadi,, sebelum terlambat dan dia menjadi milik orang,kamu harus bebar benar tanyakan pada hatimu bahwa itu cinta atau bukan.


"Dev harus mengantar Disya pulang pa, lain kali kita bicara lagi.Lalu Dev keluar dari ruangan pak wijaya.


Dasar anak bodoh, belum sadar kalau lagi jatuh cinta


Sementara itu Disya yang hendak keluar seketika kaget, karna tangannya di tarik seseorang.


"Dasar perempuan murahan, kamu di bayar berapa sama Dev untuk jadi pacarnya, karna saya yakin


kamu sama sekali bukan tipe Dev.


ucap Clara dengan wajah penuh amarah.


"Jadi"

__ADS_1


wanita seperti apa tipe Dev??


apa seperti kamu,??


kalau memang kamu itu tipe Dev, nggak mungkin Dev memilih saya yang biasa ini untuk jadi pacarnya.


saya kasian ya sama kamu, udah saingan sama orang yang bukan level kamu , tapi kamu kalah.


pasti rasanya nggak enak, iyya kan??


Disya tak mau kalah.


"Dasar kurang ajar!!!


teriak Clara dan melayangkan tamparan untuk Disya, tapi dengan cepat Dev menangkap tangan Clara dan menghempaskannya dengan kasar.


"Inilah sifat yang aku paling nggak suka dari kamu Clara.


kamu terlalu arogan,terlalu sombong.


kamu bilang kalau dia rendahan, tapi di mata aku dia lebih segala galanya dari kamu.


ucap Dev.


"Dev,,!!!


kamu jangan keterlaluan ya, Clara itu calon istri kamu


dan mama yakin,kamu cuma bersandiwara kan dengan gadis itu,!


Mama kenal kamu Dev, kamu nggak akan jatuh cinta semudah itu.


Dengan kamu mengatakan kalau kamu mencintai Disya, itu bukan bukti yang kuat kalau kamu beneran pacaran sama dia.Bu Ranti sangat marah


"Mama mau bukti??


lalu Dev menarik Disya dan memegang kedua pipinya


lalu mencium bibirnya dengan mesra dan lama.


DEG!!


Jantungku meronta pemirsa.


Disya yang dari tadi hanya terdiam menyaksikan pertengkaran ibu dan anak, tiba tiba kaget dan membulatkan mata, lalu meremas ujung jas Dev. Disya merasa sangat kesal karna Dev telah sangat berani menciumnya.


Tak terasa air matanya jatuh begitu saja.


Dasar cowok berengsek, berani beraninya dia


Dev yang menyadari air mata Disya, lalu melepaskan ciumannya, lalu menatap Disya dalam, seolah ingin menjelaskan kalau yang tadi cuma sandiwara.


kejadian yang baru saja terjadi, membuat semua orang yang menyaksikannya, menarik nafas hampir bersamaan lalu menutup mulut mereka yang tak sengaja terbuka, sungguh pemandangan yang di luar dugaan.


Clara dan bu Ranti juga tercengang dengan kejadian barusan.


Tak menyangka bahwa dev akan melakukan hal seperti itu di hadapan mereka.


"Aku benciii sama kalian berdua!!


Teriak Clara, lalu berlari keluar dari rumah pak wijaya.


Bu Ranti yang melihat Clara pergi berniat mengejarnya tapi di tahan oleh Dev.


"Ma,, berhentilah mengharapkan Clara menjadi menantu mama, karna itu tidak akan pernah terjadi.


"Diammm!!!


kamu sangat keterlaluan Dev, mamanya Clara adalah sahabat baik mama, dan mama sudah berjanji kalau mama akan menjaga Clara dengan baik.


tapi yang kamu lakukan malam ini sudah sangat menyakitinya.


Apa yang nanti akan mama jelaskan kepada mamanya Clara, kalau sampai mamanya tau bahwa malam ini kita membuat anaknya menangis.


"Dan kamu Disya, saya fikir kamu orang baik


ternyata kamu nggak lebih dari perempuan murahan perusak hubungan orang.


Jangan kamu fikir, karna pernah menolong Nadine


kamu bisa di terima di rumah ini.


Jangan mimpi,, saya tau betul wanita seperti kamu.


menghalalkan segala cara demi uang.

__ADS_1


Emosi bu Ranti sudah tak terkontrol lagi.


"Ma,, cukup!!!


pak wijaya datang dan menarik istrinya lalu membawanya ke kamar.


Disya yang dari tadi masih kesal karna di cium Dev


sekarang tergantikan dengan rasa yang sudah campur aduk. Rasa sedih, bersalah, jengkel, malu, ingin marah.


pokoknya semuanya bercampur jadi 1.


Dengan sekuat tenaga dia menahan air matanya yang sejak tadi berdesak desakan ingin keluar lagi, tapi masih di tahan.


"Sya,,ucapan mama jangan kamu ambil hati ya, mama sebenernya orang baik cuma nggak tau kenapa malam ini tiba tiba jadi khilaf. Susan datang menenangkan Disya.


Susan yang dari tadi berdiri bersama Deni, merasa kaget dengan perlakuan mamanya terhadap Disya


mamanya yang selama ini sangat baik, tiba tiba berubah.


"Kak Dev cepet anter Disya pulang, jangan bengong aja. Susan memukul bahu Dev untuk menyadarkannya.


Dev yang dari tadi hanya mematung melihat wajah Disya yang terlihat sangat sedih, tiba tiba tersadar karna pukulan susan.


"Nggak usak kak, saya pulang sendiri aja"


Lalu Disya berbalik dan berjalan dengan cepat karna sudah tak mampu menahan air matanya yang ingin keluar, setelah keluar dari pintu, akhirnya air matanya keluar begitu saja.


Duh kenapa pake nangis segala sih, bu Ranti bener


kalau aku ini perusak hubungan orang


gara gara perjanjian sialan itu, semuanya jadi kacau


Kak Dev,, cepet kejar"


malah bengong, nggak peka banget sih jadi cowok.


Susan berdecak kesal.


Dev lalu menyusul Disya keluar, mencarinya di halaman rumah ternyata sudah tidak ada.


lalu Dev berlari menuju jalanan ternyata Disya ada di sana. Dev bernafas lega lalu berlari menghampirinya.


"Ayukk saya anter"


ucap Dev sembari memegang tangan Disya


tapi di kibaskan dengan kasar oleh Disya.


"Pak kita harus berhenti sampai di sini aja, saya nggak mau terus terusan menyakiti semua orang dengan kebohongan yang kita buat.


setidaknya carilah wanita lain saja untuk meneruskan ide gila Bapak.


"Kita bicarain nanti, sekarang saya anter kamu pulang dulu.


"Nggak usah saya bisa pulang sendiri"


"Dengan pakaian seperti ini, jangan harap!!!


Dev menarik Disya dengan paksa dan membawanya ke mobil.


*


*


*


*


*


*


Terimakasih ya buat yang selalu setia membaca cerita author.


kalau ada yang merasa ceritanya membosankan


Author minta maaf, karna karya pertama


jadi masih belajar.


kedepannya Author akan berusaha lebih baik lagi


buat pembaca setia.

__ADS_1


Terimakasih buat yang selalu kasih jempol dan selalu komen positif 🙏🙏🙏😊😊😊


__ADS_2