Budak Ku Mr. Mafia

Budak Ku Mr. Mafia
Kamu Gemukan!


__ADS_3

“Sayang …” Tom segera mendekap erat tubuh Lea yang duduk berasandar di ranjang brankar rumah sakit. Istri tercintanya telah sadar, Tom merasa sangat Bahagia karena istri dan calon bayi nya baik-baik saja.


“Aku sangat bersyukur akhirnya kamu sadar juga. Maafin aku yang selalu tempatin kamu dalam keadaan yang bahaya!” Tom menangis dalan pelukan Lea. Pria itu tak sungkan menunjukkan sisi lemahnya di hadapan Lea.


“Aku baik-baik saja, Sayang. Tidak ada yang terluka, bayi kita juga kuat di dalam sana. Jangan merasa bersalah karena justru aku merasa bangga punya suami yang hebat dan kuat seperti kamu!” ujar Lea berusaha menenangkan Tom yang merasa bersalah.


“Aku cinta sama kamu, Sayang. Kamu harus tahu itu!” bisik Tom di telinga Lea membuat Wanita itu tersenyum lebar.


“Aku tahu.”


Lea di rawat inap selama tiga hari, semua itu atas permintaan Tom yang tidak ingin istri dan calon anaknya itu kenapa-kenapa. Leo melihat ketulusan Tom saat menjaga dan memperlakukan Lea penuh cinta membuat pria itu bersyukur karena telah memberikan kesempatan kedua untuk Tom.


“Sayang, sepertinya kamu udah gemukan deh!’’ ujar Lea pada Tom yng sedang memijat kakinya.


“Siapa?” tanya Tom tanpa menoleh kea rah Lea. Pria itu sibuk memijat kaki istrinya yang membengkak karena hamil.


“Ya, kamu lah. Kalau aku kan jelas gemuk karena hamil! ini kamu yang aku bilang, pipi kamu udah tembem gitu!” celetuk Lea membuat Tom mengernyitkan dahinya.


Pria itu segera bangkit beranjak menatap pantulan cermin besar yang berada di ruang rawat inap VVIP Lea.


“Oh God … kamu benar, Sayang. Perut kotak-kotak ku sudah berubah menjadi perut balon. Pipi ku yang tirus sekarang sudah mirip kue apem!”


Bugh.

__ADS_1


“Haduh.”


Tom meringis pelan saat kepala nya di lempari bantal oleh Lea. Entah apa kesalahannya sehingga membuat istrinya itu melemparinya bantal.


“Aku salah apa, Sayang?’ tanya Tom merajuk membuat Lea langsung berdecak pinggang.


“Salah kamu itu udah samain pipi kamu sama kue apem! Ngomong kok gak pernah di ayak dulu. Bikin mood aku rusak aja,” dengus Lea membuat Tom menepuk jidatnya.


Pria tampan itu baru saja menyadari kesalahannya. Tinggal beberapa bulan di Indonesia membuat pria itu sedikit banyak mengerti dengan Bahasa dan candaan orang Indonisa yang sangat suka bercanda menyamakan segala sesuatu dengan benda mati.


Contohnya kue apem, trisula naga dan bukit kembar. Persamaan itu hanya dapat di mengerti oleh orang-orang yang sudah hilang kepolosannya.


“Maaf, Sayang. Aku salah sebut tadi!” Tom segera mendekati Lea, dengan manja nya pria itu memeluk erat pinggang Lea lalu menghujani ciuman di wajah istri tercintanya itu.


“Ck … kamu ini makin lama makin local aja.” Lea membalas pelukan Tom. Wanita cantik itu merasa Bahagia karena Tom sangat memanjakan dirinya.


“Sebentar lagi jadi kan kita pulang ke rumah?” tanya Lea manja.


“Jadi, dong. Tapi sebelum itu kamu mandi dulu ya. Biar seger!” balas Tom langsung mengangkat Lea ala bridal style melangkah masuk ke dalam kamar mandi. Lea hanya bisa terkekeh karena paham maksud Tom.


“Aku rindu bayi kita, Sayang,” bisik Tom di telinga Lea membuat wanita itu meremang.


“Bayi kita juga rindu kamu, Sayang.”

__ADS_1


Tom merasa Bahagia, pria tampan itu langsung mencium rakus bibir Lea. Hasratnya yang ia tahan selama beberapa hari kini akan segera ia salurkan.


Suara *rangan dan teriakan manja keduanya terdengar menggema dalam kamar mandi, membuat suasana di salam sana semakin panas.


Pergumulan panas pun tak bisa di elakkan, Tom memperlakukan Lea layaknya Mutiara yang takut tergores. Dia memainkan tempo permainan dengan pelan dan lembut.


“Sayang … aku mau sampai!”


“Tunggu aku, Sayang …”


Tom mempercepat tempo permainan sehingga tak lama setelahnya suara pekikan manja keluar dari mulut keduanya di iringi getaran tubuh dalam diri mereka saat sesuatu di bawah sana tumpah.


“Terima kasih, Sayang.”


*


*


*


Bersambung.


Jangan Lupa Like, Komentar Vote dan Beri Rating 5

__ADS_1


Salem Aneuk Nanggro Aceh.


__ADS_2