
Pagi pagi Disya sudah sampai kantor, dia melihat Deni dan Susan sedang menikmati sarapan di kantin.
"Hay Sya,.
"sini gabung sama kita," panggil Deni
"Iyya kak,"
Disya pun duduk di dekat Susan.
"Disya udah sarapan belum??
kak susan pesenin ya,??"
"Ah nggak usah kak, aku udah sarapan di rumah."
jawab Disya.
kak susan ternyata ramah dan sangat baik
pantas saja kak Deni mencintainya
ucap Disya dalam hati
"Oh ya sya minggu depan kak Deni sama kak susan mau tunangan, kamu dateng ya??"
"Ini undangannya, kamu spesial kak Deni undang soalnya kamu sudah seperti adik buat kak Deni.
datang ya??"
"Iyya kak insya allah, kalo gitu saya permisi ke meja saya dulu ya kak."
Pamit Disya
Sesampainya Disya di mejanya, Nabila sudah menunggu,.
"Eh sya kamu dpet undangan nggak dari pak Deni
dia mau tunangan lo, minggu depan."
"Katanya calonnya itu teman masa kecilnya pak Deni.
selama ini calonnya itu kuliah di Amerika
pas kuliahnya sudah selesai dia pulang ke Indonesia buat tunangan sama pak Deni."
"Pak Deni itu setia banget ya sama pacarnya, di tinggal bertahun tahun tapi tetap setia nungguin pacarnya,
selama ini kita nggak pernah kan ngeliat pak Deni jalan sama cewek lain.
Dan ternyata pacar pak Deni itu adalah anak dari yang punya perusahaan ini." Cerita Nabila.
*T*ernyata mereka teman dari kecil,
mereka memang pasangan yang sangat serasi
kenapa aku begitu bodoh selama ini.
"Eh Sya kenapa malah bengong, kamu dengerin aku nggak??"
"iyya denger,,Bawelll."
Ucap Disya dengan wajah sedih.
"Terus kamu mau dateng nggak??"
"Nggak tau, kayanya aku males"
"Dateng aja sih Sya, masa kamu nggak menghargai pak Deni, selama ini kan dia baik sama kamu."
"Iyya juga sih, ya udah deh liat nanti aja."
jawab Disya
"Dateng sama aku aja ya Sya, Please,,,.??"
Andri memohon seraya memasang wajah termanisnya.
"nNggak usah sok manis gitu, dari sananya udah pahit.
"Kaya hidup Disya, pahitt, ha ha ha"
Nabila tertawa puas.
"Nabila,,, awas ya!!!"
Disya sudah mengepalkan tangannya.
"Kaburrr," Nabila pun pergi.
__ADS_1
"Gimana Sya, mau nggak???"
tanya Andri
setelah berfikir sejenak, Disya pun setuju
"Ya udah deh dari pada Bete sendirian di sana."
"Oke deh siipp, nanti aku jemput jam delapan ya???"
"Iyya,,,," jawab Disya.
Di rumah keluarga wijaya
Dev sudah pulag kerja dan mlihat keluarganya yang sedang berkumpul.
"Dev sini mama pngen bicara,."
"Iyya ma, ada apa??"
"Adikmu susan akan bertunangan,."
"Memangnya kenapa??" jawab dev tak perduli.
"Malah nanya kenapa??
memangnya kamu juga nggak mau cari calon istri??" "Nanti kamu jadi jomblo berkarat sayang,,
mama takut kalo kamu terlalu lama menjomblo
nanti kamu malah tidak menyukai wanita
dan malah menyukai sejenis, ihhhhh,"
mama Dev bergidik ngeri.
Semua yang berkumpul di ruang tamu tertawa terbahak bahak.
Dev pun langsung melotot ke arah mereka dengan ekspresi tidak suka.
"Mama apaan sih, Dev masih normal tau,."
Dev pun pergi dengan kesal.
"Mama apaan sih, kasian tau kak Dev,!!
mungkin dia masih belum bisa melupakan Tiara"
"Tapi mama takut kalo di biarin terus menerus dia akan selamanya menjomblo, dan tidak akan memiliki keturunan,
pokoknya mama harus cari cara agar dia bisa kembali normal."
sementara itu di Kosan Disya.
"Apa aku harus ke pesta itu, tapi aku nggak sanggup
melihat kak Deni bertunangan, dan kalo sampe si bayi sapi datang juga dan melihat wajah aku yang sedih
pasti dia akan mengolok ngolok aku,
karna sepertinya dia tau perasaanku."
"Ya tuhannn, kenapa semua ini harus terjadi padaku sih." Gerutu Disya sambil mengacak ngacak rambutnya.
Tibalah saatnya pesta pertunangan Deni.
Disyapun sudah bersiap siap dan menunggu jemputan dari Andri.
"Hay Sya, udah siap???"
Andri datang dengan taxi.
"Udah," jawab Disya
"Wahh kamu cantik banget." Puji Andri.
"Terimakasihh, nggak ada uang receh."
Andri pun tersenyum
"Ya udah ayuk nanti kita kemaleman."
Mereka pun berangkat.
Setelah sampai Disya ragu ragu untuk masuk.
"Kenapa Sya??" tanya Andri.
"Ah nggak papa kok Ndri, cuma sedikit nggak enak badan aja."
__ADS_1
"Ya udah kita pulang aja," ajak Andri dengan wajah cemas
"Nggak papa kok Ndri, masa udah sampe di sini kita pulang sih."
"Ya udah deh," ucap Andri.
"Disya,, snii!!!" panggil Nabila
"iyyaa,,"
"Ndri aku ke Nabila dulu ya."
"Oh ya udah aku juga mau gabung sama yang lain."
Ucap Andri.
Disya pun menghampiri Nabila.
"Cie ciee yang dateng berdua, kayaknya ada yg udah mulai ada rasa nih,,." ledek Nabila.
"Apaan sih, orang cuma sekalian dateng bareng aja kok."
"Masa sihh??
kok kayanya aku gak percaya ya,,"
"Nabila jangan mulai dehh,,."
"iyya iyya, galak banget.
mama Sapi!!"
"NABILAA!!" Disya mulai geregetan.
"Iyya Sya ampun,, galak banget sih, pantes aja sampe sekarang belum dapet pacar, orang kamu galak sih"
"Biarin aja, Wlee,,"
Disya pun pergi meninggalkan Nabila,
Disya duduk sendirian di taman dekat kolam renang
karna tidak mau muka sedihnya di lihat orang.
sementara itu, acara sudah di mulai dengan bertukar cincin.
Setelah itu pak wijaya ingin mengumumkan sesuatu.
"Hadirin sekalian, di hari bahagia ini saya juga ingin menyampaikan sesuatu, ucap pak wijaya.
karna usia saya yang tidak lagi muda saya akan menyerahkan perusahaan kepada anak lelaki saya
Devano Putra Wijaya."
Dev yang mendengar itu terbelalak merasa tidak percaya.
"Tapi pa, Dev kan baru aja sebulan bergabung di perusahaan."
"Nggak papa nak, papa sudah yakin sama keputusan papa, lagi pula papa lihat belakangan ini kamu mulai berubah, lebih bertanggung jawab.
jadi papa harap dengan keputusan ini kamu bisa lebih bertanggung jawab."
Setelah berfikir sejenak akhirnya Dev menganggukkan kepalanya.
"Baiklah pa,Dev setuju."
"Terima kasih nak, semoga kamu bisa bertanggung jawab atas perusahaan ini dan membuat perusahaan semakin maju. ucap pak wijaya dengan wajah bahagia.
"Dev pun memeluk papanya,,
Dev janji pa akan berusaha menjalankan perusahaan dengan baik.
Sementara semua menikmati pestanya, Disya masih termenung di taman, tiba tiba,,!
"Tolong,,tolong,,
mama,, papa,, tolong Nadine!!"
Disya mendengar suara seseorang minta tolong, dia mencari cari di mana suara itu.
Ternyata ada anak kecil yang tercebur di dalam kolam renang, Disya pun spontan berlari dan melompat ke dalam kolam renang dan menolong anak kecil itu.
Sambil menekan nekan dada anak itu, Disya berteriak minta tolong.
Susan yang mendengar teriakan seseorang mencari cari asal suara itu, dan melihat ke arah Disya yang sedang menolong Adiknya,
Sontak saja Susan langsung memberi tahu mama papanya.
"PAPA,, MAMA,,,"
__ADS_1
"Nadine jatuh ke dalam kolam..!!!"