
**Bantu Karya ini agar lebih bersinar dan masuk rangking KARYA Populer 🙏🙏 dengan cara LIKE KOMENTAR VOTE DAN BERI RATING 5 YAH 🙏🙏
Saling bantu kita, Author up tiap hari dan kakak semua Vote, like coment dan beri hadiah 🥰
...****************...
Empat pria botak itu mengeraskan gerahamnya mendengar ucapan Lena. Mereka merasa terhina karena penolakan. Lena.
"Kurang ajar dasar ja*lang sialan! Kami tidak akan segan-segan untuk membunuhmu dan menikmati mayat mu setelahnya … ha ha … ayo! Serang ja*lang itu!" Pria botak itu ingin menendang Lena, Namun sebuah tembakan peluru dari belakang tepat mengenai kepalanya membuat pria itu tewas tergeletak di lantai dengan cairan kental berwarna merah mengalir deras dari kepalanya.
Dor.
"Kalian terlalu banyak berbicara!" dengus Jerry yang baru saja tiba langsung menembak pria botak yang tadi berkata kasar pada Lena.
Ketiga pria botak yang tersisa itu mengepalkan tangannya erat melihat teman mereka tewas dengan tembakan di kepalanya.
Sedangkan Lena yang melihat kedatangan Jerry beserta bala bantuan berjumlah 3 orang pun tersenyum senang.
"Akhirnya kalian sampai juga!" ujar Lena bernafas lega.
"Tentu kami akan datang untuk bersenang-senang! Sudah lama tidak menguliti manusia membuat tangan kami gatal," ujar Ronal seraya mengayunkan pedang samurai di tangannya.
"Tadinya aku sedang membuat para wanita ku mendesah di bawah kukungan ku! Tapi, Jerry menghubungi ku mengajak ku untuk membuat cecunguk ini berteriak kesakitan di dalam cengkraman ku dan itu lebih menggiurkan!" timpal seorang pria tampan berparas Tionghoa bernama Lee seraya mengeluarkan dua pisau kecil dari sakunya.
"Woho … ada para tuyul ternyata di sini! Ck … CK … kalian lebih cocok pakai Pampers dan bedak sebotol lalu mengepet tiap malam daripada memegang pistol!" ejek Johan si pria tampan dengan rambut berwarna perak.
Jerry, Ronal, Lee, Johan dan Lena merupakan bawahan terbaik Tom. Mereka dilatih menjadi kuat dengan mental baja. Tidak boleh memohon ampun pada musuh meski nyawa di ujung tanduk, karena itu dapat menjatuhkan martabat mereka.
Mereka ber-lima merupakan anak yatim-piatu yang tinggal di pinggir jalan. Lee berasal dari Cina, Johan dari Swedia, Jerry dari Inggris, Ronal dari Argentina dan Lena dari Philipina.
Ketiga pria botak itu tersenyum devil menatap ke arah lima sekawan itu.
"Yang ada kalian akan mati di tangan kami!" ucap pria botak itu penuh percaya diri menekan tombol kecil yang berada di gelang mereka.
"Bacot!!" desis Ronal berlari menerjang tiga pria botak itu. Sedangkan Jerry dan yang lainnya hanya diam dan menonton saja.
Ronal menyerang menggunakan pedang samurai, sedangkan ketiga pria botak itu menggunakan tongkat baseball. Mereka terlalu menganggap remeh Ronal karena tak menggunakan pistol.
__ADS_1
"Meskipun mereka pernah berada di bawah didikan, King. Mereka lupa akan satu hal! Yaitu King selalu mengajarkan jangan pernah menganggap musuh lemah meski kemungkinan kita menang 99 persen! Tapi, mereka tak melakukan itu. Mereka menganggap Ronal hanya ancaman kecil!" ujar Jerry pelan menatap dingin pertarungan Ronal dengan ketiga pria botak itu.
"Ingatan mereka tentang hal itu sudah hilang bersamaan dengan rambut mereka!" timpal Lee membuat mereka terkekeh geli melihat tiga pria botak itu.
Slashh.
Bugh.
Ronal berhasil memenggal dua kepala pria botak itu sekaligus menggunakan pedang samurai nya. Tersisa satu pria botak yang menatap marah Ronal.
"Kalian akan kami bunuh dan kami cincang jadi 12!" teriak pria botak itu bersamaan dengan suara helikopter mendarat.
"Siall dia memanggil bala bantuan!" umpat Lee berlari turun ke lantai bawah guna menghalau musuh.
Lena berlari menaiki anak tangga menuju atap villa guna menjadi penembak jitu menyerang para musuh dari tempat tersembunyi. Sedangkan Jerry berlari menuju halaman belakang bersembunyi di sana untuk menyerang musuh secara diam-diam menggunakan jarum beracun miliknya.
Jerry merupakan seorang dokter dan ilmuwan. Pria tampan itu sangat pandai menciptakan racun yang mampu membunuh manusia hanya dalam hitungan detik.
Sedangkan Ronal masih berada di tempat yang sama dengan pria botak itu. Pria tampan itu tertawa jahat bak iblis yang kehausan darah.
Ronal menendang dua kepala pria botak itu dengan santai ke sembarang arah.
"Ck … apa hebatnya kalian! Kalian itu hanya mantan Mafia yang memiliki rekan puluhan. Berbeda dengan kelompok kami yang jutaan! Ayolah Ronal … bergabunglah dengan kami! Tugas kita sekarang yaitu membunuh, King. Setelah itu kita bisa bersenang-senang tidur dalam kasur yang terbuat dari uang!" bujuk pria botak itu berusaha mengajak Ronal untuk berkhianat.
"Asalkan kau tahu! Aku sudah bersumpah untuk mengabdikan hidup ku pada King! Dan king tidak pernah memaksakan kalian untuk berada di bawah pimpinan nya! Dia juga tidak akan pernah sedih banyak di antara anak buahnya yang berkhianat! Karena apa?"
"Karena bagi king. Lebih baik mempunyai anak didik sedikit tapi mempunyai sifat seperti singa daripada banyak anak didik tapi sifatnya seperti anak kucing! Satu singa cukup sekali mengaum bisa membuat seribu kucing ketakutan!" desis Ronal tanpa aba-aba dengan lihai menebas kepala pria botak itu.
Ronal tersenyum sinis melihat mata pria botak itu melotot ke arahnya.
"Tidak ada maaf bagi para pengkhianat seperti kalian!" Ronal menendang kepala pria botak itu ke sembarang arah. Lalu berjalan masuk ke ruangan senjata yang berada di lantai dua.
*
*
Di dalam helikopter, terlihat seorang pria memakai topeng sedang memegang tablet dan menonton perkelahian antara anak buahnya dengan anak buah Tom di dalam villa.
__ADS_1
Pria itu tersenyum sinis melihat begitu lincahnya anak buah Tom yang mampu mengalahkan puluhan anak buahnya.
"Gilang!" panggil pria itu pada tangan kanannya yang berdiri di luar helikopter.
"Saya, Tuan!" jawab pria tampan itu menunduk hormat.
"Kita langsung pergi dari sini!" titah pria itu membuat Gilang merasa bingung.
"Lalu bagaimana dengan anak buah kita, Tuan?" tanya Gilang heran.
"Tinggalkan mereka! Tidak ada jaminan mereka menang melawan lima iblis itu! Kita terbang ke Prancis sekarang juga untuk mempersiapkan penyerangan lagi! Ternyata anak buah si baj*ngan itu lebih kuat dari yang aku pikirkan!" ujar pria bertopeng itu penuh amarah dan dendam menatap tabletnya.
"Baik, Tuan!" Gilang langsung masuk ke dalam helikopter lalu menerbangkan helikopter menuju bandara.
Pria bertopeng itu meninggalkan para anak buahnya tanpa belas kasih.
*
*
Para bantuan musuh yang sedang berkelahi terkejut mendengar suara helikopter terbang. Sedangkan Jerry dan teman-temannya tersenyum sinis.
"Terkutuk lah para pengkhianat! Mereka tidak akan senang dan damai memiliki Tuan pengecut seperti ketua Black Tiger! King ku tidak pernah lari meninggalkan anak buahnya dalam bahaya! Dia rela terluka demi anak buahnya!" teriak Lee menggelegar membuat anak buah musuh ketakutan sekaligus menyesal.
Suara teriakan dan permohonan ampun terdengar memekakkan telinga. Namun, tak membuat Jerry dan yang lainnya merasa iba. Mereka tidak akan pernah mengampuni para pengkhianat.
"Hidup White Tiger!" teriak Ronal mengangkat pedang samurai nya yang bermandikan darah.
"Hidup!" teriak Jerry, Lee, Johan dan Lena serempak seraya terus membunuh musuh mereka yang awalnya puluhan sekarang tinggal belasan.
Hari sudah malam, namun, tak membuat semangat lima iblis itu luntur dalam membunuh. Hasrat yang selama sebulan ini mereka tahan akhirnya tersalurkan juga. Rasa haus akan darah hilang juga karena telah membunuh banyak orang.
Bersambung.
Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰🥰
Ayoo dong like dan komentar nya🙏🥰
__ADS_1
Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🥰🥰