Bosku Cintaku

Bosku Cintaku
Si Mulut Bensin


__ADS_3

Dev mulai memainkan gitarnya lagi, tiba tiba raut wajah Disya berubah mendengar irama yang di mainkan Dev.


jomblo happy memang pilihan hati


bukan karna tak mampu tapi memang tak laku


jomblo happy memang pilihan hati


biar ku bisa bebas terbang ke sana sini


"Stop!!!


Bapak mah merusak suasana, pake lirik lagunya di ganti segala lagi.


Sesama jomblo nggak boleh menghina tau pak."


Disya membrengut kesal.


"Ya elahhh, si nyonya Joko marah"


"Bapak mah mulai lagi, males ah mau gabung sama yang lain aja." Disya hendak beranjak tapi tangannya


di tahan oleh Dev, Disyapun berhenti jantung Disya berdebar tak karuan saat Dev memegang tangannya.


Apa ini, kenapa jantungku menel banget


nggak mau berenti loncat loncat


jantung oh jantung berhentilah melompat lompat


kamu jantung siapa sih, susah banget di bilangin


kenapa si bayi sapi selalu sukses


membuatku kege'eran


"Iyya iyya sini duduk, emang mau di nyanyiin apa sih


nyonya joko??"


"Tuh kan dia mulai lagi!!!"


ucap Disya dengan wajah sangat kesal.


"Iyyaaa Disya yang maniss, mau Dinyanyiin apa??"


mendengar Dev memanggilnya dengan sangat manis


wajah Disya merah merona.


"Jiahhhh, mukanya merah kayak tomat busuk


ha ha ha."


Dev tak henti hentinya menggoda, seakan menggoda sudah menjadi hobinya sekarang.


Disya yang kesal langsung duduk dan menyembunyikan wajahnya diatas kedua tangannya yang terlipat diatas lututnya.


Dev mulai memainkan gitarnya, mendengar iramanya Disya mendongakkan kepalanya dengan wajah berseri seri.


mulia indah cantik berseri


kulit putih bersih merahnya pipimu


dia Aisyah putri abu bakar


istri Rasulullah


sungguh sweet nabi mencintamu


hingga nabi minum di bekas bibirmu


bila marah nabi kan bermanja


mencubit hidungnya


Aisyah romantisnya cintamu dengan nabi


dengan baginda kau pernah main lari lari


selalu bersama hingga akhir nyawa


kau di samping rasulullah

__ADS_1


Aisyah sungguh manis oh sirah kasih cintamu


bukan persis novel mula benci jadi rindu


kau istri tercinta ya Aisyah ya khumaira


Rasul sayang Rasul cintamu


Lagu Aisyah istri rasulullah berhasil membuat Disya Baper tingkat Dewa.


"Huaaaaa, pengen jadi Aisya deh"


ucap Disya


"Jiahh dia Baper, dasar jomblo.


Dikit dikit Baper, suara saya memang bagus tapi saya nggak nyangka kalau bisa sampai bikin kamu sebaper itu."


"Helehhh, bukan suara Bapak yang bikin Baper


tapi emang lagunya yang bikin Baper.


Kira kira masih ada nggak ya pria yang kayak Baginda Nabi, kalu marah dia nggak pernah kasar tapi langsung meluk istrinya."


"Udah pada punah, kalaupun ada pasti nggak mau sama kamu, orang kamu kan menel.


Aisyah itu lemah lembut penuh kasih sayang, makanya Baginda Nabi sayang sama Aisyah


nggak kaya kamu,, rewelll,


mana ada yang mau."


Mendengar Dev berbicara seperti itu Disya lalu pergi dengan wajah kesal.


"Selalu aja bikin orang kesel, padahal tadi dibikin seneng sesaat, ehh terus dibikin kesel lagi.


Sukses banget bikin perasaan kaya bunglon


yang berubah ubah setiap saat."


gerutu Disya


"Sya sini!!!


kok mukanya manyun gitu???"


"Nggak papa!!"


"Maaf ya Sya, gara gara aku bawa pacar, kamu jadi sendirian deh."


"Sendirian apaan, orang Disya sama pak Bos terus kok seharian ini." Natasya mulai membuat kuping Disya panas.


"Elahhh, si mulut bensin yamber melulu.


kenapa emangnya, cemburu ya??


pengen juga deket deket pak Dev, kalau pengen sana sosor, nggak usah kepo sama urusan orang."


ucap Disya.


"Gimana mau di sosor, orang kamu yang nyosor terus


Dasar pelakor." Balas Natasya.


"Ehh, dasar kampret, mulut kok nggak bisa di jaga,


mau di jejelin api unggun apa mau di jejelin *** ayam.


kurang ajar banget kalau ngomong.


dimana mana pelakor itu ngerebut laki orang


emang saya ngerebut lakinya siapa??


Pak Dev itu belum punya istri, lagian saya udah bilang kalau saya bukan pacarnya pak Dev."


Disya seketika berdiri dan bersiap ingin memberi Natasya pelajaran, tapi teman teman yang lain menghalanginya.


"Cukupp!!!"


Dev datang dan menghentikan perseteruan Disya dan Natasya lalu Dev menarik tangan Disya dan membawanya pergi


tapi baru beberapa langkah Dev pergi, Dev lalu menengok ke arah Natasya.

__ADS_1


"Sekali lagi kamu bikin ulah, saya buat miskin kamu sampe ke anak cucu."


Natasya yang mendengar itu seketika beku dan tak bisa berkata apa apa lagi.


"Ihh pak lepasin, mau kemana sih???"


"Udah diem bawel banget,


sana masuk, tidur jangan berantem terus."


Dev membawa Disya ke sebuah tenda dan memaksanya untuk masuk.


"Eh Bapak kenapa bawa saya kesini??


jangan bilang kalu Bapak mau ngajakin saya tidur bareng di sini."


"Dasar mesum, siapa juga yang mau ngajakin kamu tidur bareng, PD banget."


"Ya kali Bapak tiba tiba kesetanan terus lupa diri,"


"Sembarangan, emang kamu semenarik apa sampe saya mau tidur bareng.


Udah bawel, suka berantem lagi.


saya ngajak kamu ke sini biar kamu


nggak berantem terus, cewek kok hobi banget berantem." Ucap Dev.


"Orang Natasya yang mulai duluan, dia cemburu kalau Bapak deket deket saya, makanya Bapak jauh jauh biar nggak timbul fitnah."


"Ya udah sana istirahat, biar nggak capek


besok kan mau pulang, sekalian istirahatin juga mulutnya, biar nggak selalu ngeluarin kata kata aneh."


"Bapak nggak istirahat??"


tanya Disya.


"Nanti aja, belum ngantuk.


Oh iyya, kamu nggak pengen kuliah lagi, secara otak kamu kan lumayan cerdas."


Jawab Dev tapi kembali bertanya.


"Alah ngapain kuliah pak, yang pinter udah banyak


yang sarjana aja banyak jadi pengangguran."


"Ya karna kebanyakan mereka itu pada angkuh, mentang mentang sekolah tinggi tapi nggak mau gaji kecil, padahal kan semua harus dari nol.


lama kelamaan pasti bakal dapet jabatan sesuai dari kemampuan."


"Sebenernya pengen sih pak, cuma ya apa daya.


dari pada kuliah mending duitnya buat orang tua, karena mereka lebih membutuhkan.


Ibu saya sakit sakitan jadi saya harus bekerja keras untuk bisa membiayai pengobatan ibu saya tiap bulan." Disya bercerita dengan wajah tampak sedih.


"Emang cita cita kamu apa sih??"


tanya Dev penasaran.


"Mau tau aja, apa mau tau banget pak??"


"Mulai deh ngeluarin kata kata aneh, nanti pembacanya bosen terus nggak di like kapok."


"Oh iyya ya lupa,


habis mulut saya susah buat di kendaliinnya pak,


kayak jantung sama hati saya kalau lagi berdebar debar susah buat ngendaliinnya,, eaaa."


"Garing ah, kayak kerupuk kena angin."


"Itu mah melempem pak, si Bapak sekarang jadi ikutan suka ngeluarin kata kata nggak jelas ya."


Timpal Disya.


"Kebanyakan gaul sama kamu, jadi saya mulai sedikit nggak waras."


"Jiahhh, siapa suruh gaul sama saya.


ehh lupa saya kan emang ngangenin." Disya cengar cengir.

__ADS_1


"Huhhh PD banget sih kamu."


Dev menarik Rambut Disya karena gemas.


__ADS_2