Budak Ku Mr. Mafia

Budak Ku Mr. Mafia
Di Ruqyah


__ADS_3

Seorang pria tampan sedang memejamkan matanya menikmati sensasi nikmat yang di berikan oleh seorang wanita yang sedang bergoyang di atas tubuhnya.


"Faster!" Pria itu membalikkan tubuh wanita ke bawah. Dia mempercepat tempo permainan tersebut membuat wanita itu menjerit kenikmatan di bawahnya.


Sehingga tak lama setelahnya tubuh mereka berdua bergetar hebat menandakan keduanya telah mencapai pada puncak masing-masing. 


"Kau sangat hebat, honey," bisik wanita cantik itu membelai rahang tegas pria tampan itu.


"Iya, aku sangat hebat!" Pria tampan itu mengecup bibir sang wanita lalu bangkit beranjak menuju kamar mandi meninggalkan wanita itu yang telah terlelap menuju alam mimpi.


Pria tampan itu mengguyur tubuhnya di bawah shower. Dia mengusap wajahnya yang basah. Sudah merupakan kebiasaan nya setiap malam selalu menikmati permainan panas di atas ranjang.


"Indonesia? Tidak buruk juga." Pria tampan itu menyeringai penuh arti.


*


*


*


Tak terasa pernikahan Lea dan Tom sudah berjalan tiga bulan. Perut Lea sudah mulai kelihatan besarnya. Gadis cantik itu juga sudah memberitahukan tentang kehamilannya pada kedua orang tuanya itu.


Akan tetapi, Lea mengatakan usia kandungan nya itu tiga bulan, padahal sebenarnya Lea sudah mengandung lebih dari tiga bulan.


"Sudah baikan?" tanya Lea pada Tom yang baru saja mengalami morning sickness.


"He'um … sepertinya anak kita benar-benar menghukumku karena telah menyakiti mommy nya dulu," lirih Tom lemah karena terlalu banyak mengeluarkan cairan.


Lea yang mendengarnya pun terkekeh kecil. Ingin kasihan tapi tak bisa karena Lea merasa puas atas penderitaan Tom. Pria tampan itu benar-benar tersiksa selama dirinya hamil.


Selain morning sickness, Tom juga harus menuruti kemauan Lea yang terkadang aneh menurut nya. Bahkan, Tom pernah memetik mangga di samping tempat pemakaman umum di tengah malam.


Di pagi harinya Tom mengalami hal aneh, pria tampan itu tak bisa menggerakkan kakinya. Lea yang mengetahui hal itu panik dan menghubungi sang kakak.


Flashback.


"Haisss … sepertinya ini penghuni pohon mangga itu! Kamu sih, petik nya tidak minta-minta! Bilang permisi, kek!" Leo memukul kaki Tom keras membuat pria tampan itu meringis.

__ADS_1


"Ahh … sakit, Kak ipar!" Tom ingin menangis rasanya karena untuk pertama kalinya dia bisa merasakan sakit.


"Tidak salah lagi! Cucunya genderuwo sedang duduk di lutut kamu!" Leo menyilangkan tangannya di depan dada membuat Lea yang mendengarnya ketakutan.


Oh cucu nya genderuwo, tolong jangan ganggu aku dan anak ku. Ganggu saja suami ku karena dia yang manjat pohon kamu batin Lea bergidik ngeri.


Andai saja Tom mendengar suara batin Lea, sudah pasti pria tampan itu merutuki dan mengumpat Lea memanggil Lea dengan panggilan istri Durhaka.


Dia yang minta mangga eh Tom yang kena getahnya. 


"Terus gimana ini, Kak. Kasihan suami ku gak bisa jalan! Lebih kasihan lagi anakku nanti kalau lahir bakal kaget. Karena punya bapak yang bisanya cuma tengkurap di atas kasur sama seperti dia!" Lea berubah panik seraya memijat keningnya yang terasa pusing.


"Apa kita panggil ustadz ke sini untuk me-ruqyah suami ku?" tanya Lea panik membuat Leo langsung menggelengkan kepalanya cepat.


Pria paruh baya itu membelai brewoknya. Senyuman penuh percaya diri terbit di wajahnya membuat perasaan Tom tak enak.


Sepertinya akan ada udang di balik rempeyek batin Tom yang sudah sangat paham akan jajanan Indonesia.


"Buat apa ustadz! Di sini udah ada muridnya ustadz!" Leo tersenyum penuh arti membuat Lea mengernyit dahinya tak mengerti maksud dari perkataan sang kakak.


Murid ustadz? Siapa gerangan? 


"Ya aku lah, siapa lagi kalau bukan aku, Lea!"


"Tapi, Kak!"


"Suttt … kamu mau suami kamu sembuh atau tidak hemm?" tanya Leo kesal membuat Lea menganggukkan kepalanya cepat.


Dia ingin suaminya itu cepat sembuh agar nanti saat anaknya minta sesuatu ada Tom yang memenuhinya.


"Mau!" 


"Ya sudah … ambil air putih satu gelas dan jus jeruk satu gelas!" pinta Leo membuat Lea beranjak keluar dari kamarnya. Akan tetapi, Tom langsung mencekal tangan istrinya itu menatap sang istri dengan tatapan penuh harap.


"Sayang … jangan tinggalkan aku!" Tom merasa was-was bila dirinya di tinggal hanya berduaan dengan Leo. Hati kecilnya berkata bahwa Leo akan melakukan sesuatu yang membuat dirinya menangis.


"Sayang, kamu tidak boleh manja! Nanti baby kita cemburu dan buat kamu muntah lagi. 'kan gak lucu kalau kamu muntah-muntah sambil ngesot ke kamar mandi!" tegas Lea membuat Tom mengedipkan matanya berkali-kali berharap istri tercintanya itu paham akan ketakutannya.

__ADS_1


Namun, Lea tetaplah Lea su gadis polos yang tidak tahu apa itu arti kedipan mata Tom.


"Kak, ruqyah juga mata suami ku! Sepertinya cicit genderuwo nyangkut di dalam matanya!" ujar Lea polos membuat Tom mengumpat kesal dalam hati.


"Tenang saja! Semuanya tidak akan lepas dari mantra-mantra ku! Dari ujung kepala sampai kaki aku semprot habis!" Leo berucap sungguh-sungguh membuat Lea menghela nafas lega.


"Sayang … ingat lagu si Bondan, everything is gonna be okey!" Setelah mengucapkan hal itu Lea keluar dari kamarnya meninggalkan Tom yang hanya bisa mengumpat kesal.


Siapa lagi si Bondan? Apakah itu selingkuhan si Lea? Ah … Tom tak dapat berpikir jernih.


"Sekarang mari kita mulai … bismillahirrahmanirrahim!" Leo langsung memukul kaki Tom dengan keras membuat pria tampan itu berteriak kesakitan.


Pria tampan itu pingsan membuat Lea dan Leo panik. Mereka pun menghubungi Dito guna memeriksa keadaan Tom. Mereka terkejut saat mendengar ucapan Dito yang mengatakan Tom mempunyai riwayat asam urat. Sehingga membuat titik saraf kakinya kaku untuk sementara.


Plak.


Lea memukul lengan kakak nya karena telah sok tahu tentang keadaan Tom.


"Kakak, sih! Main asal ruqyah! Begini kan jadinya suami ku pingsan!" dengus Lea membuat Leo tertawa cengengesan.


Flashback off.


Lea merebahkan tubuh Tom di atas ranjang lalu mengusap perut suaminya itu setelah mengolesi minyak angin.


"Sayang … aku tidak suka bau nya!" Tom merengek pelan dengan mata terpejam saat bau minyak angin begitu menyengat penciuman nya.


"Terkadang apa yang kita tidak sukai itu baik untuk kita, Sayang. Buktinya minyak angin ini membuat perut kamu terasa hangat, 'kan. Tidak mules lagi seperti tadi!" Lea berucap lembut seraya terus mengusap perut Tom.


Pria tampan itu tersenyum tulus mendengar ucapan sang istri yang selalu punya makna di balik kekonyolan istrinya itu.


"He'um … tidak apa-apa, deh. Aku ikhlas menanggung morning sickness! Daripada kamu yang menanggungnya. Aku kasihan sama kamu. Sudah hamil malah sakit lagi!" ujar Tom lemah membuat Lea terkekeh kecil.


"Sayang … bolehkah aku tahu tentang masa lalu kamu?" tanya Lea lembut membuat Tom membuka matanya menatap serius wajah cantik sang istri.


Bersambung.


Hai hai kakak … author balik lagi nih.

__ADS_1


Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰🥰


Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🙏


__ADS_2