Budak Ku Mr. Mafia

Budak Ku Mr. Mafia
Bantuan Dari Arka Cs


__ADS_3

Tom mengecup bibir Lea sesaat lalu pergi meninggalkan istri tercintanya itu di ruang bawah tanah. Lea hanya bisa terduduk di lantai kotor, dia menangis sesenggukan.


"Aku mohon, kamu harus baik-baik saja, Sayang! Aku mencintaimu … sangat mencintaimu!" Lea mengusap perut buncitnya penuh kasih.


"Doakan Daddy agar dia selamat ya, Sayang! Agar keluarga kita bahagia!" gumam Lea berusaha tersenyum meski butiran kristal kian membasahi pipinya.


*


*


*


Tom keluar dari ruang bawah tanah dengan mengendap. Pria tampan itu menelisik seluruh ruangan berusaha melihat apakah ada musuh yang datang.


"Aman, aku harus ke depan! Mungkin Dave sedang membutuhkan ku!" Tom segera berlari menuju halaman depan.


Di mana suara tembakan peluru begitu menggema di sana. Bahkan, suara teriakan orang-orang yang sedang berkelahi pun menghampiri gendang telinga Tom.


Dor.


Dor.


Tom menembak musuh yang hampir saja menikam Dave dari belakang. Dave berbalik menatap Tom yang baru saja tiba.


"Di mana istrimu?" tanya Dave dengan nafas terengah-engah.


"Dia aman!" balas Tom membuat Dave menganggukkan kepalanya cepat.


Setelah itu mereka kembali berkelahi dengan para musuh. Dave dan Tom melawan delapan orang yang menggunakan senjata tajam.

__ADS_1


Ada di antaranya yang memakai tongkat baseball, kapak dan pisau. Sedangkan Tom dan Dave hanya mengandalkan pistol dan pisau kecil.


Meski, jumlah musuh lebih banyak dari mereka. Dave dan Tom tetap mampu mengalahkan mereka semua. 


Dengan ketangkasan dan kelincahan yang di miliki keduanya membuat para musuh terkapar tak berdaya di atas lantai. 


"Hah … kita harus segera berjumpa dengan Tuan D! Kelarat itu juga berada di sini. Sepertinya dia sedang berkelahi dengan para pria yang baru saja datang membantu kita!" ujar Dave membuat Tom menaikkan alisnya sebelah.


"Maksud mu? Siapa pria yang baru saja datang?" tanya Tom heran seraya mengelap darah yang berada di ujung pisaunya.


"Aju tidak tahu, yang jelas setelah kalian pergi tadi. Tiba-tiba ada dua helikopter yang datang ke sini lalu turun segerombolan pria dewasa membawa senjata lengkap melawan anak buah Tuan D! Aku tidak tahu siapa mereka, tapi, ada satu di antara mereka yang wajahnya sangat mirip dengan istrimu!" jelas Dave panjang lebar membuat Tom tersenyum senang.


Pria tampan itu bisa bernafas lega karena dia tahu pasti siapa yang di maksud oleh Dave. Pastilah itu adalah kelompok Leo dan Arka Cs.


"Yang mirip itu adalah kakaknya istriku. Mereka lebih kuat dan hebat dari kita! Akhirnya aku bisa bernafas lega juga. Setidaknya 80 persen kemungkinan kita akan menang!" balas Tom membuat Dave ikut bersyukur.


"Kita ke sana sekarang!" ajak Dave dan di angguki oleh Tom.


Mata Dave dan Tom terbelalak melihat Leo dan Arka Cs yang sudah bermandikan darah. Mayat para musuh berjatuhan di atas lantai. Bahkan, bau cairan kental begitu menyengat penciuman mereka.


"Waw, mereka benar-benar keren," gumam Tom dan Dave serempak.


Kembali pada Leo yang sedang menendang pria bertopeng tersebut. Terlihat pria itu tak lagi berdaya, kemeja dalamnya yang berwarna putih kini berubah menjadi warna merah.


Entah apa yang telah Leo dan Arka Cs lakukan, yang jelas topeng pria itu sudah pecah sebelah.


"Kau bermain dengan orang yang salah! Berani menyakiti suami adikku maka berarti kau berani menghadapi kematian!" desis Leo meninju wajah pria topeng itu.


Bugh.

__ADS_1


Pria itu terjatuh di atas lantai dengan mulut yang berdarah. Pria itu merasa sangat kesal karena rencananya gagal total.


Tadinya dia sudah sangat yakin bisa membunuh Tom, Dave dan Lea. Dia ingin obsesi di masa lalu yaitu membunuh lawannya dengan setiap racun baru yang telah dia buat.


Sekarang ada tiga racun baru yang dia bawa. Racun tersebut nantinya akan dia berikan pada Lea, Dave dan Tom. Di saat itu tiba jiwa psikopat nya merasa sangat senang.


Pria itu mengalami kelainan jiwa, dia akan merasa senang bila mendengar suara jeritan dan tangisan korbannya yang kesakitan.


"Sialan, kalian sudah menghancurkan rencana ku!" Pria bertopeng itu mengumpat kesal. Dia berusaha untuk bangkit.


Namun, Leo lebih dulu menginjak dadanya sehingga membuat pria itu kembali terbaring di lantai.


"Aku tahu apa rencana mu sialan! Kau ingin menjadikan adikku sebagai percobaan racun mu, apalagi setelah kau tahu adikku sedang hamil. Hasrat mu untuk membunuh adikku semakin menjadi-jadi! Dasar bedebah psiko!" umpat Leo menendang kebanggaan pria bertopeng itu.


Bugh.


"Akkk." Pria itu memegang kebanggaan nya yang terasa ngilu dan mati rasa.


Sedangkan, Arka cs, Dave dan Tom ikutan memegang kebanggaan mereka. Seolah yang di tendang adalah milik mereka.


"Auhh … pasti sangat sakit!" gumam mereka semua.


*


*


*


Bersambung.

__ADS_1


Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰🥰


Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🙏🥰


__ADS_2