
Tom tersenyum lebar saat melihat tubuh Lea bergetar hebat karena merasa takut padanya. Pria tampan itu pun mengecup leher jenjang Lea hingga memerah.
"Aku mohon … lepaskan aku! Apa yang kamu inginkan, apa kamu ingin uang atau jabatan? Aku akan memberikannya. Hiks … tapi jangan sentuh aku lagi." Lea menangis sesenggukan saat Tom mengecup leher jenjangnya.
Tom yang mendengar perkataan Lea pun tersenyum lebar, pria itu menghentikan aksinya.
"Aku tidak butuh semua itu! Karena aku memiliki semuanya, baik itu harta atau tahta. Sekarang aku tertarik pada tubuh indahmu!" bisik Tom dengan nada sensual di telinga Lea.
Lea menggelengkan kepalanya, gadis itu menangis sesenggukan saat tangan Tom kembali menjelajahi tubuhnya.
"Jangan, aku mohon! Hiks … kehormatan ku hanya untuk suami ku kelak." Lea memohon ampun pada Tom, namun tak membuat pria tampan dan mengerikan itu berhenti.
Tom merobek paksa pakaian Lea, sehingga tubuh mulus Lea terekspos membuat Tom menelan ludahnya. Pria tampan itu di selimuti gairah yang amat besar.
Tubuh Lea bergetar saat merasakan lidah Tom bermain di leher jenjangnya. Gadis itu memberontak membuat pergelangan tangan dan kakinya lecet berdarah.
"Tidak akan seru bila aku menggagahi mu dengan matamu yang tertutup. Lebih baik aku buka saja penutup matamu!" Tom membuka penutup mata Lea.
Mata Lea terbelalak melihat pria psikopat pada malam itu tak lain adalah Misteri Tom Gilbert Smith, seorang pengusaha yang sempat membuat Lea jatuh hati.
Pantas saja saat pertama kali Lea mendengar suara Tom merasa tak asing. Rupanya Tom dan pria psikopat yang mengancam Lea adalah pria yang sama.
"Mis-mister Tom!" Lea terkejut melihat wajah tampan Tom tepat di depan wajahnya.
Tom tersenyum penuh arti membuat nafas Lea tercekat. Bibir gadis itu bergetar menahan Isak tangis sekaligus ketakutan melihat Tom yang tersenyum jahat.
"Ternyata ingatanmu sangat buruk, Nona manis. Seharusnya kamu mengenalku saat pertama kali kita bertemu di kampus mu. Aku juga sudah memberikan mu kesempatan untuk kabur dari ku. Akan tetapi, kamu sendiri yang memilih tetap berada di dalam jangkauan ku. Kamu terlalu menganggap remeh diriku!"
Tom berucap lembut namun terdengar mengerikan bagi Lea. Gadis itu merasa ketakutan yang teramat sangat menghantui jiwa dan raganya. Lea merasa terancam dengan tatapan intimidasi Tom.
"Ke-kenapa Anda sangat jahat, Mister! Berbeda dengan mister Tom yang kemarin datang ke kampus ku." Lea berkata terbata-bata membuat Tom menarik sudut bibirnya melengkung berbentuk senyuman.
Di saat mencekam seperti ini, Lea masih saja berani berbicara meski terbata-bata. Tom semakin menyukai kepribadian Lea yang terlihat seperti kelinci kecil yang liar.
"Mister Tom yang kemarin merupakan seorang pengusaha, sedangkan mister Tom yang sekarang adalah seorang psikopat dan mafia!" Tom membuka paksa pengait pakaian dalam Lea.
Sehingga sesuatu yang indah itu menyembul keluar membuat jakun Tom naik turun. Lea menggelengkan kepalanya merasa tak terima dengan perlakuan Tom.
__ADS_1
"Kalau kamu berani menyentuhku, maka aku akan melaporkan kepada kakak ku! Agar dia menghajar mu." Lea mengancam Tom dengan membawa-bawa nama Leo.
Tom yang mendengarnya pun tersenyum menyeringai. Pria itu merasa tertantang dengan penolakan dan ancaman Lea.
Tangannya berhasil menggenggam kedua bulatan kenyal itu membuat Lea semakin menangis.
"Aku tidak akan pernah takut pada siapa pun, termasuk kakak mu yang tidak apa-apanya di bandingkan dengan ku." Tom merasa dirinya lebih hebat di bandingkan siapa pun. Selama ini tidak ada yang bisa menandingi kehebatan nya di bidang mafia maupun pengusaha.
"Baiklah, silahkan nodai aku! Setelah itu biarkan aku menelepon kakak ku untuk mengadukan mu. Nanti setelah bertemu dengan kakak ku barulah kamu lihat perbandingan mu yang bagaikan debu halus di depan kakak ku!" Lea menantang sekaligus mengancam Tom membuat pria itu mengeraskan gerahamnya.
Tom tak terima Lea merendahkan dirinya dengan mengatakan bahwa Tom tak lebih dari debu halus. Selama ini orang-orang menghormati dirinya. Akan tetapi, Lea menyamakan dirinya dengan debu halus.
Tidak bisa di terima! Tom terima tantangan Lea.
"Baik, aku juga tak sabar melihat mu menangis darah saat kepala kakakmu yang kamu banggakan itu aku penggal. Lalu tubuhnya aku cincang dan ku jadikan makanan buaya ku!" Tom membentak Lea membuat gadis itu ketakutan.
Kak Leo, tolong aku, Kak! batin Lea menjerit ketakutan.
Tom melakukannya dengan cara kasar tanpa pemanasan membuat Lea merasa sakit teramat sangat, saat merasakan benda tumpul itu menerobos masuk tanpa aba-aba.
*
*
Tom tersenyum sinis saat melihat Lea pingsan di tengah-tengah permainan. Pria itu terus menyalurkan hasratnya yang selama ini di pendam.
Ya, benar saja bahwa Lea adalah gadis pertama yang di gagahi oleh Tom. Pria tampan itu masih suci tak tersentuh oleh wanita mana pun.
Lagi dan lagi Tom menyemburkan benihnya ke rahim Lea.
Pria tampan itu segera bangkit dari ranjang lalu masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Setelah selesai Tom keluar dari kamar mandi hanya menggunakan handuk kimono.
Pria tampan itu mengambil ponsel Lea yang Ia simpan dalam laci.
"Dasar ceroboh," gumam Tom saat mengotak-atik ponsel Lea yang tak di kunci.
"Tidak harus kamu yang menelepon nya! Aku sendiri yang akan menelepon kakak mu yang kamu banggakan itu! Lihat saja, dia pasti akan bertekuk lutut di hadapan ku karena tak mampu melawan kehebatan ku," gumam Tom tersenyum penuh percaya diri.
__ADS_1
Tom terlalu angkuh! Pria itu tidak tahu malapetaka apa yang akan menghampiri nya, karena kesalahannya itu.
*
*
Di Indonesia,
Suara gelak tawa terdengar menggema di ruang tamu kediaman Lemos. Leo sedang bersenda gurau dengan Arka, Kemal, Dito dan Dimas. Para pria paruh baya itu sedang membicarakan anak-anak mereka yang sudah tumbuh dewasa.
"Le, bagaimana kabar adikmu di Prancis?" tanya Arka seraya mengunyah kacang rebus.
"Baik, baru saja semalam dia menelepon ku memberitahu bahwa nilai IPK nya naik." Leo menceritakan kepintaran Lea di bidang hukum dengan bangga pada para sahabatnya.
"Lea benar-benar hebat! Dia gadis yang pintar." Arka memuji kepintaran Lea membuat yang lainnya mengangguk kepalanya setuju.
Sehingga suara dering ponsel Leo berbunyi. Pria paruh baya itu tersenyum lebar saat melihat nama yang tertera di layar ponselnya.
"Lihatlah, Lele ku selalu merindukan ku. Padahal baru semalam kami berbicara tapi sekarang dia menelpon ku lagi." Pamer Leo dengan senyuman tengilnya.
"Loudspeaker, Le. Kami juga ingin mendengar suara Lea. Sudah lama kami tidak mendengar suara cempreng nya!" titah Dito semangat.
Leo pun meng-loudspeaker, semuanya terdiam menunggu Lea berbicara.
"Halo brother!" Raut wajah Leo dan yang lainnya langsung berubah dingin sekaligus terkejut saat mendengar suara barinton yang berbicara.
Bersambung.
Insya Allah mulai sekarang bakal double up tiap harinya 🥰🥰
Mohon bersabar ya kakak … biarkan Tom bersenang-senang dulu, karena nanti dia akan merasakan balasan yang setimpal dari Leo cs😂😂😂🤣🤣🤣
Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰
Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️
__ADS_1