Budak Ku Mr. Mafia

Budak Ku Mr. Mafia
Tangisan Seorang Anak


__ADS_3

"Kenapa kamu tahu kalau itu bahasa Turki dan bisa mengingat jelas apa saja yang mommy mu dan Daddy mu bicarakan, Sayang?" tanya Lea menyela cerita Tom membuat pria tampan itu menghela nafas berat.


"Mungkin saat itu aku masih sangat kecil, Sayang. Tapi, ingatanku sangat tajam. Kejadian pada hari itu semua masih terekam jelas di otak ku!" Tom menatap sendu ke arah langit-langit kamar, lalu Tom pun melanjutkan ceritanya.


Flashback.


POV Tom Gilbert Smith.


Aku langsung turun dari mobil tanpa menunggu ibu dan ayah ku turun. Seolah rasa rindu pada nenek dan kakek tak dapat ku tahan lagi. Aku tersenyum melihat nenek dan kakek duduk di kursi halaman depan dengan mata terpejam dan mulut tersenyum.


"Kakek, nenek … Tom pulang!" Aku berlari lalu dengan santainya duduk di pangkuan kakek.


Degg.


Tubuhku membeku saat tangan ku menyentuh kulit pipi kakek yang terasa sangat dingin. Bahkan, raut wajah kakek dan nenek pucat pasi seputih kapas.


"Ibu, ayah!" Aku menoleh ke samping melihat ibu ku yang tiba-tiba menangis histeris seraya memeluk erat tubuh nenek.


Aneh … nenek dan kakek tersenyum dengan mata terpejam. Seolah tak terusik mendengar suara tangis ibu. Apa yang terjadi? Kenapa ibu tiba-tiba menangis?


"Kakek." Aku memberanikan diri mencium pipi kakek. Namun, aku mencium aroma aneh di sekitaran mulut kakek. Tubuhku membeku ketika tak merasakan nafas kakek.


"Dad … kakek kok tidak bernafas? Kakek kenapa tidak membuka matanya? Kenapa kakek tidak membalas pelukan Tom, Dad? Apa kakek marah pada Tom karena pergi terlalu lama … " Air mataku berlinang meminta penjelasan pada sang ayah.


Ayah langsung menggendong tubuhku dan mendekap erat tubuhku. 


"Kakek dan nenek sudah pergi untuk selama-lamanya, Sayang! Mereka sudah tenang di sana!" Ayah berkata lembut dengan suara pelan.


Sontak saja aku menangis histeris memberontak dalam gendongan ayah. Aku turun dan bersimpuh di kaki kakek, bagaimanapun aku sangat dekat dengan kakek.

__ADS_1


Kakek dan nenek sangat memanjakan ku dan menyayangi ku. Bahkan, mereka tak membiarkan seekor nyamuk menggigit ku, setiap malam aku selalu tidur bersama mereka, karena ayah dan ibu ku suruh membuat adik.


Saat itu aku ingin punya banyak adik dan kata kakek kalau adik ku akan lahir kalau aku tidak tidur malam bersama ayah dan ibu.


Jadi, setiap malam aku rela tidur bersama kakek dan nenek agar adik ku cepat lahir.


"Tidak … Tom mau kakek dan nenek! Mereka gak boleh pergi! Mereka harus bawa Tom juga. Kakek udah janji akan selalu ada bersama Tom!"


"Lihat ayah, kakek itu hanya pura-pura tidur. Dia tersenyum pada kita!" Aku tersenyum dengan air mata berlinang menunjuk wajah kakek dan nenek yang tersenyum.


Ternyata kakek dan nenek telah meninggal di racuni. Sebuah racun yang di mana bila korban meminumnya mereka akan mati dalam keadaan tersenyum.


Setelah seminggu semenjak kakek dan nenek meninggal. Kami pindah ke Turki tempat di mana ayah berasal.


Di sana hidupku kembali berwarna karena memiliki teman baru di sekolah. Dengan otakku yang sangat jenius membuat semua guru dan teman-teman menyukai ku. Tidak ada yang iri padaku karena di sana aku sekolah di tempat Muslim.


Anak-anak di sana sangatlah baik, berbeda saat di sekolah ku dulu yang diisi anak-anak bar-bar dan sombong.


Aku pulang ke rumah ku bersama dengan sopirku. Saat tiba di rumah aku mencari kedua orang tuaku.


"Sepertinya di kamar." Aku berjalan santai membuka pintu kamar. Mata ku membulat sempurna melihat kedua orang tuaku menggantung di udara dengan tali melingkar di leher mereka berdua.


"MOMMY … DADDY!"


Flashback off.


Tom menangis sesenggukan membuat Lear langsung mendekap erat tubuh suaminya itu. Bahkan, dapat di rasakan.oleh Lea tubuh Tom bergetar hebat menahan Isak tangis.


Sungguh malang nasib suaminya itu. Di masa nya yang masih muda sudah melihat hal mengerikan dengan menyaksikan orang-orang terkasih nya meninggal dengan cara mengenaskan.

__ADS_1


Lea bahkan membayangkan bila dirinya di posisi Tom pasti tak akan sekuat itu. Kesehatan mentalnya pasti akan terguncang hebat. Atau mungkin Lea akan memilih untuk mengakhiri hidupnya sendiri karena tak sanggup menjalani hidup lagi.


"Mommy dan Daddy … mereka di bunuh! Tapi, aku belum menemukan penjahat nya … hiks … itulah sebabnya aku menjadi mafia! Aku ingin mencari tahu siapa pembunuh mommy!" Tom berucap di sela-sela tangisnya.


Sekarang dia hanyalah seorang anak yang sedang merindukan orang tuanya. Dia hanyalah anak yang tersakiti karena di tinggal pergi oleh orang tuanya. Dia hanyalah seorang anak yang tumbuh tanpa kasih sayang kedua orang tuanya.


Dia adalah seorang anak yang di paksa berjuang seorang diri di dunia yang kejam ini. Dia hanyalah seorang anak yang kesepian.


Lea berulang kali mengecup puncak kepala Tom. Dia menenggelamkan wajah Tom dalam dadanya.


"Menangislah dalam pelukan ku, Sayang! Menangislah sepuasmu. Ceritakan semuanya padaku! Lepaskan semua perasaan yang kamu pendam saat ini. Jangan takut untuk kelihatan lemah! Kamu juga manusia yang berhak menangis dan marah! Menangislah, Sayang!" Lea mendekap erat tubuh Tom.


Pria tampan itu semakin terisak setelah mendengar perkataan istrinya. Tom segera meluapkan semua perasaan nya yang ia pendam selama ini.


Hidup seorang diri dalam bayang-bayang ketakutan. Takut bila sewaktu-waktu pembunuh keluarga nya datang dan menghabisi nya. Takut bila dia dewasa tak bisa membalaskan dendam keluarga nya.


"Aku takut … aku lemah, aku ingin menangis. Aku juga ingin mengeluh! Tapi, dunia begitu kejam padaku. Dunia tak memberi waktu untuk aku mengeluh. Setiap saat aku di timpa masalah! Aku lelah … hiks … " Tom menangis tersedu-sedu. Bahkan, suara pria tampan itu nyaris hilang.


Lea juga ikutan menangis melihat suaminya itu menangis. Dia menyesali perkataan nya yang pernah menghina Tom dan menyebut pria itu lebih bejat dari iblis, karena Tom seperti itu juga karena keadaan yang membentuknya harus menjadi iblis.


"Sekarang ada aku! Kamu tidak sendirian lagi. Ada aku, kak Leo, mommy dan Daddy! Bahkan, ada Jerry, Johan, Lee, Lena dan Ronal. Mereka adalah bawahan sekaligus sahabat mu! Perlu kamu tegaskan dalam hati kalau kamu tidak sendirian. Sekarang kamu bisa katakan pada dunia bahwa kamu sudah memiliki keluarga yang baru. Keluarga yang akan selalu ada saat kamu susah dan senang! Keluarga yang menerima kehadiran mu tanpa syarat!"


"Tak ada lagi yang bisa membuat mu hancur! Karena sekarang ada aku dan keluargaku yang akan melindungi mu, Sayang!" Lea menangkup pipi Tom. Gadis cantik itu menyatukan keningnya dengan kening Tom.


Hidung mereka berdua bersentuhan, bibir keduanya bergetar menahan Isak tangis. Tak ada orang yang memilih punya masalah. Tak ada orang yang ingin hidup susah. Tak ada orang yang ingin di sakiti.


**Bersambung.


Please komentar nya kakak🥺🥺🥺🥺 makin hari makin dikit komentar nya.

__ADS_1


Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰


salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🙏**


__ADS_2