
Sore itu Dev menunggu Disya di parkiran dengan tidak sabar, sesekali melihat jam di pergelangan tangannya.
"Kemana sih dia"
kenapa lama banget, awas aja kalo sampe pulang sama yang lain.
gerutu Dev.
"Disya"!!
pulang sama aku yuk, sekalian kita makan dulu.
Ajak Dimas.
"Emm, aku nggak bisa Dim, aku udah ada janji
lain kali aja yah.
ucap Disya dengan nada seakan tak rela.
gagal deh pulang sama Dimas
gara gara si bos gila
padahalkan mau banget pulang sama Dimas
hiks hiks...
"Emang udah janjian sama siapa Sya??
sama pacar ya,, cie ciee yang udah punya pacar.
goda Dimas.
"Eh enggak kok, cuma temen"
Disya gelagapan.
"Pacar juga nggak papa Sya"
ya udah kalo gitu aku pulang duluan ya.
lalu Dimas pergi meninggalkan Disya.
"Tuh kan, nggak jadi pulang deh sama Dimas.
ucap Disya dengan raut wajah yang kecewa.
Lalu Disya mengambil tasnya dan keluar dari kantor
melihat Dev yang sudah menunggu di parkiran, membuat Disya sangat kesal.
"Heii kenapa lama sekali sih, udah dari tadi ni nungguin.
Dev terlihat sangat kesal.
" Kalau kelamaan kenapa nungguin, bukannya pulang aja.gerutu Disya pelan.
"Udah jangan ngobrol sama hantu cepetan naik"
Perintah Dev.
Disya yang ingin membuka pintu mobil kebingungan karna pintunya tak bisa terbuka.
Dev yang melihat Disya kebingungan langsung tersenyum dan membukakan pintu.
"Buka pintu mobil aja nggak bisa, norak banget sih.
ledek Dev.
"Mobil Bapak aja yang ribet, di mana mana mobil pintunya kalau di buka ke samping nah ini kenapa ke atas, nggak ada manfaatnya, kekanak kanakan.
Disya meninggikan suaranya, karna tak ingin terlihat norak.
"Huhh dasar norak, udah cepetan naik
nggak usah kebanyakan ngoceh.
Disya lalu naik dan hanya terdiam, sesekali memperhatikan ruangan di dalam mobil dan menelan ludahnya.
Oh my wowww
kerenn banget nih mobil
punya mobil sebagus ini, kenapa dia naik motor
jangan jangan nggak kuat beli bensih
ha ha ha
Disya mulai koplak
"kenapa senyum senyum,"
mulai terpesona ya sama mobilnya
ucap Dev yang mulai melajukan mobilnya.
"Terpesona apaan, emang bapak kira mobil Bapak
bagus, pintunya aja norak, apa lagi warnanya.
Nggak sadar ya kalau warnanya lebih norak
udah kaya bungkus permen buat anak anak.
__ADS_1
kekanak kanakan banget. Oceh Disya.
"Udah diem!!!
Bawel banget, nih udah sampe sekarang mandi,
siap siap, terus ke sini lagi.
Saya tunggu 15 menit, kalau sampe 15 menit nggak keluar, saya dobrak pintu kamu.
"Emang mau kemana sih pak, ini kan udah jam pulang kantor, harusnya istirahat.
Nggak mau ah, saya capek mau istirahat.
Disya mulai kesal.
"Nggak usah banyak ngomong, kamu masih harus melunasi hutang kamu, jadi nggak usah kebanyakan tanya.
Atau hukumannya akan tambah berat, mauu??
Ancam Dev.
"Huffffff"
Disya mendedah kasar, tanpa menjawab perkataan Dev, Disya masuk kedalam kosannya.
setelah mandi dan bersiap siap, lalu Disya keluar
dan hendak membuka pintu mobil.
tapi terlihat ragu ragu.
Aduhh tadi gimana ya cara bukanya
ni mobil kayanya sengaja banget mau bikin malu
Dev yang melihat Disya kebingungan, membukakan pintunya lagi.
Dan Disya pun masuk dengan wajah malu.
karna sebelumnya tak pernah melihat mobil seperti ini
biasanya cuma lihat di tv.
Dev melajukan mobilnya, membelah ramainya jalanan kota jakarta yang mulai padat dengan kendaraan.
karna memang sudah jam pulang kerja.
sesekali memutar musik untuk menghilangkan kebosanan.
Disya yang sedari tadi duduk, hanya diam tak menggubris apapun yang di lakukan Dev.
Disya hanya fokus menatap jalanan dari jendela kaca.
Dan tak lama sampailah mereka di sebuah mall besar yang cukup terkenal dan sangat mewah.
tak banyak komentar, Disya lalu mengikuti Dev dari belakang.
Setelah menaiki lift, dan sampailah mereka di lantai 3
menuju butik langganan Dev.
"Pilihlah gaun yang kamu suka, aku akan menunggu di sini. perintah Dev
Lalu Disya berjalan perlahan melihat lihat gaun yang menarik perhatiannya, karna penasaran Disya melihat bandrol gaun gaun yang sudah dia pegang.
Tiba tiba Disya membulatkan matanya dan menelan ludahnya.
Gila!!
baju apaan nih,
mau jualan baju apa mau bunuh orang
masa baju harganya sampe puluhan juta
nggak waras nih orang
Disya lalu memeriksa semua harga baju
tapi tak satu pun baju yang membuatnya suka.
Dev yang menunggunya dari tadi mulai kesal karna Disya tak juga muncul.
Lalu Dev mulai mencari dan akhirnya menemukan Disya.
"Ngapain di sini, bukannya cepetan cari baju
udah malem ni.
Dev terlihat kesal.
"Pak kita pindah toko aja yuk, di sini bajunya nggak ada yang saya suka.
"Kenapa??
bajunya jelek jelek emang??
tanya Dev
"Bukan jelek pak, tapi harganya bikin saya galau tingkat sekarat.
Dev menggeleng gelengkan kepalanya, lalu memanggil salah satu pelayan butik itu.
"mbak tolong perlihatkan gaun model terbaru yang cocok buat gadis ini.
__ADS_1
Dev menunjuk Disya
"Baik pak"
ucap pelayan butik itu
Tiba tiba pemilik butik datang dan menghampiri Dev.
"Dev,, kamu kesini??
udah lama banget ya baru keliatan.
lagi cari apa??
"keyla"
ini,,aku ke sini lagi iseng iseng aja.
ucap Dev gelagapan.
Tiba tiba pelayan tadi datang membawakan gaun yang sangat cantik dan elegan.
"ini pak gaun yang anda minta, saya yakin pasti sangat cocok untuk pacar Bapak.
ucap pelayan butik.
"Dev kamu udah punya pacar??
mana pacar kamu, aku penasaran setelah beberapa tahun akhirnya kamu bisa membuka hati,
pasti dia spesial banget ya.
keyla melihat Disya di belakang Dev dan tersenyum.
Dev yang bingung dengan pertanyaan keyla hanya diam dan tak menjawab pertanyaan keyla.
"Dev!!!
kok diem aja sih dari tadi,
ya udah aku tinggal dulu biar kalian berdua nggak kaku.
"Dian tolong layani teman saya dengan baik ya!!
pelayan tadi hanya mengangguk.
keylapun berlalu meninggalkan Dev dan Disya
Keyla adalah teman Dev dan Tiara waktu SMA.
karna Keyla sangat pintar menDesign baju, akhirnya setela lulus kuliah dia membuka butik sendiri,
Dan butiknya sangat terkenal sampai kalangan atas.
butik keyla adalah butik faforit Tiara.
saat Tiara butuh gaun, pastiTiara mengajak Dev ke butik keyla.
"Cepat pakai bajunya lalu kita pergi!!
"Tapi pak,,,!!
"Nggak ada tapi tapian, ngerti nggak??
Disya lalu masuk ke ruang ganti dan mencoba baju dan sepatu yang tadi di berikan Dev.
Saat Disya keluar dari ruang ganti, semua mata tertuju padanya, tatapan kagum dari setiap mata yang memandangnya, begitupun Dev.
Sampai Dev tak menyadari ponsel yang di pegangnya terjatuh ke lantai.
Ternyata dia sangat cantik
"Pak kenapa sih harus pakai gaun kayak gini emang kita mau kemana??
tanya Disya heran.
"Nggak usah banyak tanya, ikut aja!!
lalu Dev ke kasir untuk membayar baju, sepatu, acsesoris, dan yang lainnya.
"Semua jadi 150 juta pak".
ucap kasirnya.
lalu Dev memberikan ATM kepada kasir.
setelah selesai Dev mengajak Disya untuk pulang.
Disya yang kaget dengan nominal harga yang di sebutkan, seketika mematung dan hampir tak mendengar panggilan Dev
"halooo"
kok diem sih, kamu nggak lagi kesurupan kan??
Dev menggoyang goyangkan bahu Disya
"Eh iyya kenapa pak??
tanya Disya ling lung.
"Ayukk kita kembali ke mobil"
ucap Dev.
Disya yang masih terkejut, mengikuti Dev dari belakang tanpa bersuara karna masih syok.
__ADS_1
apa dia sudah tidak waras membeli ini semua dengan harga segitu, atau aku hanya mimpi
Disya sadarlah sadarlah