Budak Ku Mr. Mafia

Budak Ku Mr. Mafia
Jadilah Gadis Penurut!


__ADS_3

**Bantu Karya ini agar lebih bersinar dan masuk rangking KARYA Populer πŸ™πŸ™ dengan cara LIKE KOMENTAR VOTE DAN BERI RATING 5 YAH πŸ™πŸ™


Saling bantu kita, Author up tiap hari dan kakak semua Vote, like coment dan beri hadiah πŸ₯°


...----------------...


Senja telah tiba, tugas matahari telah selesai pada hari itu. Cahaya keemasan yang bersinar itu perlahan tenggelam ke arah ufuk barat. Terlihat seorang gadis cantik berjalan kaki di jalanan yang sepi.


"Huh, tahu begini aku bawa mobil saja tadi pagi! Mister Tom 'kan hanya mengantarkan ku, bukan menjemput ku! Mana tadi lupa bawa dompet lagi. Jadi, gak bisa naik taksi, deh. Apa ini karena aku kualat dari kak Leo, ya?"Β 


Gadis itu yang tak lain adalah Lea, sepanjang jalan gadis itu hanya bisa mengomel, menggerutu dan mengumpat nasibnya yang sial pada hari itu.


"Ahh … aku rasa tidak! Mana mungkin adik baik seperti ku kualat!" Gadis itu tak berhenti mengoceh, entah terbuat dari apa mulut gadis itu.


Sinar lampu mobil dari arah belakang Lea membuat jalanan di depan Lea semakin terang. Tidak banyak mobil melintasi jalanan yang Lea lalui itu, sebab jalan menuju apartemen Lea merupakan kawasan elite.


Hanya orang-orang kaya yang memiliki kesibukan padat yang menempati apartemen tersebut. Jadi, hanya mobil orang-orang tertentu saja yang sering melintas.


Lea merasa tidak nyaman sebab mobil di belakangnya itu melaju pelan seperti mengikutinya. Lea mempercepat langkahnya, sehingga membuat pengemudi mobil itu turun.


"Siapa kalian?" Lea merasa ketakutan saat empat orang pria berbaju hitam turun dari mobil Hummer tersebut mengelilingi Lea.


"Anda tidak berhak bertanya kami siapa!" sergah seorang pria berambut botak dan memiliki bekas jahitan di pipinya, membuat penampilan pria itu terlihat menyeramkan.


"Aku berhak bertanya karena kalian terlihat seperti ingin mencelakai ku!" sarkas Lea menatap tajam para pria menyeramkan itu.


Namun, lain di mulut lain pula di hati. Meski Lea berani membentak para pria itu. Di dalam hatinya, gadis itu merapal doa agar dia selamat.


"Anda terlalu banyak berbicara, Nona!" Pria botak itu memberikan kode pada teman-temannya untuk segera menangkap Lea.


Lea yang melihatnya pun ingin kabur, namun insting pria botak itu sangat lah tajam. Dengan gerak cepat pria itu menarik tangan Lea, lalu menyeret paksa Lea masuk ke dalam mobil.


"Apa yang kalian lakukan? Kenapa kalian menculik ku? Apa kalian tahu kalau aku bisa menuntut kalian karena sudah berani menculik mahasiswa hukum? Apa ka--," Omelan Lea terhenti karena pria botak itu menutup mulut Lea dengan sapu tangan yang telah di bius.

__ADS_1


Lea pingsan dalam pelukan pria botak itu. "Gadis ini benar-benar cerewet! Entah mengapa Tuan bisa berurusan dengan gadis yang punya mulut seperti pantat bebek!" gerutu salah satu teman pria botak itu.


"Diam, Nick. Kalau Tuan dengar bisa-bisa bulu ketiak mu habis di cukur!" ucap pria botak itu dengan nada dingin.


Mereka pun membawa Lea menuju ke sebuah gedung mewah yang berada di tengah-tengah hutan.


*


*


Lea membuka matanya perlahan saat merasakan sakit di perut bagian kanannya. Seperti ada suatu benda tajam sedang bergerak di atas perutnya.


Gelap …


Sunyi …


Hanya terdengar suara benda yang bergerak-gerak di perutnya seperti sedang melukis. Lea tak dapat melihat sebab matanya di tutupi kain hitam.


"Kamu sudah sadar, Nona manis!" Suara barinton itu terdengar tak asing dan mengerikan di telinganya.


"Ka-kamu! Tuan psikopat," Lea berucap lirih dengan suara terbata-bata.


Gadis itu menerka bahwa suara pria itu tak lain adalah pria psikopat yang bertemu dengannya dua Minggu yang lalu.


"Gadis pintar!" Pria itu mengelus dada kanan Lea yang pernah dia r*mas saat itu.


"Apa yang Anda lakukan, Tuan! Jangan kurang ajar dengan saya!" Lea berteriak dengan suara yang bergetar ketakutan. Posisi Lea saat ini benar-benar seperti burung di dalam sangkar.Β 


"Kenapa ini sangat kecil? Apa perlu aku membuatnya agar bisa lebih besar, hemmm!" Pria itu yang tak lain adalah Tom berucap lembut seraya menggesekkan hidung nya dengan hidung mancung Lea.


Lea merasa tak terima mendengar ucapan Tom pun langsung membenturkan kepalanya dengan hidung Tom, membuat pria tampan itu meringis kesakitan.


Cairan kental berwarna merah keluar dari hidung mancung Tom.

__ADS_1


Siall … gadis itu benar-benar barbar dan tak kenal takut! Meski kaki dan tangannya di rantai dia masih bisa melawan batin Tom murka.


"Kamu benar-benar seperti pengecut, Tuan. Bahkan kamu tak lebih pengecut dari banci yang bisanya main nusuk dari belakang! Kamu menyuruh orang-orang menculik ku lalu menyekap ku bak seorang tahanan dan lebih parahnya lagi kamu melecehkan ku!" sergah Lea dengan bibir bergetar menahan tangis, amarah dan rasa takut.


Semuanya bercampur menjadi satu!Β 


Tom tersenyum lebar mendengar ucapan Lea, pria tampan itu semakin penasaran dan tertarik pada Lea sebab gadis itu tak pernah menunjukkan rasa takut nya.


"Jika aku bebas dari sini maka aku akan menuntut kamu di meja hijau dengan hukum yang berlapis atas kasus penculikan, pelecehan dan juga penyiksaan. Kamu bisa di penjara maksimal 15 tahun penjara karena telah melakukan pelecehan, di tambah melakukan penculikan bisa di penjara 2,4 tahun dan yang terakhir kamu melakukan penyiksaan dan bisa di hukum 2,7 tahun jika penyiksaan yang kamu lakukan tidak terlalu parah. Bila di gabungkan kamu bisa mendapatkan sanksi hukuman penjara selama-lamanya." Tambah Lea dengan bibirnya yang gemetar sebab kembali merasakan suatu benda bergerak di tulang selangka nya.


Kali ini Lea merasakan rasa sakit, kulitnya seperti di lukai. Lea tersadar bahwa benda itu tak lain adalah alat untuk mentato.


"Ah … sakit! Berhenti." Lea memberontak membuat Tom langsung menindih tubuh Lea sehingga gadis itu tak bisa bergerak.


"Setiap kali kamu membangkang ku maka akan aku hukum dengan mentato tubuhmu! Jadi, mulai sekarang berubah lah menjadi gadis pintar yang penurut. Agar tubuh indah mu tidak penuh dengan tatto!" Tom mencium tulang selangka Lea yang telah Ia lukisan gambar kupu-kupu.


Sedangkan di bagian perut kanan Lea, Ia lukiskan nama samarannya.


Lea menggigit bibirnya menahan Isak tangisnya saat merasakan perih yang teramat sangat di tulang selangka nya.


Tom tidak menyuntikkan obat pereda rasa sakit karena dia ingin memberikan pelajaran pada Lea.


"Cup cup cup … jangan menangis, Nona manis, oh atau aku harus memanggil Nona Leana Dicaprio!" Tom berucap lembut penuh penekanan seraya terus menyentuh bagian tubuh indah Lea.



**Bersambung.


Mohon maaf kemarin tidak bisa crazy up sebab sakitπŸ™πŸ™πŸ™πŸ€§πŸ€§


Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak πŸ₯°πŸ₯°


Salem Aneuk Nanggroe Aceh β€οΈπŸ™**

__ADS_1


__ADS_2