
**Bantu Karya ini agar lebih bersinar dan masuk rangking KARYA Populer 🙏🙏 dengan cara LIKE KOMENTAR VOTE DAN BERI RATING 5 YAH 🙏🙏
Saling bantu kita, Author up tiap hari dan kakak semua Vote, like coment dan beri hadiah 🥰
...----------------...
Tom merasa ada burung yang berkicau memutar di kepalanya, pria tampan itu merasa pusing akibat pukulan Lea yang sangat keras.
"Rasakan itu, makanya jangan main mesum di depan ku! Asal kamu tahu aku itu bukan gadis murahan yang tertarik pada apa yang bersembunyi di balik kolor ijo mu itu! Aku ini gadis baik-baik yang tinggi martabat dan harga diri! Kalau kamu ingin buka-bukaan, noh. Sana ke lokalisasi! Di sana pasti banyak gadis-gadis yang haus akan belaian dan sentuhan!"
Lea membentak Tom membuat pria tampan itu semakin pusing. Demi apa pun Tom tak dapat meluapkan amarahnya pada Lea karena dirinya jatuh hati pada gadis cerewet dan barbar di sampingnya ini.
*
*
*
Di sisi lain musuh, terlihat seorang pria tampan berparas korea dengan luka jahitan di pipinya mengemudikan mobil dengan kecepatan yang amat tinggi.
"Dia benar-benar pintar mengelak, tidak ada cara lagi. Keluarkan bom perekat sekarang juga. Pastikan tembakan mu mengenai body belakang mobilnya!" tegas pria tampan itu pada temannya yang memiliki badan kekar dan kepala botak.
"Baik, sir!" jawab pria botak itu langsung membuka jendela atas mobil tersebut lalu membidikkan bom perekat ke body belakang Tom.
Bila bom itu sudah melekat pada suatu benda, maka dalam hitungan 5 detik benda itu akan meledak. Terlihat mobil Tom mulai oleng karena Lea memukul kepala Tom.
Hap.
Bidikan pria botak itu tepat mengenai body belakang mobil milik Tom membuat pria tampan yang sedang mengemudikan mobil itu tersenyum penuh kemenangan.
"Kirim salam ku pada malaikat penjaga pintu neraka, King!" gumam pria tampan itu yang tak lain adalah mantan anak buah Tom.
*
*
*
__ADS_1
Tom menggelengkan kepalanya guna mengusir rasa pusing yang menghampiri kepalanya tadi.
"Leaz jangan memukul kepala ku lagi atau tidak kita berdua akan pulang ke rumah hanya membawa nama alias mati!" sentak Tom pada Lea yang sedang mengerucutkan bibirnya.
"Habis, kamu sih mesum! Masa main buka-bukaan di depan aku! Bikin aku malu aja!" dengus Lea dengan wajah yang merah padam membuat Tom terkekeh kecil.
"Jangan bersikap seperti gadis perawan, Lea! Kamu itu udah aku bolongin dan sebentar lagi udah jadi mama! Masa pipi kamu bisa merah begitu hanya karena melihat kolor ijo ku!" ejek Tom membuat wajah Lea semakin memerah, hingga ke telinga.
Oh ya ampun … bagaimana bisa Tom berbicara se-vulgar itu pada Lea.
"Oke-oke fine, Tom! Aku memang bukan perawan lagi. Tapi, kamu yakin kalau kamu masih perjaka waktu memasuki ku?" tanya Lea melirik ke arah si Otong yang bersembunyi di balik kolor ijo milik Tom.
Nafas Tom naik turun mendengar pertanyaan Lea. Pria itu merasa terhina mendengarnya seolah-olah Tom adalah pria yang sudah meniduri banyak wanita.
"Ya yakin, dong! Aku ini masih perjaka bahkan kamu itu wanita pertama dan terakhir yang akan aku gagahi. Si Otong ku.itu hanya setia pada satu donat bukan banyak donat!" sanggah Tom membuat Lea terkekeh geli melihat raut wajah kesal Tom.
Wajah Tom menegang saat mendengar suara bom perekat yang berada di body belakang mobilnya. Pria tampan itu segera melepaskan sabuk pengamannya.
"Tom, apa yang terjadi? Kenapa kamu buka sabuk pengaman?" tanya Lea panik melihat raut wajah Tom yang menegang.
"Kita tidak punya waktu, Lea!" Tom segera membuka sabuk pengaman Lea lalu menarik tubuh Lea dalam dekapannya. Mobil mereka tepat berjalan di pinggir jurang yang di bawahnya terdapat sungai yang dalam dan deras airnya mengalir.
Duarr.
Mobil Tom meledak dengan asap hitam melebur dengan api besar. Untung saja Tom berhasil melompat dua detik sebelumnya. Bila tidak, Tom dan Lea akan ikut hangus terbakar meledak bersama mobilnya itu.
"Ahhh … Tom!" jerit Lea ketakutan menenggelamkan wajah nya dalam dekapan Tom. Pria tampan itu melingkarkan kakinya memeluk Lea seperti bantal guling.
Tubuh mereka berdua berguling-guling jatuh ke dalam jurang.
Bugh.
Bugh.
Tubuh Tom terluka terkena batu-batu tajam karena berusaha melindungi Lea. Darah mengalir keluar dari kening Tom, namun, tak membuat pria tampan itu meringis kesakitan.
__ADS_1
Tom memiliki penyakit mati rasa, dia tidak bisa merasakan sensasi sakit terkecuali pusing. Bahkan, pria tampan itu pernah terkena air panas, namun, dirinya tak meringis sedikit pun.
Tubuh mereka berguling-guling, sehingga jatuh tenggelam dalam sungai tersebut.
*
*
*
Pria tampan berparas korea itu memukul setirnya saat melihat Tom berhasil melompat dari mobil. Pria itu menghentikan mobilnya tak jauh dari mobil Tom yang sudah meledak dan terbakar.
Pria tampan itu turun dari mobil berlari ke tepi jurang melihat dan mencari-cari keberadaan Tom.
"Sial … di mana mereka?" Pria tampan itu mengeluarkan pistol nya dari saku lalu kembali menembak ke arah sungai.
"Tembakkan peluru kalian ke dalam air karena mereka pasti bersembunyi.dalam air!" titah pria tampan itu di angguki oleh 3 anak buahnya yang sama-sama botak.
Dor.
Dor.
Dor.
Dor.
Hujan peluru di layangkan oleh pria tampan itu ke dalam air. Berharap dapat membunuh Tom dan Lea.
Setelah lima menit mereka baru menghentikannya. Pria tampan itu tersenyum sinis ke arah sungai.
"Semoga kau mati di makan penghuni sungai itu dan cepat pergi menuju alam baka, King!" gumam pria tampan itu penuh percaya diri.
**Bersambung.
Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak.
Alhamdulillah hari ini triple up ... 🥰🥰😁😁😁 mau lagi kah ...? Besok triple up?? wkwkwkwk banyakin komentar dan vote nya dong, 😎
__ADS_1
Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🙏🥰**