Budak Ku Mr. Mafia

Budak Ku Mr. Mafia
Aku Rindu Kamu, Lea!


__ADS_3

**Bantu Karya ini agar lebih bersinar dan masuk rangking KARYA Populer 🙏🙏 dengan cara LIKE KOMENTAR VOTE DAN BERI RATING 5 YAH 🙏🙏


Saling bantu kita, Author up tiap hari dan kakak semua Vote, like coment dan beri hadiah 🥰


...----------------...


Tom melepaskan ciuman tersebut saat merasa Lea hampir kehabisan nafas. Tom meletakkan wajahnya di ceruk leher Lea. Pria tampan itu menghirup harum aroma tubuh Lea yang amat sangat menenangkan.



"Aku rindu kamu," bisik Tom seraya mengecup leher jenjang Lea.


Lea menautkan alisnya ketika mendengar ucapan Tom. Gadis itu merasa bingung dengan sikap Tom seperti seorang laki-laki yang merindukan kekasih nya.


Jujur saja Lea merasa nyaman dengan pelukan Tom. Aroma maskulin dari tubuh Tom membuat dirinya tenang. Namun, gadis itu teringat kembali bagaimana kejahatan Tom tempo lalu. Bahkan, gara-gara Tom telinganya harus mengalami tuli sementara.


Lea mendorong dada bidang Tom membuat pelukan hangat itu terlepas. Lea mengernyitkan dahinya ketika melihat raut wajah Tom yang pucat seperti orang sakit.


"Kenapa kamu peluk-peluk aku Tom-Tom? Apa belum puas kamu nyakitin aku? Atau kamu belum jera di hukum kakak ku, huh?" sentak Lea berdecak pinggang memelototi Tom.


"Aku ingin berbicara serius dengan kamu, Lea! please give me a chance to talk to you, we have something important to talk about (beri aku waktu untuk berbicara denganmu, Lea. Ada hal penting yang harus kita bicarakan)!" Tom menggenggam tangan Lea.


Namun, Lea langsung menepis tangan Tom kasar. Entah mengapa dirinya tiba-tiba kesal dan marah pada Tom. Padahal beberapa waktu lalu Lea sangat merindukan pria tampan di depannya.


"Tidak ada yang perlu kita bicaranya. Semuanya sudah selesai saat aku koma. Apa kamu belum puas nyakitin aku, huh? Kamu itu sudah merusak hidup aku. Gara-gara kamu, aku harus menunda mengejar mimpi aku untuk menjadi pengacara. Aku harus menjalani perawatan intensif saat ini karena sekarang aku tidak sempurna lagi!" Lea menekankan perkataannya seraya menunjuk-nunjuk dada bidang Tom.


Lea harus menghentikan kuliah nya selama satu semester guna menjalani perawatan. Tubuhnya juga setelah koma masih sangat lemah.


Alhasil Leo menyuruh Lea untuk mengambil cuti sementara. Tom memijat keningnya yang berdenyut. Sungguh, bukan penolakan Lea yang dia inginkan.


"Lea, ini benar-benar penting! Jangan keras kepala!" tegas Tom mencengkram erat pundak Lea.


"Kau mengatai ku keras kepala seolah kepalamu terbuat dari puding yang lembek dan kenyal! Sana pergi, aku mau pulang!" Lea mendorong dada bidang Tom ingin pergi dari sana. Namun, pria tampan itu langsung membekap mulut Lea dengan sapu tangan yang sudah di bius.


"Kalau cara lembut tidak bisa maka terpaksa aku harus memakai cara paksa," gumam Tom lalu menggendong Lea ala bridal style.

__ADS_1


Tom membawa Lea menuju lobi rumah sakit. Pria tampan itu memasukkan Lea ke dalam mobilnya. Tom mengelus pipi Lea dengan lembut. 


Tom menghela nafas panjang ketika mengingat beberapa Minggu yang lalu saat dirinya di hukum oleh Alfonso dan Om Yogi.


Flashback on.


Tom membuka matanya perlahan, pria tampan itu mengernyitkan dahinya ketika menelusuri ruangan tersebut yang ternyata dirinya berada di sebuah rumah sakit.


Suara pintu terbuka membuat Tom menoleh ke arah samping. Terlihat Alfonso masuk ke dalam ruangan dengan raut wajah dinginnya.


"Hukuman mu telah usai. Tapi, ingat! Jangan pernah dekati keponakan kami lagi dan jangan pernah kembali ke pekerjaan haram mu itu. Kalau tidak! Maka aku tidak akan segan membunuh kamu! Mengerti!" Alfonso berkata tegas membuat Tom langsung mengangguk kepalanya lemah.


Pria tampan itu tak berani membantah karena takut dirinya akan di hajar kembali oleh Alfonso dan Om Yogi.


Setelah hari itu, Tom menyendiri di ruang kerjanya guna merenung sambil bekerja membangun kembali perusahaan nya yang di ambang kebangkrutan.


Untung saja Tom merupakan orang yang royal dan baik pada karyawannya. Kesetiaan para karyawannya pada Tom benar-benar kental. Bahkan, Arka cs yang menawarkan gaji 3 lipat daripada gaji yang Tom berikan kepada mereka bilamana mereka mau keluar dari perusahaan Tom.


Namun, tak seorang pun yang keluar. Mereka bahkan rela tak di gaji dalam bulan tersebut guna membantu keuangan Tom agar tak menipis.


Karena itulah Tom bisa membangun perusahaannya kembali dalam kurun beberapa Minggu.


Flashback off.


Tom mengemudikan mobilnya menuju sebuah lantai yang amat indah di kota Jakarta. Suara dering ponsel Lea berbunyi menandakan sebuah pesan masuk.


Tom ingin membuka ponsel Lea, namun, terkunci. Tom meletakkan jempol Lea pada sidik jari ponselnya, sehingga Tom bisa mengotak-atik ponsel milik Lea.


Olaf


Aunty di mana? Kenapa tidak ada di tempat tadi? Apa Aunty sudah pulang?


Tom membalas pesan tersebut.


Iya … Aunty sudah pulang duluan karena tidak sanggup nungguin kamu yang lama tadi.

__ADS_1


Tom kembali memasukkan ponsel Lea ke dalam tas selempang nya. Pria tampan itu menatap lembut wajah damai Lea yang terlelap di samping nya.


Tom menyingkirkan anak rambut yang menutupi wajah cantik Lea. Entah dorongan ala membuat Tom kembali mencium lembut bibir manis Lea.


Ciuman tersebut kian memanas, namun, Tom langsung menghentikan nya saat merasa ada yang aneh pada tubuhnya.


"Kenapa tidak bangun? Biasanya langsung bangun kalau dekat dia!" Tom menunduk menatap sesuatu yang bersembunyi di balik celana nya.


Pria tampan itu merasa bingung, padahal dirinya sudah bergairah, akan tetapi, sesuatu yang di bawah sana belum bangun.


Tom tersadar dari kebingungan nya saat mendengar suara lenguhan kecil dari bibir Lea. Pria tampan itu langsung menoleh ke samping dan melihat Lea yang sudah sadar dari pingsannya.


"Eugh … di mana ini?" gumam Lea mengucek matanya pelan.


"Di surga," balas Tom santai membuat Lea langsung menoleh ke arah samping.


"Kau … Tom-Tom! Kenapa aku ada bersama mu? Apa kamu menculik ku lagi? Kamu mau perkosa aku lagi, ya? Awas aja kalau iya aku bakal seneng!" ancam Lea memelototi Tom membuat pria tampan itu terbahak-bahak.


"Seneng?" ejek Tom membuat Lea tersadar bahwa dirinya salah berbicara.


"Oh ya ampun … kenapa mulut ku lebih cepat dari otak ku, sih," gumam Lea memukul pelan bibir nya.


"Maksud nya aku bakal teriak." Lea mengelak seraya mengerucutkan bibirnya membuat Tom gemas.


"Kamu ini lucu, ya!" Tom mencubit gemas pipi Lea, namun, dengan gerak cepat Lea menepis tangan Tom.


"Kamu mau bilang apa? Langsung to the poin saja karena waktu ku terbatas!" tegas Lea menatap dingin Tom.


Tom pun menghentikan tawanya lalu memasang wajah serius.


"Jadi, begini … "


Bersambung.


Ye … Author udah double up hari ini 😘😘😘😘🥳🥳🥳

__ADS_1


Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰🥰


Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🙏🥰


__ADS_2