Budak Ku Mr. Mafia

Budak Ku Mr. Mafia
Pulang!!


__ADS_3

Sebuah mobil hitam Lamborghini melaju membelah jalanan kota Jakarta. Pria tampan yang sedang mengemudi itu menutup telinganya dengan earphone karena tak sanggup mendengar ocehan gadis cantik di sampingnya.


"Hey, TomTom … dari tadi aku ajak ngomong kenapa kamu gak jawab, sih? Kalau tahu begini lebih baik aku naik mobil bareng kak Lena dan empat pria tampan calon suami masa depan ku!" ketus Lea dengan nada kesal membuat Tom langsung menginjak rem mendadak, membuat tubuh Lea condong ke depan.


"Oh ya ampun … hampir saja kening ku kejedot! Bisa benjol ini kening!" pekik Lea mengelus dadanya yang berdegup kencang.


Suara klakson para pengendara di belakang mobil Tom bersahutan, menyuruh Tom menepikan mobilnya. Pria tampan itu pun menepikan mobilnya ke pinggir jalan.


"Lea, apa maksudmu mengatakan calon suami masa depan, huh? Kau berniat selingkuh dengan anak buah ku! Jawab Lea … awas saja kalau kamu selingkuh! Bakal aku singkirkan semua laki-laki yang menjadi selingkuhan mu dari bumi ini!" sentak Tom mencengkram pipi Lea erat.


"Ishhh … bicara nya pelan-pelan dong TomTom. Bisa budeg telinga aku kalau kamu ngomongnya pakai nada sembilan oktaf!" celetuk Lea mengelus alat bantu mendengar pada telinganya.


"Memang kamu sudah budeg, Lea!" sindir Tom membuat Lea mendengus dingin.


"Aku ini bukan budeg! Tapi hanya tuli sementara. Lagian aku budeg juga karena kamu yang culik aku waktu itu! Bukannya bertanggung jawab malah caci maki aku budeg!" celetuk Lea dengan nada kesal.


"Siapa bilang aku tidak tanggung jawab! Ini aja aku mau ke rumah orang tuamu untuk mempertanggungjawabkan apa yang telah aku lakukan padamu! Seharusnya kamu bersyukur karena sebentar lagi bakal punya suami tampan, rupawan, dermawan dan jutawan seperti aku!" Tom memuji dirinya sendiri dengan nada angkuh.


Seolah-olah dirinya adalah pria yang paling sempurna di muka bumi ini, membuat Lea yang mendengarnya pun ingin muntah rasanya.


"Sepertinya setelah pulang dari rumah orang tuaku! Kamu harus ke RSJ untuk periksa kejiwaan kamu, deh! Soalnya tidak ada orang yang mau bertemu malaikat maut narsisnya seperti kamu!" ejek Lea membuat Tom menelan ludahnya kasar.


Tom baru sadar bahwa sebentar lagi yang dia hadapi adalah keluarga besar Lea. Setelah Tom cari tahu mengenai informasi lengkap Lea. Pria tampan itu hanya bisa melongo saat tahu Lea berasal dari keluarga Dicaprio dan memiliki para paman yang kaya raya.


Seperti Arka Wijaya Lemos pemilik Lemos.Grop.


Dito Sanjaya pemilik Sanjaya.Hospital, salah satu rumah sakit terbesar di Asia tenggara.


Kemal Pahlevi Rahmat Lubis pemilik perusahaan Lubis.Grop yang merupakan menantu orang terkaya kedua di dunia.


Dimas Agung Winata pemilik perusahaan Winata.Crop salah satu perusahaan terbesar di Indonesia dan Islandia.


Tom menarik nafasnya dalam-dalam ketika mengingat hal itu. Belum lagi ketika dia tahu Lea keponakan dari Om Yogi membuat Tom tak bisa tidur semalaman.


Namun, karena rasa cinta yang tak bisa terbendung lagi, membuat Tom memberanikan diri untuk meminta Lea secara baik-baik pada keluarga besar Lea untuk menjadi istrinya.


Terlebih lagi dengan alasan Lea yang mengandung anaknya membuat Tom merasa lebih percaya diri. 

__ADS_1


"Iya … sepertinya aku gila! Maksud ku tergila-gila padamu, Lea!" Tom mengedipkan matanya sebelah lalu kembali menyalakan mobilnya.


Lea yang mendengarnya pun membuang wajahnya ke samping karena tak ingin Tom melihat wajahnya yang merona malu.


Haisss si TomTom memang pinter buat jantung ku marathon batin Lea mendengus kesal.


*


*


*


Setelah menempuh perjalanan yang lumayan jauh. Akhirnya Tom sampai di mension utama keluarga Dicaprio tempat tinggal kedua orang tua Lea.


Huff … tenang, Tom! Kamu pasti bisa menaklukkan hati kedua calon mertuamu, karena menurut informasi dari Jerry. Calon mertua ku orangnya rendah hati batin Tom gugup.


 "Kenapa malah bengong, Tom! Ayo masuk!" teriak Lea yang sudah berada jauh di hadapan Tom.


Tom tersadar setelah mendengar Lea memanggil dirinya. Tom berdehem pelan lalu berjalan santai menghampiri Lea. Tom menggenggam tangan Lea erat guna menutupi kegugupannya.


"Lea, kamu tidak boleh takut dan gugup! Ada aku yang akan melindungi mu kalau orang tuamu nanti mengamuk! Aku tidak akan pernah meninggalkan mu, Lea!" ujar Tom sungguh-sungguh membuat Lea menautkan alisnya sebelah.


"Udah ah … daripada banyak ngomong! Lebih baik kita langsung masuk ke dalam! Aku sudah rindu banget sama orang tuaku!" Lea menarik tangan Tom membawa pria tampan itu masuk ke dalam rumahnya.


*


*


"Mom, kalau aku dan Ara punya anak lagi gimana?" tanya Lea seraya bersandar di bahu Ara pada Nana yang sedang menyulam shall.


Namun, Mom Nana tidak mendengar apa yang Leo katakan karena umurnya yang sudah tak lagi muda.


"MOM!!" teriak Leo memanggil Nana membuat wanita tua itu terlonjak kaget.


"Eh ayam-ayam … " Nana mengelus dadanya pelan membuat James yang sedang menonton televisi mendengar suara teriakan Leo pun kesal.


"Hey, bocah tengik! Jangan kau bentak istri ku. Ngomong yang sopan sama Mom mu! Kalau tidak bakalan ku geprek kau terus ku masukkan lagi ke rahim istriku!" sentak James dengan suaranya yang terdengar menyeramkan.

__ADS_1


"Mom yang salah, Pa! Leo ajak ngomong kok malah gak denger!" sungut Leo mengerucutkan bibirnya kesal.


"Eh aki-aki! Umur emak elu itu udah hampir satu abad, ya wajar kalau telinga nya bermasalah! Dasar aki-aki edan!" sarkas James menghampiri Nana yang kembali merajut shall nya. Pria tua itu merangkul pinggang istrinya manja. Membuat Leo berdecih melihat keromantisan orang tuanya yang masih saja awet.


Mom Nana yang merasakan pinggang nya di sentuh pun langsung menoleh ke samping dan melihat James yang tersenyum lembut padanya.


"Leo sayang! Jangan ganggu Mom kerja. Sana main mobil-mobilan sama David!" ujar Mom Nana lembut seraya membelai janggut putih James.


Senyuman James perlahan memudar, sedangkan Leo mencoba menahan tawanya melihat sang ayah yang kesekian kalinya di anggap Leo kecil.


"Allahu Shomad! Kasihan papa, ya Sayang! Udah aki-aki tapi di anggap masih kecil. Kamu nanti kalau udah tua jangan cepat pikun ya Sayang. Biarin aku duluan yang pikun, kamu jangan!" sindir Leo membuat Ara mencubit pelan pinggang suaminya itu. Sedangkan James hanya bisa mengerucutkan bibirnya kesal.


"Lihat saja, kalau nanti kau pikun! Aku bakal jadi orang pertama yang bakal menertawakanmu bocah tengik!" tukas James menatap kesal wajah tampan putranya.


"Ya, aku harap saat itu tiba gigi papa masih utuh! Karena bakal ngeri kalau papa ketawa tanpa gigi!" balas Leo santai membuat James ingin menampol kepala anaknya itu. Namun ….


Bugh.


"Yang sopan berbicara pada papamu, Leo!" tegas Mom Nana lebih dulu menampol kepala Leo.


James tersenyum lebar melihat istrinya sudah kembali mengenal dirinya sendiri. Sedangkan Leo hanya bisa berdecak kesal melihat sang mommy yang kerap kali memukul kepalanya.


"Lama-lama ini kepala berubah jadi bola voli kalau kepala Leo dekat-dekat, Mom!" sungut Leo pelan memeluk manja Ara.


"Assalamu'alaikum … " Semua orang menatap ke arah pemilik suara itu.


Bersambung.


Mom Nana dan papa James di sini udah sangat tua, ya. jadi wajar kalau mom Nana author buat sedikit pikun,😁


 


Mau lagi?? Ayo vote dan komentar nya.


Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰


Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🙏🥰

__ADS_1


Mampir juga ke novel temen author ya kakak🤭🤭🤗🥰😁😁



__ADS_2