Bosku Cintaku

Bosku Cintaku
Nadine yang Manis


__ADS_3

Semua berlari ke arah Nadine dan Disya, semua tampak panik


"Nadine,, sayang kamu kenapa??


bangun sayang ini mama."


setelah di goyang goyangkan oleh mamanya akhirnya


Nadine batuk dan mengeluarkan air dari dalam mulutnya


lalu membuka matanya.


"Mama,,," Nadine memanggil mamanya dengan pelan.


"Cepat bawa Nadine ke kamar pa,,!!


terus panggil dokter."


"Oh iyya terima kasih karna telah menolong anak saya"


bu Ranti mengatakannya kepada Disya.


"Iyya nyonya sama sama.


"Disya terimakasih ya."


Ucap susan.


"Baju kamu basah ganti baju tempat kak susan yukk!!


nanti kamu sakit."


"Nggak usah kak nggak papa kok."


"Eh kalau kamu nggak nurut kamu nggak boleh pulang pokoknya..!!


ancam susan


"Baiklah kak," akhirnya Disya mengalah


Disya bangkit dan berjalan mengikuti Susan,


tapi baru beberapa langkah dia berjalan


tubuhnya terasa lemas dan akhirnya terjatuh,


untung saja di belakangnya ada Dev. Dengan sigap Dev menangkap tubuh Disya.


"Loh Dev Disya kenapa??" tanya susan.


"Nggak tau kenapa, tiba tiba pingsan, jawab Dev.


"Ya sudah cepat bawa ke kamar kak Dev aja!" ucap susan.


"Loh kok di kamar aku, nggak mau ah di kamar kamu aja!!"


"Di kamar aku masih berantakan kak Dev, udah jangan banyak ngomong nanti dia keburu mati kedinginan."


Dev pun akhirnya menuruti perintah susan,


"Gadis ini sangat menyusahkan, kecil kecil tapi badannya berat


makan apa si kamu, apa makan batu kali makanya berat begini??"


gerutu Dev


setelah sampai di kamar, Dev pun menyuruh pembantunya mengganti pakaian Disya.


"Bi' gantiin pakaian gadis ini ya??"


lalu pembantu Dev meminta baju ganti dari kamar Susan,


Susan pun memberikan bajunya untuk Disya.


Setelah bajunya di ganti Dev pun masuk untuk ganti baju juga


lalu memperhatikan Disya.


"Ternyata cewek mesum ini cantik juga kalau lagi tidur.


kalau bangun aja, cerewet banget kayak petasan."


gumam Dev.

__ADS_1


"Aduhhh kok jadi muji dia sih." Dev pun menggaruk garuk kepalanya yang tidak gatal, Dev memeriksa kening Disya dengan tangannya


lalu pergi mengambil kompresan, lalu mengompres kening Disya.


Dev tidur di sofa sambil sesekali mengganti kompresan Disya


Saat pagi Disya membuka matanya, ternyata di depannnya sudah ada Nadine yang memandanginya.


"kakak udah bangun,,??


"hah iyya, kakak lagi di mana ini?? tanya Disya


"kakak lagi di rumahnya Nadine, kata mama semalam kakak pingsan pas abis nolongin Nadine."


"Cup,,"


Nadine mencium pipi Disya.


"Kata mama kalau kita abis di tolong orang kita harus mencium orang itu, terimakasih ya kak karna udah nolong Nadine"


"Ihhhhh kamu manis banget sih Nadine," ucap Disya sambil mencubit pipi Nadine.


"Ayukk kak sekarang kita sarapan, tadi mama nyuruh Nadine manggil kakak buat sarapan.


"Ya udah kakak siap siap dulu ya


setelah selesai siap siap Disya keluar bersama Nadine


"Sya,, ayuk sini ikutan sarapan!" panggil Susan.


"iyya kak."Disya pun duduk di smping susan


tapi tiba tiba Disya kaget karna di depannya ada Dev yang sedang makan


"Ehh bapak kok ada di sini, bapak ngikutin saya ya??"


Dev pun diam saja, hanya memasang wajah datar.


"Kak susan kok orang itu ada di sini, apa dia supir keluarga kakak??"


bisik Disya, tapi susan hanya tersenyum.


"Udah makan aja dulu nanti aja ngobrolnya, ucap Susan.


"Ma Dev berangkat dulu, Dev mencium pipi mamanya lalu pergi.


Disya pun membulatkan matanya mendengar kata mama.


Apa???


ternyata dia anaknya pak wijaya


ucap Disya dalam hati sambil nepok jidatnya


"Mati akuu" gumam Disya.


Dev pulangnya jangan malam malam, mama udah atur kencan buat kamu, teriak bu Ranti


"Dev nggak ada waktu ma, Dev pun berlalu.


"Ihhhh anak itu, mau jadi jomblo karatan apa??"


gerutu mama Dev


Setelah semua selesai makan, semua berkumpul di ruang tamu.


Nadine yang sejak tadi memperhatikan Disya mulai gelendotan di pangkuan Disya sambil carper.


"Nadine turun sayang kasian kak Disya." Ucap susan.


"Loh kalian udah saling kenal??"


tanya ibu Ranti.


"Iyya ma Disya ini kerja di kantor papa,!!"


"Oooo, sekali lagi terimakasih ya Disya," ucap ibu ranti.


"iyya nyonya sama sama."


"ehh jangan panggil nyonya, panggil tante aja.


"ooo iyya tante sama sama.

__ADS_1


"Kak main di kamar aku yukk,!" ajak Nadine


"Jangan Nadine, kasian kak Disya pasti masi lemes."


Susan memberi penjelasan pada adiknya,


Nadine pun memasang muka manyunn.


"Nggak papa kok kak, biar saya temenin Nadine,


Ayuk sayangg."


"Horeee,!!" Nadine pun bersorak.


Disya menemani Nadine sampai siang, main boneka, menggambar, memperlihatkan kelinci peliharaannya.


Nadine sangat bahagia bermain dengan Disya, karna selama ini jarang ada yang datang bermain dengannya.


"Kak Disya tinggal di sini aja ya, temenin aku main setiap hari."


"Nggak boleh,!!" ucap Dev yang sejak tadi memperhatikan Nadine dan Disya,


"lo kenapa kak Dev?? tanya Nadine.


"Dia kan punya rumah sendiri ngpain main di rumah orang."


jawab Dev dengan wajah datar.


"lo kok kamu pulang Dev tumben??? tanya bu Ranti


"iyya ma, mau nanya ke papa berkas berkas yang nggak Dev paham,


sekalian mau makan siang di rumah, soalnya asisten Dev yang biasa bikinin makan siang nggak masuk kerja." ucap Dev sambil melirik Disya.


"Huhh dasarr bayi sapi tukang makan, batin Disya


"Mama,, mama, masa kak Dev ngelarang Nadine buat main tiap hari sama kak Disya." Rengek Nadine


"Kak Disya kan bukan anak kecil sayang, kak Disya kan mau kerja cari uang, kalo nggak punya uang nanti kak Disya nggak bisa jajan."


mamanya pun menjelaskan agar Nadine tidak terus merengek.


"Nggak mau pokonya kak Disya di sini aja temenin Nadine."


"Nadine sayang, kak Disya harus pulang dulu


nanti kapan kapan kalau ka Disya libur, kakak kesini lagi temenin Nadine."


"Ya udah deh, tapi kak Disya janji yaa."


akhirnya Nadine mengalah, karna di bujuk Disya.


"Maaf ya Sya, Nadine memang begitu


kalo udah suka sama satu orang, susah buat ngelupainnya.


pasti suatu hari dia merengek rengek minta ke rumah kamu."


"Ah nggak papa kok tante nanti kapan kapan kalo nggak sibuk, saya kesini."


Ternyata keluarga wijaya baik baik semua


kecuali si bayi sapi.


Disya melihat ke arah Dev yang sedang sibuk dengan berkas berkasnya.


"Ayuk sya, makan siang dulu baru pulang."


ajak Susan.


"Aduhhh jadi ngerepotin ni kak"


"Ahh nggak papa kok sya", ucap susan


"Dari kemaren juga udah ngerepotin!!" celetuk Dev.


"Dev,,,, kamu kok gitu si, harusnya kamu makasih sama Disya karna udah nolong Nadine."


"Terserah!!" ucap Dev tanpa ekspresi.


"Sya, jangan di dengerin ya, Dev ma memang begitu


selalu jutek sama orang, makanya dia nggak laku laku sampe sekarang." ledek Bu Ranti

__ADS_1


Disya pun tertawa, tapi langsung menutup mulutnya karna Dev melihat Disya dengan wajah kesall.


__ADS_2