Budak Ku Mr. Mafia

Budak Ku Mr. Mafia
Itung-itung pahala


__ADS_3

"Sampai sekarang aku belum tahu siapa yang membunuh orang tuaku! Mereka terlalu licik dan setelah bertemu dengan kamu. Terlebih lagi ada anak kita yang akan lahir nanti aku memilih untuk mengubur dendam ku. Karena tidak ingin berimbas pada kamu dan anak kita nanti! Sekarang prioritas ku cuma kalian berdua!" Tom berkata serak seraya mengelus perut Lea yang sudah besar.


"Lalu apa di Italia kamu belajar jadi Mafia?" tanya Lea penasaran.


"Benar, di sana aku belajar semua strategi berkelahi dan dunia hitam. Aku membentuk Mafia kecil-kecilan saat itu yang hanya bertugas untuk menciptakan obat-obatan terlarang! Lalu aku membunuh semua orang yang berkaitan dengan meninggalnya orang tua ku!"


"Hanya saja, dalang dari semua itu aku tidak tahu siapa. Dia terlalu misterius dan sangat sulit di jangkau!" jelas Tom panjang lebar membuat Lea merasa iba pada suami tampannya itu.


"Aku yakin orang itu pasti akan mendapatkan karmanya. Karena tidak ada orang yang bisa lari dari karma. Kamu yang sabar, ya. Jangan sedih lagi karena sekarang sudah ada aku yang selalu mendampingi kamu saat susah maupun senang! I love you!" Lea mencium bibir Tom lembut.


Mereka berciuman mesra di ruangan yang dingin itu. Setelah beberapa saat Lea melepaskan ciuman lembut itu lalu tersenyum menatap wajah tampan Tom.


"I love you too!" Tom mengecup kening Lea lembut penuh cinta. Mereka berdua pun tersenyum kehangatan.


Diam-diam keduanya saling berucap janji dalam hati untuk agar selalu setia dan melindungi satu sama lain sampai akhir hayat mereka. 

__ADS_1


"Ya sudah sekarang kita tidur siang ya, Sayang!" ajak Lea merebahkan kepala Tom di dadanya lalu mengelus nya perlahan.


"Boleh aku tidur sambil memainkan ini?" tanya Tom manja seraya mengelus bulatan kenyal milik Lea.


Lea terkekeh kecil seraya menganggukkan kepalanya. Tom tersenyum lebar lalu mengeluarkan bongkahan kenyal yang tak lama lagi akan mempunyai Sari Pati.


Lea memejamkan matanya menikmati sensasi bibir Tom. Sudah menjadi kebiasaan pria tampan itu yang sangat suka meng*mut benda kenyal tersebut.


Setengah jam kemudian Lea mendengar suara deru nafas Tom yang sudah teratur. Gadis cantik itu tersenyum lalu memasukkan kembali bongkahan kenyal itu ke dalam pakaian nya. 


Lea mengecup kening Tom lalu ikut memeluk erat tubuh suami tampannya itu.


Mereka berdua kembali terlelap menuju alam bawah sadar dengan saling memeluk memberikan kehangatan satu sama lain.


"Kasihan juga hidup si pria sarden itu. Sebaiknya aku meminta bantuan si Togi togel untuk memecahkan misteri kematian orang tuanya. Itung-itung berbuat baik pada adik ipar sendiri 'kan banyak pahala!" Leo mengusap sudut matanya yang berair.

__ADS_1


Sedari tadi pria paruh baya itu berdiri di depan pintu kamar Lea. Dia ingin menjenguk Tom yang katanya sakit. Namun, saat tiba di depan pintu kamar dia harus mendengar semua kisah sedih Tom.


Kamar Lea hanya kedap suara bila pintu kamarnya di kunci dan khusus saat mereka bercinta barulah Lea mengunci nya.


Sehingga Leo dapat mendengar semuanya.


"Aku harus bertemu para pria tua itu!" gumam Leo teringat akan para sahabatnya yang sudah tak lagi muda itu.


Leo pun memilih segera pergi dari mension utama untuk menemui para sahabatnya. Dia ingin meminta saran dan masukan dari sahabatnya.


Bersambung.


Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰


Salem Aneuk Nanggroe Aceh

__ADS_1


__ADS_2