Bosku Cintaku

Bosku Cintaku
Lope lope


__ADS_3

Pagi itu, setelah Dev siap siap berangkat ke kantor dia membuka laci yang ada di samping tempat tidurnya,


melihat sebuah kunci mobil yang sudah sangat lama dia simpan, karna tak punya keberanian lagi untuk memakainya.


Tapi entah kenapa hari ini ada sebuah rasa yang aneh mendorongnya untuk kembali mencoba menaiki mobilnya lagi.


Setelah mengambil kunci mobilnya,


Dev pun turun untuk sarapan dengan yang lain


dan menaruh kunci mobilnya di atas meja dekat sarapannya.


Ibu Ranti yang melihat kunci mobil Dev sontak saja kaget dan tersedak.


"Uhukkk,,uhukkkk,,"


"Ehh mama nggak kenapa kenapa??


makannya pelan pelan aja ma.


ucap pak Wijaya seraya memberikan air minum.


setelah minum dan merasa enakan, bu Ranti memberanikan diri untuk menanyakan perihal kunci mobil itu.


"Dev,, kenapa kamu bawa kunci mobil??


bukannya kamu trauma naik mobil sayang.


tanya bu Ranti.


"Oh,, ini ma"


Dev mau nyoba naik mobil lagi, kasian mobilnya kalau kelamaan nganggur nanti rusak.


Bu Ranti yang mendengar jawaban Dev langsung berdiri dan menuju ke arah Dev dan memeriksa kepala Dev.


"Dev,, coba liat kepala kamu, nggak ada lukanya kan??


semalam kamu nggak habis kecelakaan kan??


Bu Ranti terus membolak balik kepala Dev


mencari mungkin saja ada luka di kepalanya.


"Mama apaan sih, Dev baik baik aja ma.


Dev mulai kesal dengan tingkah ibunya.


"Terus kenapa tiba tiba kamu mau naik mobil


alasannya apa??


tanya bu Ranti heran


"Nggak ada alasan spesial sih, cuma pingin aja


nggak papa kan!!!


kilah Dev.


"Ya boleh aja si sayang, cuma mama agak syok aja


kok tiba tiba begini, sebelumnya kamu nggak pernah cerita kalu mau naik mobil lagi, setelah kejadian bertahun tahun yang lalu.


"Kak Dev lagi lope lope kali ma, makanya sekarang perubahannya drastis.


sahut Susan yang sejak tadi juga memperhatikan tingkah kakaknya yang tiap hari makin berubah.


"Husss, sembarangan"


jangan gosip pagi pagi, mending makan yang bener biar otaknya waras. ucap Dev yang tengah sibuk sarapan.


"Yeeee, beneran juga nggak papa kali kak,


kan malah bagus.


"Emang bener Dev yang susan bilang??


Tanya bu Ranti seolah tak percaya.


"Apaan sih ma, mau aja dengerin Susan


dia itu tukang gosipp.


setelah minum Dev lalu meraih kunci mobilnya dan berjalan ke luar.


Perlahan Dev membuka pintu mobil dengan ragu ragu

__ADS_1


karna mengingat mobil yang ada di hadapannya


adalah mobil yang suka dia pakai bersama dengan Tiara.


Dan wajahnya tampak sedih kala mengingat kejadian pahit yang menimpa calon istrinya dulu.


Dev sudah duduk tepat di kursi pengemudi dan memanaskan mesin mobilnya.


Dev menengok tepat ke arah kursi samping, terlintas kenangan Tiara saat dia berkata dengan lembut


"Sayang nyetirnya liat ke depan jangan liat ke aku


kalau kamu nabrak terus kamu kenapa kenapa


aku nggak mau ya jadi janda muda.


Begitulah ucap Tiara.


Seketika mata Dev mulai buram dan tak butuh waktu lama bulir bening meluncur begitu saja membasahi kedua pipinya.


"Shitttt,, apa yang aku lakukan di sini??


Aku tidak akan pernah bisa melakukan ini.


Dev memukul kemudinya dengan keras dan hendak beranjak keluar, tapi baru saja dia akan membuka pintu, tiba tiba terngiang suara Disya.


"Bukan gitu pak saya nggak nyaman aja naik motor kayak gini, ini motor mesum pak.


motor buat pasangan yang lagi di mabuk cinta


lihat saja bentuknya, nungging begitu


belum ngerem aja udah hampir jatuh di punggung Bapak, gimana kalau udah ngerem.


isss mesum bnget, nggak mau ah.


Begitulah yang di ucapkan Disya.


Dan saat mengingat Disya di antar Dimas naik mobil


itu membuat Dev sangat kesal.


Dasar gadis bodoh, selalu saja memaksaku melakukan hal hal yang bodoh.


Aku bahkan trauma naik mobil


Dev lalu memejamkan matanya, teringat pertengkaran pertengkarannya dengan Disya yang membuatnya tersenyum dan tak butuh waktu lama mobilnya melaju perlahan, dan lama kelamaan Dev mulai bisa mengendarai mobilnya dengan lancar.


Sesampainya di kantor Dev memarkirkan mobilnya.


Lamborghini warna merah terparkir dengan sangat keren di area parkiran kantor, membuat semua wanita di kantor berdecak kagum dan bertanya tanya, siapakah pemiliknya.


Dan saat Dev keluar dari mobilnya semua terkejut menahan nafas, tak kuasa menghembuskan nafas lagi


semua terpesona, tak terkecuali Disya yang tak perduli


sama sekali dengan pemandangan yang ada di hadapannya.


"Kalian kenapa sih, kaya lagi ngeliat hantu aja


sampai nggak kedip gitu!!


ucap Disya heran.


"itu bukan hantu Sya tapi malaikat yang sangat tampan. Nabila terus memperhatikan Dev


"Pak Dev keren bangettt, aku sampai nggak bisa nafas.


sepertinya aku butuh nafas tambahan.


timpal Natasya.


"Ya ampunn, lebbay banget"


ngeliat manusia kayak gitu aja ampe hampir mati gara gara nggak bisa nafas, gimana kalau jadi pacar dia, yang ada kalian langsung tewas seketika. Dasar nggak waras, liat tu air liurmu hampir saja menetes.Disya menunjuk Natasya yang sedang terpesona melihat Dev.


Natasya yang menyadari hal itu langsung menutup kembali mulutnya yang tadi terbuka lebar.


lalu Disya pergi meninggalkan wanita wanita yang sedang terpesona.


Dev yang melihat Disya pergi dan sama sekali tak bereaksi dengan penampilan barunya, merasa sangat kesal, padahal tak bisa di pungkiri semua perubahannya selama ini hanya karna Disya.


Dev yang kesal menghampiri Disya


"ke ruangan saya sekarang, nggak pake mikirr!!!


lalu Dev pergi tanpa mendengarkan apa yang akan Disya katakan.

__ADS_1


"Ihh kenapa sih tu orang, ini masih pagi kali


main nyuruh nyuruh ke ruangannya aja.


Dia tiap hari di kasih makan apa sih, kenapa tingkahnya selalu saja tidak masuk akal.


Disya mendesah kasar lalu pergi.


Disya yang sedang kesal masuk ke ruangan Dev tanpa mengetuk pintu.


"Bisa ketuk pintu dulu nggak kalau mau masuk,


nggak sopan tau.


"Elahhh, Bapak aja nggak lagi sibuk kan, terus nggak ada orang juga, ya nggak papa kan kalau sekali kali lupa!!


Namanya juga manusia, doyan khilaf.


lagian kenapa sih pak pagi pagi udah di suru ke sini aja??tanya Disya kesal


"Saya cuma mau bilang kalau nanti pulangnnya sama saya aja, jangan sama yang lain. jawab Dev


"Emang kenapa saya harus pulang sama Bapak??


saya bisa kok pulang sendiri, nggak perlu di anter.


Ohooo,,jangan bilang kalau Bapak mau pamer mobil.


iyya kan??


dassarr kekanak kanakan, udah tua masih suka pamer


dia kira aku akan terpesona dengan tingkahnya


seperti wanita wanita di luar kantor tadi.


"Sembarangan"


siapa juga yang mau pamer, lagian saya bawa mobil juga karna lagi pingin aja, bukan karna punya maksud yang lain kok.


Dev menjawab dengan ragu ragu.


"Ya udah kalau gitu, nggak usah maksa pulang bareng


emang saya anak kecil, yang nggak berani pulang sendiri, saya cukup kuat kok ngadepin orang yang berani menggoda.tegas Disya dengan nada sedikit sombong


"saya nggak mau tau, pokoknya kamu pulangnya sama saya.


kamu masih punya hutang 2 bulan sama saya, saya nggak mau kalau kamu kenapa kenapa sebelum hutang kamu lunas.


Kalau sampai kamu nggak nurut dan berani pulang sama yang lain


tamat riwayat kamu.Ancam Dev


cihh, beraninya ngancem doang,


dia kira dia tuhan bisa ngabisin orang


kalau bukan karna hutang, udah lama aku bikin dia patah tulang.


nggak perduli dia bos atau siapa pun


di pecat juga bodo amat


dari pada tiap hari harus ngeladenin tingkahnya yang nggak masuk akal


"Ya udah, kalau nggak ada yang lain saya permisi pak


kerjaan saya juga masih banyak, bukan cuma harus nurutin kegilaan Bapak.


Disya berlalu tanpa memperdulikan Dev lagi.


"Heii, beraninya kamu ya ngatain saya gila.


Teriak Dev,, tapi Disya tak menggubris teriakan Dev.


"Mana ada coba karyawan yang sekurang ajar dia


punya nyawa berapa dia, berani sekali berkata seperti itu.


nggak bisa manis sedikit apa??


kalau sama yang lain dia begitu manis, bicaranya juga tertata rapi, tapi kenapa kalau sama bosnya dia sangat kurang ajar.


sepertinya aku terlalu lembut padanya, makanya dia bersikap seenaknya begitu.


Tunggu saja ya, aku akan membalasmu.

__ADS_1


Dev yang kesal mengepalkan kedua tangannya.


__ADS_2