
"Clara!!! berhentilah berbuat seperti ini!"
Dev berdiri dan memukul mejanya,
tapi Clara tidak menyerah, dia malah berdiri dan mencium bibir Dev lama dan tak igin melepasnya.
"Wahh, pemandangan indah nih
nggak keren kalau nggak di abadikan."
Disya mengambil Handphone lalu memotret kejadian itu.
"Dasar wanita menjijikkan, pergi dari sini!!!"
Teriak Dev.
karna merasa malu Clara akhirnya pergi sambil menangis.
"Kamu jahat Dev!!!!
Clara yang melihat Disya di luar, menatapnya dengan penuh amarah dan pergi.
"Hehh, kenapa dia???
marahnya sama siapa, melototnya sama siapa?
dasar vampir!!" ucap Disya.
"Tok,, tok,,tok
pak boleh saya masuk??" tanya Disya
"Hmmm, silahkan."
"Ini ada berkas yang harus bapak tanda tangani." Disya menyodorkan berkasnya.
Dev lalu mengambil dan menandatanganinya.
"Mana Handphone kamu,???" tanya Dev
"Buat apa pak??" jawab Disya
"Nggak usah banyak tanya, siniin aja."
Jangan jangan si bayi sapi tau apa yang abis aku lakukan, batin Disya
"Manaaa siniin,!!"
"Eh,, enak aja nggak mau lah pak
ini kan barang pribadi saya, Bapak nggak boleh liat."
"Iyya barang pribadi kamu, tapi ada foto saya di dalemnya."
"Ahh Bapak sok tau, kenapa di HP saya harus ada foto bapak,? memangnya Bapak spesial."
Dev lalu mendekati Disya tapi Disya berlari dan di susul oleh Dev.
Terjadilah kejar kejaran di dalam ruangan Dev.
"Cewek mesum, siniin nggak HP kamu, kamu kira saya nggak tau tadi kamu diam diam mengambil foto saya sama Clara."
"Ihh Bapak salah liat, orang saya nggak ngapa ngapain kok, benner pak. Ucap Disya yang terus berlari Tapi Dev langsung menarik tangan Disya,
membuat Disya langsung berbalik.
"Aku akan memberimu hukuman Karena ini."
ucap Dev.
lalu Dev menarik tengkuk Disya dan mencium bibirnya
Karna kaget Disya tidak menyadari kalau Dev sudah mengambil HP yang ada di tangan Disya, lalu menghapus foto yang tadi Disya ambil.
"Nah sudah selesai." Dev melepas ciumannya
Wajah Disya langsung memerah karena kelakuan Dev.
"B,,Bapak berani sekali ngambil kesempatan dalam kesempitan." Ucap Disya dengan gugup.
"Siapa suruh nggak mau mendengarkan apa kata saya,
jadi itu hukuman buat kamu." Ucap Dev santai.
"ihhh Bapak, bibir saya jadi nggak perawan lagi gara gara Bapak." Disya menyentuh bibirnya lalu memandang Dev dengan kesal.
"Jadi kamu beneran belum pernah pacaran??
__ADS_1
dan belum pernah ciuman juga??"
tanya Dev sambil tertawa, dan Disya hanya terdiam.
"Ehmmmm, kami liat loh kejadian tadi."
susan dan Deni senyum senyum, melihat ke arah Dev dan Disya.
Dev dan Disya menengok secara bersamaan.
"kak susan!!" ucap Disya dengan wajah memerah karna merasa malu.
"Susan, Deni, kalian ngapain di sini??
kok nggak ketuk pintu dulu, nggak sopan!!"
ucap Dev salah tingkah.
"Seharusnya kita yang harusnya nanya, apa yang kalian lakukan barusan??" Susan menaikkan alisnya sebelah.
"Ini nggak seperti yang kalian lihat." Dev mencoba menjelaskan
"Disya,,, sepertinya kamu telah membuat singa yang garang menjadi kucing yang lucu," ledek Susan.
"Aku harus kembali ke meja, masih banyak kejaan."
Ucap Disya, mengalihkan pembicaraan kemudian pergi.
"Susan aku juga mau ke ruangan aku dulu ya
masi banyak kerjaan." Ucap Deni.
"iyya sayang,"
Susan lalu menutup pintu dan mendekati Dev.
"kakak,,, tadi itu maksudnya apa??"
susan menaikkan kedua alisnya.
"i,,itu,,??
kan aku udah bilang yang tadi itu nggak seperti yang kamu lihat." Dev menaikkan nada suaranya karena salah tingkah.
"Emang yang sebenernya kaya gimana kak,??"
susan terus meledek.
"Udah diem!!!
kamu sebenarnya kesini mau apa??
kalau nggak ada kepentingan kamu pulang aja, aku lagi sibuk." Dev semakin salah tingkah.
"Ihhh kakak makin salah tingkah, jangan jangan???"
"SUSANNN!!! Pulang sekarang juga."
"iyya,,iyya, maaf
ni susan cuma mau ngasih proposal susan ke kakak.
Susan pengen minta pendapat kakak soal rencana susan mau buka usaha make up sendiri kak.
Nanti kakak periksa, kalau ada yang menurut kakak nggak setuju nanti kakak tinggal bilang ke aku."
susan menjelaskan
"ya udah taro aja di meja, kalau kamu nggak ada perlu lagi kamu pulang aja." Ucap Dev.
"iyya,, iyya,,"
Susan lalu pergi.
"Hufffffff, gimana ni susan pake ngeliat segala,
kalau dia lapor sama mama gimana??
tapi nggak papa juga, malah bagus biar mama nggak maksain buat nikahin Clara."
Di meja Disya
"Ya ampunnn apa yang tadi terjadi??
Dasar bayi sapi gila, bisa bisanya dia nyium aku,
bodohnya lagi aku malah diem aja, dan sialnya
__ADS_1
kak susan sama kak Deni liat lagi.
aduhh Disya,,, kenapa bodoh banget siiih."
Disya ngacak ngacak rambut.
Di rumah pak wijaya, Clara datang sambil menangis
"Tante,,, hiks hiks
Dev jahat banget sama Clara."
"Clara, kamu kenapa sayang??
kamu kenapa nangis, apa yang Dev lakuin??"
tanya bu Ranti
"Masa aku udah capek capek masak tapi Dev malah maki maki aku, aku sedih banget tante."
Clara terus menangis.
"Ya allah Dev, ko dia tega banget sih,
ya udah kamu ikut tante ke kantor, biar tante kasi pelajaran dia, biar tau rasa,
tega bangen sama calon istrinya."
Bu ranti dan Clara pergi ke kantor Dev
"Raka!!!
di mana Dev??" tanya bu Ranti.
"lagi rapat bu, kalau mau ibu bisa tunggu pak Dev di ruangannya." Ucap Raka.
"Nggak bisa, pokonya panggil Dev sekarang
saya tunggu di ruangannya." Tegas ibu Ranti
"iyya bu." Raka lalu pergi.
"Pak ibunya Bapak nunggu di ruangan Bapak,
saya sudah bilang bapak lagi sibuk, tapi ibu nggak mau tau.
kayaknya ibu lagi marah banget." Bisik Raka.
"Baiklah saya akan segera kesana."
lalu Dev pamit kepada para infestor yang hadir.
"Dimana sih anak itu,?" ucap ibu Ranti
"Mama,, kenapa tiba tiba kesini memangnya ada yang penting sampai mama nggak bisa nunggu Dev selesai rapat???"
"Dev, kamu kenapa sih jahat banget sama Clara??
Clara tu udah capek capek masakin buat kamu,
tapi kamu malah menghina dia, kamu itu sebenarnya kenapa,??
Tiara sudah benar benar membuat hidup kamu dan kita semua susah,
Tiara sudah meninggal Dev, dan Clara itu lebih baik dari pada Tiara.
Kamu mau menyia nyiakan hidup kamu untuk orang yang sudah meninggal, sadarlah Dev
Tiara nggak akan pernah kembali
jadi belajarlah mencintai orang lain."
Dev sangat marah dengan ucapan ibunya
tapi dia tahan karna mendadak ibunya lemas dan terjatuh.
"Ma,, mama kenapa, mama sakit??" Dev mulai panik.
"Perut mama sakit Dev." Ucap bu Ranti lirih.
"Tante kenapa,??" Clara juga panik dan mendekati bu Ranti, tapi tiba tiba bu Ranti muntah muntah,
spontan Clara langsung menjauh karena merasa jijik.
lalu Dev menelfon Dokter untuk segera datang ke kantornya dan menelfon Raka untuk menolongnya.
Disya yang melihat Raka panik, spontan bertanya.
__ADS_1
"Raka kenapa kok panik gitu???"
"Mamanya pak Dev sakit, lagi ada di ruangannya sekarang." Lalu Disya ikut bersama Raka untuk melihat keadaan ibu Ranti.