
Di dalam mobil, Disya hanya terdiam
memikirkan semua yang Dev bayar tadi
dari rambut sampai ujung kaki, saat sampai di kakinya
Disya melihat high heels yang sangat cantik dan mewah, Disya ingat betul sepatu itu harganya 50 juta
sebuah harga yang sangat tidak masuk akal di otak Disya, biasanya beli higheels seharga 300 ribu
itu sudah sangat cantik, nah ini 50 juta.
manusia macam apa yang membuang buang duit buat hig heels.
tak sadar Disya meneteskan air mata, merasa sedih
uang puluhan juta cuma buat di injak injak,
Dev yang melihat Disya menangis tampak hawatir.
"Heii, kamu kenapa kok nangis??
kamu nggak suka sama pakain yang saya beliin??
Atau kamu lagi drama aja, biar nggak saya paksa ikut malam ini.
jangan harap ya kamu bisa memberikan alasan buat malam ini.
Dev meminggirkan mobilnya.
"Bapak membelikan pakaian ini atau mau menambah hutang saya??
20 juta aja harus saya cicil selama 3 bulan.
gimana kalau 150 juta??
berapa tahun harus saya cicil??
Disya mulai bingung.
melihat Disya yang tampak polos, Dev hanya tersenyum.
"tergantung"!!!
kalau malam ini kamu bikin saya kesal, semua yang kmu pakai ini harus kamu bayar.
tapi kalau malam ini kamu menuruti semua perintah saya dan tak mengecewakan saya, semua itu gratis buat kamu.
jadi,, persiapkan diri kamu agar tak membuat saya kecewa. Dev menatap Disya tajam.
"Emang kita mau kemana sih pak??
kenapa harus pakai pakaian semahal ini??
lihatlah hig heels ini, aku bahkan tidak tega menginjaknya, mengingat harganya yang bikin saya sampai mengeluarkan air mata.
Disya mengelus elus higheelsnya.
"Bayangin aja uang 50 juta di bawah kaki terus cuma di injek injek, waras nggak kira kira yang nginjek.
mending buat beli beras, bisa setok ampe bertahun tahun kali.
"150 juta cuma buat beli kayak ginian doang pak??
Disya menunjuk kaki sampai ujung Rambut.
Bapak sehat kan??
soalnya kalau di kampung saya 150 juta itu bisa buat beli tanah pak.
berhentilah membuang buang duit, nanti Bapak jatuh miskin. Disya mulai mengoceh panjang lebar
"walaupun semua butik yang ada di jakarta saya beli
saya nggak akan jatuh miskin, apa lagi kalau cuma isinya.Ucap Dev dengan gaya yang angkuh.
"sombong sekali kau anak muda"
Disya lalu diam dan buang muka, karna malas berdebat.
Dev yang mendengarkan ocehan Disya hanya geleng geleng kepala.
lalu kembali melajukan mobilnya.
setelah sampai di tempat tujuan Dev mulai memarkirkan mobilnya.
__ADS_1
Disya yang melihat tempat yang dia tuju, seketika kaget.
karna rumah yang mereka datangi tak lain dan tak bukan, adalah rumah keluarga pak wijaya.
Dev lalu turun dari mobil lalu memutar dan membuka pintu untuk Disya.
"Pak,,kenapa bapak ngajak saya ke sini??
tanya Disya yang sudah sangat gugup.
"Kamu harus meyakinkan mama kalau kamu itu pacar saya agar mama berhenti memaksa saya menikahi Clara. tegas Dev
"kalau sampai kamu membuat kesalahan dan membuat mama curiga, lihat saja
aku akan mencari di manapun kamu berada, bahkan di lubang semut sekalipun.Dev menatap Disya tajam
Disya yang di tatap oleh Dev seketika menciut.
"Tap,,tapi pak??
"Satu lagi,, berhenti panggil saya Bapak
karna mama akan curiga kalau mendengar panggilan itu.
Mana ada wanita yang memanggil kekasihnya dengan sebutan Bapak.
kecuali Bapaknya anak anak ya nggak papa,,eaaaa!!
Dev sedikit menggoda.
"Anak apa??
anak sapi, Disya mulai jengkel.
"Berhentilah memasang wajah jelek, pasang wajah bahagia seperti layaknya pasangan kekasih.
setidaknya kalau kamu ingin selamat, bersikaplah selayaknya kekasih saya, kamu nggak akan rugi.
karna di luaran sana banyak wanita yang selalu ingin dekat sama saya, apa lagi jadi pacar saya.
Cihh PD banget
"Tapi pak saya takut, kalau saya salah bicara terus malu maluin Bapak gimana??
"makanya nggak usah kebanyakan ngomong yang nggak penting, contohnya kayak sekarang
kamu bikin saya pusing tau.
Cukup pasang wajah bahagia, terus senyum
kalau ada yang nanya kamu jawab ala kadarnya aja.
terus jangan jauh jauh dari saya, ngerti!!
"Ngerti pak!!
ucap Disya.
"Satu lagi,Jangan panggil Bapak.
belajar dari sekarang, awas aja kalau di dalem masih panggil Bapak,,tamat riwayat kamu.
"iyya Dev!!
ucap Disya.
"Ehh jangan songong ya!!
gini gini saya lebih tua dari kamu, jangan panggil nama sembarangan. Dev melotot ke arah Disya.
"Ya terus apa dong pak??
saya bingung nih. Disya mulai garuk garuk kepala.
"Panggil sayang"
agar terdengar seperti pasangan kekasih.
Dev memelankan suaranya.
"Hoekkkkkk, saya yang denger aja pengen muntah pak, gimana kalau saya yang nyebutin, bisa bisa saya muntah beneran.
"Kamu jangan kurang ajar ya, jangan bikin kesabaran saya habis.
"iyya sayangggg"
__ADS_1
gitu aja marah, Disya cekikikan.
mendengar Disya mengucapkan sayang, tiba tiba terasa ada yang aneh di dalam hati Dev.
jadi inget Tiara kalau denger kata sayang
"Sayang!!
halooo,,
Bapak sayangggg!!
teriak Disya.
"Iyya kenapa Tiara??
Dev yang dari tadi bengong jadi kaget mendengar teriakan Disya.
"Disya pak, bukan Tiara"
gimana sih, kalau Bapak manggil saya Tiara nanti semua pasti curiga.Disya mengerucutkan bibirnya.
"Bawel ah,, udah ayuk masuk pasti semua udah pada nunggu. Dev menggenggam tangan Disya
"Tunggu dulu sayang, dandanan aku ada yang aneh nggak,??
kalau ada yang aneh mending di bagusin dulu, takut malu maluin kamu nanti di dalem.
Disya mulai membenahi rambutnya yang menjuntai panjang menggunakan jari,
sambil sesekali melihat kaca spion mobil.
"Cantik kok"
ucap Dev singkat, sesekali memperhatikan Disya
dengan di balut gaun berwarna baby pink
di poles bedak tipis tipis, dengan lipstik yang senada dengan gaunnya.
sederhana tapi terlihat sangat cantik.
Dev tiba tiba buang muka, karna takut Disya jadi kegeeran.
"Ya elah,,ya jelas lah cantik pak"
Gembel aja kalau di pakein pakaian seharga 150 juta
pasti terlihat kayak Ratu.
Disya tertawa renyah.
"Cerewet ah"
"Cerewet juga tapi pacarnya Bapak kan,??
Eaaa, oops.
bener kan???
Disya tak henti hentinya menggoda.
Dev yang jengkel mendengar ocehan Disya tiba tiba menarik tangan Disya dan mendorong tubuh Disya sampai menempel pada mobil, lalu Dev memegang leher Disya dengan kedua tangannya,mendekatkan wajahnya ke wajah Disya, membuat Disya gelagapan.
"Ba,,Bapak mau apa??
Disya mulai ketakutan.
"Mau membungkam pacar saya, biar nggak terlalu cerewet.Dev mengedipkan matanya sebelah dengan ekspresi nakal.
"Aduhh pak, jangan macem macem ya
tadi saya cuma bercanda kok,lagian kita kan
cuma pura pura pacaran,pokoknya saya nggak mau ya kalau ada adegan yang aneh aneh.
Disya sudah mulai berkeringat dingin karna takut.
Dev yang melihat Disya ketakutan langsung tersenyum dan melepaskan tangannya.
"Makanya jangan bawel, kalau nggak mau ada adegan aneh aneh.Dev tersenyum licik
Melihat senyum Dev, Disya tak berani bersuara lagi
karna takut terjadi sesuatu yang tak di inginkan.
__ADS_1