
Tak terasa usia kandungan Lea sudah mencapai sembilan bulan. Hanya tinggal hitung hari wanita itu akan segera melahirkan bayi mungil.
Sampai saat ini Lea belum mengetahui jenis kelamin anaknya, karena dia ingin menjadi rahasia. Perhatian Tom sangat melimpah ruah.
Tak dibiarkan istri tercintanya itu kelelahan. Bahkan, kesehariannya hanyalah menjaga dan menempel pada istrinya itu selama dua puluh empat jam.
Terkadang Lea merasa risih, namun, dia paham akan tingkah Tom. Pria itu selama hidup selalu kesepian dan hidup suaminya itu berwarna ketika dirinya hadir.
Terlebih lagi sebentar lagi Tom akan menjadi seorang ayah. Pastinya pria itu tak ingin melewatkan satu momen pun bersama istri dan calon bayinya.
Lea juga tak mempermasalahkan Tom yang mengambil cuti satu tahun. Karena dia tahu bahwa sebelumnya pria itu gila kerja.
Biarlah Tom merasa bahagia bersama dirinya. Itu sudah membuat hati Lea menghangat.
Malam ini terasa berbeda, Lea yang sedang terlelap pun merasa mulas. Wanita yang sedang hamil itu membuka matanya perlahan. Di lihatnya Tom yang terlelap nyaman seraya menggenggam tangan nya.
"Sebaiknya aku ke kamar mandi sendiri saja, kasihan suami ku ini pasti kelelahan karena memijat kaki ku hampir seharian penuh!"
Lea tersenyum lembut menahan rasa mulas nya, wanita cantik itu melepaskan genggaman tangan Tom perlahan. Dia tak ingin suaminya itu terjaga.
Perlahan, namun pasti, Lea berjalan hati-hati menuju kamar mandi. Wanita itu menghempaskan bokongnya di closed duduk.
Lima belas menit Lea menunggu, namun, tak terjadi apa-apa. Hanya air pipis yang keluar.
Akan tetapi, rasa mulas itu kian menjadi.
__ADS_1
"Ya ampun … apa aku sembelit? Tapi, masa sih iya orang hamil sembelit!" gumam Lea mengusap kening nya yang mengeluarkan keringat.
Alhasil, Lea segera membersihkan mahkota nya dengan susah payah. Wanita itu tak bisa melihat ke bawah karena perut nya sudah sangat besar.
Lea keluar dari kamar mandi mengambil ponselnya dalam laci.
"Aku tanya google aja," gumam Lea pelan.
"Oke google, apa benar orang hamil tua bisa sembelit?" tanya Lea dengan suara pelan agar Tom tak terusik.
"Menurut penelitian dokter xxx orang yang sedang hamil tua bila mengalami mulas, namun, bukan mulas buang air besar. Itu tandanya orang yang sedang hamil tua itu hampir melahirkan!"
Lea membelalakkan matanya membaca artikel di google. Dia membaca hingga selesai dan ternyata benar bahwa gejala mulas yang di alaminya adalah gejala pertama orang yang mau melahirkan.
"Setelah mulas, pinggang pun akan terasa sakit … ahh! Iya sakit-sakit pinggang ku sakit!"
Insting mafia nya langsung mendominasi dirinya. Dengan gerak cepat Tom mengambil pistol dari laci lalu menodongkan nya ke arah Lea.
"Sayang!" pekik Tom terkejut melihat raut wajah Lea yang pucat pasi seperti orang menahan sakit.
Buru-buru Tom meletakkan pistolnya lalu segera berlari menghampiri Lea.
"Hubbie … sepertinya anak kita udah gede! Rahim ku sudah tidak muat menampung nya, cepat bawa ke rumah sakit agar anak kita segera keluar!"
Lea berkata dengan suara yang terengah-engah. Wanita itu mencengkram pundak suaminya melimpahkan rasa sakit yang kian mendera.
__ADS_1
Tom yang mendengar istrinya hampir melahirkan pun terkejut. Pria itu panik, segera saja dia menggendong Lea ala bridal style.
"Baby, jangan lahir dulu ya, Nak! Kamu lahirnya harus di rumah sakit, jangan tiba-tiba seperti ini. Kamu ini anak orang kaya, jadi tidak boleh lahir di tengah jalan!"
Tom menggerutu seraya berlari tergesa-gesa keluar dari kamarnya. Pria tampan itu berteriak keras membangunkan penghuni mension.
Tom tinggal bersama dengan keluarga besar Lea, bahkan, Leo pun tinggal bersama mereka karena Lea hamil besar.
"Mom, Pa … Kak Leo, Kak Ara! Lea mau melahirkan … Baby nya mau keluar!!" teriak Tom menggelegar mampu membangunkan orang satu kampung.
*
*
*
Wkwkwkwk … dasar pasangan somplak 🤣
Insya Allah author akan usahakan tiap hari update 🥰🥰 doakan kelancaran nya yah.
Author punya 4 novel ongoing.
Bersambung.
Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰
__ADS_1
Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🙏