Budak Ku Mr. Mafia

Budak Ku Mr. Mafia
Tom Sakit!


__ADS_3

Matahari pagi telah terbit dari ufuk timur, burung-burung kembali berkicau terbang di langit yang biru. Hiruk pikuk di kota Jakarta kembali terdengar, menandakan para penduduk bumi telah beraktivitas kembali.


Lea perlahan membuka matanya, gadis cantik itu mengucek matanya dan bangkit duduk guna meregangkan otot-otot tubuhnya. Lea menoleh ke samping melihat Tom yang masih terlelap.


Namun mata gadis cantik itu terbelalak ketika melihat raut wajah suaminya yang pucat pias. Bahkan, bibir Tom ikut mengering seperti orang yang sariawan.


Lea segera meletakkan punggung tangannya di kening TomΒ  berusaha memeriksa suhu Tubuh Tom..Lea terlonjak kaget saat merasa tubuh Tom sangat panas.


Tom sakit? Tom demam? Suami tampannya itu demam tinggi.


Oh ya ampun … bagaimana bisa ini terjadi? Apa yang harus Ia lakukan? Baru kali ini Tom demam, biasanya pria tampan itu sangat kuat dan tetap segar di pagi hari.


"Ya ampun, aku pikir orang sepertinya tidak bisa sakit!" Lea bangkit dari kasurnya lalu segera memakai baju piyamanya kembali. Semalam setelah melakukan ritual panas tanpa penyatuan bersama dengan Tom, Lea telah mandi besar terlebih dahulu.


Gadis cantik itu berlari menuruni anak tangga, membuat penghuni mension yang sedang sarapan terkejut. Hanya ada orang tuanya yang berada di meja makan karena mereka tinggal di mension utama. Sedangkan, Leo tinggal di mension nya sendiri.


"Sayang … kamu kenapa lari-lari? Nanti jatuh?" James khawatir melihat Lea yang menghampiri mereka dengan nafas yang terengah-engah karena lelah berlari.


"Mom, TomTom Lea sedang demam! Apa yang harus Lea lakukan?" tanya gadis cantik itu panik membuat Nana menepuk jidatnya.


"Oh ya ampun, Sayang. Kenapa bisa kamu tulalit banget, sih? Kalau suami mu demam ya kamu kompres keningnya. Setelah itu baru hubungi Dokter! Bukan malah turun ke bawah lalu bertanya pada kami!" Nana dan James menggelengkan kepalanya tak habis pikir dengan tingkah absurd anak gadis mereka.


Lea yang mendengarnya pun kembali berlari menaiki anak tangga membuat James dan Nana hanya bisa menghela nafas berat.


"Mom, tolong hubungi dokter! Lea mau kompres kening Tom dulu!" Lea berteriak keras membuat James dan Nana terkekeh kecil.


"Fang, telpon dokter keluarga. Suruh datang ke sini dalam waktu 10 menit!" titah James pada kepala pelayan membuat pria paruh baya itu mengangguk kepalanya.


"Baik, Tuan besar!"


*


*

__ADS_1


*


"Sepertinya suami Anda sedang mengalami stress dan tekanan berat! Apa ada sesuatu yang suami Anda pikirkan selama ini?" tanya Dokter setengah baya pada Lea setelah memeriksa keadaan Tom.


"Tidak, Dok! Hanya saja semalam suami saya mengalami mimpi buruk!" jawab Lea membuat dokter itu mengerti.


*Berarti tidak ada yang perlu di khawatirkan, semuanya baik-baik saja! Beri minum obat sehari 2 kali dan harus rutin meminumnya! Jangan biarkan suami Anda bekerja selama seminggu dan buatlah suami Anda serileks mungkin agar pikirannya kembali tenang!" jelas dokter tersebut seraya memberikan beberapa jenis obat pada Lea.


"Terima kasih, Dok!" Lea menerima obat tersebut.


"Kalau begitu saya pamit undur diri karena masih banyak pasien yang harus saya tangani!" Dokter itu pun segera pergi keluar dari kamar meninggalkan Lea bersama kedua orang tuanya.


"Jaga dan rawat suami mu dengan baik, Sayang! Sekarang saatnya menunjukkan bakti mu kepada suami mu! Jangan biarkan dia memikirkan hal yang berat dulu. Bila suami mu ada masalah, sudah tugas mu sebagai istri untuk membantunya menyelesaikan masalah nya!" Nana memberikan nasihat pada putri bungsunya itu penuh kelembutan.


"Baik, Mom!" Lea mengangguk kepalanya seraya terus menatap wajah pucat Tom.


"Kalau begitu, Mom dan papa keluar! Kamu jangan lupa makan sarapan kamu di atas meja. Jangan sampai tidak makan, nanti sembuh suami mu malah kamu yang sakit!" ujar Mom Nana lalu beranjak keluar bersama dengan James.


Lea mengusap lengan Tom lembut. Gadis cantik itu memandang sendu wajah tampan suami nya.


*


*


*


Tom membuka matanya perlahan, hak pertama yang pria tampan itu rasakan adalah sesuatu berada di keningnya dan tubuhnya terasa berat. Pria tampan itu melirik ke samping, ternyata Lea tidur seraya memeluk dirinya.


Tom memegang keningnya lalu memindahkan handuk kecil itu. Lea yang merasakan ada pergerakan dari Tom pun terjaga, gadis itu membuka matanya lebar lalu bangkit duduk menghadap ke arah Tom.


"TomTom! Kamu sudah sadar? Syukurlah! Ada yang sakit hemm? Di mana?" tanya Lea bertubi-tubi penuh kelembutan, sorot mata penuh khawatir membuat hati Tom menghangat.


Pria tampan itu seolah menjadi sosok yang rapuh dan Lea lah sosok yang menguatkannya.

__ADS_1


"Aku baik-baik, memangnya aku kenapa hemm?" tanya Tom dengan suara serak dan lemah.


"Haiss kamu ini! Mana ada baik kalau suara kamu aja macam orang kelaparan seperti ini!" Lea mengerucutkan bibirnya kesal membuat Tok terkekeh pelan.


Lea menghubungi pelayan nya yang berada di dapur guna menyuruh membawakan bubur ayam untuk Tom.


Tak lama setelahnya pintu kamar di ketuk, Lea bangkit untuk mengambil pesanan nya itu.


"Kamu makan dulu, ya! Lalu minum obat dan istirahat! Gak boleh banyak pikiran. Hidup sudah rumit jadi tak usah di buat sulit!" ujar Lea penuh perhatian membuat Tom tersenyum lemah.


Pria tampan itu merasa seperti menjadi anak kecil yang sedang di omeli ibunya. Namun, kalau boleh jujur Tom merasa bahagia seperti ini. Pria tampan itu merasa di perhatikan dan di sayangi oleh Lea.


Bukankah menyenangkan kita di perhatikan oleh orang yang kita cintai? Itulah yang Tom rasakan sekarang. Terlebih lagi Lea begitu tulus kepadanya membuat Tom merasa bahagia.


"Buka mulutmu!" titah Lea membuat Tom membuka mulutnya menerima suapan dari Lea.


Pria tampan itu sebenarnya tak suka dengan rasa buburnya. Terasa hambar di lidah, namun, karena Lea yang menyuapinya membuat pria selera makan pria itu bertambah.


Begitulah kata orang bila sudah jatuh cinta semuanya terasa indah dan mudah. Dari tak ingin makan menjadi ingin makan hanya karena di suapi oleh orang yang kita cintai.


"Suka dengan buburnya?" tanya Lea lembut saat melihat Tom makan dengan lahap.


"Suka." Tom menganggukkan kepalanya lemah seraya memasang senyuman manis membuat Lea membalas senyuman manis itu, sehingga terlihat lesung pipi diwajahnya.


Namun, perlahan senyuman di wajah Lea berubah menjadi suara tawa. Berbeda dengan Tom yang wajahnya memerah malu saat gas alam nya lepas kontrol


Prepppp.


"Ha ha ha … akhirnya kamu kentut juga, TomTom!" Lea tertawa cekikikan melihat Tom membuang wajahnya ke samping.


Petai si Alan batin Tom mengumpat kesal karena perutnya mulas karena terlalu banyak makan petai.


Bersambung.

__ADS_1


Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°


Salem Aneuk Nanggroe Aceh β€οΈπŸ™πŸ₯°


__ADS_2