
"Bapak mau makan siang apa??"
tanya Disya, karena jam memang sudah menunjukkan waktunya makan siang.
"Enaknya apa ya??
pengennya si masakan kamu, tapi kasian kalo kamu mesti bolak balik masak."
"Syukurlah kalau bapak sadar dan masi punya hati."
gumam Diysa pelan.
"Ya udah nasi padang aja, kayaknya enak
tolong beliin ya."
Ucap Dev.
"Ya udah saya keluar cariin makan dulu buat Bapak."
lalu Disya mencari makanan untuk Dev,
setelah mendapatkannya lalu Disya bergegas kembali ke ruangan Dev untuk memberikan makanan pesanannya.
"Nih pak makanannya."
"Suapin ya???" pinta Dev dengan nada manja.
"Ihhh Bapak manja banget, ya udah buka mulutnya."
lalu Disya menyuapi Dev.
Tak lama Susan datang untuk melihat keadaan Dev
Susan yang melihat Dev makan di suapi Disya
merasa bahagia.
"Ehemmm,,
udah kaya pasangan suami istri aja."
goda Susan.
"Loh Susan kok kamu bisa ada di sini??
siapa yang ngasih tau kamu kalo aku di sini?"
tanya Dev.
"Emang nggak boleh kalau aku kesini,
jangan jangan karena pengen berduaan ya, jadi merasa terganggu kalo aku ke sini."
"saya yang ngasih tau kak susan kalau Bapak abis kecelakaan, soalnya saya nggak bisa boongin kak susan,jadi saya kasih tau aja.
"Sya kamu pulang aja gih ganti baju, kak susan kasian liat kamu, pasti kamu lelah nungguin Dev.
lagian cuma luka ringan aja mesti di tungguin kaya anak bayi." Ucap susan
"Ya udah kak, karena kakak udah di sini aku mau pulang dulu ganti baju."
Dev yang mendengar percakapan kedua wanita di hadapannya, merasa sedikit kecewa.
sesampainya di rumah, Disya langsung beres beres,
gara gara menemani Dev di rumah sakit, kosannya berantakan nggak karuan.
Setelah beres beres Disya langsung mandi untuk menyegarkan badannya.
setelah selesai mandi Disya tidur tiduran sambil mencet mencet handphonnya.
Tiba tiba Nabila chat Disya.
"Nabila: Sya besok jadi ikut ke puncak nggak??
dari kemaren aku mau nanyain kamu tapi kamu nggak masuk kerja."
__ADS_1
"Disya:iyya kemaren aku lagi ada urusan jadi nggak bisa masuk kantor."
"Nabila: oooo gitu, terus gimna mau ikut nggak besok"
"Disya: iyya mau, udah lama pengen tau rasanya puncak gimana."
"Nabila: minuman kali ah, di rasa rasa
ya udah aku tunggu besok jam tujuh ya Sya."
"Disya: wokeee siapp!!"
setelah membalas chat dari Nabila akhirnya Disya memejamkan mata.
Akhirnya besok bisa refresing, jauh dari si bayi sapi yang ngeselin.
Disya lalu terlelap, menuju ke dalam mimpi indahnya.
keesokan paginya setelah semua menunggu akhirnya Disya datang.
"Uhhhh, si Disya mah selalu aja telat."
ucap salah satu karyawan kantor.
"Maaf maaf, aku kesiangan."
Ucap Disya yang ngos ngosan karna berlari.
"Nabila kamu sama pacar kamu??"
Disya kaget melihat Nabila menggandeng pria di sebelanya.
"Iyya Sya, nggak papa kan kalau aku bawa pacar.
makanya kamu juga cari pacar biar bisa ke puncak bareng pacar." Seru Nabila.
"Et dah, pagi pagi udah di suruh cari pacar
di kira cari pacar gampang, kaya cari cacing buat mancing. Tau gini mah mending di rumah aja tadi
ngorok ampe sore." Gerutu Disya kessal.
Ucap Nabila.
"Ya nggak papa lah, masa aku harus maksa kamu buat jadi jomblo kaya aku juga.
hufffff,,," Disya mendengus kasar.
"Oke, semua udah dateng kan
sekarang silahkan naik ke Bus ya, duduk di kursi masing masing yang udah di pesan kemaren ya."
"Ya elahh, bahkan Andri aja yang kemaren ngajak bareng, tapi hari ini bawa pacar.
terus aku mau ngapain dong di Bus kalo semua bawa pacar, nasib nasib."
Akhirnya Disya naik dan mencari nomor kursinya, dia kaget karena di sebelah kursinya sudah ada yang menempati, seorang cowok yang sepertinya sedang tertidur pulas sembari menutup wajahnya menngunakan sweter hitam.
"Ah mungkin salah satu karyawan di kantor, nggak papa lah itung itung ada temen ngobrol nanti kalau lagi Bete." Gumam Disya.
Semuanya bersenang senang menikmati perjalanan.
Ada yang bermain gitar, ada yang bernyanyi
ada yang lagi makan, dan yang bawa pasangan tentu saja bercanda mesra dengan pasangannya.
Tiba tiba Disya penasaran siapa seseorang yang sedang tidur di sebelahnya, lalu perlahan lahan membuka sweter yang menutup kepalanya.
Betapa kagetnya Disya melihat seseorang yang duduk di sampingnya.
"B,,Bapak!!"
teriak Disya, membuat semua melihat ke arahnya.
"Bapak ngapain di sini?? bukannya bapak harusnya istirahat."
"Memangnya kenapa??
__ADS_1
saya juga mau ikut refresing, emang kamu doang yang butuh hiburan, saya juga butuh."
Dev tertawa melihat ekspersi Disya yang nampak tidak senang.
Rencananya ke sini buat ngilangin stres
ehhh yang bikin setres malah duduk bareng
Disya Disya, sepertinya keberuntunganmu telah menghilang.
Disya merasa sangat kesal dan berusaha memejamkan matanya.
Semua yang ada di Bus berbisik bisik membicarakan Disya.
"Itu pak Dev kan, kok bisa sama Disya sih
jangan jangan mereka pacaran,
tapi bukannya pak Dev sudah di jodohkan
waktu itu calonnya datang ke kantor bawain makan siang, kasian ya si Disya jadi orang ketiga."
Semua terus membicarakan Disya, sampai membuat kupingnya terasa panas.
"Ihhhhh saya tegasin ya, buat semua yang ada di sini,
saya bukan pacarnya pak Dev titik."
Disya berdiri sembari melihat semua orang.
"Pak ayo dong ikutan jelasin, saya nggak mau ya di tuduh jadi orang ketiga, orang ketiga itu kan setan
saya loh manusia bukan setan."
Tapi Dev tak memperdulikan apa yang di minta Disya.
membuat Disya sangat geram.
"PAK DEVANO!!!"
Disya mulai habis kesabaran.
"Apaan sih, kamu berisik banget.
Udah sini duduk dan tidur lagi, nggak usah dengerin apa kata orang."
"Gimana nggak di dengerin orang di gosipin terus.
"Harusnya kamu seneng karena di gosipin sama saya
banyak loh perempuan di luar sana yang mau di gosipin sama saya." ucap Dev angkuh.
"Kalau saya sih nggak mau pak, seneng enggak
sennep iyya." Disya terus mengoceh nggak karuan.
"Diamm!!!!
kalau kamu nggak diam, nanti saya kasih hukuman mauu??"
Disya yang mendengar kata hukuman, langsung bungkam, karena mengingat hukuman waktu itu.
Disya menggeleng gelengkan kepalanya.
"Nah gitu dong kan lebih manis kalau diem."
Setelah sampai di Vila yang telah di sewa,
semuanya sibuk melihat lihat pemandangan yang begitu indah.
Disya melihat Nabila dan Andri yang lagi asyik berselfi selfi ria dengan pasangannya masing masing, membuat Disya kessal.
"Ngajak liburan tapi perginya sama pacar, mending nggak usah ngajak sekalian, bikin Bete aja
terus gunanya aku di sini apa coba?
jadi pengawal mereka gitu, ihhhh sebbel."
__ADS_1
Tiba tiba seseorang menarik tangan Disya.