Bosku Cintaku

Bosku Cintaku
Cemburu


__ADS_3

Malam hari di rumah Disya, Dev bangun untuk buang air kecil, setelah selesai Dev kembali akan tidur tapi tiba tiba melihat Disya yang tertidur sangat pulas.


selain baik ternyata cewek mesum ini cantik,


terimakasih karena telah menolongku hari ini


Dev mengingat saat Disya menolong ibunya


Disya sama sekali tidak terlihat jijik dengan muntah ibunya, berbeda jauh dengan Clara yang langsung menjauh saat ibunya muntah.


"Terimakasih Disya untuk yang kamu lakukan hari ini"


ucap Dev pelan.


Paginya Disya bangun sangat pagi dan langsung memasak untuk sarapan.


Disya melihat Dev yang tertidur sangat nyenyak


yang hanya beralaskan selimut Disya.


karna Disya hanya memiliki satu kasur lantai dan Disya yang memakainya.


Setelah selesai memasak Disya menghampri Dev.


"Pak bangun, sarapan dulu sebelum pulang"


Dev menggeliat geliat lalu bangun dan meregangkan ototnya.


"Hari ini kamu kerja???" tanya Dev


"Iyya pak, emang bapak nggak kerja??"


"Ya udah bareng aja, sekalian saya mau ke kantor." (Dev)


"Loh, Bapak nggak ganti baju dulu??" (Disya)


"Nanti aja di kantor, tadi saya udah nyuruh Raka buat nganterin baju saya ke kantor."


"Raka sebenarnya sekertaris, apa pembantu pak


kok di suruh bawain baju juga?"


tanya Disya heran


"Terserah kamu mau mikir apa aja." Dev terus makan.


Setelah selesai sarapan keduanya berangkat bersama


sampai di kantor suasananya masih sepi


karena mereka berangkat terlalu pagi,


akhirnya Disya nongkrong di kantin sambil menunggu Nabila.


"Hai Sya," sapa Andri


"Sendirian aja, aku temenin ya??"


"Iyya boleh, ya udah duduk." Ucap Disya


"Eh Sya, minggu depan orang kantor pada mau jalan jalan ke puncak, kamu mau ikut gak??"


"Mau ngapain??" tanya Disya


"Mau jadi kuli bangunan!!


ya mau refresing lah Disya, emang mau ngpain lagi.?"


"Ooo, tapi Nabila ikut nggak??"


"Pasti ikut lah Sya, kemaren dia udah bilang kalau mau ikut.


Nanti kamu duduk sama aku ya Sya??"


Andri memohon sambil masang tampang lucu.


"Nggak mau ah, Aku sama Nabila aja."


"Ya ampun Sya, masa duduknya sama perempuan juga, tar di kira lesbi loh gara gara berdua Nabila terus."


"Biarin aja Wlee." Disya lalu pergi.


"Sya, hari ini ada rapat, kamu jangan telat ya."

__ADS_1


ucap Deni.


"Iyya pak siap."


Disya lalu pergi ke ruang rapat, tapi rapatnya belum di mulai karena Dev dan susan belum datang.


Tak lama Dev dan susan Datang.


"Pagi semuanya,


ini adik saya susan, dia baru saja lulus kuliah di Amerika, dan sekarang akan ikut bergabung di perusaan kita dan akan membuat produk baru,


jadi apa pendapat kalian tentang produk ini dan apa saran kalian tentang pemasarannya nanti.??"


Dev mulai memperkenalkan susan, dan produk yang akan di buat nanti.


"Ada yang punya ide tentang pemasarannya??"


Dev mengulangi pertanyaannya


"Saya pak!" Disya mengangkat tangannya.


"Iyya silahkan" Dev mempersilahkan.


"Bagaimana kalau pemasarannya lewat Online juga,


karna kebanyakan masyarakat sekarang tidak bisa lepas dari sosmed pak." Disya menjelaskan.


"Bagus saya suka Ide kamu Sya." Ucap susan kagum.


"Terimakasih Bu."


Setelah berdiskusi untuk produk yang akan di luncurkan susan, akhirnya rapat selesai.


"Oke, semuanya terimakasih untuk semua sarannya


besok kita akan mengadakan syuting iklan untuk Brand produk kita, jadi semuanya terimakasih untuk hari ini,.(Dev)


Sorenya Disya bersiap siap untuk pulang dan berjalan menuju parkiran tapi sebelum sampai parkiran kakinya terpeleset dan seketika hampir jatuh tapi tiba tiba di tangkap oleh seseorang.


"kamu nggak papa??"


"Nggak papa terimakasih." jawab Disya


aku temen SMP kamu dulu."


"Siapa ya??" Disya sedang mengingat ngingat.


"Aku Dimas, masa lupa."


"Oh iyya aku inget,!!


loh kamu ngpain di sini??


kamu kerja di sini, kayaknya aku baru liat."


"Iyya tadi aku di panggil buat wawancara kerja,


alhamdulillah keterima sebagai sutradara


produk yang akan di luncurkan nanti." Ucap Dimas dengan semangat.


"Wahhh, baguslah berati kita satu kantor skarang"


ucap Disya senyum senyum.


"Eh Sya sekarang kamu beda ya, nggak kayak dulu


aku sampai hampir nggak ngenalin kamu, sekarang kamu cantik banget." Puji Dimas.


"Ahh, masa sih biasa aja kok perasaan."


Wajah Disya memerah karna malu.


"Pasti beruntung banget deh yang jadi pacar kamu sekarang." ucap Dimas.


"Kamu terlalu muji, aku nggak secantik itu


buktinya masih jomblo Ampe sekarang."


"Masa sih Sya, kayaknya nggak mungkin deh kalau kamu belum punya pacar,


ya udah aku mau banget kok jadi pacar kamu."

__ADS_1


Dimas tersenyum sangat manis.


"Apa!!!" Disya kaget karena seorang Dimas yang dari dulu jadi idola tiba tiba ngajakin pacaran.


"Becanda Sya, nggak usah syok begitu."


kirain beneran, kalau beneran kan pasti aku mau bangettt.


Keduanya tertawa bersama, Dev memperhatikan mereka dari jauh.


"Apa itu, ketawa ketawa sama cowok yang baru di kenal, dasar ganjen.


Sama aku aja nggak pernah tertawa begitu


jangan jangan dia suka sama cowok itu."


gerutu Dev


"Ehmmmm, kenapa kak??


kayanya lagi kesel, kesel kenapa?"


tanya Susan.


"Nggak papa, mau tau aja."


Ucap Dev jutek.


Susan melihat Disya dan Dimas sedang tertawa bersama.


"Oooo, jangan jangan kakak kessel ya gara gara ngeliat Disya sama Dimas."


"Enak aja, kenapa mesti kessel ngeliat mereka,


lagian dia kan bukan pacar aku, dan nggak mungkin aku bisa suka sama cewek kaya dia."


"Tapi kok muka kakak kaya kessel gitu sihhh"


Susan terus menggoda.


Tapi Dev lalu meninggalkan susan karna kessal.


"Huhhh, bilang aja cemburu.


Tunggu tunggu kalo kakak cemburu berati kakak udah bisa jatuh cinta lagi, wah ini berita bagus."


setelah beberapa saat menunggu akhirnya Deni datang, merekapun pulang berdua.


"Disya, aku anter pulang ya!" ajak Dimas.


"Ah nggak usah, aku bisa pulang sendiri kok."


ucap Disya.


"Pokoknya aku maksa." Dimas menarik tangan Disya


lalu mereka masuk ke dalam mobil.


Dev yang melihat itu semakin kesal.


"Baru kenal aja, udah mau di pegang pegang


pake pulang bareng segala lagi, dasar murahan awas aja nanti aku kasih hukuman baru tau rasa." gerutu Dev


"Sya sebelum pulang kita makan dulu ya, aku sangat lapar!!" ajak Dimas.


"Baiklah" Disya menuruti keinginan Dimas.


Setelah sampai di restoran mereka memesan makanan dan minuman lalu memakannya sambil mengobrol masa masa dulu sambil sesekali tertawa bersama.


Dev yang mengikuti mereka sejak tadi juga ikut masuk ke restoran, Dev sangat kesal melihat mereka tertawa bahagia.


"Awass ya kalian berdua!" Dev mengepalkan tangannya.


Setelah selesai makan Dimas mengantar Disya pulang


sementara Dev di rumah sangat kesal dan tidak bisa tidur.


Ada apa denganku, kenapa aku seperti ini


aku hanya mencintai tiara dan kenapa aku harus perduli dengan apa yang di lakukan wanita itu


Sementara itu Disya sangat bahagia karena bertemu dengan teman lama dan bisa makan bersama.

__ADS_1


__ADS_2