Budak Ku Mr. Mafia

Budak Ku Mr. Mafia
Di Kasur atau Di depan Tamu?


__ADS_3

**Bantu Karya ini agar lebih bersinar dan masuk rangking KARYA Populer 🙏🙏 dengan cara LIKE KOMENTAR VOTE DAN BERI RATING 5 YAH 🙏🙏


Saling bantu kita, Author up tiap hari dan kakak semua Vote, like coment dan beri hadiah 🥰


...----------------...


Tom dan Lea memasang senyuman manis seraya terus menyambut para tamu yang menghadiri pernikahan mereka. Akad pernikahan tersebut telah Tom lakukan, Lea tak meminta banyak mahar pada Tom.


Hanya sebuah mension mewah di Prancis dan satu perusahaan Tom yang berada di Islandia baru dengan sebuah mobil sport Lamborghini berwarna pink. Tentu saja Tom dengan senang hati mengabulkan permintaan Lea itu.


"Aku tidak menyangka akan menikah muda dan hamil duluan! Padahal aku tidak pacaran main gelap-gelapan!" ujar Lea pelan dengan nada kesal membuat Tom yang mendengar nya menghela nafas panjang.


"Jangan sedih, Lea. Menikah muda itu bukanlah hal yang buruk dan hamil duluan itu juga bukan sebuah kesialan, kamu harus ingat di luar sana banyak orang yang menikah karena cinta, namun, tidak di anugerahi anak. Kita yang belum menikah sudah di anugerahi anak! Bukankah itu pertanda dari semesta bahwa kita berdua adalah dua insan yang telah di takdirkan!" bisik Tom pelan di telinga Lea.


Pria tampan itu menghembuskan nafas segarnya ke leher jenjang Lea membuat tubuh gadis cantik itu meremang. Lea menggigit bibirnya saat merasakan sesuatu yang menggelitik di bawah sana hanya karena Tom menghembuskan nafas ke leher jenjang miliknya.


Tom tersenyum lebar melihat wajah Lea yang memerah, hingga ke telinga membuat Tom yakin bahwa Lea juga merindukan sentuhan nya.


Tom kembali berulah dengan merangkul pinggang Lea posesif lalu memeluk tubuh Lea dari belakang. Tom meletakkan dagunya di bahu terbuka Lea membuat tubuh gadis cantik itu membeku.


Ah … ada apa dengan jantung Lea? Kenapa dia merasa jantungnya sedari tadi senam dan marathon? Bagaimana ini? Apakah Tom dapat mendengar detak jantungnya!


Ah … Lea benar-benar malu saat semua pasang mata memandang ke arahnya yang di peluk oleh Tom. Bahkan, terdengar bisik-bisik para tamu membicarakan dirinya dan Tom yang terlihat sangat romantis.


"Tom, apa yang kau lakukan? Lepaskan aku! Apa kamu tidak malu dilihatin orang!" ujar Lea pelan seraya mencubit tangan Tom yang melingkar di perutnya.


"Buat apa malu, bukankah kita sudah sah menikah! Bebas dong mau buat apa, lagian ini hanya pelukan bukan ciuman atau lebih dari ciuman!" Tom mengecup leher jenjang Lea membuat gadis itu menggigit bibir bawahnya.


Tom benar-benar jahil! Pria tampan itu mengetahui di mana letak kelemahan Lea, sungguh saat ini Lea ingin sekali lari dari acara tersebut.

__ADS_1


Gadis itu ingin bersembunyi dari semua orang yang mencuri-curi pandang menatap nya. Terlebih lagi mata para gadis menatap Tom dengan tatapan yang memuja membuat gadis itu merasa tak rela.


Tak berhenti mengecup, Tom bahkan menggesekkan hidungnya di telinga Lea membuat gadis itu bergerak seperti cacing kepanasan dalam rengkuhan Tom.


Oh … Mister Tom! Apa yang baru saja kau lakukan? Kau telah membuat seorang Leana Dicaprio bersikap seperti hewan melata yang sedang mencari makan.


"Tom, ja-jangan!" lirih Lea saat Tom kembali menghembuskan nafas segar ke leher jenjangnya.


"Jangan berhenti maksud mu, 'kan! Aku tahu Lea, kamu tidak akan bisa menolak sentuhan ku! Sudah aku bilang kamu sangat beruntung karena memiliki suami seperti ku! Tidak hanya tampan, namun, rupawan, jutawan, ahli di dapur dan tentunya juga ahli di kasur! Bukankah aku sudah membuktikan nya! Kamu pernah memakan masakan ku yang enak dan juga di dalam perut mu ini sudah ada bukti kehebatan ku di atas kasur. Sekali tembak langsung tepat sasaran dan jadi bibit dalam perut mu!"


"Oh ayolah Lea … puji aku! Jangan di tahan, katakan saja bahwa kamu sangat bahagia dan menginginkan sentuhan ku sekarang juga! Ayo Lea … katakan yes, Tom. Cuma tiga huruf Lea, Y-E-S Tom! Setelah kamu mengatakan nya aku berjanji akan membawa mu kabur ke atas kasur!" bisik Tom dengan nada angkuh di telinga Lea.


Lea yang mendengarnya pun hanya bisa merutuki nasibnya yang terasa sial. Bagaimana bisa dia memiliki suami yang narsis nya seperti Corona. Sejenis kuman yang sulit di musnahkan walaupun sudah di beri berbagai macam suntikan.


"Ayolah Lea, katakan YES, Tom. Agar kita bisa cepat-cepat kabur dari acara membosankan ini!" bisik Tom memaksa Lea dengan cara menggoda gadis itu.


Nafas Lea naik turun saat tangan Tom membelai tulang selangka nya.


"Ah … " Lea meringis pelan lalu menoleh ke samping menatap tajam wajah tampan Tom yang berjarak dekat dengan wajahnya.


Pria tampan itu memasang senyuman polos tanpa berdosa membuat Lea mengumpat dalam hati. Selain berwajah dingin Tom juga bisa berwajah tanpa dosa membuat Lea tak bisa memarahi pria tampan itu.


"Jangan macam-macam, Tom. Acara belum se-- eummmp."


Tom segera mencium lembut bibir manis Lea membuat gadis itu tak dapat melanjutkan perkataannya. Lea membelalakkan matanya saat Tom mencium dirinya di hadapan para tamu.


Bahkan, ada para saudaranya yang menatap ke arah mereka. Lea hanya bisa menutup matanya malu karena tak dapat bertatap muka dengan para saudaranya yang berbinar menatap mereka.


Tom melepaskan ciuman manis tersebut lalu mengusap bibir basah Lea pelan. Pria tampan itu memasang senyuman manis tanpa dosa.

__ADS_1


"Lea, pilihan mu hanya dua!" ujar Tom lembut membuat Lea menautkan alisnya sebelah kanan. Gadis itu tak mengerti pilihan apa yang di maksud oleh Tom.


Gadis itu hanya menatap Tom dengan sorot mata kebingungan membuat Tom semakin gemas pada Lea yang baru saja menjadi istrinya itu.


"Apa maksud mu, Tom?" tanya Lea tak mengerti.


"Pilihan mu hanya dua! Aku gempur di atas kasur atau di depan para tamu?" Tom mengulangi pertanyaannya membuat Lea membelalakkan matanya sempurna.


Oh Tom sangat gila pikir Lea, gadis cantik itu tak habis pikir bagaimana bisa Tom memiliki sifat memaksa dan nekat. Lea melihat sekelilingnya terlihat beberapa orang merekam mereka yang masih dalam posisi berpelukan.


Mau tak mau kali ini Lea harus mengalah dan mengikuti kemauan Tom. Gadis cantik itu tahu betul bahwa Tom tidak pernah bermain dengan perkataannya.


"Gempur di kasur," jawab Lea pelan membuat Tom tersenyum lebar.


"Woho … aku bilang apa juga! Tidak ada yang bisa menolak pesona dan sentuhan ku Lea. Berhubung kamu adalah istri pertama dan terakhir aku! Aku berjanji akan membuat mu tidak bisa berjalan besok!" Tom berucap sungguh-sungguh seraya menggendong Lea membuat gadis itu membelalakkan matanya sempurna.


Bersambung.


Alhamdulillah triple up hari ini.


Ayo yang mau triple up setiap hari, komentar nya banyakin Ding … masa author aja yang update kakak gak dukung di kolom komentar 😅😅😅


Author seneng banget kalau kakak semua banyak yang Komentar, berasa kalau kakak semua puas sama ceritanya gitu … jadi author semakin mood nulisnya 🤣🤣🥰🥰🥰🥰🎉🎉🎉🎉


Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰


Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🙏🥰


Mampir juga ke novel temen author yang baru ini ...

__ADS_1



__ADS_2