Budak Ku Mr. Mafia

Budak Ku Mr. Mafia
Hukum Itu Abstrak


__ADS_3

**Bantu Karya ini agar lebih bersinar dan masuk rangking KARYA Populer 🙏🙏 dengan cara LIKE KOMENTAR VOTE DAN BERI RATING 5 YAH 🙏🙏


Saling bantu kita, Author up tiap hari dan kakak semua Vote, like coment dan beri hadiah 🥰


...----------------...


"Mak--," Perkataan Tom terhenti saat mendengar suara ranting patah di injak oleh sesuatu.


"Tom … " Lea mencengkram lengan pria tampan itu karena merasa takut.


"Jangan takut! Mungkin itu hanya musang lewat gak sengaja ke injak ranting pohon!" ujar Tom berusaha menenangkan Lea membuat gadis itu sedikit merasa tenang.


"Kok, kamu tahu kalau yang lewat itu musang?" tanya Lea polos membuat Tom memutar bola mata malasnya.


"Tadi si musang Miss call, makanya aku tahu!" jawab Tom asal membuat Lea terkekeh karena merasa senang membuat Tom kesal.


"Jawab pertanyaan ku tadi! Apa maksudmu kesialan atau keberuntungan?" tanya Lea serius menatap lekat wajah tampan Tom dari arah samping kanan.


"Keberuntungan nya aku tidak merasakan sakit dan kesialan nya adalah aku tidak tahu kalau aku sakit! Seperti dulu saat aku mandi pakai air panas, seluruh tubuh ku melepuh dan aku tidak tahu itu! Untung saja ada mendiang ibu ku yang tahu dan langsung membawa ku ke rumah sakit! Bila tidak mungkin aku tidak akan setampan ini, karena kulit ku bakal seperti monster!"


Tom menceritakan semua masa kecilnya pada Lea dengan raut wajah sendu dan tatapan rindu tersirat dari sorot matanya. Pada malam itu Lea dapat melihat sisi lain dari seorang Tom--si pria Mafia kejam.


"Ibu ku benar-benar menyayangi ku, begitu juga ayah ku! Aku sangat merindukan mereka!" ujar Tom dengan mata yang berkaca-kaca.


"Apa kau menyayangi mereka?" tanya Lea pelan membuat Tom tertawa pelan.


"Pertanyaan macam apa itu? Tentu saja aku menyayangi kedua orang tua ku! Hanya anak durhaka yang tidak menyayangi orang tuanya dan hanya orang tua gagal yang tidak bisa membuat anak-anak nya menyayangi mereka!" jawab Tom santai membuat Lea menautkan alisnya.


"Kau ini aneh! Mana ada orang tua gagal, Tom! Kalau mereka gagal berarti mereka tidak punya anak, dong!" celetuk Lea mengerucutkan bibirnya.


"Orang tua gagal yang aku maksud adalah mereka yang menelantarkan anak-anak mereka pada pengasuh, orang tua yang tidak memberikan kasih sayang nya untuk anak-anak mereka karena sibuk dengan urusan mereka sendiri, dan orang tua yang tidak pernah ada saat anak-anak nya butuh! Mereka adalah orang tua yang gagal. Seorang anak akan mengikuti jejak orang tuanya! Bila orang tua tak acuh pada mereka maka sang anak akan lebih tak acuh pada orang tua!" jelas Tom panjang lebar membuat Lea terkagum-kagum.

__ADS_1


"Waw … baru kali ini aku mendengar kamu berbicara panjang lebar TomTom! Andai aku punya ponsel pasti akan aku rekam!" Lea menatap Tom dengan sorot mata berbinar.


Sedangkan Tom yang mendengar pujian Lea pun hanya bisa menahan tawa sekaligus gemas.


"Aku anggap yang tadi itu pujian!" ujar Tom mengacak-acak rambut Lea.


Lea yang melihat raut wajah Tom semakin pucat pasi pun merasa khawatir. Lea melihat darah Tom masih mengalir pun panik.


"TomTom … darah mu semakin banyak keluar! Bagaimana ini? Bisa-bisa kau mata muda dan aku tidak mau itu karena tidak mau merawat bayi kita sendirian!" pekik Lea khawatir dengan mata yang berkaca-kaca.


Hari Tom menghangat ketika mendengar ucapan Lea yang menyebut bayi kita. Secara sadar Lea telah mengakui janin yang berada dalam rahimnya adalah anak mereka berdua.


Tom mengeluarkan pisau kecil dari sakunya lalu memberikan nya pada Lea.


"Keluarkan pelurunya dulu agar lebih mudah untuk di tekan lukanya dan darahku tidak mengalir deras lagi!" titah Tom membuat Lea membelalakkan matanya.


"No no no … aku tidak berani TomTom! Bagaimana kalau kamu mati di tangan aku! Gak mau aku!" Lea menolak mentah-mentah membuat Tim menghela nafas berat melihat raut wajah Lea yang langsung pucat pasi.


"Tidak mau! Kamu harus hidup … hiks … aku gak mau kami meninggal duluan!" Lea langsung meneteskan air matanya mendengar ucapan Tom.


Mana boleh kamu mati setelah menyembur benih kecebong dalam perut aku. Setidaknya kamu juga nanti ikutan di semprot sama kak Leo karena sudah menanam saham dalam perut aku! Apalagi status ku nanti setelah anak ini lahir, janda bukan! Perawan pun mustahil karena aku sudah bolong batin Lea menggerutu kesal.


Tom yang melihat Lea menangis pun semakin merasa senang karena setidaknya Lea merasa takut bila dirinya pergi jauh. Namun, entah bagaimana reaksi pria itu bila tahu alasan sebenarnya Lea tak ingin dirinya mati.


"Ya sudah! Keluarkan peluru nya! Jangan takut kalau aku kesakitan karena tubuhku mati rasa! Hitung-hitung kamu belajar bagaimana caranya menolong orang yang tertembak nantinya!" ujar Tom membuat Lea sedikit lebih berani.


Lea pun mengikuti perintah Tom. Gadis cantik itu mencongkel peluru yang bersarang di bahu kanan Tom dengan hati-hati. Tangannya tak berhenti bergetar menandakan dirinya benar-benar takut.


Keringat dingin membasahi kening Lea menandakan dirinya benar-benar serius dan ketakutan. Tom menatap wajah Lea lekat. Hidung mancung, mata abu-abu dan bibir mungil.


"Auhhh … " Lea segera membuang peluru tersebut ke sembarang arah karena merasa geli memegang peluru yang berdarah. Tom yang melihatnya pun terkekeh geli.

__ADS_1


Namun, kekehan itu berubah menjadi serius di kala Lea merobek baju kemejanya menampakkan perut datar mulus Lea.


Gleg.


Tom menelan ludahnya melihat perut Lea. Seolah-olah ada magnet yang menarik dirinya untuk mengecup dan menyentuh perut Lea.


Lea menekan luka tembakan itu guna menghentikan darah keluar.


"Apa kalau luka tusukan pisau juga harus di tarik dulu pisaunya baru di tekan lukanya? Sama seperti peluru?" tanya Lea penasaran membuat lamunan Tom tersadar.


"Jangan! Luka tembakan dan tusukan itu berbeda! Kalau tusukan jangan di tarik pisaunya karena itu akan mengakibatkan darah semakin deras mengalir! Biarkan dokter yang mengeluarkan nya langsung agar tak terjadi pendarahan!" jelas Tom membuat Lea menganggukkan kepalanya mengerti.


"Ternyata wawasan mu sangat luas ya TomTom!" puji Lea membuat Tom membusungkan dadanya.


"Tentu saja wawasan ku luas! Apa kamu lupa aku siapa? Aku ini pemilik perusahaan Cincau.Grop! Dan ketua Mafia white Tiger! Semua tentang hukum, sehingga saham aku tahu semuanya!" timpal Tom membanggakan dirinya sendiri membuat Lea memutar bola matanya malas.


"Aku ragu kalau kamu tahu tentang hukum! Karena orang yang tahu hukum pasti tidak akan mau menjadi ketua Mafia seperti kamu, karena mereka tahu Mafia dan hukum itu bagaikan minyak dan air yang tidak pernah menyatu!" jelas Lea membuat Tom menarik sudut bibirnya.


"Hukum itu abstrak Lea! Bisa diubah karena hukum tidak berbentuk. Yang salah menjadi benar dan yang korban bisa menjadi tersangka! Tidak semua yang tahu hukum akan mematuhi hukum. Contohnya para pejabat negara yang korupsi! Mereka tahu korupsi itu salah dan menentang hukum! Tapi, karena rasa tamak dalam diri mereka dan marketing setan yang membuat korupsi itu seperti makanan halal membuat mereka terjerumus menjadi maling negara!" jelas Tom panjang lebar.


Penjelasan Tom tadi benar-benar menohok hati Lea. Hukum benar-benar tak berbentuk dan bisa di ubah.


"Setidaknya aku sebagai Mafia tidak pernah memakan uang rakyat dan menindas fakir miskin dengan peraturan yang aku buat! Aku hanya memakan uang haram hasil penjualan senjata api ilegal! Bukan seperti mereka yang dari rumah berdasi tapi kenyataannya seperti b*bi karena memakan hak orang lain!" tambah Tom membuat Lea benar-benar bungkam tak tahu menjawab apa pun lagi.


Bersambung.


Hai hai … author balik lagi nih!!, Ada yang mau lagi kah??? Ayo langsung vote.


Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰🥰


Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2