Budak Ku Mr. Mafia

Budak Ku Mr. Mafia
Mengidam Petai!


__ADS_3

Mentari terbit dari ufuk timur, cahaya keemasan nya memasuki celah-celah kamar pengantin baru. Membuat kedua insan itu merasa terusik, perlahan si pemilik bulu mata lentik membuka matanya.


Lea terpukau melihat wajah tampan Tom saat sedang tidur. Terlebih lagi di pagi hari, Tom terlihat lebih seksi. Wajahnya yang teduh dengan mata tertutup membuat Lea berdecak kagum. 


Alis tebal, rahang tegas, buku mata yang lumayan lentik dan hidung mancung serta bibir tebal membuat Tom semakin seksi di pandangan Lea. 


Entahlah Lea tidak tahu mengapa pagi ini Tom terlihat sangat tampan, gadis itu tersenyum manis tanpa sadar seraya membelai rahang tegas milik Tom. 


Tak dapat di pungkiri hatinya menghangat saat bangun di pagi hari ada sosok pria tampan yang mendekap dirinya. Lea teringat akan pertempuran panas mereka semalam. 


Meski Tom tidak memasuki dirinya akan tetapi itu sudah membuat Lea puas karena teknik Tom yang seperti seorang pemain membuat dirinya melayang ke luar angkasa.


Pipi Lea tiba-tiba merona mengingat akan hal itu. Terlebih lagi dirinya semalam sangatlah agresif, bahkan, Lea teringat akan semalam bagaimana dirinya mengetuk dan menendang pintu kamar mandi hanya karena merasa kesal pada Tom yang tiba-tiba meninggalkan nya di atas ranjang.


Lea tak tahu mengapa dia bisa berubah seagresif itu. Hanya saja semalam dirinya tak dapat mengontrol hasratnya yang menggebu-gebu. Lea pernah membaca artikel tentang hormon ibu hamil yang berubah-ubah.


Ibu hamil cenderung sensitif terhadap bau dan perasaan. Mudah menangis, marah dan emosi. Satu lagi yang tak akan pernah Lea lupakan bahwa ibu hamil juga mempunyai libido yang lebih tinggi daripada wanita yang tidak hamil pada umumnya.


Lea merasakan semua itu, terkadang dirinya ingin menangis tanpa sebab. Namun, Lea menikmati akan hal itu karena gadis cantik itu berpikir bahwa sekarang dirinya tak sendirian.


Ada Tom yang akan ikutan menanggung mood nya itu. Ada Tom yang nanti menjadi tempat dirinya meluapkan emosi. Tom yang telah membuat dirinya hamil, maka Tom juga yang harus menanggung konsekuensinya itu.


Lea membelai bibir seksi Tom. Entah dorongan apa membuat dirinya ingin mengecup manis bibirnya Tom lagi. Perlahan Lea mendekatkan bibirnya dengan bibir Tom.


Bibir keduanya itu menyatu. Lea membelalakkan matanya saat merasakan ada balasan ciuman. Terlihat Tom yang memejamkan matanya seraya membalas ciuman Lea.


Tom menahan tengkuk Lea membuat ciuman itu semakin dalam. Entah berapa menit mereka berciuman, Tom baru melepaskan ciuman tersebut saat merasa Lea sudah hampir kehabisan nafas.


Lea menghirup udara di sekitarnya dengan rakus. Gadis itu menatap Tom yang tersenyum lembut ke arahnya seraya mengusap bibir mungil milik Lea.


"Selamat pagi, istriku!" Tom mengecup kening Lea lembut.


Degg.


Jantung Lea berdegup kencang, dadanya berdebar tak karuan, keringat dingin membasahi keningnya, bahkan pipi Lea ikutan memerah bak kepiting rebus.

__ADS_1


Tom terkekeh kecil melihat wajah Lea yang bersemu merah bak remaja yang sedang kasmaran. Tom merasa gemas dan menghadiahi ciuman di seluruh wajah Lea.


Lea merasa geli saat merasakan bulu-bulu halus yang berada di wajah Tom mengenai wajahnya.


"Ha ha ha … berhenti TomTom! Geli … ha ha ha … geli!" Lea memberontak dalam pelukan Tom membuat pria tampan itu semakin gencar mengganggu Lea.


Mendengar suara tawa Lea yang indah di telinganya membuat hati pria itu menghangat. Inilah yang sedari dulu ia impikan, bercanda di pagi hari bersama pasangannya.


Saling tertawa lepas tanpa adanya suara tembakan dan teriakan kesakitan. Hidup Tom selama ini di isi dengan suara jeritan dan tangisan para musuhnya membuat hidup pria itu terasa hampa.


Lea mendorong dada bidang Tom lalu ingin bangkit beranjak dari kasur. Baru saja Lea menurunkan kakinya sebelah kanan Tom lebih dulu memeluk tubuhnya dan membanting tubuh Lea ke atas ranjang.


Tak berhenti di situ saja, Tom menggelitik pinggang Lea membuat gadis cantik itu tertawa lepas.


"Tom ber-henti  … ha ha ha … aduh geli! Hah … hah … prepp prupp!" Karena terlalu banyak tertawa membuat gas alam yang berada dalam perut Lea tak dapat di tahan lagi.


Gadis itu melepaskan gas alam nya begitu saja membuat senyuman di wajah Tom perlahan memudar tergantikan dengan raut wajah jijik.


"Lea jorok! Bisa-bisanya kamu kentut saat sedang tertawa!" teriak Tom berlari menuju ke kamar mandi meninggalkan Lea yang tertawa lepas.


"Ha ha ha … siapa suruh menggelitik ku, rasakan itu meriam dari Prancis!" balas Lea tertawa terbahak-bahak.


Lea terbatuk-batuk karena terlalu banyak tertawa membuat gadis itu menghentikan tawanya.


"Aku pengen petai!" Leo mengelus perutnya. Air liur gadis itu hampir mengences bayangkan petai.


*


*


*


Tom yang baru keluar dari kamar mandi terkejut melihat Lea yang menangis di atas ranjang. Ada apa gerangan? Mengapa istrinya itu tiba-tiba menangis? Apa Lea tersinggung karena perkataannya tadi yang mengatakan Lea jorok?


Tom masih belum memakai pakaian, dengan handuk yang masih melilit di pinggang nya dan rambut yang basah. Pria tampan itu melangkah kakinya menuju ranjang.

__ADS_1


"Hey, Sayang! Kenapa menangis? Apa ada sesuatu yang salah? Apa aku menyakitimu atau kamu tersinggung karena aku mengataimu jorok tadi? Maafkan aku, Sayang!" Tom langsung menarik tubuh Lea, membawa gadis itu ke dalam pelukannya.


"Sayang, jangan diam saja! Katakan padaku, apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Tom lembut menangkup pipi Lea lalu menghapus jejak air matanya yang mengalir di pipi.


Lea menatap Tom dengan bola mata yang memerah. Gadis itu mengedipkan matanya berkali-kali lalu menghirup ingusnya yang hampir meluber keluar.


"Aku … hiks … mau petai! Tauco petai, sambal petai, capcai yang ada petainya. Pokoknya aku mau makanan yang menu utamanya petai!" Lea menangis sesenggukan membuat Tom menautkan alisnya sebelah.


Petai? Apa itu? Jenis makanan apa itu? Makhluk apa itu? Berbagai pertanyaan tentang letak hadir di benak Tom membuat pria tampan itu berpikir keras seketika.


Mencari segala informasi yang ada di otak nya tentang petai. Tom menggelengkan kepalanya saat otaknya tak mampu mengakses informasi petai.


"Apa itu Lea? Makanan apa itu?" tanya Tom serius.


"Kulit petai itu panjang dan warnanya hijau! Kalau isinya itu bulat! Aku mau TomTom … ini bukan mau ku tapi mau baby kita!" jelas Lea dengan suara yang serak membuat Tom menganggukkan kepalanya mengerti.


"Baiklah, kalau begitu kamu bersihkan diri kamu dulu. Setelahnya kita bakal keluar buat cari sarapan petai! Aku juga mau coba rasanya seperti apa, sehingga membuat anakku menginginkan nya!" Tom mengusap puncak kepala Lea lembut.


Mendengar ucapan Tom membuat Lea tersenyum lebar. Gadis cantik itu menghapus air matanya kasar.


"Gendong!" Lea berucap manja membuat Tom melongo.


"Ayo Tom-Tom gendong aku dan bawa ke dalam kamar mandi! Bukannya itu yang dilakukan pria yang baru saja menikah!" Lea mengerucutkan bibirnya membuat Tom terkekeh kecil.


"Baiklah, setelah di pikir-pikir sabun di kamar mandi masih banyak. Jadi, masih bisa kalau aku mandi sekali lagi!" Tom mengerlingkan matanya membuat Lea tersipu malu.


Bersambung.


Halo kakak author balik lagi, nih.


Sebentar lagi bakal ada up lagi … jadi author minta penuhi kolom komentar yak biar author semakin semangat dan tidak ngantuk ngetik.


Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰


Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🥰

__ADS_1


Mampir juga ke novel temen author yang kece ini ...



__ADS_2