
Disya melingkarkan tangannya di lengan Dev
lalu mereka berdua masuk ke dalam rumah kediaman pak wijaya.
rumah yang begitu megah, dengan dekorasi bernuansa putih.
semuanya telah di persiapkan sebelum kedatangan Dev.
terlihat ibu Ranti dan Clara bercengkrama dengan para tamu begitu akrab, tak lama mata ibu Ranti tertuju pada Dev dan Disya,menatapnya dengan tatapan heran.
Clarapun ikut menatap Dev dan Disya, tapi dengan tatapan kesal.
hampir semua mata tertuju pada Dev dan Disya
semuanya berdecak kagum.
Tapi tidak dengan Clara, terlihat dari raut wajahnya yang geram.
kenapa Dev bawa wanita miskin itu sih
jangan jangan dia yang udah maksa mau ikut
ihhh awas ya, nanti aku kasih pelajaran
"Dev,, sini sayang"
semua udah nungguin kamu dari tadi.
Ibu Ranti menghampiri Dev dan membawanya pergi dari Disya.
Clara tak melewatkan kesempatannya, dia menyikut Disya dan mengikuti Dev dari belakang.
"Isss dasar vampir!!!
gerutu Disya.
"Dev ayo sayang kita potong kue dulu!!
Bu Ranti menuntun Dev sampai di depan kue ulang tahunnya.
"Make a wish dulu Dev, baru di potong!!
Clara bergelayut manja di lengan Dev.
Disya yang melihat tingkah Clara sangat risih.
Dasar gatel,
udah kayak cacing kepanasan klakuannya
"lalu Dev memejamkan matanya, tak lama setelah tiup lilin dia memotong kuenya.
"Kasih ke calon istri kamu sayang!!
ucap bu Ranti sambil matanya menunjuk ke arah Clara.
Dev lalu berjalan ke arah Clara
terlihat binar bahagia dari wajah Clara, tak menyangka bahwa Dev akan memberikan potongan kue kepadanya.
Clara yang sangat bahagia, bersiap siap membuka mulutnya saat Dev semakin mendekat.
Terlihat Dev yang tersenyum memandang Clara
Clara merasa seakan terbang di udara.
Tapi saat tinggal beberapa inci lagi sampai pada Clara
Dev berhenti dan menatap Clara sesaat, dan tiba tiba melengos begitu saja, membuat Clara yang tadinya berada di awang awang lantas terjatuh ke bumi
sakittt pastinya.
Dev menarik Disya yang sedari tadi berada di belakang Clara, memperlihatkan ke semua orang lalu mengisyaratkan membuka mulut, dengan terpaksa Disya membuka mulutnya.
Clara yang melihat kejadian itu seketika menahan tangis, sedih campur malu karna merasa terabaikan
merasa tak di anggap.
janji janji yang di berikan ibu Ranti tempo hari
janji yang mengatakan bahwa akan membuat Dev menjadi miliknya, semuanya sirna dalam sekejap.
"Dev apa apaan sih kamu,!!
Kue itu harusnya untuk Clara.
Dan wanita itu, kenapa kamu membawanya ke sini
dia kan nggak di undang.
__ADS_1
Bu Ranti berkata penuh amarah.
"Disya pacar Dev ma, mama harus tau
dan semua yang ada di sini juga harus tau kalau Disyalah pacar Dev.
Mendengar perkataan Dev, seketika air mata Clara jatuh tak terelakkan, sedari tadi sekuat tenaga menahan tapi ahirnya jatuh begitu saja.
"kamu jahat Dev!!
Akulah yang paling pertama mencintaimu
dari dulu sampai sekarang, bahkan aku tak membuka hatiku untuk siapapun.
Aku bisa terima saat kamu lebih memilih Tiara dari pada aku, tapi aku tak bisa terima saat kamu
lebih memilih wanita tak berkelas itu dari pada aku
lihatlah, dari segi apapun dia tak ada artinya di banding aku. Suara Clara bergetar air matanya kian deras meluncur.
"Dev kamu keterlaluan!!
Sampai kapanpun mama tidak akan menerima siapapun yang menjadi menantu mama kecuali Clara.
Bu Ranti memeluk Clara mencoba menenangkannya.
Disya yang melihat semua kejadian itu merasa sangat sedih, merasa bersalah karna perjanjiannya dengan Dev sudah menghancurkan hati banyak orang
termasuk bu Ranti yang sangat baik.
"Pak saya mau pulang"
bisik Disya dengan wajah yang sudah sangat bingung.
Tapi Dev mengeratkan genggamannya pada Disya dan menatapnya tajam.
membuat Disya yang ingin menjerit tapi di tahan karna tatapan Dev sudah tak bisa di artikan.
oke oke sandiwaranya masih berlanjut sepertinya
heiii, kenapa dia menatapku seperti itu
seperti ingin menelan hidup hidup saja
batin Disya
"Tapi ma,,!!
"Pergi!!
sebelum mama hilang kesabaran.
Dev lalu membawa Disya pergi, pak Wijaya yang melihat kejadian itu segera menghampiri Dev dan Disya.
"Ke ruangan papa Dev sekarang, bawa Disya juga
bisik Pak wijaya ke telinga Dev.
lalu Dev mengikuti papanya dari belakang dengan tangan masih menggenggam tangan Disya.
Disya mulai tampak takut karna Dev membawanya mengikuti pak wijaya.
mati dah, harusnya aku nggak ngikutin ide gilanya
pak Dev,
siapapun tolong keluarkan aku dari situasi ini
tadi aja udah dapet guncangan hebat
sekarang mau di tambain lagi
haduhhhh
"Pak kita mau kemana sih??
ucap Disya dengan nada pelan.
Dev berhenti dan hanya menatap Disya dengan tatapan yang masih sulit di artikan.
"ihhh kenapa natap kayak gitu terus sih
ngomong kek, biar nggak bingung ngartiinnya
maksutnya apa coba, dari tadi cuma masang muka kayak gitu terus. Disya menggerutu
"nggak usah ngomong sama hantu!!
kalau mau selamat, ikutin aja kemana saya pergi.
__ADS_1
ucap Dev.
"Saya kan ngomong sama Bapak, bukan sama hantu
ehh lupa, Bapak kan zombi sodaranya hantu!!
Dev tiba tiba berhenti dan menatap Disya dengan tatapan membunuh.
"elahhhh, iyya iyaaa gitu amat natapnya
bisa mati muda kalo lama lama sama Bapak
bisa kena serangan jantung tiba tiba.
Disya menghembuskan nafas dengan kasar.
Sesampainya di ruangan pak Wijaya Disya gemetar dan meremas tangan Dev yang sedari tadi tak dia lepaskan.
"Dev,, papa setuju sama pilihan kamu"
ucapan pak Wijaya membuat Disya lega
serasa lepas dari tali yang dari tadi mengikatnya.
tapi masih tetap bingung dengan ucapan pak wijaya.
"Kalian itu sehati ya, dari tadi diem aja
udah gitu tangannya nggak mau di lepas lepas
betah banget kayaknya pegangan.
Tambah Pak Wijaya di iringi tawa yang menggoda.
Dev dan Disya tiba tiba saling memandang dan melihat tangan mereka yang masih saling menggenggam, lalu serentak saling melepaskan.
"Pak kita cuma pu,,,"
Karna tak tahan Disya berniat jujur pada pak wijaya
tapi belum sempat dia menyelesaikan kata katanya
tiba tiba Dev menginjak kaki Disya.
"Issss, ini sepatu mahal pak"
jangan nginjek sembarangan!!
Gerutu Disya.
Dev melotot pada Disya, mengisyaratkan untuk diam.
lalu hening untuk sesaat.
"Disya kenapa kamu mencintai Dev??
tanya pak wijaya penuh selidik.
Disya melemparkan pandangan pada Dev karna dia bingung mau menjawab apa.
"karna dia tampan pak!!
jawab Disya ragu ragu
Dev tersenyum mendengar jawaban Disya.
"Selain itu, apa lagi yang sudah membuat kamu menyukai Dev??pak wijaya tampak merasa tak puas dengan jawaban Disya.
"emmm,, karna dia sedikit tidak waras pak!!
Disya memelankan suaranya.
"Ohooo, benarkah"??
pak wijaya tak bisa menahan tawanya, dan akhirnya tergelak mendengar perkataan Disya.
Dev yang mendengar perkataan Disya seketika mendengus kesal.
"Dev pacarmu sangat benar, kalau kamu memang tidak waras. pak wijaya melanjutkan tawanya.
"Heiii Dev jangan melotot pada calon menantu papa ya, atau papa akan memberikanmu pelajaran.
ucap pak wijaya.
Dev yang melotot ke arah Disya tiba tiba tertunduk mendengar ucapan ayahnya.
"Disya kalau Dev menyusahkan kamu, bilang saja pada om, karna om akan memberikan dia pelajaran.
Disya tersenyum dan melihat ke arah Dev seraya menaik turunkan alisnya.
__ADS_1