Budak Ku Mr. Mafia

Budak Ku Mr. Mafia
Anti Dingin


__ADS_3

**Bantu Karya ini agar lebih bersinar dan masuk rangking KARYA Populer 🙏🙏 dengan cara LIKE KOMENTAR VOTE DAN BERI RATING 5 YAH 🙏🙏


Saling bantu kita, Author up tiap hari dan kakak semua Vote, like coment dan beri hadiah 🥰


...----------------...


"Lea, jangan masuk ke dalam hutan! Nanti ada binatang buas yang akan menerkam mu! Hari juga sudah malam!" teriak Tom membuat Lea menghentikan langkahnya lalu berlari menghampiri Tom.


"Aaa … terus gimana ini? Kita ada di mana? Masa gak ada rumah atau orang di sini! Ngeri tahu, TomTom!" rengek Lea membuat Tom terkekeh. Tenaga pria tampan itu seolah kembali terisi melihat tingkah absurd Lea.


Pria tampan itu ingin bangkit, namun, sedikit kesusahan membuat Lea otomatis membantu membopong tubuh Tom.


"Bawa aku bersandar di bawah pohon besar itu!" titah Tom pada Lea.


Lea menyandarkan tubuh Tom di batang pohon besar di dekat sungai itu dengan hati-hati.


"Ya ampun … kamu terluka parah TomTom, pala mu bocor sama bahumu juga bocor!" pekik Lea yang baru sadar melihat kening Tom terluka parah dengan bahu kanan Tom yang tertembak peluru tadi.


Tom yang mendengarnya pun memutar bola mata malas.


"Ck … sudah dari tadi aku terluka, tapi, kamu baru sadar!" ketus Tom dengan nada kesal membuat Lea tertawa cengengesan.


"He he … maaf, abis aku tadi pangling sama wajah kamu yang tampan, makanya gak nyadar tahu-tahu keningmu sudah bocor aja!" celetuk Lea blak-blakan karena nyatanya penampilan Tom yang acak-acakan dengan luka-luka terkesan lebih seksi.


Damage Mafia Tom keluar, aura nya persis seperti Massimo si mafia Bucin.


Bluss …


Pipi Tom memerah padam, hingga ke telinga mendengar pujian Lea. Sungguh, hati pria tampan itu berbunga-bunga, hatinya yang dulu membeku seperti gunung Everest kini mencair bak gunung Merapi.


Rasa jangan mengalir dalam tubuh, darahnya berdesir hebat mendengar gombalan manis dari Lea.


Lea yang melihat wajah Tom merah padam pun langsung menautkan alisnya sebelah.

__ADS_1


"Tom … " Lea melambaikan tangannya di depan mata Tom.


"Ah iya." Tom tergagap sadar dari lamunannya.


"Kamu sembelit, ya! Kok mukamu merah padam seperti kakakku yang sering sembelit karena kebanyakan makan salak!" terka Lea membuat Tom mendengus kesal.


Rasa bahagianya tadi tiba-tiba berubah menjadi rasa kesal. Baru saja pria tampan itu merona bahagia karena baru pertama kali di puji oleh Lea, harus sirna karena mendengar kata sembelit.


"Enggak! Mana ada aku sembelit! Kamu kira aku sama seperti kamu yang lagi tegang-tegangnya kebelet berak! Aku tidak jorok sepertimu Lea!" ketus Tom dengan nada kesal membuat Lea mengerucutkan bibirnya.


"Kamu berkata seperti itu seolah-olah kamu manusia bersih tanpa kotoran! Aku ini bukan jorok. Tapi, aku suka jujur dan terbuka! Aku di didik untuk menjadi pribadi yang terbuka! Kalau sakit bilang sakit, kalau sedih bilang sedih! Kalau lapar bilang lapar kalau mau pup bilang mau pup!"


"Asal kamu tahu TomTom … pup itu baik untuk kesehatan! Kalau orang yang tidak pup selama tiga hari berturut-turut. Berarti malaikat maut sedang mengintai nya. Karena orang-orang yang tidak pup selama tiga hari akan memicu timbul penyakit jahat dalam tubuhnya! Di jamin seminggu tidak pup bakalan bertemu malaikat penjaga kubur!" jelas Lea membuat Tom mencoba menahan tawanya.


Lea … Lea! Setiap pertanyaan ada jawaban dan setiap pernyataan ada alasan! Entah terbuat apa otak gadis itu sehingga mampu menjawab segala perkataan Tom.


Tom memperhatikan mulut Lea yang tak berhenti mengoceh sedari tadi pun merasa gemas.


Tubuh Lea membeku saat bibir Tom menyatu dengan bibirnya. Mata gadis cantik itu berkedip-kedip lucu seperti lampu neon yang kehabisan Watt.


Tom hanya mengecup bibir manis Lea untuk sesaat, lalu melepaskan nya. Pria tampan itu tersenyum kecil melihat wajah Lea yang merah padam bak kepiting rebus.


"Lea, kenapa wajahmu memerah seperti kepiting rebus? Apa kamu sembelit karena banyak makan salak?" Goda Tom membalikkan pertanyaan Lea tadi membuat gadis itu membuang wajah ke samping.


"Bukan sembelit, Tom! Tapi, kentut!" elak Lea membuat Tom membelalakkan matanya sontak menutup hidungnya dengan tangan.


"Lea … stop it! Jangan jorok! Kalau mau kentut sana ke pojokan, jangan di depan orang! Tidak sopan tau!" sentak Tom membuat Lea tertawa lepas.


"Ha ha … maaf! Aku hanya bercanda Tom-Tom!" ujar Lea membuat Tom mengerucutkan bibirnya.


"Bercandanya gak lucu tau … ahh!" Tom meringis pelan saat serpihan debu memasuki matanya.


Mereka sedang berada di tepi sungai yang airnya mengalir deras, di tambah angin malam yang berhembus kencang membuat debu berterbangan memasuki mata Tom.

__ADS_1


"Sini aku tiupin!" Lea menangkup pipi Tom lalu meniup mata Tom yang memerah akibat debu.


Setelah itu mereka duduk berdampingan bersandar pada batang pohon seraya menatap lurus ke arah danau. Cuaca malam terasa semakin dingin.


"Apa kamu kedinginan, Lea?" tanya Tom melirik ke arah Lea yang duduk di sampingnya.


"Tidak! Tubuhku bisa bertahan di tengah cuaca dingin tapi tidak di cuaca panas! Aku sering sakit kalau kepanasan karena imun tubuh ku menurun drastis!" jawab Lea santai tanpa merasa kedinginan sedikit pun menikmati suasana alam terbuka.


Tom menarik sudut bibirnya melihat Lea yang terlihat santai. Biasanya para wanita lain akan menangis dan merengek kedinginan, terlebih lagi tubuh mereka berdua basah kuyup.


Ah … sayang sekali! Entah mengapa Tom berharap Lea kedinginan agar dia bisa mengambil keuntungan dengan cara memeluk Lea.


Lea yang melihat Tom mengalami banyak luka pun mengernyitkan dahinya di kala Tom biasa-biasa saja.


"Apa kamu tidak merasa sakit dengan luka tembak ini?" tanya Lea menyentuh bahu kanan Tom.


"Tidak! Aku memiliki penyakit mati rasa! Separah apa pun aku terluka tetap saja aku tak pernah merasa kesakitan. Terkecuali luka itu berasal dari dalam tubuh ku!" jelas Tom menekan pendarahan di bahunya.


"Apa itu suatu keberuntungan?" tanya Lea penasaran membuat Tom mengendikkan bahunya.


"Entahlah! Bisa di katakan keberuntungan maupun kesialan!" jawab Tom tak acuh membuat Lea heran.


"Maksudnya?" tanya Lea menautkan alisnya sebelah.


"Mak--,"


Sreet.


Bersambung.


Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰🥰


Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🙏🥰

__ADS_1


__ADS_2