Budak Ku Mr. Mafia

Budak Ku Mr. Mafia
Hamil?


__ADS_3

Maafkan Lea, Mom, Pa! Lea berbohong karena tidak ingin membuat kalian kecewa dan sedih. Lea hanya ingin melihat senyuman manis di wajah tua kalian. Lea tidak mau ada setetes air mata kalian yang jatuh karena Lea batin gadis itu menangis.


"Baiklah, kalau Mom sudah berkata seperti itu. Berarti papa juga hanya bisa setuju karena bagi papa kebahagiaan kamu nomor satu! Kamu sudah dewasa pasti kamu sudah tahu mana yang terbaik untuk kamu!" ujar James seraya mengelus puncak kepala Lea.


Sedangkan, Leo yang mendengarnya sedari tadi hanya bisa mengepalkan tangannya erat. Pria paruh baya itu sangat ingin membongkar kebusukan Tom. Namun, apalah daya dirinya yang juga tak ingin membuat kedua orang tuanya sedih.


Ada apa dengan mu, Lele? Kenapa otak mu lama-lama seperti udang? Bagaimana bisa ku ingin menikah dengan pria yang telah merusak masa depan kamu? Apa ada ya g tidak aku ketahui? Atau sesuatu telah terjadi selama dua hari ini kamu menghilang batin Leo penasaran.


Pria paruh baya itu tidak mencari keberadaan Lea dua hari yang lalu karena dirinya sedang liburan bersama Ara di Bali. Sedangkan Olaf, pemuda tampan itu sudah pergi entah ke mana. Terakhir pemuda itu meminta cek satu triliun pada Leo karena ingin berinvestasi di perusahaan baru milik Maheer anak Arka.


"Terima kasih, Paman." Tom tersenyum ramah pada James dan Nana.


"Jangan panggil Paman, tapi, panggil saya Papa! Karena sebentar lagi kita akan menjadi keluarga!" James tersenyum ramah membuat hati Tom kembali menghangat ketika teringat akan mendiang sang ayah yang juga memiliki sifat ramah pada siapa pun.


"Baik, Pa!" Tom tersenyum canggung.


"Jadi, kapan bagusnya kalian menikah?" tanya Nana semangat membuat Lea tersenyum malu.


"Besok, Mom!" Lea berucap tegas dengan raut wajah merona malu.


Semua orang membuka mulutnya lebar mendengar ucapan Lea yang ingin menikah besok. Bukankah itu terlalu cepat? Kenapa Lea sangat kebelet nikah?


James dan Nana hanya bisa saling melempar senyum manis. Mereka teringat akan masa lalu yang menikah karena perjodohan. Bahkan, keduanya hanya mengenal satu hari lalu langsung menjadi pasangan calon istri.


"Kenapa buru-buru, Sayang? Apa kamu kebelet ekhem ekhem hemm?" tanya Nana pelan berbisik di telinga Lea membuat gadis itu menundukkan kepalanya malu.


Salah satunya itu, Mom! Bayi dalam perut Lea minta di jenguk Papa nya. Tapi, Lea takut dosa dan alasan lainnya karena Lea tidak mau perut Lea semakin besar. Apalagi kalau orang hamil bakal banyak ngidam, Lea gak mau susah sendiri. Lea ingin memperbudak si Mafia itu selama hamil agar pria itu tersiksa batin Lea menyeringai.


Masih teringat jelas dan terlukis di perut Lea dan tulang selangka nya yang tertulis nama Tom.

__ADS_1


"Lea hanya ingin menikah cepat, Mom!" bisik Lea pelan membuat mom Nana terkekeh geli.


*


*


*


Suasana di salah satu lantai restoran mewah itu teramat sangat dingin. Terdapat dua pria tampan berbeda usia dan gadis cantik bak boneka hidup duduk berhadapan dalam satu meja.


"Bisa kalian jelaskan sekarang juga! Apa maksud dari menikah mendadak ini? Kamu Lea, kenapa mau menikah dengan oria yang sudah jelas-jelas merusak kamu? Apa otakmu berubah dari otak Lele menjadi otak udang? Apa kamu pikun? Belum sampai dua bulan kamu di perkosa sama dia dan sekarang kamu mau menikah?" Leo bertanya dengan suara yang amat dingin.


Pria paruh baya itu menekankan perkataannya guna meredam amarah yang sedari dia pendam. Tadi, setelah berembuk dengan kedua orang tuanya.


Leo mengajak Lea dan Tom untuk berbicara serius. Pria paruh baya itu memiliki insting yang tajam.


"Tidak lupa tapi kamu pikun!" sentak Leo menggebrak meja membuat Lea terkejut.


Tom segera merangkul pinggang Lea membawa gadis itu dalam dekapan nya. Tubuh Lea bergetar hebat karena terkejut, Tom langsung menatap datar wajah tampan Leo yang masih saja awet meski sudah tak lagi muda.


"Bisakah Anda berbicara dengan pelan, tidak usah menggebrak meja karena kami tidak tuli! Anda membuat calon istri saya takut!" ujar Tom menatap dengan suara dingin dan ekspresi datar.


"Hey, Ucop. Calon istri mu itu adikku! Sebelum dia jadi istri mu dia sudah menjadi adik kandung ku! Jadi, tidak usah sok-sokan dengan berbicara seolah-olah aku adalah pria asing yang menjahati adikku!" sentak Leo menyilangkan kedua tangannya di depan dada.


Siapa pria di hadapannya ini? Berani-berani nya meninggikan suara di hadapan Leo.


"Lea hamil! Dan saya ingin bertanggung jawab dengan menikahi Lea!" jawab Tom dengan suara yang amat tegas dan penuh keyakinan membuat Leo yang sedang minum menyemburkan minumannya ke wajah Tom.


Tom memejamkan matanya pelan berusaha meredam amarahnya. Seumur hidup baru kali ini wajahnya terkena semburan minuman orang lain. Biasanya dirinya lah yang suka menyembur wajah para anak buahnya.

__ADS_1


Anggap saja ini karma, Tom batin pria tampan itu pasrah.


"OMG hello … apa maksud mu, Den? Jangan bilang kamu yang sudah menghamili adikku, Den? Aku bisa pingsan mendengar itu? Ayo, Den. Jawab!" teriak Leo panik membuat Tom menaikkan alisnya sebelah.


Den? Siapa itu? Bukankah namanya Tom? Sejak kapan berubah menjadi, Den?


"Siapa, Den?" tanya Tom heran seraya menautkan kedua alisnya.


"Den itu nama mu, Sarden, aku singkat menjadi, Den! Tahu untung aku panggil Sarden dari pada aku panggil bandot!" celetuk Leo dengan nada sarkastik nya membuat Tom hanya bisa menarik nafasnya dalam-dalam lalu menghembuskan nya perlahan.


Oh Lea, kenapa bisa kamu memilih kakak yang aneh bin ajaib seperti ini! Bagaimana bisa dia mengubah nama mu dari Tom menjadi Den. Baru saja tadi dia memanggilku Ucop, ya ampun … luaskan rasa sabar ku Tuhan dalam menghadapi salah satu makhluk ciptaan mu in batin Tom menjerit kesal dalam hati.


"Kenapa diam? Ayo jawab!" sentak Leo memelototi Tom.


"Iya, saya yang telah menghamili Lea! Dan saya yang akan bertanggung jawab. Saya salah dan saya akui itu. Saya sadar makanya saya ingin menikahi Lea. Seburuk-buruknya saya! Tidak sampai seburuk dengan menelantarkan gadis yang sedang hamil anak saya dan saya tidak ingin anak saya di asuh oleh pria lain atau memanggil pria lain papa!" jawab Tom cepat seraya menggenggam tangan Lea erat.


Leo yang mendengarnya membeku, pria tampan itu seolah merasa Dejavu dan kembali ke masa lalu. Masa di mana dia memperkosa Ara secara tak sadar dan Ara hamil anaknya. Namun, anaknya tidak mampu bertahan karena ulah kakek Ara yang jahat.


Apakah ini karma? Apakah ini balasan atas dosa ku di masa lalu ya Allah? Kenapa bisa? Bukankah hamba telah bertaubat dan sering menonton ceramah ustadz Adi Hidayat? Apa itu belum cukup? Haruskah hamba jadi ustadz juga agar karma ini berhenti? batin Leo menangis tersedu-sedu.


Bersambung


Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰🥰


Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🙏🥰


Udah triple up loh hari ini 😁😁😁


Please like setiap bab yakk ...

__ADS_1


__ADS_2